
"Anterin Millie pulang, mama di jemput supir" Millie dan Rafael saling pandang
"Hati hati ya.. kapan kapan kita rencanain makan malem sama mama dan papa kamu" Mami Rafael Mencium pipi kiri dan kanan Millie lalu keningnya
"Iya mi.. mami juga hati hati"
Millie dan Rafael masih berdiri di tempat setelah kepergian Mami nya, Rafael menahan tangan Millie ketika Millie melangkahkan kakinya
"Aku anterin"
"Gak usah.. gue bisa sendiri" ketus Millie
"Aku takut kamu kenapa napa, Ayo aku anter aja"
"Gak usah.. gue bisa jaga diri gue sendiri lebih baik dari siapapun.. bye" Millie menepis tangan Rafael lalu pergi memanggil taksi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana ya keadaan bang William? "
"Gak tau, sejak kejadian kemaren bang Rafael gak pernah kesini lagi" ucap Sony
"Jawab jujur, hari itu lo sama mereka apa enggak? " tanya salah satu dari geng mereka
"Bukti udah ada, kalian masih gak percaya? lagian bang Rafael kenapa marah bukannya bagus kita balas dendam sama mereka? ucap Sony
" Dulu katanya kalo ada temennya habisin aja sekarang kita lakuin dia marah, gue yakin dia udah di pengaruhi cewek itu" ucap Teman dekat Sony
"Iya juga.. semenjak dia pacaran sama cewek itu dia jadi beda, kayaknya kita sama dia udah gak satu tujuan lagi" Kedua teman dekat Sony sengaja Mengompori teman temannya yang lain
"Tapi bener juga bang Rafael udah beda"
"Itu dia... gue pikir gimana kalo kita ganti leader aja? " usul Beno teman yang dekat dengan Sony
"Kalo itu gue gak bisa apa apa, bang Rafael dan bang William yang bikin geng ini"
"Bener.. kita gak bisa sembarangan, lagian kita gak bisa ngapa ngapain tanpa bang Rafael" ucap yang lain
Yang lain juga tidak setuju dengan usul teman Sony ini, karena mereka gagal kali ini Sony dan kedua teman temannya pergi meninggalkan markas mereka
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dia masih belum mati, kuat banget padahal buat nafas aja dia susah" Sony dan temannya kembali mengawasi kamar William untuk kembali melakukan rencana jahat
"Kalian ngapain disini? " tanya Rafael yang berdiri di belakang mereka
Mereka terkejut ketika mendengar suara Rafael dan langsung menoleh, Rafael berdiri di belakang mereka masih dengan setelan jasnya
"Kita.. kita mau jenguk William tapi kita gak berani karena di jaga dari luar" ucap Sony
"Kalo mau liat ayo" Rafael berjalan lebih dulu
__ADS_1
"Eng.. enggak bang, kita balik aja udah malem juga" Sony dan kedua temannya kabur karena takut penjaga itu melihat mereka
"Apa ada yang kesini waktu oksigen William di lepas? " tanya Rafael pada penjaga
"Tidak ada.. hanya ada dua orang menanyakan ruangan lalu pergi"
"Jangan tinggalkan pintu bersamaan, kalo mau pergi harus bergantian" ucap Rafael
"Baik tuan"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Itu siapa? " Tanya Arumi ketika melihat Millie baru saja pulang membuka gerbang
"Itu adik aku" Jawab Millie
"Kayaknya abis pergi ya? "
"Iya di jemput sama mama pacarnya di sekolah, katanya mau makan malem" Jawab Ellia
"Berarti dia di jemput tante.. apa bang Rafael masih pacaran sama Millie? " batin Arumi
"Mama ini ada titipan dari mami kak Rafael" Millie menjatuhkan tubuhnya di sofa
"Wiihhh... Abis ngelenong dimana neng? " ledek Michelle ketika melihat Millie dengan riasan wajah dan lengkap dengan gaun
"Diem lo, gue sambit juga lo"
"Banyak tanya lo, makan aja berisik tau gak? " ketus Millie
