
"Ada apa ini? kenapa anda bisa masuk ke sini?" tanya Rafael
"Saya.. saya di kejar orang jahat tolong " Anjani memeluk Rafael begitu erat
"Kamu liat dulu orangnya masih ada gak" ucap Millie sambil menarik Anjani menjauh dari Rafael
"Kamu tunggu sebentar" Rafael meninggalkan tempat itu untuk melihat siapa orang yang mengejar Anjani
"Kenapa kamu bisa di kejar orang? kenapa juga sangat kebetulan kamu masuk kesini? atau ini bukan sebuah kebetulan?" tanya Millie dengan raut wajah tidak suka
"Kamu pikir aku bohong? buat apa aku melakukan itu semua?" Anjani menyangkal
"Kamu pikir aku percaya? di luar pintu itu awalnya ada pelayan yang berjaga, kalo pun kamu butuh bantuan harusnya minta bantuan orang lain yang ada di luar, kenapa harus masuk tanpa kamu tahu itu ruangan apa? dan ada siapa di dalam ruangan itu?" Anjani diam menatap Millie
"Kenapa? ohh.. aku tau kamu sebenarnya tau aku sama Rafael ada di ruangan ini, kamu nipu penjaga lalu masuk setelah penjaga itu pergi" tebak Millie
"Jangan sembarang ngomong kamu" teriak Anjani
"Aku cuma nebak aja, ini restoran nona Anjani bukan hutan kalo pun ada orang jahat para pengunjung akan lebih dulu menangkapnya asal kamu teriak yang kencang "
"Kamu cukup pintar, aku emang sengaja masuk ke sini biar acara makan malam kalian gagal" wujud aslinya keluar begitu Millie menebak semuanya
"Kamu gak tau malu? kenapa juga kamu harus repot-repot melakukan itu? kamu pikir Rafael akan tertarik sama kamu?''
"Kenapa juga Rafael harus tertarik sama bocah ingusan kayak kamu, oohh.. aku tahu, karena kamu mudah diajak naik keranjangnya" ucap Anjani
Millie mengepalkan tangannya namun dia tidak berani memukul Anjani, tatapan mata Millie mudah menajam bak singa yang siap menerkam
"Kamu masih kecil udah gampangan, mau jadi apa kamu besar nanti" hardik Anjani
"Yang gampangan itu kamu atau aku? udah tau cowok orang masih di kejar, punya kaca gak di rumah? aku gak percaya cewek kayak kamu masih punya kehormatan" Millie membalikkan ucapan Anjani
Plak
"Kurang ajar" Anjani menampar Millie, Millie hanya tersenyum smirk menatap Anjani
"Pukulan Lo lemah" ucap Millie seolah menantang Anjani
Anjani kembali menampar Millie namun lagi lagi Millie hanya tersenyum, gadis kecil itu mengusap pergelangan tangannya
"Sekarang giliran gue" Millie melayangkan tangannya keras ke wajah Anjani hingga wanita itu tersungkur di tanah
Anjani meringis kesakitan memegangi pipinya yang di tampar Millie, perlahan Millie mendekat lalu berjongkok di hadapan Anjani
"Jangan gegabah.. jangan Lo pikir gue anak kecil yang bego dan gak bisa berbuat kasar" ucap Millie
Tiba tiba Anjani mengambil tangan Millie dan menempelkannya di kepalanya, Millie mengernyitkan dahi sambil berusaha menarik tangannya namun Anjani menahannya
"Ampun... ampun.. saya gak bermaksud membuat acara makan malam kalian kacau" Anjani menangis kencang
Tiba-tiba seseorang menarik Millie dari belakang membuatnya terkejut, Anjani melakukan itu karena melihat Rafael masuk
"Kamu kenapa pukul dia?" tanya Rafael
"Dia yang duluan nampar aku"
"Ngapain dia nampar kamu? dia masuk kesini karena ketakutan, scurity udah berhasil nangkap orang yang ngejar dia tapi kamu malah bikin dia kayak gini" Millie merasa tak percaya dengan apa yang di katakan Rafael
__ADS_1
"Dia bohong.. dia sendiri yang bilang masuk kesini dengan sengaja biar makan malam kita berantakan "
"Kamu cuma cemburu, iya kan? dia gak bohong buktinya scurity udah nangkap orangnya " Rafael meninggalkan Millie dan membangunkan Anjani
"Minta maaf sekarang" ucap Rafael
"Aku gak salah"
"Millie jangan keras kepala, minta maaf sekarang" tegas Rafael
"Kenapa dia gak minta maaf duluan? dia udah bikin acara kita berantakan, dia nampar aku duluan dan sekarang dia fitnah aku, aku gak Jambak rambut dia"
"Millie sekarang minta maaf atau kamu pulang sendiri" mendengar itu Millie mengambil handphonenya lalu pergi meninggalkan mereka tanpa berkata apa-apa
"Millie tunggu..." Rafael hendak pergi namun Anjani kembali berpura-pura jatuh
"Aduh... pusing banget" Anjani meringis memegangi kepalanya
"Nona Anjani saya minta maaf atas nama Millie, emosinya memang terkadang meledak" Rafael melihat rambut Anjani berantakan juga luka di sudut bibirnya membuat dia tidak enak hati
"Tidak apa apa.. saya cuma tidak menyangka Millie akan menyerang saya cuma karena saya masuk ke sini tanpa izin, maaf saya membuat berantakan acara kalian" ucap Anjani sambil menangis memeluk Rafael
"Saya boleh minta tolong? tolong antar saya pulang " Rafael pun membawa Anjani untuk mengantarnya pulang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sialan emang tuh rubah ekor tujuh.. mana gue gak punya duit lagi" Millie berjalan sambil menendang kerikil
Rafael melihat Millie berjalan sendiri di pinggir jalan tidak jauh dari restoran tadi namun tak mengajaknya pulang
"Itu Millie.. kasian dia, kenapa gak di ajak?" tanya Anjani
"Itu mobil Rafael... dia sama di rubah, makan tuh di kibulin, pake percaya lagi emang oon si Rafael" gerutu Millie saat melihat mobil Rafael melesat pergi
"Aaarrrgghh sial" Millie menendang sebuah kaleng dan mengenai kepala seseorang
"Woi... Lo sengaja ya?" orang tersebut turun dari motornya menghampiri Millie
"Maaf.. gue gak sengaja" ucap Millie dengan nada ketus
"Begini caranya minta maaf?"
