
Sesampainya di restoran milik Anjani mereka langsung di sambut oleh pemilik restoran, wajah Anjani sedikit berubah ketika melihat Millie turun dari mobil
"Saya kira anda tidak akan datang" ucap Anjani menyambut Rafael
"Saya sedang ada waktu senggang" jawab Rafael
Melihat Rafael melangkah Anjani mendekati Rafael bermaksud menggandeng tangannya, namun Rafael melangkah kesisi lain dari mobilnya untuk membukakan pintu untuk Millie
"Dia juga ikut?" ucap Anjani tanpa sadar
"Ya.. saya kira ini undangan di luar pekerjaan jadi saya bawa tunangan saya agar tidak jenuh"
"Bibir anda kenapa?" Anjani hendak menyentuh Rafael namun pria itu mundur
"Tidak apa apa.. ini cuma di gigit kucing " jawab Rafael sambil menatap Millie
Anjani pun menatap Millie kini dia tahu kenapa bibir Rafael terluka karena reaksi Millie yang mencubit lengan Rafael
"Ahh.. silahkan masuk" mereka di bawa ke sebuah ruangan VIP dengan konsep ruangan yang romantis
"Ini terlihat romantis gitu ya dekorasinya, kayaknya kalo orang yang gak tau di sangka ada acara lamaran deh" celetuk Millie
"Ahh.. ruangan ini memang nantinya khusus untuk pesanan yang ingin dekorasi romansa romansa romantis untuk pasangannya, saya sengaja pilih ruangan ini karena takut kalian terganggu dengan banyaknya tamu di luar " jawab Anjani
"Dekorasinya bagus, tempatnya juga nyaman" puji Rafael
"Saya permisi tinggal sebentar, ada tamu yang harus saya temui"
"Ya.. silahkan"
Setelah pergi dari ruangan itu Anjani mendatangi salah satu pelayan, Anjani tampaknya sedang memberi sebuah instruksi untuk pelayan itu
"Nanti kamu pura-pura gak sengaja numpahin air di baju pria di ruangan itu, kamu ngerti?"
"Baik Bu" pelayan itu pun mengangguk
Anjani kembali masuk di ikuti para pelayan yang menghidangkan makanan di atas meja, tiba tiba satu pelayan pura pura tersandung dan menumpahkan jus ke baju Rafael
Millie segera mengambil tissu dan membersihkan baju suaminya, pelayan tersebut meminta maaf bekali kali
"Kamu gimana sih? kerja yang bener dong" tegur Anjani
"Tidak apa apa, sayang aku ke toilet dulu" ucap Rafael
Setelah kepergian Rafael kini ruangan itu menjadi hening, Millie hanya memainkan ponselnya sambil menunggu Rafael kembali
"Sejak kapan kamu dan Rafael tunangan?" Tanya Anjani
"Udah lama, berbulan-bulan yang lalu" jawab Millie masih menatap ponselnya
"Tapi kenapa ya kemarin waktu nganterin aku dia gak bilang kalo udah punya tunangan? kayaknya kalo kita gak ketemu hari itu Rafael gak akan bilang udah punya tunangan" mendengar itu Millie menyimpan handphonenya lalu menatap Anjani sambil tersenyum
"Itu karena kamu gak nanya, masa iya dia harus ngomong duluan? ehh.. aku udah punya tunangan loh, kan aneh?" Millie memperagakan semisal Rafael mengatakan hal itu
"Kamu sama Rafael itu cuma ada urusan bisnis jangan terlalu ikut campur urusan pribadinya, kalo pun dia gak ngakuin aku sebagai tunangannya itu bukan urusan kamu, ngerti?" Anjani diam seribu bahasa
"Sial.. anak kecil ini ternyata gak bisa di remehkan" batin Anjani
