
Millie sempat pergi ke kamar mandi dan saat dia kembali Max dan Allea sedang berbincang dengan mami Rafael tapi dia tidak melihat Rafael disana, Millie akhirnya keluar dan menemukan Rafael sedang berhadapan dengan Dirga
"Ngapain mereka? " Millie melihat Dirga mencengkram baju Rafael membuat Millie langsung berlari ke arah mereka
"Kalian mau ngapain? di rumah ada orang tua, apa pantes kalian berantem? " Millie melerai keduanya
"Gue yakin Millie yang kemaren buat lo celaka itu dia, lo masih lindungin bajingan kayak dia? apa lo beneran mau mati di tangan dia? "
"Gue bukan lindungin dia, gue gak jujur sama papa cuma buat lindungin mami.. lo tau papa orangnya kayak apa? gue gak mau hidup Rafael hancur karena gue sayang sama mami" Rafael mematung mendengar ucapan Millie
"Itu cuma alasan lo, tanya hati lo sendiri Millie yang sebenarnya terjadi bukan itu.. lo lindungin dia karena lo udah cinta sama dia, inget kematian Abra? gak mungkin dia gak tau sama sekali dengan rencana anak buahnya"
"Kalo dia emang gak tau apa apa gimana? lo jangan menuduh seseorang cuma karena lo benci sama dia, dan gue percaya dia gak bohong" jawab Millie
"Ohh... dia deketin lo selama ini buat apa? buat dendam Millie dan lo masih percaya sama dia? buang jauh jauh perasaan lo sama orang kayak dia"
"Gue... gue.. " Millie tidak dapat menjawab dia menatap wajah Rafael dan itu kembali mengingatkannya pada rasa sakitnya
Millie pergi dari sana tanpa mengatakan apapun, Dirga mengikuti Millie begitu pun Rafael
"Lo liat? dia gak pernah nangis walaupun tubuhnya luka, hatinya kecewa, rasa sakit di hidupnya gak pernah dia tangisin tapi dia menyiksa dirinya sendirisebagai gantinya.. air mata dia bukan buat dirinya sendiri tapi buat orang orang yang dia sayang" ucap Dirga pada Rafael ketika melihat Millie memukul samsak dengan keras hanya dengan tangan kosong
Millie tidak berhenti memukul walaupun keduanya sudah lama berdiri disana melihat Millie meluapkan segalanya, Akhirnya Rafael mendekat menahan tangan Millie
Plak
Millie menampar keras wajah Rafael namun dia hanya diam saja menerimanya, Rafael mengambil tangan Millie dan menaruhnya di pipinya memintanya untuk menampar wajahnya lagi
Bukannya memukul wajah Rafael Millie kembali memukul samsak hingga tangannya yang sudah terluka kini mengeluarkan darah, Rafael mengambil tangan Millie dan menariknya untuk mengobatinya
"Jangan ganggu orang orang di sekitar gue, lo boleh lakuin apapun sama gue tapi jangan sentuh mereka" ucap Millie menarik tangannya kembali lalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kita udah putuskan, leader tetap bang Rafael tapi apapun yang kita lakukan jangan beri tau dia"Anggota Geng sudah memutuskan bahwa mereka tidak akan mendengarkan arahan apapun dari Rafael
"Gimana kalo dia tau? " Tanya Arumi
__ADS_1
"Biarin dia tau sendiri, kalo dia masih jadi leader kalo ada apa apa pasti dia yang pertama kali di salahkan.. kita bersembunyi di balik nama bang Rafael" ucap Beno
"Apa itu gak keterlaluan? " Arumi merasa tidak tega jika Rafael di jadikan kambing hitam oleh mereka
"Inget kematian kakak lo, bang Rafael malah lindungin cewek yang bunuh kakak lo" ucap Sony
Arumi hanya diam saja karena mau tidak mau dia harus mengikuti aturan mereka jika ingin dendamnya pada Millie terbalaskan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Setelah kejadian di rumah Millie malam itu berhari-hari berlalu dan Millie tidak bicara mau pun bereaksi ketika bertemu dengan Rafael ataupun Dirga, Millie selalu menganggap mereka tidak ada walaupun mereka berpapasan
"Kangen banget sama Millie, apa gue melakukan kesalahan dengan menyalahkan dia? atau jadi kesalahan kalo gue beneran cinta sama dia? " gumam Rafael sambil memandangi botol whiskey di hadapannya
