Youth Love

Youth Love
eps 116


__ADS_3

Nantikan pengumuman pemenang top fans mingguan besok, Semoga beruntung 🤩🤩🤩


peringkat 1 pulsa 30k


peringkat 2 pulsa 20k


peringkat 3 pulsa 10k


peringkat 4 dan 5 pulsa masing masing 5k


"Papa.... Sayangku, cintaku, paling baik, paling ganteng" Millie tiba tiba melompat ke sofa di samping Max saat baru saja pulang


"Ini anak kenapa nih? " tanya Max saat Millie mencium pipinya lalu memeluknya


"Papa wangi deh, udah ganteng, wangi, baik, setia, sayang keluarga, papa the best " Ucapnya sambil mengusak kepalanya di ketek Max


"Kalo udah gini pasti ada maunya nih, ngomong aja mau apa" Max menahan kepala Millie dengan satu tangannya


"Suudzon deh, aku cuma kangen sama papa"


"Alasan.. pasti abis ini minta sesuatu" Millie kembali memeluk papanya


"Enggak... ohh.. iya pa besok kak Dirga sama temen temennya touring ke puncak loh"


"Nah.. ini papa udah tau apa yang kamu mau" Millie hanya nyengir kuda menggelayut di tangan Max


"Kak Ellia juga ikut, iya kan kak? " Millie bertanya pada Ellia yang baru saja turun dari tangga


"Hah? apa? " tanya Ellia, Millie memberi kode dengan matanya


"Ohh.. iya, . aku ambil minum dulu" Ellia tidak mengerti maksud Millie dan hanya membenarkan saja lalu pergi sebelum mendapatkan pertanyaan lebih banyak lagi


"Tuh kan pa... izinin ya, kan orangnya banyakan juga"


"Sama siapa aja? " Kak Ellia, kak Dirga sama temen-temennya kalo perlu aku ajak kak Ello deh" jawab Millie


"Gak.. jangan ajak Ello, istrinya lagi hamil nanti pengen ikut "


"Ya udah enggak.. izinin ya, ya pa ya... "


"Papa gak percaya sama kamu, papa tanya Dirga aja nanti sama Ellia" Millie memberangus kesal menjauh dari papanya


"Aku gak sayang sama papa" Ucap Millie lalu pergi menghentakkan kaki menuju kamarnya


"Gitu kalo ada maunya baik baik, nempel nempel, persis emaknya" ucap Max


"Persis siapa? " tanya Allea dari belakang


"Emaknya.. baik kalo ada maunya doang" jawab Max tanpa sadar


"Ohh.. jadi menurut kamu aku jahat, gitu? " Allea menarik kuping suaminya


"Ahaha.. sayang aku cuma bercanda" ucap Max sambil terkekeh memeluk pinggang Allea

__ADS_1


"Nih.. makan becanda" Allea memukuli suaminya


Max mengangkat istrinya seperti karung beras di pundaknya, Ellia hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan orang tuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Emmhhh... Nyaman banget" Irene semakin meringkuk di bawah selimut


Irene merasakan seseorang memeluk pinggangnya erat serta mencium keningnya, matanya melebar seketika melihat dihadapannya dada bidang seseorang


Irene berguling menjauhi Ello dan tidur memunggunginya, wajahnya memerah pipinya terasa memanas sampai dia meraba raba pipinya sendiri


Ello membelakangi Irene sambil terkekeh saat melihat Irene menggelinding menjauhinya, dia tahu Irene sedang salah tingkah sekarang


"Lo mau kuliah gak? " tanya Ello dekat telinga Irene


"Aaaaa" pekik Irene sambil menyikut perut Ello


"Aakkhh... " Ello tidur terlentang memegangi perutnya


"Maaf.. maaf.. sakit ya? " Irene bangun dan menghampiri Ello


"Sakit lah, kenceng banget lagi"


"Gue kaget, sorry" Irene merasa tidak enak melihat Ello kesakitan


"Lo mau kemana? " tanya Irene saat melihat Ello turun dari ranjang


"Mau mandi, kenapa? mau ikut? "


'"Ello.. lo suka makan apa? " tanya Irene


"Apa aja, gue gak pemilih soal makanan" jawab Ello, Irene mengangguk lalu pergi ke dapur


Saat Ello turun ke dapur dia melihat Irene masih memakai baju tidur dengan celemek sedang memasak, Ello diam diam berdiri di belakang Irene