"Maaf nunggu lama ya" Rafael baru saja kembali
"Tidak.. sekarang kita bisa makan, selamat menikmati " ucap Anjani
Ketika mereka sedang menyantap makanan Millie hanya mengiris steik di piringnya, Rafael menyadari istrinya kesulitan mengambil pisaunya lalu membantu Millie sampai menyuapinya
"Makasih" ucap Millie sambil tersenyum
"Gak biasa ya? mau ganti aja?" tanya Anjani Seolah mengejek Millie tidak biasa makan makanan seperti itu
__ADS_1
"Bukan.. sebelumnya maaf ya, kayaknya kualitas dagingnya harus lebih di tingkatkan lagi sayang aja Resto mewah gini dagingnya alot" jawab Millie membuat raut wajah Anjani berubah seketika
"Maaf dia memang gak bisa basa basi tapi memang dagingnya sedikit keras" ucap Rafael
"Tapi enak iya kan yang? cobain deh" Millie menyuapi Rafael
"Tidak apa apa, saya senang kalian memberikan ulasan jadi saya bisa tingkatkan lagi yang kurang" ucap Anjani
Sepulang dari restoran baru Anjani keduanya pulang namun jalan yang di lalui Rafael bukan jalan yang mengarah ke rumah Max
"Kita mau kemana?" tanya Millie
"Nanti juga kamu tau" jawab Rafael
"Cih.. sok misterius "
"Aku mau kasih kejutan, kalo kamu capek tidur aja nanti aku bangunin kalo udah sampe" Millie benar benar merebahkan tubuhnya di kursi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie kok belum pulang ya pa?" Allea mondar mandir di depan pintu
"Kamu kenapa masih mikirin Millie? dia pergi sama suaminya gak perlu khawatir"
"Bukan gitu pa.. sejak dia nikah jadi berbeda, dia gak banyak ngomong sama kita.. apa dia masih marah karena di nikahin?" Millie yang ceria sekarang menjadi pendiam dan hanya bicara sebutuhnya saja
"Itu karena kesalahan dia juga, buat apa Rafael ngarang cerita ? udah bagus dia tanggung jawab sendiri tanpa kita minta, Millie anaknya mau bebas mungkin itu sebabnya dia marah karena sekarang dia gak bisa bebas"
"Tapi mama kangen sama Millie pa.. " Max beranjak dari duduknya merangkul sang istri
"Nanti kita bicara sama dia, udah sekarang kita istirahat "
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa selalu ada Millie diantara kita? aku bingung sebenarnya siapa yang kamu cinta?" Ellia menatap foto mereka saat masih kecil
Drrrtt.. Drrrtt... Drrttt..
Ellia hanya melirik sekilas ketika handphonenya bergetar, nama Dirga muncul di handphonenya namun dia tidak ingin menjawab telepon tersebut
"Aku gak mau mikirin masalah pacaran, aku harus lulus tahun ini" Ellia beralih dari ranjang ke kursi belajar
Semalaman suntuk dia akan menggunakan waktunya untuk belajar agar bisa lulus tahun ini, dia tidak menghiraukan handphonenya yang bergetar terus menerus
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aku belajar dulu ya"
"Iya.. mereka sebaiknya aku bawa ke bawah deh biar main sama bibi" Irene membawa kedua anaknya agar tidak mengganggu sang suami belajar
Awalnya Ello dapat berkonsentrasi namun setelah beberapa saat dia mendengar anak anaknya menangis membuat konsentrasinya buyar
"Mereka kenapa?" Ello meninggalkan kamar untuk melihat kondisi anak anaknya
"Kenapa sayang?"
