Youth Love

Youth Love
eps 9


__ADS_3

"Mau kemana Millie? tanya Max


"Papa... minta uang pa mau jalan sama temen" Millie mengulurkan tangannya


"Buat apa? jalan sama siapa? "


"Sama temen.. ayolah pa.. uang" rengek Millie


"Uang sekolah abis? "


"Ya ampun.. papa tadi mama ngasih cepek doang, cukup buat apaan? kak Ello sama kak Ellia aja di kasih kartu kredit" Millie mengerucutkan bibirnya


"Nanti juga kalo udah kuliah papa kasih, butuh berapa? " Max mengambil dompet dari saku nya


"Lima ratus" Millie menadahkan tangannya seraya menggerak-gerakkannya


"Nih.. jangan pulang lewat jam 9, dan jangan membuat onar, mengerti? "


"Iya.. baik papa, aku pergi" Millie mencium pipi Max lalu pergi


Millie menuju basecamp tempat biasa Dirga dan teman-temannya berkumpul, Millie datang kesana untuk mengembalikan jaket milik Dirga


"Hai.. guys" Mereka menoleh saat Millie datang


"Hai nona manis"


"Halo sayang" ucap teman teman Dirga bersahutan


"Gue kesini mau ngembaliin ini, thanks" ucap Millie menghampiri Dirga


"Kenapa berdiri disitu? sini" Dirga menepuk sofa di sebelahnya


"Gue mau pergi lagi.. gue kesini cuma mau kembaliin ini doang" Millie mengulurkan jaketnya


Dirga menarik tangan Millie hingga dia terjatuh di pangkuannya, membuat teman temannya yang lain saling menyenggol


"Apa sih? " Millie berdiri dan pindah duduk di sofa agak jauh dari Dirga


"Lo masih marah ya? lo kayak menghindar dari gue" Dirga meletakkan kepalanya di pangkuan Millie


"Gue gak marah.. bangun" Millie mendorong kepala Dirga


"Gak marah gimana? tadi di panggil di kampus gak nengok.. kenapa sih biasanya gini gak apa apa"


"Ehh.. main kartu ya? ajarin gue dong kak" Millie tiba tiba berdiri membuat kepala Dirga terjatuh di sofa


"Millie lo tega" Millie tidak mendengarkan ocehan Dirga


Millie asik bermain kartu dengan teman teman Dirga duduk berdempetan sampai tertawa lepas, Dirga melempari Millie dengan snack yang dia makan namun Millie tidak menoleh sama sekali


Dirga yang merasa di acuhkan akhirnya maju dan duduk di belakang Millie, menggeser temannya yang lain agar lebih dekat dengan Millie


"Ini gue harus keluarin yang mana? " tanya Millie bingung melihat kartunya


"Yang ini" Dirga mengambil kartu dari belakang Millie hingga tubuh Millie seperti sedang di peluk dari belakang


Teman teman Dirga yang berada di hadapan Millie menoleh kearah pintu, sementara Millie masih main dengan seru bersama Dirga dengan posisi seperti semula

__ADS_1


"Kak Dirga" tawa Millie tiba-tiba berhenti mendengar suara kakaknya


Millie menoleh ternyata Ellia dan Dita berdiri di ambang pintu, Millie segera berdiri membuat bahunya terbentur hidung Dirga


"Kak sorry" Ucap Millie seraya menarik tangan Dirga yang menutupi hidungnya


"Ahh.. gak apa apa kok, gue cabut ya.. thanks udah ngajarin main kartu" Millie melambaikan tangannya pada teman teman Dirga lalu mengambil tasnya


"Millie mau kemana? " tanya Dirga


"Mau beli barang jadi lupa deh, asik main kartu sih"


"Millie.. Dita ikut ya" Dita memegangi tangan Millie


"Iya.. Ayo, nanti gue traktir hari ini gue dapet uang banyak dari papa" ucap Millie seraya membawa Dita pergi


"Tumben kesini? " Dirga menghampiri Ellia


"Di rumah jenuh, mau jalan juga bingung jalan kemana" jawab Ellia


Teman teman Dirga kembali saling menyenggol melihat Dirga dan Ellia, mereka bisa melihat bahwa mereka terlibat cinta segitiga


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hujan Millie.. pesen taksi online aja" ucap Dita ketika mereka hendak pulang dari restauran