"Masak apa? " pertanyaannya membuat Irene terlonjak hingga menjatuhkan sendok dan air masakannya terciprat ke tangannya


"Awww.. iisshh ngagetin deh" Irene mengibaskan tangannya


"Kena tangan ya? lagian lo kagetan banget" Ello mengambil tangan Irene dan membawanya menjauh setelah mematikan kompor


Ello mengobati tangan Irene sementara di dapur Arumi yang sedari tadi mengintip mereka kini sedang memasukkan hampir setengah garam yang ada di dalam wadah


Tiba saat sarapan mereka sudah berada di meja makan bersiap untuk sarapan, sebagai istri Irene menuangkan makanan juga air untuk Ello


Baru satu suapan Ello sempat berhenti mengunyah namun tidak mengatakan apapun lalu kembali mengunyah makanannya


"Fyuuuhhhh... " Arumi melepeh makanannya


"Kenapa? " tanya Irene yang belum sempat menyuap makanannya


"Asin banget.. ini bibi masukin garamnya kebanyakan" ucap Arumi

__ADS_1


"Masa sih? tadi gue cobain enak kok" Irene mencobanya sendiri dan benar saja Irene langsung memuntahkan makanannya


"Keluarin.. jangan makan lagi nanti lo sakit perut" Irene menyuruh Ello memuntahkan makanan yang dia kunyah


Ello memuntahkan makanannya di piring yang di ulurkan Irene ke mulutnya, Irene mengelap bibir Ello dengan tisu


"Kenapa lo makan? ini asin banget"


"Gue menghargai orang yang masak sampe tangannya luka" jawab Ello, Irene mematung perkataan Ello membuatnya salah tingkah


"Gak usah di makan.. kita.. kita.. kita sarapan di luar aja" Irene membereskan semua makanan yang ada di meja


Ello menahan tangan Irene dan memutar tubuhnya agar menghadapnya, Irene tidak mampu menatap mata Ello dia hanya menundukkan kepalanya


"Kenapa muka lo merah? " goda Ello


"Gue mau beresin ini dulu" Irene menepis tangan Ello dan kembali ke meja makan


"Biar bibi yang beresin, lo mandi nanti telat" Ello menuntun tangan Irene menuju kamarnya


"Sialan... gue kira Ello akan marah" gumam Arumi mencengkram sendok hingga kuku tangannya memucat


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Pagi pagi sekali Millie masuk ke kamar Ellia ternyata kakaknya itu sedang berkemas untuk pergi touring dengan Dirga, sontak saja Millie bersikeras untuk mendapatkan izin dari papanya


Millie masuk ke kamar Max tanpa mengetuk pintu dan tidur di tengah-tengah ayah dan ibunya itu, Millie memeluk ayahnya bahkan mengganggunya agar ayahnya terbangun


"Sayang aku masih ngantuk, semalem kan udah" Max meracau


Mendengar suara suaminya sontak saja Allea terbangun dan meihat anaknya sedang mengapit hidung ayahnya dengan jarinya


"Kamu ngapain disini? ya ampun.. ketuk pintu dulu kek" gerutu Allea


"Aku udah ketuk pintu mama sama papa gak bangun bangun" Millie ini masih seperti anak kecil dia sembarangan masuk ke kamar orang tuanya


Beruntung orang tuanya tidak sedang melakukan sesuatu yang panas jika tidak apa yang akan terjadi pada otak Millie, bisa di bayangkan


"Ada apa sih? kamu kalo ada maunya selalu gak sabaran"


"Mama.... bilangin sama papa aku mau ikut sama kak Ellia touring" Millie memeluk Manja Allea


"Gak ahh.. udah bener kamu diem di rumah, kamu keluar dikit berantem"


"Aku akan terus nempel sama papa kalo gak di izinin" Millie langsung memeluk tangan Max erat erat


Benar saja 1 jam berlalu Millie tidak melepaskan tangan ayahnya bahkan bergelantungan disana, Max tidak bisa beraktivitas sama sekali karena terus di tempeli Millie


"Papa mau mandi, kamu mau ikut? "


"Gak apa apa, akun ikut kemana pun papa pergi"


"Hiisshh.. anak ini, sudah sudah kamu boleh pergi" mendapat izin dari sang ayah Millie langsung melepaskan pelukannya

__ADS_1


''Makasih papa" Millie mencium pipi Allea dan Max sebelum keluar dari kamar mereka


"Lain kali pintu harus di kunci, bahaya" ucap Max


__ADS_2