
"Mau kemana malem malem?" tanya Millie saat melihat Rafael sudah rapih
"Aku ada meeting bentar "
"Di luar jam kantor? ini kan hari Minggu?" Rafael menyimpan sisir lalu menghampiri Millie yang duduk di tepi ranjang
"Kamu curiga aku bohong?"
"Enggak.. cuma nanya doang, meeting sama siapa aja?" tanya Millie
"Ada beberapa orang"
"Anjani?" Rafael menganggukkan kepalanya
"Termasuk dia juga.. selebihnya cowok "
"Oohh.. ya udah, kalo abis meeting langsung pulang" ucap Millie
"Maksudnya jangan nganterin Anjani dulu, gitu? goda Rafael
"Itu terserah kamu.. aku cuma bilang kalo udah selesai langsung pulang"
"Iya sayang.. aku langsung pulang, kamu yakin gak mau ikut?" tanya Rafael
"Enggak.. aku bosen kalo ikut kamu kerja"
"Ya udah.. kalo ada yang mau di bawain makanan nanti telepon aja" Millie hanya mengangguk
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lagi apa nak?" Arumi memandangi sebuah foto
"Kamu belum bisa lupain dia?"
"Aku mau balik ke Indonesia ma" lirih Arumi
"Enggak... mama takut kamu melakukan sesuatu yang akan merugikan diri kamu sendiri, kita gak boleh menganggap remeh tuan Maxime"
"Aku janji ma.. aku gak akan macem macem, aku cuma pengen liat Ello" Arumi memohon pada ibunya
"Enggak.. mama takut kamu kenapa-napa, nurut sama mama, butuh perjuangan buat bawa kamu pergi dari sana "
"Tapi ma..." ibu Arumi menggenggam tangan sang anak dan menatap matanya
"Dengar... setiap orang memiliki garis hidupnya masing-masing, kamu dan Ello bukan jodoh dan kamu harus terima semua itu, kamu ingin bahagia begitupun mereka, sekarang Ello sudah punya anak dan istri.. kalo kamu ikhlas merelakan dia mama yakin hati kamu akan mudah melupakan dia"
"Sulit ma.. beberapa bulan ini aku udah coba tapi gak bisa" lirih Arumi dalam tangisnya
"Semua harus di akhiri sampai disini" ibu Arumi mengambil semua barang milik Ello yang di bawa Arumi dan membawanya ke halaman belakang rumahnya
Semua barang barang tersebut dia masukan kedalam tempat sampah lalu membakarnya, Arumi mengejar sang ibu namun terlambat semua barang itu sudah di lalap api
__ADS_1
Arumi meronta dipegangi ibunya berusaha mematikan api tersebut, semua barang barang milik Ello habis menjadi abu
Arumi menangis terduduk di tanah melihat perlahan api itu padam, ibu Arumi tak kuasa melihat anaknya dan pergi dengan berlinang air mata
"Kenapa.. kenapa Lo gak pilih gue? kenapa kejadian itu harus menimpa Irene? kenapa bukan gue?" Arumi berteriak histeris mengumpulkan sisa abu dari barang barang milik Ello
Arumi tak merasakan panas sama sekali ketika mengumpulkan abu abu tersebut dengan tangannya
Ketika dia mengumpulkan abu tersebut rupanya masih ada sisa kaos yang tak terbakar, Arumi dengan cepat mengambilnya
"Gue gak akan biarin Lo terbakar lagi" Arumi bahkan memeluk dan mencium secuil kain yang dia pegang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael menyelesaikan meeting bersama rekan bisnisnya, ketika hendak pulang mereka menahan Rafael
"Mau kemana bro? seneng seneng dulu bentar lah" ucap salah seorang yang tidak lain adalah teman Rafael
"Ada yang nunggu di rumah" Jawab Rafael
"Ayolah... Lo kayak udah punya istri aja, kita Seneng seneng dulu bentar"
"Iya tuan.. saya akan traktir untuk malam ini" ucap rekan bisnisnya yang lain
Semua orang ikut dan Rafael akan merasa tidak enak jika hanya dia sendiri yang tidak ikut, akhirnya dia ikut dengan mereka ke sebuah club malam
Di kediaman Max saat ini Millie sedang mondar-mandir menunggu kepulangan suaminya, sudah beberapa kali dia menelpon Rafael namun tidak ada jawaban