"HP gue mati.. punya lo aja "


"Ketinggalan di rumah.. gimana dong? gak ada taksi lewat lagi" mereka berdua menunggu di depan restauran tersebut


"Ehh.. bapak, kita mau pulang tapi hujan, mau pesen taksi online hpnya mati" jawab Dita


"Kalo gitu saya anter aja gimana? lagian hujannya gede banget"


"Gimana Millie? " Dita menyenggol lengan Millie


"Ikut ajalah dari pada susah cari taksi" bisik Millie


"Ya udah pak kita ikut... maaf sebelumnya merepotkan bapak" keduanya ikut masuk kedalam mobil Rafael


Rafael mengantar Dita ke basecamp Dirga dan langsung pergi mengantar Millie pulang, Dita berlari ke dalam karena hujan begitu lebat


"Kak Ellia belum pulang? "


"Loh.. Millie mana? " tanya Ellia


"Udah pulang, aku turun di sini aja kebetulan lewat juga"


"Pulang sama siapa? naik taksi? " tanya Dirga


"Enggak.. hpnya mati, kita di anter guru baru yang ganteng itu" Dita pernah menceritakan Millie di gendong seperti kucing oleh gurunya


"Apa? cuma berdua? kalo Millie kenapa napa gimana? " Dirga mengambil handphonenya dan menelpon Millie, beberapa kali Dirga mencoba namun handphonenya mati dan itu membuat Dita geleng-geleng kepala


"Kakak.. udah Dita bilang hpnya Millie mati" Ellia mematung menatap Dirga yang tampak khawatir mendengar Millie pergi bersama guru yang berani menggendongnya


"Bang khawatir banget, dia kan jago bela diri" celetuk salah satu temannya

__ADS_1


"Tau nih.. kayak anaknya ilang aja ampe panik gitu" Dirga menoleh kearah Ellia yang sedang menatapnya


"Bu.. bukan gitu, guru itu berani gendong Millie di tempat umum gimana kalo dia mesum? dia kasih obat Millie buat.. buat.. ngelakuin yang macem-macem sama Millie? "


"Ihh.. kak Dirga suudzon, gak baik loh" ucap Dita


"Aku pulang ya, sekalian mau cek Millie udah nyampe apa belum" Ellia mengambil tasnya


"Aku anter ya? " Dirga ikut berdiri


"Gak usah.. Dita kakak gak anter ya, kan ada kak Dirga"


"Oke" Dita membulatkan tangannya, Dirga menatap kepergian Ellia dia merasa wajah Ellia berubah seketika


"Bang lo sebenarnya suka sama siapa sih? "


"Prioritas lo Ellia tapi Millie sama cowok lain lo ketar ketir"


"Sasimo lo bang" Teman temannya mengejek Dirga


"Sasimo apaan kak? " tanya Dita


"Sana sini mao.. hahah" jawab teman temannya serentak sambil tertawa


"Hah? lo ngomong apa sih? " Dirga duduk di sofa dengan sejuta pemikiran di otaknya


"Dek pulang lah yok" Dirga berdiri mengambil jaketnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lama ya? " tanya Rafael ketika masuk mobil


"Gak juga"


"Nih buat kamu, sekarang mau kemana? " Rafael memberikan paper bag pada Millie


"Apa nih? " Millie membuka paper bag tersebut


"Makasih, saya mau pulang pak"


"Sebelum itu.... " Rafael semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Millie membuatnya waspada


"Pak.. mau ngapain pak" Millie mundur sampai bersandar di jendela mobil


Karena Millie berpikiran buruk akhirnya Millie mencekik leher Rafael juga mencengkram kerah bajunya, Millie melakukan itu sambil memejamkan mata karena ketakutan


Klik


"Millie kenapa kamu cekik leher saya? " Millie membuka matanya dan langsung melepaskan Rafael


"Maaf Pak.. saya kira bapak mau macem macem" lirih Millie


" Kamu ini mikir apa? saya cuma bantu pasangkan sabuk pengaman " Rafael menyentuh lehernya yang berbekas merah akibat di cekik Millie


"Ya.. maaf, bapak gak bilang.. lagian saya juga bisa pasang sendiri" Gumam Millie dengan bibir mengerucut


"Sudah gak apa apa, saya antar kamu pulang"

__ADS_1


__ADS_2