Youth Love

Youth Love
eps 154


__ADS_3

Belum 24 jam foto foto itu sudah hilang begitu saja termasuk yang di bagikan oleh orang-orang, Siapa lagi yang bisa melakukan hal itu jika bukan Max


Klarifikasi juga sudah mereka buat dan mengatakan itu hanya rekayasa orang orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin menjatuhkan nama baik Rafael, Berulang kali Mami Rafael meminta maaf pada keluarga Millie atas semua yang terjadi


Beruntung Max adalah orang yang bisa menerima kesalahan Rafael di masa lalu, setelah Millie menjelaskan semuanya Max pun mengurus segala tentang gosip itu


"Untuk menekan gosip kemarin kita perlu memunculkan berita positif yang lebih besar agar mereka teralihkan" ucap Max


"Berita apa sih pa? Kita aja masih syok dengan berita Rafael" ucap Allea


"Panggil Ello dan Irene, kita mengadakan acara pernikahan mereka saja" ucap Max


Akhirnya Millie menelpon Ello dan Irene mengatakan semua tentang rencana Max, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di sana


"Yang bener aja pa.. perut Irene udah besar masa mau bikin resepsi? " Ello tidak setuju jika mereka mengadakan resepsi dengan keadaan Irene sekarang


"Maaf pa.. orang-orang akan membicarakan kita nanti" ucap Irene


"Lagi pula ini masalah Rafael kenapa bawa bawa kita? " Ello menimpali


"Papa udah memutuskan, Millie kamu sama Rafael yang mengadakan acara pertunangan" Millie sontak langsung berdiri dari tempat duduknya


"Kok aku... yang bener aja pa.. aku masih sekolah"


"Terserah kamu, kalo kamu mau bantu Rafael dengan cara bertunangan papa bantu, tapi kalo kamu mau menyudahi semuanya itu lebih baik.. papa lebih setuju kamu tinggalkan Rafael" ucap Max


" Lagi pula tunangan masih bisa sekolah nak.. kamu sendiri yang gak mau ninggalin Rafael, benar kata papa kalo kamu tinggalin dia lebih baik" Ucap Allea


"Aku pikirin dulu" Millie berjalan dengan gontai menuju kamarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu bikin mami malu Rafael, mami udah gak punya muka bertemu keluarga Millie" Rafael hanya duduk menundukkan wajahnya


"Lebih baik kamu bicara baik baik sama keluarga Millie, tinggalkan semua yang di berikan keluarga Millie dan lupakan dia, ikut mami pulang ke kota asal mami"


"Mi.. aku bisa tinggalin apapun asal bukan Millie" ucap Rafael


"Kamu sudah membuat mami malu, mami gak tau harus bilang apalagi.. mereka terlalu baik "


"Kamu buat keluarga besar kita malu Rafael" Nenek Rafael tiba-tiba membuka pintu rumahnya

__ADS_1


"Gadis itu yang kamu pilih? sifatnya tidak mencerminkan seorang yang berpendidikan, Bisa bisanya kalian melakukan itu sebelum menikah" Nenek Rafael begitu marah dengan artikel yang dia lihat di media sosial


"Oma salah.. itu bukan Millie"


"Lalu siapa? dasar brandal, kamu mempunyai pacar lebih dari satu? " Tanya nenek Rafael dengan marah


"Sudah oma beritahu.. seharusnya kamu menerima perjodohan dengan Raisa, semua ini tidak akan terjadi"


"Oma.. foto itu jauh sebelum oma menjodohkan saya sama Raisa, jadi kalau oma berpikir kalau bersama Raisa saya bisa jadi lebih baik oma salah" ucap Rafael


"Kamu nurut aja sama oma.. perjodohan akan oma umumkan sesegera mungkin, dan kamu bisa mengakui foto itu adalah foto kamu dan Raisa"


"Ma... siapa ibu Rafael disini? aku tidak pernah membantah mama sedikitpun, tapi untuk kali ini maaf ma.. Aku akan bertindak kalau mama memaksa" Sergah mami Rafael


"Kamu mau kurang ajar sama mertua? Aduh... jantungku.. aduh.. " wanita itu berteriak kemudian memegangi dadanya meringis kesakitan