"Maaf.. gue gak sengaja" Millie mengulang kata-katanya sambil tersenyum namun senyumnya seperti meledek seseorang
"Gak tulus banget minta maafnya"
"Terus Lo mau gue minta maaf yang gimana? apa gue harus sambil jungkir balik?" Millie mulai naik darah
"Santai dong.. Man, liat cantik cantik galak juga" pria tersebut memanggil teman-temannya
"Lepasin gak? atau gue patahin tangan Lo" ancam Millie
"Uuhh Atut.. hahah" ucapnya sambil mengejek
Millie menggigit tangan pria tersebut lalu menendang kakinya dan masuk ke sebuah taksi yang kebetulan lewat dan berhenti
"Pak.. jalan pak" ucap Millie
__ADS_1
Taksi sudah menjauh dari sana namun Millie belum mengatakan tujuannya
"Mau kemana nona?" tanya supir
"Kemana ya? gue gak mau pulang biar dia nyariin, rumah Jason aja deh" batin Millie
Sesampainya di halaman rumah Jason kini Millie menunggu pemilik rumah turun, dia meminta uang pada Jason untuk ongkos taksi
"Lo mau kemana? nginep aja disini" tanya Jason
"Gue pinjem kunci basecamp, gue mau tidur disana" jawab Millie
"Mending nginep disini mil, disana banyak nyamuk gak ada selimut pula"
"Ya lo kasih lah gue obat nyamuk sama selimut, sekalian makanan juga ya" ucap Millie sambil nyengir
"Gak mau masuk dulu? ya udah tunggu bentar" Jason kembali masuk karena Millie tidak mau diajak masuk ke dalam rumah
"Nih.. obat nyamuk semprot, selimut, ini nanti rantangnya balikin lagi entar emak gue marah" Jason menyerahkan rantang berisi makanan juga air mineral
"Nih kunci motor Lo juga"
"Thanks ya... gue cabut dulu, kalo Rafael nanya keberadaan gue bilang aja gak tau" Millie kembali masuk ke dalam taksi
"Iye" jawab Jason
"Penampilan aja kayak yang baru balik pesta, malah minta makan, minta diongkosin pula" gumam Jason
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael baru saja sampai di kediaman Max, saat dia masuk keadaan rumah sudah sepi
Rafael naik ke kamar Millie namun lampunya masih mati, saat menyalakan lampu Rafael tidak melihat keberadaan Millie disana
Rafael juga membuka pintu pintu kamar tamu namun Millie juga tidak ada
"Apa dia belum pulang ya?" gumam Rafael
"Baru pulang? Millie mana?" tanya Irene
"Millie... ini mau nginep di luar, gue pulang mau ngambil baju Millie " jawab Rafael
"Ohh.. Lo mau berangkat lagi kan? pintunya mau gue kunci"
Rafael kembali pergi dengan mobilnya meninggalkan kediaman Max, dia merasa bersalah gak seharusnya dia suruh Millie pulang sendiri
"Dimana kamu? kenapa gak pulang?" Rafael berulang kali menelpon Millie namun handphonenya mati
Rafael menanyakan keberadaan Millie pada teman temannya namun tidak ada yang melihat Millie malam itu, Rafael menghabiskan waktu malamnya untuk mencari keberadaan Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sementara di tempat lain Millie baru selesai mandi, beruntung di dalam jok motornya ada satu setel pakaian olahraga miliknya
Setelah makan Millie berbaring menatap foto foto dirinya bersama keempat sahabatnya
"Andai Lo masih ada, gue kangen sama Lo Abra"
__ADS_1
"Lo yang selalu nurutin kemauan gue, Lo yang selalu ada buat gue, kalo Lo bilang tentang perasaan Lo lebih awal sama gue mungkin gue gak akan semenyesal ini waktu Lo pergi"
Tak berselang lama Millie sudah menutup matanya, sementara Rafael jangankan tidur dia masih gelisah mencari keberadaan istrinya