Youth Love

Youth Love
eps 168


__ADS_3

"Kamu kenapa belum bangun? aku takut terjadi sesuatu sama kamu" Irene menangis menyembunyikan wajahnya di lipatan tangan tepat di samping Ello yang berbaring menutup matanya


"Aku takut.. anak kita belum lahir kamu bangun dong" Ello membuka sebelah matanya mengintip Irene


"Aku janji turutin semua kemauan kamu apapun itu asal kamu bangun"


"Aku mau kamu kasih aku anak lagi setelah bayi bayi ini lahir" ucap Ello


"Iya gak apa apa, asal kamu bangun kalo kamu gak bangun gimana mau bikin lagi? " Tanpa sadar Irene menjawab sambil menangis


Ello terkekeh mendengar perkataan Sang istri, Irene tersadar dan mengangkat kepalanya


"Kenapa nangis? " tanya Ello


"Iihh.. jahat banget sih, orang udah khawatir setengah mati juga" Irene memukul bahu Ello


"Tapi gak mati kan? sini peluk dulu" Irene memeluk Ello dengan erat seraya mencium kedua pipinya


"Kurang" ucap Ello sambil mengerucutkan bibirnya


"Astaga.. " Sesaat kesehatan kemudian Ello menekan tengkuk Irene untuk melancarkan aksinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo gak apa apa mil? " tanya Jason, di sebuah cafe Millie dan ketiga sahabatnya berada


"Gak... Badan gue pegel pegel doang" Jawab Millie


"Sini.. sini.. gue pijitin" Jason memijat bahu Millie sementara Rian dan Roy memijat kedua tangan Millie


"Kiri dikit jes" ucap Millie


"Begini ya kamu di belakang" Suara bariton seseorang mengejutkan Millie


Millie menoleh sambil nyengir kuda sementara ketiga temannya sudah kabur entah kemana, Rafael menadahkan tangannya lalu menggerak-gerakkan tangannya Seolah memanggil Millie


Millie berjalan merapatkan kakinya bak pinguin menghampiri Rafael, Rafael menjentikkan jarinya menyentil telinga Millie


"Sakit" Millie mengerucutkan bibirnya seraya menggosok telinganya


"Sini.. ngapain tadi di pegang pegang? "


"Gak di pegang pegang mereka cuma pijitin aku aja" jawab Millie


"Sama aja di pegang pegang juga"


"Ya kalo gak di pegang gimana pijitinnya? pake kekuatan gaib? " gumam Millie


"Aku denger loh yang"


"Ya.. kan emang bener" Rafael memeluk Millie dengan satu tangan namun bukan pinggang lagi yang di peluk melainkan lehernya


"Kamu mau bunuh aku? "


"Siapa yang mau bunuh makhluk selucu ini" Rafael mengangkat tubuh Millie dengan satu tangannya


"Malu" Millie berbisik minta di turunkan

__ADS_1


"Biar mereka iri" ucap Rafael memasukkan Millie kedalam mobil


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kalian siapa sebenarnya? lepasin gak? " Raisa berteriak saat dia diikat dengan mata tertutup


"Kamu gak perlu tau siapa kami" ucap seorang pria suara bariton


"Rupanya kamu sedang di manfaatkan mantan pacar kamu ya? sepertinya akan menjadi berita heboh kalau video mu benar-benar di sebar" lanjutnya


"Apa maksud lo? HP gue.. lo ngambil HP gue? "


"Coba kita telepon siapa pemilik nomor telepon ini" Pria tersebut menelpon nomor mantan pacar Raisa


"Halo sayang.. gimana uang yang aku minta, udah ada? inget ya video kita masih aku pegang juga semua bukti bukti bahwa kamu pernah mengandung anak aku"


"Maksud lo apa? jangan.. jangan.. ngomong sembarangan" teriak Raisa


"Aku gak ngomong sembarangan sayang, kirim uangnya atau kamu akan menanggung malu"


"Halo.... aku akan menawarkan kesepakatan, aku kirim uang yang kamu mau 2x lipat dan kamu kirim semua bukti bukti itu" ucap si pria misterius


"Ini siapa? kenapa kamu mau video itu? "


"Jangan.. gue kasih lo 3x lipat asal jangan kasih video itu" teriak Raisa


"Menarik... gimana kalo harga tertinggi yang menang? siapa yang bertaruh paling tinggi? " mantan pacar Raisa memanfaatkan keadaan


