Youth Love

Youth Love
eps 35


__ADS_3

Millie baru saja bangun dari tidurnya dia melihat Rafael tertidur di sampingnya, Millie mengelus lembut kepala Rafael


"Sejak kapan dia tidur disitu? " tanya Ello yang baru saja bangun


"Gak tau, biarin aja jangan di bangunin" ucap Millie


"Gue pulang ya.. nanti mama sama papa kesini kok" Ello mengambil jaketnya


"Nanti bilangin sama mama bawain soto ya"


"Iya.. lo mau sampe kapan di rumah sakit? "


"Gak tau.. gue udah gak apa apa sebenarnya tapi mama aja uang berlebihan"


"Ya udah gue pulang" Ello keluar dari ruangan itu


"Rafael suruh pindah aja kasian nanti punggungnya sakit" ucap Ellia yang baru saja keluar dari kamar mandi


"Iya juga" Millie menepuk pipi Rafael bukannya bangun dia hanya bergumam menangkap tangan Millie


Tangan Millie dia pegang di hadapan wajahnya Millie mengapit hidungnya dengan jari telunjuk dan jari tengahnya


"Kamu usil banget sih" Rafael akhirnya bangun


"Tidurnya pindah di sofa aja nanti sakit pinggang"


"Gak mau.. mau pindah disini aja" Rafael naik ke tempat tidur lalu berbaring memeluk pinggang Millie yang sedang duduk di sebelahnya


"Gak mau apa? disini ada kak Ellia " gumam Millie


"Emang kenapa? gak ngapa-ngapain juga"


Pintu terbuka Dirga memandangi Rafael yang tidur di ranjang yang sama dengan Millie sambil berjalan menghampiri Ellia


"Kenapa dia ada disini? " Tanya Dirga pada Ellia


"Ada pacarnya disini, tentu aja dia nemenin pacarnya" Jawab Ellia


"Jutek banget sih" Dirga menggoda Ellia mencolek dagunya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah beberapa hari kemudian Millie dan Ellia sudah kembali beraktivitas seperti biasa, Ketika di rumah sakit Millie selalu di jenguk teman temannya saat pulang sekolah


Seperti Dita, Niko, Abra dan temannya juga Aldi, kini mereka sedang berada di kelas Millie sedang berkumpul di meja Millie


"Waahh... HP Millie baru lagi, keluaran baru.. Dita juga mau ahh" Dita mengambil handphone Millie yang tergeletak


"Dita liat yang baru emang selalu mau" cicit Niko


"Niko juga, kalo nanti Dita beli ujung ujungnya ikutan beli"


"Gak juga.. itu cuma kebetulan"


"Hisshh.. kalian berisik, nih makan" Millie memasukkan cemilan ke mulut Niko dan Dita

__ADS_1


"Millie lo di jagain pak Rafael ya waktu di rumah sakit? " tanya Anggia


"Emmhh.. kadang kadang"


"Enak dong di jagain pacar, berduaan di kamar rawat" jawab Anggia


"Mungkin karena kalian gak jenguk gue jadi gak tau kalo gue di rawat satu ruangan sama kakak gue dan bukan cuma pak Rafael yang jagain tapi ada mama sama papa dan kak Ello juga" Millie mendengar anak anak yang lain saling berbisik


"Tau jangan gosip, malu kan" ucap Abra


"Apa lo? pergi sono, bukan anak kelas ini ngapain ikut ikutan" ucap Anggia


"Yaa... yang gak ada temen kasian.. haha... " Abra mentertawakan Anggia yang memang tidak punya teman dekat layaknya Millie, Anggia pergi meninggalkan kelas dengan kesal


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo udah mendingan? sorry gue gak bisa jenguk" Arumi menghampiri Ellia


"Gak apa apa, aku udah baikan kok"


"Syukur deh, lo sakit apa? " Tanya Arumi


"Itu cuma kecelakaan kecil aja kok, aku duluan ya" Ellia pergi bersama Ello keluar kelas


"Kali ini lo selamat, lain kali gue pastiin kalian mati satu persatu" batin Arumi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"BI mau kemana? " Millie mengejar pekerja di rumahnya


"Mau ke pasar non, mau titip sesuatu? "


"Emang gak apa apa? di pasar kotor loh non"


"Gak apa apa, ayo bi" Millie menarik tangan bibi


"Nyonya.. ini non Millie mau ikut ke pasar gimana? " Allea kebetulan lewat


"Bawa ajalah bi, biar dia punya pengalaman belanja di pasar jadi perempuan main mulu" ucap Allea


"Ye... aku pergi ya.. tapi, minta uang buat jajan" Millie nyengir kuda menadahkan tangannya


"Ujung ujungnya pasti minta uang" Allea merogoh sakunya dan memberikan uang ke tangan Millie