"Gue jadi frustasi, tapi gue kangen banget sama lo" Rafael mengacak kasar rambutnya
Wajahnya memerah ketika mabuk dan meracau tak karuan, Seorang pelayan mendekati Rafael dan menawarkan diri seandainya Rafael membutuhkan bantuan
"Mas nya ada yang bisa di bantu? "
Pelayan tersebut mencari nama di dalam kontak dan mendapatkan sebuah nama yang bertuliskan "kesayangan" lalu Menelponnya, sudah tiga kali dia menelpon namun tidak ada jawaban
"Halo... lo apaan sih ganggu mulu? berapa kali pun lo ganti nomor gue akan tetep blokir nomor telepon dan semuanya tentang lo" teriak Millie membuat pelayan tersebut menjauhkan handphone dari telinganya
"Maaf mbak.. ini mas nya mabuk gak sadarkan diri" ucap pelayan
"Telepon aja nomor lain mas, temennya banyak kok" Rafael melotot mengancam pelayan itu, dia ingin Millie menjemputnya bagaimanapun caranya
"Gak ada mbak, tolong lah mbak kasian dari tadi disini gak sadar sadar" Pelayan itu memohon beberapa kali
"Ya udah share lokasi sekarang gue kesitu" ketus Millie lalu memutuskan sambungan teleponnya
"Dia masih peduli kan sama gue? ternyata yang di bilang Dirga itu bener, Millie bukan cuma peduli sama mami tapi dia masih punya perasaan sama gue" Rafael menghabiskan minuman di gelas terakhir sebelum Millie datang
Tidak lama setelah itu Millie benar benar datang dengan wajah judesnya, pelayan membawa Millie ke meja di mana Rafael duduk
"Astaga... " Millie geram dan memukul kepala Rafael dengan tasnya
__ADS_1
"Tolong bawa ke mobil mas" Millie mengambil kunci mobil Rafael juga barang barangnya
"Huh... gue bisa gak ya? kalo nabrak gimana? " gumam Millie, dia memang di ajari menyetir oleh Ello namin belum mahir
Millie mengendarai mobilnya sangat pelan hingga butuh waktu lama untuk sampai ke rumah Rafael, Setibanya di rumah satpam membukakan gerbang untuk Millie
Saat Millie turun dan mengetuk pintu tidak ada satu pun yang menjawab, Millie kembali ke pos satpam namun tidak ada orang disana
"Apa ini seperti di adegan film horor? serem banget nih rumah sepi" Millie bergidik segera menelpon Mami Rafael
"Halo mi.. mami dimana? di rumah gak ada orang ya? " tanya Millie
"Mami lagi di luar negeri nak nemenin papanya Rafael, di rumah yang kerja cuma dateng kalo di panggil paling ada satpam di depan, kenapa emangnya? " tanya mami Rafael
"Gak apa apa mi.. Millie tutup teleponnya ya, maaf udah ganggu mami"
"Gak apa apa sayang" setelah mematikan teleponnya Millie kembali ke pos satpam namun tidak ada siapapun disana, padahal sebelumnya Rafael sudah mengingatkan agar saat dia tiba satpam itu harus sembunyi sebelum dia benar-benar masuk
Millie memeriksa saku di pakaian Rafael dan mendapatkan kinci rumahnya, Setelah mendapatkannya Millie memapah Rafa elasuk ke dalam rumah
"Lo tidur di kamar tamu aja, najis gue bawa lo naik ke kamar" gerutu Millie
Saat hendak menidurkan Rafael tiba tiba saja tubuh Rafael menjadi begitu berat menindih tubuh Millie, Millie berusaha menyingkirkan tubuh Rafael namun tidak bisa
"Berat banget... minggir sialan" pekik Millie
Rafael memeluk Millie dengan tangan dan kakinya membuat Millie tidak dapat bergerak, Rafael tersenyum kalau Millie berteriak minta di lepaskan
"Gue kangen banget sama lo, biarin gue egois kali ini aja , gue mau sama lo malam ini" Rafael menurunkan wajahnya mengendus leher serta telinga Millie lalu mencium pipinya
"Iihh.. kurang ajar pake cium cium" Millie memukul punggung Rafael namun tidak membuatnya melepaskan Millie
Pria itu masih memeluk Millie dengan erat Seolah takut Millie meninggalkannya, Millie akhirnya menelpon orang tuanya dan berkata akan menginap di rumah temannya
Tanpa di sadari Millie pun tertidur di pelukan Rafael, Rafael memandangi wajah Millie lalu mengecup bibirnya
"Gue bener-bener kangen sama lo tapi gue bingung kangen karena apa" batin Rafael
__ADS_1