Youth Love

Youth Love
eps 138


__ADS_3

"Gue udah sembuh, mau pulang"


"Enggak.. gue masih khawatir lo kenapa napa"


"Tapi kata dokter udah boleh pulang kok, kenapa lo nahan gue di di rumah sakit? "


"Gue cuma khawatir lo masih ada keluhan nantinya"


"Iisshh.. nyebelin banget sih"


"Mau kemana? "


"Mau jalan jalan bentar, kenapa? turun juga gak boleh, gue harus rebahan terus? "


"Sini... duduk di sini baru lo boleh jalan jalan"


"Gak mau.. entar ada orang masuk"


"Gak ada, dokter udah periksa gak akan ada yang masuk"


"Udah... sekarang gue mau jalan jalan dulu pegel tidur mulu"


"Bentar... cium dulu"


"Iihh.. gak mau"


"Cium dulu"


"Enggak mau" Arumi mendengarkan percakapan Ello dan Irene dari balik pintu, tiba-tiba suara mereka menjadi hening


Arumi membuka pintu ruangan tersebut dan melihat Irene sedang duduk di pangkuan Ello, tangan Ello menekan tengkuk Irene dengan bibir saling memagut


"Ehh.. aduh " Irene langsung turun dari pangkuan Ello secara mendadak membuat sikut nya terantuk kepala ranjang


"Makanya hati hati" Ello mengambil tangan Irene dan mengusap sikut nya


"Sorry gue pikir Irene lagi sendiri" ucap Arumi


"Kenapa lo kesini? ada apa? " tanya Ello


"Gue cuma mau jengukin Irene aja kok"


"Gue ke kamar mandi dulu" Ello beranjak dari tempat duduknya berjalan menuju kamar mandi


"Gue bawain lo bubur lagi, dimakan ya" ucap Arumi


"Iya makasih.. simpan di situ aja"


"Gimana keadaan kandungan lo? maksud gue apa udah baik baik aja? " Tanya Arumi


"Baik kok.. dokter udah bolehin pulang tapi Ello ngelarang "


"Kenapa? emang lo gak jenuh di rumah sakit? " Tanya Arumi


"Jenuh sih.. tapi Ello terlalu overprotective, gue jalan jalan sekitar rumah sakit aja susah harus rebahan mulu"

__ADS_1


"Hubungan kalian sepertinya semakin membaik"


"Dari awal Ello emang baik waktu tau gue hamil anak dia cuma gue belum maafin kata kata dia sebelumnya yang gak percaya sama gue" jawab Irene


"Sorry ya.. itu mungkin karena gue, gue gak ada pilihan lain waktu itu, gue pengen ada orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu.. orang itu udah merenggut semuanya gue takut gak ada yang mau menerima gue setelah ini" lirih Arumi


"Jangan nangis, gue percaya kok suatu hari nanti pasti akan ada orang yang sayang dan menerima lo apa adanya"


"Iya.. semoga aja, Di makan dulu buburnya sebelum dingin, gue suapin ya" ucap Arumi


Irene hanya mengangguk namun saat Arumi hendak menyuapi Irene tangan Ello mengambil sendoknya, Irene yang udah membuka mulutnya kembali mengatup melihat Ello


"Gue udah bilang lo gak boleh makan makanan dari luar, cuma makanan rumah sakit aja"


"Iya iya cerewet" Irene mengerucutkan bibirnya


"Jadi Irene gak makan bubur yang kemarin gue kasih? '' tanya Arumi


" Dia yang makan " Irene menunjuk Ello


"Pantes aja dia gak kenapa napa, gue harus pikirin cara lain" Batin Arumi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Pak nganter dia dulu ya" ucap Millie


"Enggak.. nganter dia dulu aja pak" Rafael menolak dan meminta Millie diantar lebih dulu


"Anter yang sakit aja dulu"


"Itu buktinya kaki kamu masih pake gips"


"Tapi aku gak sakit, aku mau anter kamu dulu"


"Aaarrrggghhh" tiba-tiba Rafael berteriak saat Millie menendang kakinya


"Tuh berarti sakit kan? anter dia dulu pak" Supir taksi hanya menggeleng melihat kelakuan kedua penumpangnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sony terbangun dari tidurnya namun dia melihat keadaan sekelilingnya berbeda, dia berada di tengah hutan saat pertama membuka matanya