"Apaan nih Sepulu rebu doang" Millie menerawang uang tersebut


"Lumayan buat beli boba di jalan, dah pergi sana jangan rebahan mulu lemak tuh udah bertumpuk" Allea melenggang pergi


"Punya emak bener-bener deh, katanya lemak bertumpuk tapi di suruh beli boba, ayo bi pergi" Millie pergi menarik tangan Bibi masuk ke dalam mobil


Sesampainya di pasar Millie masih merasa bosan hanya mengekori bibi, Akhirnya Millie izin berkeliling sebentar


Millie pergi keluar pasar dan benar-benar membeli boba di pinggir jalan, Millie menajamkan penglihatannya dan berjalan dengan cepat menghampiri seseorang


"Dooorr... " Millie mengejutkan Astrid yang sedang memilih sayur

__ADS_1


"Iihh.. bikin kaget aja deh, kakak ngapain disini? " Tanya Astrid


"Ikut belanja sama bibi... lo belanja apa? "


"Lagi belanja mingguan, kak gue berterimakasih banget loau bantuin gue sekarang hidup gue jauh lebih baik" Astrid sampai menurunkan seluruh belanjaannya untuk menggenggam tangan Millie


"Gue ikut seneng.. dan gimana kabar hubungan lo sama Roy? " tiba tiba wajah Astrid menjadi sendu saat Millie menyebut nama Roy


"Dia gak mau bertanggung jawab dan kabur tapi pak rudi baik banget, dia menanggung semua kebutuhan aku sama ibu sebagai rasa tanggungjawab sebelum Roy ketemu"


"Yang sabar ya.. gue yakin suatu saat hidup lo akan menemukan kebahagiaan walaupun tanpa cowok bajingan itu" ucap Millie


"Hmm... lagi pula gue sama ibu udah berniat mau besarin anak ini tanpa ayahnya, semoga aja gue sama ibu bisa kuat menjalani semuanya"


"Gue yakin lo bisa.. semangat" Millie mengangkat tangannya


"Sini gue bantuin, lo naik apa ke sini? " Tanya Millie


"Gue naik angkot"


"Ya ampun.. lo lagi hamil bahaya banget naik angkot sendirian, gue anterin pulang aja mobil gue di bawah" Millie membantu membawakan barang belanjaan Astrid


Mereka menuruni anak tangga menuju mobil Millie yang terparkir di bawah, Astrid hendak kembali mengambil belanja yang tertinggal namun Millie melarangnya


Millie menyuruh Astrid lebih dulu ke mobil sementara dirinya kembali mengambil barang yang tertinggal, Baru saja beberapa langkah Millie berjalan tiba-tiba teriakan Astrid dan orang orang membuat Millie terlonjak


"Astrid... " teriak Millie ketika melihat tubuh Astrid berguling ke bawah tangga


"Orang itu... kejar orang itu "


"Itu... dia yang dorong wanita itu"


Millie melihat ke arah mana orang orang itu mengarahkan tangannya, seseorang berlari menjauh dari sana dan Millie yakin orang itu yang mendorong Astrid


"Pak.. itu temen saya tolong bawa ke rumah sakit, saya mau ngejar dia" Millie berkata pada sopirnya yang kebetulan ada di bawah


"Baik non"


Millie berlari mengejar orang tersebut berdesakan dengan orang orang, Millie memotong jalan sampai dia bisa menjegal kaki orang tersebut ketika berlari melewatinya


"Mau lari kemana? " Millie menggulung lengan bajunya


"Bangsat.. lo selalu ikut campur" ucapnya


"Wow... itu si cowok brengsek yang lari dari tanggung jawab? sayang banget sifat baik bokap lo gak nurun sama anaknya"


"Bacot" Roy menyerang Millie dan mengeluarkan pisau dari sakunya


"Lo curang" ucap Millie, namun tidak membuatnya takut


Millie tentu akan dengan mudah mengalahkan Roy meskipun dia membawa pisau, Millie mengambil alih pisau dari tangan Roy


Millie mengalahkan Roy dengan telak dan tentu saja wajah Roy babak belur di buatnya, Millie mengunci pergerakan Roy yang berbaring di tanah


Millie mengunci pergerakan Roy dari atas tubuhnya, Sedikit lagi pisau di tangan Millie menusuk mata Roy namun itu tidak dia lakukan hanya berhenti beberapa cm dari matanya

__ADS_1


"Sebenernya gue pengen bunuh lo, bikin leher lo putus atau congkel mata lo tapi itu bukan kewenangan gue, gue bisa mentolerir kalo lo gak mau tanggungjawab tapi membunuh orang untuk lepas dari tanggungjawab itu keterlaluan"


"Ini buat Astrid dan anaknya" Millie memukul kepala Roy dengan sikut nya hingga Roy tak sadarkan diri


__ADS_2