Youth Love

Youth Love
eps 119


__ADS_3


Irene mengusak kepalanya semakin dalam dia mencium wangi tubuh seseorang, Ello juga semakin mempererat pelukannya


Tiba-tiba saja Irene tersentak ketika merasa ada yang janggal dengan orang memeluknya, Irene terbangun ketika merasakan sesuatu


"Lo... "


"Sorry... itu hal yang normal" ucap Ello sambil terkekeh, Irene langsung berlari ke kamar mandi


"Apa itu tadi? apa itu.. itu.. astaga" Irene menutup matanya dengan mata membulat


Irene keluar kamar mandi dengan ragu ragu dia malu sendiri ketika benda keramat Ello tak sengaja dia senggol, Ello biasa saja seperti tidak terjadi apapun


"Gue.. gue.. mau keluar" ucap Irene terbata


"Lo kenapa? kayaknya tegang banget" Ello mendekat dan Irene mundur menjauh


"Lo takut? gue gak akan melakukan apapun, santai aja gue gak sebejat itu"


"Gue.. gue.. gak bermaksud gitu, gue cuma.. " Irene menggantung kata katanya


"Gue tau.. lo masih takut, lo masih trauma, gue minta maaf itu bukan di sengaja kalo secara sadar gue gak akan melakukan itu" Ello menarik tangan Irene dan membawanya duduk di tepi ranjang


"Ello sorry gue gak bermaksud berpikiran kesitu, gue tau lo orang baik tapi... tapi.. gue gak bisa buang kepanikan gue waktu deket sama lo"


"Gue ngerti.. perlahan rasa takut lo akan hilang, gue gak akan minta apapun sampai lo bener-bener siap" Irene menatap Ello dalam


"Kenapa lo bilang gitu? seakan rumah tangga kita akan bertahan lama? " lirih Irene


"Maksudnya lo gimana? "


"Maksud gue.. lo gak cinta sama gue jadi gue gak berharap lebih, apapun keputusan lo nanti seenggaknya gue udah siap" ucap Irene


"Gue cuma mau nikah sekali seumur hidup, lo salah kalo ngira pernikahan kita cuma bersifat sementara kecuali lo yang mau pergi, asal ada alasan yang jelas gue lepas "


"Ini beneran gak sih? padahal gue takut dia minta cerai setelah anak ini lahir karena gue tau dia gak cinta sama sekali sama gue, gue lega sekarang" batin Irene


Kruuk.. Krukk..


"Laper ya? ayo cari makan" Irene hanya mengangguk menerima uluran tangan Ello


"Gue pikir dia yang dingin gak bisa berkata-kata manis, gue nyesel dulu kek orang gila ngejar-ngejar dia" batin Irene mengikuti langkah kaki Ello


"Siapa yang masak nih? " tanya Ello melihat begitu banyak makanan di meja


"Kita lah.. lagian mentang-mentang pengantin baru bangun siang banget" ucap Millie


"Aduh.. iihh nyebelin banget" gerutu Millie ketika kepalanya di ketuk menggunakan sendok oleh Ello

__ADS_1


Ello menyendok masakan di meja dan meniupnya lalu menyuapi Irene, Ellia dan Millie sontak saling menyenggol dengan tangan


Arumi dan Anna bertugas membawa masakannya ke depan, arumi menatap tidak suka saat Ello bersikap manis pada Irene


"Anak anak rajin sekali, ini siapa yang masak? " tanya mama Adrian ketika baru saja turun dari tangga


"Kita tan.. tante mau makan sama kita atau disini ? " tanya Ellia


"Kayaknya makan sama kalian lebih seru.. iya kan pa? "


"Iya.. Adrian mana ya? apa belum bangun? " tanya papa Adrian


"Kak Adrian sudah di depan sama yang lain Om.. " jawab Millie


"Ini anak tuan Maxime yang mana? "


"Kak Ello, kak Ellia dan aku" jawab Millie


"Pantesan cantik dan tampan, kita ke depan duluan ya" mama dan papa Adrian pergi lebih dulu


"Cantik dan tampan.. gue semakin merasa cantik " cicit Millie sambil mengibaskan rambutnya di hadapan Anna


"Cihh... rasanya pengen gue siram pake kuah panas " batin Anna


"Sayang..... " Rafael datang merentangkan tangannya


Sebelum dia memeluk Millie Ello lebih dulu menarik bagian belakang bajunya, Millie menggeleng kepalanya lalu pergi bersama Ellia membawa masakan yang siap di hidangkan