"Oma... oma kenapa? " Rafael membantu wanita tua itu dan membawanya ke sofa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tok... tok.. tok


"Masuk" pintu kamar Millie di ketuk dari luar


"Gak lagi ngapa-ngapain dan males ngapa-ngapain" jawab Millie bersandar dengan malas di sofa


"Kakak udah kasih tau sebelumnya sama kamu kalo Rafael itu bukan orang baik, kamu percaya kan sekarang? " Irene mengelus kepala Millie


"Sebenarnya aku udah tau kak, dia cerita sendiri sama aku gimana masa lalu dia"


"Sekarang keputusan ada di tangan kamu.. kamu bersama dia harus tunangan kalo gak mau ya tinggalin dia, kalo kamu mau nolongin dia dari berita buruk itu kamu cuma punya satu pilihan" ucap Irene


"Tapi aku masih sekolah kak, apa gak apa apa kalo aku tunangan secepatnya? "


"Cuma tunangan aja Millie bukan nikah, hanya mengikat hubungan kalian aja.. sekolah gak akan masalah dengan itu" Millie tampaknya sedang berpikir


"Tapi kalo gak mau gak usah, biar nanti Rafael cari sendiri jalan keluar biar berita itu bisa di tekan dan dilupakan dengan segera"


"Kakak nginep disini kan? Aku butuh temen" Millie memeluk Irene, tiba-tiba sesuatu bergerak di perut Irene menendang kecil tangan Millie


"Ehh... ini apa? perut kakak gerak" Millie memutar mutar telapak tangannya di perut Irene dan perutnya kembali bergerak

__ADS_1


"Aaaaa... gemes banget sih, kakak tidur di sini malam ini ya" Millie masih asik memainkan perut Irene


"Tapi ... "


"Gak ada tapi tapian, aku masih gemes banget sama baby ini.. dia lagi apa ya di dalam" Millie menempelkan telinganya di perut Irene


Benar saja Millie tidak membiarkan Irene pergi dari kamarnya, sebelum tidur Millie terus memainkan tangannya di atas perut Irene karena gemas dengan reaksi bayinya


Akhirnya Irene tertidur bersama Millie dengan tangan Millie memeluk perut Irene, Ello yang menunggu Irene tak kunjung kembali akhirnya menyusul ke kamar Millie


Ello menyingkirkan tangan Millie lalu ikut tidur di samping Irene dan menarik Irene ke dalam pelukannya, Irene terusik mengucek matanya saat Ello mencium seluruh wajahnya


"Kamu ngapain disini? " tanya Irene setengah berbisik


"Aku nungguin kamu, kenapa malah tidur disini? "


"Aku ketiduran.. " belum selesai Irene bicara Ello sudah membungkam bibirnya


Millie terusik dengan pergerakan di belakangnya hingga dia terbangun, Millie hendak berbalik namun dia mengurungkan niatnya saat mendengar suara suara di belakang tubuhnya


"Jangan disini ada Millie" terdengar suara Irene lirih


"Mereka udah gila, apa gak bisa pindah dulu? " Millie baru berbalik setelah keduanya keluar dari kamarnya


"Dasar gila... " gerutu Millie, suara suara itu tidak bisa dia lupakan seakan tertanam di kepalanya


"Arrrggghhh... " Millie menggulung tubuhnya dengan selimut lalu menutup kepalanya dengan bantal


Karena ulah Irene dan Ello akhirnya Millie bergadang semalaman karena tidak bisa kembali menutup matanya, Millie hanya bermain Handphone semalaman


"Kamu masih online, belum tidur? " sebuah pesan di kirim Rafael


"Belum.. kamu sendiri kenapa belum tidur? "


"Aku lagi nungguin oma di rumah sakit, kena serangan jantung" Rafael membalas pesan dari Millie


"Besok ke sini ya.. aku kenalin lagi kamu sama oma"


"Aku gak bisa.. terakhir kali aja oma kamu gitu banget"


"Aku di paksa tunangan sama pilihan Oma, aku mau kamu deket sama oma biar batalin perjodohan itu"

__ADS_1


"Apa gue harus beneran tunangan secepatnya sama Rafael? keadaannya makin rumit kalo dia di jodohin" gumam Millie


__ADS_2