
"Millie.. apa Lo baik baik aja?" kembali terdengar suara Bastian dari luar
"Tunggu... orang itu aku, sekarang buka jendelanya" ucap Rafael
"Apa? kamu nyusul kesini? " Millie segera membuka jendela dan benar saja Rafael sekarang berdiri di luar jendela
"Ampun deh... kamu kenapa gak kasih tau aku?"
"Gak kasih tau? kamu liat berapa pesan sama panggilan yang gak kamu respon" Millie membuka pesan pesan dari Rafael yang mungkin sudah ratusan pesan dia kirim
"Maaf aku ketiduran" ucap Millie sambil nyengir kuda
"Sekarang usir dulu tuh temen temen kamu"
Millie membuka pintu kamarnya dan menemui teman temannya, Bastian menyingkirkan Millie dan memeriksa kamarnya
"Orangnya udah pergi, mungkin itu yang jaga malam" ucap Millie
"Lo gimana sih jes bikin panik aja"
"Tau.. orang lagi enak enak tidur" semua orang menggerutu memarahi Jesica yang sudah membuat keributan
"Kok nyalahin gue? " Jesica mematung sendiri di tinggalkan orang orang
"Ayunda tunggu..." rengek Jesica mengikuti Ayunda ke kamarnya
Baru saja Millie menutup pintu Rafael sudah memeluknya dari belakang, Millie menggenggam tangan Rafael yang dingin bagaikan es
"Aku kedinginan tau, lama aku nunggu kamu di luar"
"Maaf... mau aku bikinin teh anget? " Millie berbalik mengalungkan tangannya di leher Rafael
"Enggak... aku mau yang lain"
"Kopi, susu? " Millie kembali bertanya
"Susu" Jawab Rafael seraya mendorong Millie ke tempat tidur
"Oh.. yang itu.." ucap Millie sambil terkekeh
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Malam ini keluarga Dito mendatangi kediaman Max namun tanpa Dita karena gadis itu kuliah di luar kota, Mereka membahas lamaran yang di bicarakan sebelumnya
"Jadi kalian udah bicarakan sebelumnya, iya kan?" Dirga dan Ellia pun mengangguk
"Kalian beneran mau serius? papa harap gak ada kesalahpahaman lagi diantara kalian, papa gak mau hubungan pertemanan dua keluarga hancur karena percintaan kalian" ucap Max
"Saya janji om gak akan mengecewakan, saya sayang tulus sama El"
"Bagus kalo gitu, tapi untuk masalah pernikahan kalian maunya kapan?" tanya Max
Keduanya malah saling pandang belum menjawab pertanyaan Max, mereka juga bingung sebab Ellia sudah lulus sementara Dirga masih kuliah
"Gimana kalo setelah Dirga lulus aja, biar dia ada semangat buat cepet beresin kuliahnya " ucap Dito
__ADS_1
"Kok lama amat pa" Sergah Dirga
"Kamu nikah aja pengen cepet kuliah memble, liat tuh Ellia aja udah kelar" mendengar ucapan sang ayah Dirga hanya bisa tersenyum sambil mengusap tengkuknya
"Aku setuju.. aku juga mau belajar dulu di kantor papa" ucap Ellia
"Kamu gak mau jadi ibu rumah tangga aja?" tanya Dirga
"Enggak.. aku mau jadi wanita karir"
"Tapi aku mau kamu di rumah aja sama anak anak kita nanti" perdebatan di mulai membuat orang tua keduanya menepuk jidat
Belum juga menikah mereka sudah mendebatkan mengurus anak dan keinginan Ellia untuk menjadi wanita karir
"Papa tau kenapa Dirga nyuruh kamu di rumah aja, dia takut tersaingi" ucap Max membuat Dito tertawa
"Makanya punya otak pinteran dikit Dirga" ledek Dito
"bapaknya siapa dulu" gumam Dirga membuat Max tertawa
"Bener banget... otaknya nurun dari bapaknya" ejek Max sambil tertawa
"Dasar besan sialan" gerutu Dito
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Keesokan paginya Millie masih terlelap di pelukan Rafael, Suara ketukan pintu membuat keduanya terganggu
"Millie... Millie... Sarapan udah siap" ucap seorang wanita
"Iya duluan aja gue mau mandi dulu" jawab Millie
"Bangun.. aku bentar lagi mau pergi ke tempat paintball " Millie mengguncang tangan Rafael
"Aku keluarnya gimana? temen temen kamu udah pada bangun"
"Nanti kamu keluar kalo kita udah pergi, ketemu lagi disana nanti" Millie beranjak dari tempat tidur namun Rafael kembali menarik tangannya