"Jangan macem macem sama orang yang gak bersalah, dengerin William dia benar-benar tau siapa dalang di balik kematian kakak lo"


"Kalian itu satu mana mungkin gue percaya sama kalian? kalian cuma mau lindungin Millie.. gue jadi penasaran sampe kapan kalian mampu melindungi Millie"


"Lo sentuh Millie sedikit aja gue gak akan pernah peduli lagi sama lo" ucap Rafael


"Dari awal lo emang gak peduli sama gue"


"Kalo gue gak peduli sama lo, gue udah kasih tau siapa lo sebenarnya sama Irene dan Ello" Rafael menekankan kata katanya lalu pergi


Mereka makan di halaman villa menggelar tikar dan makan bersama, orang tua Adrian senang anaknya yang sulit bergaul bisa bergabung dengan mereka bahkan terlihat akrab


Di tengah acara sarapan bersama itu Rafael mengambil makanan dan menambahkannya ke piring Millie, Millie mendengus pasalnya Rafael sudah beberapa kali menambahkan makanan ke piring Millie hingga penuh


"Stop.. kamu mau bikin aku gendut? "


"Enggak.. biar kamu cepet tinggi" jelas saja Millie menjadi bahan tertawaan


"Nyebelin" ucap Millie


Irene memandang ikan yang letaknya berada di dekat Adrian, karena Adrian terus memperhatikan Irene dia tahu Irene memandangi ikan asam manis yang ada di depannya

__ADS_1


"Mau ini? " Irene tersenyum sambil mengangguk


Ketika Adrian bersiap mengambil ikan itu untuk Irene, tangan Ello dengan cepat mengambil ikan dengan sendoknya dan meletakkannya di piring Irene


"Makasih" ucap Irene


Ello hanya mengangguk tanpa senyum tanpa bicara, dia kesal kenapa Irene tidak mengatakan padanya jika menginginkan sesuatu


Millie Menyendok sayur dengan cukup banyak dan meletakkannya di piring Rafael, Anna mengambilkan daging dan menaruhnya juga di piring Rafael


"Kak Rafael gak suka wortel dia Sukanya daging" ucap Anna


"Apa itu benar? " tanya Millie dengan raut wajah sedih yang di buat buat


"Enggak kok... aku suka apapun yang kamu kasih" jawab Rafael membuat anak anak ricuh


"Woow.. woow.. wow.. "


"Ada bau ke bakar nih"


"Heem bau gosong" ucap teman temannya Dirga


Suasana sarapan menjadi gaduh dan menyenangkan mereka saling mengejek mereka mereka yang membawa pasangan, selesai makan kini para pemuda mencuci piring sementara wanita bersantai karena sudah membagi tugas


"Lo ngapain disini? " Tanya Ello pada Arumi


"Gue cuma mau liat kerjaan kalian aja"


"Dari pada liatin nih mending bantuin" Ello mengulurkan spons pencuci piring


Arumi tersenyum senang menerima spons tersebut dia mengira akan mencuci piring berdua dengan Ello, namun dia salah ternyata setelah membasuh tangannya Ello pergi menghampiri Irene yang sedang berbincang bersama Millie dan Ellia


"Jangan berusaha merusak rumah tangga orang lain, bukannya lo sendiri ngerasain gimana rasanya tumbuh di keluarga yang berantakan? " Rafael mendekati Arumi dan membisikkannya sesuatu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kamu baru pulang? kemana kamu semalem? " Anggia marah marah ketika suaminya pulang pagi


"Berisik lo" Rendi menyingkirkan Anggia yang menghalangi jalannya


"Kenapa kamu berubah? kenapa kamu sekasar ini? "


"Terus mau lo apa? mau cerai? gue gak akan lepasin lo sampai lo benar-benar berpikir kematian lebih baik " Rendi menekan kedua sisi rahang Anggia


"Kenapa kamu jahat banget? aku lagi hamil anak kita"


"Itu karena lo gak mau dengerin gue, kalo lo gugurin kandungan lo ini semua gak akan terjadi.. bokap sama om lo gak mungkin siksa gue, sekarang lo harus ngerasain apa yang gue rasain" Rendi memukul lengan Anggia hingga memar


"Aaakkhh.. " Anggia menangis merasakan sakit di lengannya

__ADS_1


Tanpa mengatakan apapun Rendi mengunci semua pintu dan pergi meninggalkan Anggia di dalam rumah sendiri, Anggia menyesali keputusannya yang menentang kedua orang tuanya


__ADS_2