
"Kak... "
"Hhmmm.. "
"Foto yang di kamar sama yang di rumah kok beda? " tanya Millie saat melihat foto seorang pria yang di pajang di rumah Rafael
"Foto yang mana?"
"Yang bapak bapak itu.. bokap kan? " Rafael menoleh sebentar
"Yang di kamar itu papi yang di ruang tamu itu papa, papi itu udah meninggal dan papa itu suami baru mami dan kakak aku yang jadi guru kamu itu kakak tiri, ngerti? kepo banget sih" ucap Rafael
"Kalo gak mau gak usah di jawab, gak maksa juga"
"Udah sampe.. ayo" Rafael melepaskan sabuk pengaman nya
"Jangan... aku masuk sendiri aja, please nanti papa marah kalo tau aku pulang sama cowok" Millie memegangi tangan Rafael saat hendak turun
"Ya udah masuk sana"
"Makasih udah bawa aku ke rumah dan makasih udah nganterin sampe rumah" Rafael menatap wajah Millie
"Sama sama.. gak mau kasih cium dulu gitu? " goda Rafael saat Millie hendak turun
"Gak mau" Millie menoleh ke arah Rafael sebelum turun
"Gak mau coba? bukannya seneng tadi liat yang ciuman? "
"Iisshh.. nyebelin sumpah" ucap Millie, Rafael hanya terkekeh melihat wajah kesal Millie
"Udah sana pulang"
"Daahh.. " Rafael melambaikan tangannya sambil mengedipkan sebelah matanya
"Astaga... si guru gila" ucap Millie saat mobil Rafael berlalu pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan masuk" Seorang pemuda tampan masuk ke dalam kelas
"Hai.. perkenalkan nama saya Aldi Yunanda, salam kenal semuanya"
"Silahkan Aldi duduk di bangku yang masih kosong" ucap guru, Aldi menghampiri kursi di sebelah Millie namun Millie
"Disini kosong kan? "
"Enggak.. disini temen gue gak masuk" jawab Millie namun matanya bukan menatap Aldi
Millie menatap Rafael yang terus menatapnya seraya berjalan di Koridor sekolah melewati kelasnya, Rafael mengedipkan sebelah matanya membuat murid yang lain histeris
"Woi.. pak Rafael tadi ngedipin siapa? "
"Sumpah ganteng banget"
"Gue denger denger dia lagi dekat sama murid disini"
"Siapa ya? apa jangan jangan Millie? kemaren dia bawa Millie ke mobilnya"
Semua murid menatap Millie membuatnya langsung berpura-pura membaca buku, Aldi menatap Millie sambil terkekeh
"Lo bisa baca buku terbalik ya? " ucapnya sambil membenarkan buku Millie
"Ohh.. Iya kebalik" Millie tersenyum kikuk seperti orang bodoh
"Tenang.. tenang.. apa ini di pasar? kenapa kalian begitu ribut" semua murid kembali diam menatap ke depan
__ADS_1
"Nanti boleh pinjem buku buat ngejar ketertinggalan gak? " tanya Aldi
"Pinjem sama Niko aja, dia murid pinter disini" jawab Millie tanpa menoleh sama sekali
"Tapi gue mau pinjem buku lo"
"Kalo lo malu nanti gue bilangin, tapi buku gue gak akan gue pinjemin" Aldi sampai mencondongkan tubuhnya di atas meja untuk melihat wajah Millie
"Apaan sih? pindah sana" ketus Millie
"Lo cantik banget, gue langsung suka pada pandangan pertama"
"Gue tau, tapi gue gak percaya sama ocehan buaya.. diem atau gue tendang" Millie menatap sinis dengan ekor matanya
"Galak banget sih, tapi.. gue suka" gumamnya
Saat jam istirahat para siswi perempuan mengerubungi meja Millie untuk berkenalan dengan murid baru, Millie memutar matanya jengah
"Permisi... gue mau lewat" ucap Millie, namun Aldi tidak memberinya jalan
"Aldi.. lo masih kenal gue gak? dulu kita satu kelas di SMP" ucap Anggia
"Oh.. kita pernah satu sekolah? tentu gue gak akan melupakan cewek secantik lo, tapi... nama lo? "
"Anggia"
"Oh.. ya Anggia, salam kenal semuanya" ucap Aldi menanggapi perkenalan teman teman satu kelasnya
"Permisi.. permisi.. air panas" Millie yang kesal tidak di beri jalan akhirnya naik ke meja lalu pergi
"Millie.. Millie.. sodara gue emang gitu, maklumin aja" ucap Anggia
"Gue duluan ya" Aldi pergi mengejar Millie membuat para siswi siswi itu juga mengikutinya
"Bisa gak sih duduk di tempat lain? " ketus Millie pada Aldi
"Tapi lo bawa pasukan bikin gue sesak nafas" Millie membawa makanan serta minumannya pergi
Millie memilih makan di luar di tempat yang sepi di dekat perpustakaan, Seseorang tiba tiba duduk di sebelah Millie dengan buku bukunya
"Ngapain disini pak? " tanya Millie