"Mereka gak tau maunya apa gak bisa di diemin, udah aku kasih asi tapi gak mau, di gendong bibi juga gak mau" Ello mengambil kedua anaknya dan menggendongnya
Tak berselang lama anak anak mereka tidur di bahu Ello, Irene bisa bernafas lega setelah anak anak itu tertidur
"Kayaknya mereka nunggu aku, kita tidurin dulu" Ello naik ke kamar mereka di ikuti Irene
Setelah menidurkan kedua bayi itu kini giliran Ello tidur di pangkuan Irene, Irene membelai kepala Ello membuatnya merasa nyaman
"Gak di terusin belajarnya?" tanya Irene
"Enggak besok aja, aku ngantuk banget"
__ADS_1
"Maafin aku ya.. aku gak bisa jaga mereka dengan benar" lirih Irene
"Hei.. gak apa apa, mereka juga anak aku bukan cuma tugas kamu ngurus mereka tapi tugas aku juga" Ello bangun dan duduk menghadap Irene
"Kamu istri aku jangan terbebani dengan semuanya, kita urus mereka sama sama dan pekerjaan rumah biar bibi yang kerjain, kamu gak perlu masak atau apapun"
"Emangnya kamu mau punya istri pemalas?" Ello dengan gemas mengecup bibir Irene
"Bukan pemalas, aku mau kamu jadi ratu biar aku gak malu di hadapan orang tua kamu, mereka akan berpikir kamu menderita nikah sama aku kalo aku biarin kamu ngerjain semua sendirian"
"Tapi aku suka, aku puas kalo melayani kamu sepenuh hati, nyuciin baju kamu, setrika, masak buat kamu, itu menjadi kesenangan tersendiri buat aku" Ello tersenyum memeluk sang istri dan membawanya berbaring
Irene tidur di dada Ello dengan jari jemarinya dimainkan oleh Ello, Irene tidak pernah menyangka akan di perlakukan semanis itu oleh Ello karena dulu pria itu begitu membencinya
"Kamu gak perlu repot repot dengan semua itu, aku gak nuntut kamu buat ngerjain semuanya tapi kalo kamu mau melayani aku dengan baik layani dengan cara lain" mendengar itu Irene mendongak menatap suaminya
"Cara lain?"
"Hmm.. kamu mengerti, bukan?" Ello menaik turunkan alisnya
"Seperti ini?" Irene beralih duduk diatas tubuh Ello
Mereka tertawa mesra entah apa yang mereka lakukan di dalam kamar yang pasti hanya mereka yang tahu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie terbangun dan menatap sekeliling, suasana kamar itu berbeda dengan kamarnya begitupun kamar Rafael di rumahnya ataupun di rumah Oma
"Ini dimana?" gumam Millie
Millie mengedarkan pandangannya ke bawah betapa terkejutnya dia karena pakaiannya sudah di ganti, mata Millie membelalak sempurna melihat gaun yang sudah berganti dengan baju tidur
Millie mengangkat kepalanya ketika mendengar pintu terbuka, Rafael baru saja keluar dari kamar dengan handuk yang di lilit di pinggangnya
"Kam ganti baju aku?" teriak Millie
"Aduuhh.. berisik yang kenapa teriak teriak?" Rafael mengucek telinganya
"Kamu berani ganti baju aku? jangan jangan kamu pegang pegang?" tuduh Millie
"Kamu tidur nyenyak banget gak bisa di bangunin jadi aku ganti aja karena takut kamu gak nyaman"
"Berarti kamu liat semuanya? kamu pegang pegang, iyakan? " Millie tidak terima padahal yang menggantikan bajunya adalah suaminya sendiri
"Ya liatlah, kalo aku gak pegang gimana aku gantiin baju kamu"
"Iihhh... kamu liat apa? kamu pasti pegang yang aneh aneh kan?" Millie melempar Rafael dengan bantal
"Dikit doang yang, pelit amat" jawab Rafael dengan entengnya sambil menangkap bantal yang di lempar Millie
"Dasar m*s*m... nyebeliiiin" Millie melempar bantal dan guling yang ada di dekatnya
Karena menangkap bantal bantal dan guling guling yang di lempar Millie akhirnya handuk yang di pakai Rafael terlepas, Millie membelalakan matanya melihat pemandangan di hadapannya
Millie segera melompat dari tempat tidur membelakangi Rafael dan berjalan menyamping bak kepiting lalu masuk ke dalam kamar mandi
"Udah satu sama, kan yang? kamu udah liat juga, mau pegang gak biar adil?" goda Rafael sambil mengetuk pintu kamar mandi
"Gak waras... gue liat.. ya ampun.. mata gue ternodai" Millie menutup mulutnya, dia masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya
"Gue harus bersihin otak gue" Millie melepaskan pakaiannya untuk berendam menghilangkan pikiran tentang apa yang dia lihat barusan
"Aaaaaa.... Rafael kurang ajar" Millie berteriak ketika melihat tanda merah di tubuhnya
Terdengar suara tawa Rafael dari dalam kamar membuat Millie semakin kesal
"Malu banget... dasar gila" Millie merendam tubuhnya dia merasa gila sendiri berada satu atap dengan Rafael, karena kekesalannya dia melupakan dimana dia berada sekarang
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan gift nya ya 🥰🥰🥰🥰🌹☕