"4x lipat" ucap si pria


"Satu motor sport dan uang yang kamu minta 5x lipat" Raisa tidak bisa bertaruh lebih banyak lagi


"Oke.. deal, aku kirim semua video itu ke email, kirim alamat emailnya"


''Baiklah.... senang berbisnis dengan anda" ucap pria itu


Video video itu berhasil di dapatkan dan di sebar luaskan saat itu juga, mantan pacarnya beruntung karena dia tidak terekam hanya Raisa saja


Lebih pintarnya pria misterius itu memposting videonya dengan akun media sosial milik Raisa, kini akun media sosialnya di penuhi dengan hujatan dan kebencian dari warganet juga teman temannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Papa dari mana? " tanya Millie


"Ada kerjaan di luar, mama mana? papa mau jagain kakak kamu di rumah sakit"


" Orang jahat itu kabur, gimana kalo dia berbuat jahat lagi sama keluarga kita? " tanya Millie


"Kamu tenang aja, dia udah di awasi anak buah papa"


"Syukur deh, aku takut dia nekat"


"Kamu tenang aja, papa ke kamar dulu ya" Max meninggalkan anaknya untuk pergi menemui istrinya


"Ehh.. apaan nih? " Millie melihat media sosial dimana video viral Raisa sedang di bahas


"Eehh.. kok bisa? " Millie berdialog sendiri

__ADS_1


"Dia gak punya malu ya sebarin aibnya sendiri? "


"Assalamu'alaikum... " Rafael berdiri diambang pintu, tatapan Millie menajam bagai elang yang mengunci targetnya


"Kenapa nih? perasaan gue gak salah apa apa" batin Rafael


"Sayangnya aku kenapa? Mau jajan ya? " Rafael dengan senyum manisnya berkata manja


"Gak.. "


"Kenapa sih kok gak enak di liat gitu? lagi pms ya? " Rafael ingin membelai rambut Millie namun gadis itu menepis tangannya


"Aku salah apa ayang? aku gak nakal kok" Rafael lagi lagi bertingkah manja memeluk lengan Millie


"Kamu bukan cowok yang ada di video itu sama Raisa kan? "


"Ya ampun.. ayang kok nonton yang gituan" Millie langsung menabok lengan Rafael


"Aku liat di akun gosip gak nonton videonya, jangan jangan kamu liat? atau itu beneran kamu? "


"Bukan sayang.. aku nonton bentar tadi kirain dia share film kartun" jawab Rafael


"Iihh... udah liat aja sana, suka kan liat yang begitu" Millie kesal lalu mendorong tubuh Rafael


"Enggak sayang beneran deh aku langsung matiin kok"


"Tau ah... sana pergi bikin kesel aja" Rafael menarik tangan Millie yang hendak pergi


"Kalo kamu cemburu aku liat orang lain, gimana kalo kitab yang bikin? "


"Iihh.. makin ngaco, udah pulang sana" Millie mengambil bantal sifa untuk memukuli Rafael


"Bercanda sayang.. aduhh"


"Aku gak mau ketemu kamu, sana pergi" usir Millie


"Siapa juga yang mau ketemu kamu? orang aku mau jemput papa mertua buat jagain kakak ipar" wajah Millie bersemu merah lalu memalingkan wajahnya


"Ya udah sana.. bye" Millie pergi seraya menghentakkan kakinya membuat Rafael tertawa


"Bisa bisanya dia mempermainkan gue" gerutu Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Raisa tak sadarkan diri ketika di lepaskan oleh pria itu, dia berada di depan sebuah ruko saat tersadar


Saat membuka handphonenya dia Terkejut karena mendapatkan banyak pesan cacian, makian, bahkan mereka yang merendahkan menanyakan tarif dan lain lain


"Ini... ini... aaarrrggghhh.. enggak.. enggak.. kenapa bisa begini? "


"Aarrggghh gue malu.. gue malu" teriak Raisa


Raisa pulang kerumahnya namun sang ibu tidak membukakan pintu rumahnya, dia malu memiliki anak seperti Raisa


Lebih apesnya lagi Raisa di jemput oleh polisi tepat di halaman rumahnya, Ibunya hanya bisa menyaksikan dari jendela rumahnya


Meskipun kasihan tapi dia juga merasa malu dengan kelakuan anaknya, di tambah suaminya yang tidak tahu kemana perginya membuat mama Raisa semakin kacau

__ADS_1


__ADS_2