"Temenin kamu makan, kamu gak nawarin aku makan gitu? "
"Udah deh pak jangan bikin pusing, aku udah pusing jangan tambah lagi" Millie hendak menyuap baksonya namun Rafael mengambil tangan Millie dan memakan baksonya
"Pak.. kalo ada yang liat gimana? di kelas aja anak anak udah curiga sama aku gara-gara kejadian kemaren"
"Mereka mengatakan sesuatu? " Tanya Rafael
"Mereka curiga aku pacaran sama Bapak"
"Bagus dong.. mereka akan berhenti mengangguku, kamu tau betapa lelahnya ketika mereka mencari perhatian setiap hari" ucap Rafael
"Tapi gak bagus buat aku, dah lah aku pergi aja"
"Millie" Millie menoleh ketika dia sudah berjalan pergi
"Makanan bekas kamu enak" ucap Rafael sambil terkekeh
"Jangan ngomong sembarangan lagi.. nanti mereka dengar"
"Pengen banget gue potek lehernya ampe copot" gerutu Millie sambil berjalan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Susah banget sih" Ellia berusaha meraih buku di atas rak
Sebuah tangan meraih buku itu dan memberikannya pada Ellia, saat Ellia menoleh pria itu tersenyum lalu pergi
Ellia melihat pria itu masuk ke dalam mobil bersama dua orang wanita yang lebih tua dan satu lagi sepertinya seorang gadis, Ellia mempertajam penglihatannya dia sepertinya mengenal pakaian gadis itu
"Bukannya itu Millie? sama siapa? " gumam Ellia
"Apa aku salah liat? " Setelah mengirim pesan pada Millie ternyata adiknya itu sedang jalan jalan menghabiskan waktu hari minggu bersama teman temannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ternyata kamu itu muridnya Rafael ya? "
"Iya tante..." jawab Millie
"Enak dong ketemu terus di sekolah" Millie terkejut, mami Rafael masih menganggapnya pacar sang putra
"Tante.. itu... aku bukan.. "
"Mami jangan di bahas terus Millie nya jadi malu" Sergah Rafael
"Ohh.. iya.. iya.. mami suka banget sama kamu, kamu cantik kayak barbie" mami Rafael memeluk Millie yang duduk di kursi belakang bersamanya
Millie menatap kesal pada Rafael dari pantulan kaca spion depan namun Rafael lagi lagi hanya mengedipkan sebelah matanya, Mami Rafael begitu memanjakan Millie saat mereka jalan jalan
Millie di suapi saat mencoba beberapa kue juga tangannya tidak pernah di lepaskan oleh mami Rafael, kini mereka sudah berada di kediaman Rafael
"Mami.. aku bawain makanan kesukaan mami" Kakak Rafael datang berkunjung
"Simpan aja di meja makan mami udah kenyang tadi makan sama pacarnya Rafael" bisik Mami Rafael
"Rafael bawa cewek lagi? dimana mereka? "
"Di belakang.. tenang aja yang ini bukan yang seksi seksi yang ini beda imut imut" ucap Mami Rafael, selama ini Mami serta kakak Rafael tidak pernah menyukai para wanita yang di bawa Rafael ke rumah karena selalu manja dan berpakaian kurang bahan
Dia penasaran dan melihat ke belakang bersama dengan siapa Rafael tertawa, Dia merasa pernah mendengar suara tawa itu
"Ehemmm... Millie? " kakaknya berdehem membuat keduanya menoleh
"Bu Andin, apa kabar bu? " Millie menghampiri gurunya yang sedang hamil besar
"Loh.. ini toh pacarnya Rafael, aduuhh.. kenapa kamu pacaran sama anak kecil? " Millie menggaruk tengkuknya lagi lagi kakaknya juga percaya
"Itu.. bukan bu.. sebenarnya.. "
"Kakak apaan sih ikut campur aja deh, terserah aku lah mau pacaran sama siapa aja" Rafael selalu tidak membiarkan Millie bicara
"Kenapa sih kamu mau pacaran sama yang lebih tua? hati hati sama dia" Andin membawa Millie masuk ke dalam
"Kak mau dibawa kemana? " teriak Rafael
"Gak boleh berduaan.. bahaya berduaan sama kamu" Millie di bawa menuju ruang tamu
"Mami tau Millie ini murid cewek paling nakal di sekolah tapi dia pinter juara terus tiap lomba, sama kayak kakak kakaknya dulu" Millie menunduk malu saat Andin menceritakan tentang Millie
"Anaknya baik cuma ya... dia suka kabur dan berantem"
"Ibu... kan malu" lirih Millie
"Jangan panggil ibu dong kan sekarang kamu pacarnya Rafael, panggil kakak aja"
"Mami juga jangan panggil tante panggil Mami" Maminya ikut ikutan
"Ada anak orang di rumah anak sendiri di lupain" Ucap Rafael
__ADS_1
"Mami lebih suka sama Millie dari pada sama kamu" jawab maminya membuat mereka tertawa