"Dasar Ondel-ondel, ngedumel mulu kerjaannya" gumam Michelle seraya berlalu membawa semua makanannya
Millie mendengar ucapan Michelle dan melemparkan bantal sofa tepat di kepalanya, Michelle berlari menuju dapur sebelum Millie menjambak rambutnya
"Mama.. liat deh kak Millie cantik banget, dia abis pergi sama pacarnya ya? " Michelle menghampiri Allea yang berada di dapur
"Masa sih? dia abis pergi sama mama pacarnya, mama mau liat ah" allea segera menghampiri Millie yang sedang duduk bersandar memejamkan matanya
"Cantik banget anak mama... bukannya kamu udah putus sama Rafael? " tanya Allea
"Iya.. tapi gak tau gimana harus jelasinnya sama mami, dia sayang banget sama aku jadi gak tega mau bilang takut bikin mami sedih"
"Gak usah bilang juga gak apa apa, itung itung menjaga silaturahmi aja jangan jadi mantan malah jadi hubungan jadi jelek, kan masih bisa berteman" Millie hanya mengangguk-anggukkan kepalanya
"Mama gak tau aja putusnya gara gara apa, kalo tau beda lagi ceritanya" batin Millie
"Aku ngantuk ma, good night mama.. " Millie mencium pipi Allea lalu pergi menaiki anak tangga
"Tante.. aku pamit dulu" Arumi masuk bersama Ellia
"Makan dulu tadi Millie bawa makanan banyak"
__ADS_1
"Enggak usah tante makasih, udah malem" ucap Arumi
"Kayaknya gue pernah liat orang itu" Millie melihat arumi sejenak dari atas tangga lalu masuk ke kamarnya
"Baiklah... kamu pulang sama siapa? " tanya Allea
''Aku naik taksi online aja"
"Maaf ya gak bisa antar, Ello lagi keluar, supir juga pergi sama papanya Millie" tidak ada laki-laki dewasa yang akan mengantar Arumi
"Enggak apa apa tante aku bisa sendiri, Terima kasih sebelumnya"
"Aku pamit.. bye Ellia"
"Hati hati" ucap Ellia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gosip.. gosip.. guys" Tiga gadis yang bertemu dengan Millie kemarin langsung menceritakan kejadian malam itu saat baru saja datang
"Apa apa? " siswa kepo lainnya berkumpul di mejanya
"Gue kira kemari si Anggia ngomong kalau Millie dan pak Rafael putus itu bohong deh"
"Iya soalnya gue lagi liat mereka jalan berdua di restauran dengan pakaian formal"
"Ada lagi.. ada lagi.. Millie masuk sama pak Rafael dan ibu ibu yang kemarin kesini, kayanya ruangan itu sudah di booking sama satu keluarga"
"Kalian mikir gak sih? jangan jangan semalem mereka tunangan"
"Lo ada bukti gak? " tanya teman satu kelasnya
"Nih fotonya.. bergandengan mesra kan? di ikutin Mami nya lagi"
"Mau banget jadi Millie"
"Cemburu gue"
"Sssttt... Millie datang" mereka langsung bungkam saat Millie, Dita dan Niko masuk
"Napa liat liat? " Ucap Millie, mereka hanya bisa nyengir kuda menatap Millie
"Udah pada gila lo? " Millie duduk di kursinya
"Hai Millie... kasian jomblo ya? gak ada yang semangatin ya? " Anggia mengejek Millie
"Enggak tuh.. nih liat gue gak buka males terlalu banyak" Millie menunjukkan pesan media sosial di handphonenya
Banyak yang mengucapkan selamat pagi, kata kata semangat, hanya sekedar menyapa dan masih banyak pesan yang tidak Millie buka selama pagi ini saja
"Gue gak kekurangan penyemangat, lo pikir gak punya pacar gak ada yang perhatian gitu? itu sih lo.. kasian deh" Millie membalikkan keadaan
__ADS_1
Teman satu kelasnya terkekeh lagi lagi Anggia dipermalukan karena ulahnya sendiri, kalau Anggia tau semalam Millie dinner bersama Rafael dan keluarganya mungkin dia akan terbakar rasa iri dengki nya sendiri