"Ini dimana? gue dimana? " dengan kebingungan Sony berjalan kesana kemari mencari jalan keluar dari hutan itu namun dia hanya berputar-putar di sana


"Ini dimana? " Sony meraba saku nya dan mendapatkan sebuah surat


"Bukannya kamu mau bebas? sekarang kamu sudah hidup di alam bebas, hati hati kabarnya di sana masih banyak hewan buas" hanya itu yang dia dapat dari sakunya


Sony begitu frustasi dengan keadaannya sekarang, dia tinggal di tengah hutan tanpa peralatan dan makanan dia berpikir beberapa hari lagi mungkin dia akan mati Kelaparan atau di makan hewan buas


"Sial.. sial... orang tua sialan itu bikin hidup gue susah"


"Arrrggghhh... gue harus pergi kemana? " Sony benar-benar sedang di landa kebingungan dan keputusasaan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Anggia udah berangkat? " Tanya Allea


"Udah ma.. aku baru pulang dari bandara, laper ma " Millie memeluk ibunya dari belakang


"Ini mama lagi masak kamu minggir dulu"


"Mama.. bolehkan aku sekolah sama Anggia" Millie merengek menyandarkan kepalanya di punggung Allea


"Apa? mau kuah panas ini tumpah di kepala kamu? "


"Iihh.. mama tau ah" Millie menjauh dan duduk di meja makan dengan bibir cemberut


"Dengar ya.. apapun yang kamu mau gak harus dituruti gak harus. . kamu ujung ujungnya nyesel nanti, contohnya anjing kamu beli tapi gak di rawat dengan baik malah security yang rawat"


"Jangan mementingkan ego kamu, ngerti? kesampingkan apa yang kamu mau dan utamakan yang kamu butuhkan"


"Iya.. iya.. mama yang cerewet, yang pelit "


"Kenapa nih manyun gitu? " Max baru saja pulang dari kantor untuk makan siang


"Biasa pa.. kekeh mau ke Korea"


"Ngapain jauh jauh ke Korea? sekolah disini juga banyak" ucap sang ayah


"Kali aja kalo sekolah disana nanti bisa jodoh sama jungkook pa"


"Masa nyari jodoh sambil jongkok? maksudnya gimana? " tanya Max


"jungkook pa jungkook bukan jongkok, itu nama orang"


"Ohh... Aneh aneh aja, bukannya cinta mati sama anaknya bu Vivi? " Tanya Max dengan wajah mengejek


"Siapa anak bu Vivi? "


"Rafael siapa lagi? " Jawab Allea


"Tau ahh.. siapa yang cinta mati sama dia? "


"Halah.. emangnya papa gak tau ada drama apa tadi di bandara? " Raut wajah Millie langsung berubah menatap sang ayah


"Apa? mau nyangkal? papa tadi ke bandara ketemu sama om Danendra dulu"


"Aku gak mau bahas.. aku ke kamar dulu daaahh.... " Millie langsung kabur begitu saja


Dia malu dramanya di saksikan oleh sang ayah wajahnya sampai bersemu merah, Millie menjatuhkan tubuhnya di ranjang sambil menggelepar


"Aaaaaaaa.... malu... malu.. malu... " Millie menutup wajahnya dengan telapak tangan


"Jadi tadi papa ada di bandara? iihh.... sumpah gue malu"


Saat sedang kesal dengan kejadian memalukan itu tiba-tiba handphonenya berdering, tentu saja si penelepon adalah salah satu aktor drama romantis itu


"Halo... aku malu sumpah tadi kamu ngapain sih pake drama drama segala? aku malu.. papa tadi ada disana dan sekarang papa ledekin aku"


"Kamu kenapa sih marah marah? siapa yang drama? itu asli bukan drama aku gak mau kehilangan kamu"

__ADS_1


"Apapun alasannya aku malu.. pleaseee.. tolong putar waktu aku gak mau kejadian itu terjadi" Rafael hanya terkekeh, sebegitu paniknya Millie saat tahu ayahnya melihat kejadian di bandara


__ADS_2