"Cium dulu"
"Manja" Millie mengecup seluruh wajah Rafael tanpa tersisa
Setelah mandi Millie membawa sarapannya ke kamar dan makan berdua dengan Rafael, setelah itu Millie pergi lebih dulu sementara Rafael akan menyusul nanti
Sesampainya di tempat paintball Millie dan teman temannya sudah berganti kostum, melihat kedatangan Rafael kini Jesica berjalan menghampirinya
"Kakak disini juga?" tanya Jesica
"Kamu pikir kalo saya berdiri disini saya ada di tempat lain juga?" jawab Rafael
"Dia pake baju kasual gini gantengnya tambah gak ada obat" batin Jesica sambil tersenyum sendiri memandangi Rafael
Karena Jesica mematung menatapnya Rafael meninggalkannya dan menghampiri Millie, Jesica tersadar dari lamunannya setelah Rafael pergi
"Tunggu... kok bajunya kayak orang yang semalem?" gumam Jesica
__ADS_1
"Baju apa?" tanya Ayunda
"Itu baju calon pacar gue sama kayak orang yang semalem, jangan jangan dia sengaja ngintip kamar kita biar bisa liat gue" ucap Jesica dengan pecicilan
"Bentar..." Ayunda teringat sesuatu ketika Millie mengambil sarapannya
Millie mengambil makanan lebih dari porsi wajar, Millie juga makan di kamar dan Millie memilih membawa botol air cukup besar untuk minum dari pada membawa gelas
"Apa kecurigaan gue bener?" batin Ayunda
"Woi.. ayo main" teriak seorang wanita
Bastian mengajak Rafael ikut bermain namun menempatkan Rafael ke kelompok yang berbeda dengan Millie, tentu saja Rafael akan protes karena Millie satu kelompok dengan Bastian sementara dia satu kelompok dengan Ayunda dan Jesica
"Lo bukan anak kampus kita, aturan gue yang pegang" ucap Bastian
"Oke.. gue biarin Lo kali ini" jawab Rafael
Mereka mulai berpencar namun yang membuat Rafael risih adalah Jesica yang memeluk sebelah lengannya, Jesica selalu mengikutinya kemanapun Rafael pergi
"Ya ampun... kalo gini gimana bisa main? sana pergi cari tempat lain" gerutu Rafael menarik tangannya yang di peluk Jesica
"Tapi aku takut kak... lindungi aku"
"Lebay banget gak akan mati juga" ucap Rafael seraya menepis tangan Jesica lalu berlari meninggalkannya
"Pangeran tunggu... permaisuri ketinggalan" ucap Jesica seraya berlari mengikuti Rafael
Baru saja Jesica keluar dari tempat persembunyiannya Millie sudah menembaknya, sementara Ayunda mencari Millie dan menargetkannya sebagai target utama
"Jesica..." Millie memanggil
Saat Jesica melirik Millie membidik tepat di kaca helm yang di pakai Jesica, saking terkejutnya Jesica sampai terjengkang kebelakang dan jatuh membuatnya menjadi sasaran lawan
"Milliiiiiie.... awas Lo ya" teriak Jesica karena kostumnya sudah di penuhi cat yang ditembakan musuh
Semua orang sudah gugur dari permainan tinggal Rafael dan Millie, keduanya masih saling menembak
Saat keduanya berlari dan tidak sengaja berpapasan saling menodongkan senjata, Millie membuka kaca helmnya dan mengedipkan sebelah matanya lalu menembak Rafael
"Nakal" ucap Rafael sambil tersenyum
"Millie keren gak kena cat sedikitpun " ucap trman yang lain
"Biasa aja.. mungkin karena dulu bokap gue sering ajak main ketempat gini" jawab Millie
"Nih.. Lo pasti haus " Bastian mengulurkan sebotol air dingin untuk Millie
Ketika Millie hendak mengambil botol tersebut tiba-tiba Rafael mengambilnya lebih dulu dan meminumnya lalu memberikan botol tersebut pada Millie, Millie hanya tersenyum melihat kecemburuan suaminya dan meminum air bekas Rafael
"Kok Lo kasih Millie botol bekas?" Bastian tidak terima dengan tindakan Rafael
"Emang kenapa? dia aja gak keberatan " jawab Rafael
"Yaaahh... kok di minum sih? kenapa bekasnya gak di kasih ke gue aja sih" rengek Jesica
__ADS_1
"Jesica stop... malu maluin tau gak?" gerutu Ayunda
Aura permusuhan sengit dari kedua pria di hadapan Millie, Ayunda semakin tidak suka ketika Millie menjadi pusat perhatian