Anjani melihat handphone Rafael mendapatkan beberapa kali panggilan, Anjani membaca nama si penelpon sambil mengernyitkan dahi
"Wife?" gumam Anjani
"Yang kamu kemana sih?" terdengar suara seseorang ketika Anjani menjawab telepon milik Rafael
"Halo.. halo... Rafaelnya lagi di kamar mandi, gak kedengeran apa apa nanti telepon lagi aja" ucap Anjani lalu mematikan teleponnya
Rafael kembali mencari handphonenya yang lupa dia letakkan dimana
"Ada yang liat handphone saya?" tanya Rafael
Teman Rafael juga ikut mencari dan menemukan handphonenya di bawah meja, Anjani sengaja meletakkan handphone tersebut di bawah meja
"Saya harus pulang, terimakasih traktirannya tuan dan maaf saya tidak bisa menemani sampai selesai " ucap Rafael
Melihat Rafael berjalan sempoyongan akhirnya Anjani juga pamit dan mengikuti Rafael, Sangat kebetulan Rafael sudah sangat kacau dia bahkan tidak bisa membuka mobilnya sendiri
"Anda baik baik saja?" tanya Anjani
"Tidak apa apa, lepaskan saya bisa sendiri" racau Rafael
"Saya antar pulang saja, mana kuncinya?" Anjani memasukkan Rafael kedalam mobil dan meninggalkan tempat itu
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Meeting? meeting apaan di club malam?" gerutu Millie
"Terserah Lo mau pulang atau enggak" Millie mematikan handphonenya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang
Sudah beberapa jam dia berbaring namun rasa kantuknya tak kunjung datang, Millie terus mondar mandir di balkon menunggu kepulangan Rafael
Millie kembali menghubungi Rafael namun tak mendapatkan jawaban, satu pesan masuk ke handphonenya yang Millie kira itu Rafael
Namun dia salah.. nomor baru mengirim sebuah foto yang memperlihatkan Rafael memeluk seorang wanita diatas ranjang
Rafael bahkan tak menggunakan bajunya, Millie melempar handphonenya ke ranjang lalu memaksakan diri untuk tidur berusaha melupakan semuanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael memijat keningnya ketika baru saja terbangun dari tidurnya, Rafael mengedarkan pandangannya ketika melihat isi kamar yang asing baginya
"Gue dimana?" ucap Rafael sambil bangun mencari kemejanya
Ketika Rafael sedang memakai kemejanya tiba tiba pintu kamar terbuka, Anjani masuk membawa dua cangkir kopi dengan hanya menggunakan bathrobe
"Kenapa saya bisa ada disini?" tanya Rafael
"Semalam anda tidak sadarkan diri, saya bingung mau bawa anda kemana karena tidak tahu alamat rumah anda dan akhirnya saya membawa anda kesini"
"Kenapa anda membuka baju saya?" tanya Rafael
"Baju anda basah, saya tidak bermaksud apa apa saya hanya takut anda masuk angin karena baju anda basah"
"Kenapa terburu-buru? minum dulu" lanjut Anjani
"Saya harus pulang" ucap Rafael
"Terimakasih untuk semalam.. anggap saja tidak terjadi apapun" ucap Anjani membuat langkah Rafael terhenti
"Maksudnya?"
"Semalam kita... anda pasti mengerti, tapi tenang saja saya tidak akan menuntut apapun" jawab Anjani
"Gak mungkin.."
"Itu kenyataannya.. kita sama sama khilaf, anggap saja tidak terjadi apa apa" Rafael pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun
"Kita liat nanti siapa yang akan dapetin Rafael " gumam Anjani seraya menyeringai
Rafael masih tidak percaya dengan apa yang di katakan Anjani, tapi dia sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi semalam
Dia baru mengingat Millie dan kembali mencari handphonenya namun sepertinya handphone Rafael tertinggal di rumah Anjani
Rafael tidak bisa membayangkan akan Semarah apa Millie padanya karena malam itu dia tidak pulang, harus alasan apa yang dia berikan pada istrinya itu
__ADS_1