
Saat suami dan anak anaknya masuk Allea baru saja selesai di perban kepalanya, Dokter meresepkan obat karena Allea tidak mau di rawat
"Terimakasih ucap Allea"
"Sayang kamu gak apa apa? " Allea menurunkan tangan Max dari kedua pipinya
"Gak apa apa.. maaf ya mama buat kalian khawatir" ucap Allea sambil tersenyum namun tatapannya hanya memandang anak anaknya
"Kita khawatir banget sama mama, lain kali jangan buat kita khawatir lagi ya ma" Millie memeluk Allea di ikuti Ellia dan dua adiknya
"Kamu dari mana aja? " tanya Max
"Gak kemana mana" Jawab Allea dingin, Ellia merasa ada yang tidak beres dengan kedua orang tuanya memutuskan membawa adik adiknya keluar
"Kita beli makan yuk.. laper nih" tanpa menunggu jawaban dari mereka Ellia menarik tangan ketiganya keluar
"Kamu kenapa? aku ada salah? " Tanya Max
"Enggak... aku yang salah" jawab Allea, dia begitu dingin tidak ada senyum sedikitpun di wajahnya
"Kamu salah apa? Kamu begini pasti aku punya salah kan? Aku minta maaf kalo aku udah bikin salah"
"Aku mau pulang" Allea turun dari tempat tidurnya
"Dia kenapa sih sebenernya? " Max tidak mengerti ada apa dengan sikap Allea terhadapnya
Sesampainya di rumah pun Allea bergegas ke kamar lalu mengunci pintu kamarnya, Millie menuruni anak tangga seraya memperhatikan sang ayah yang masih menggunakan pakaian kerja
"Papa belum mandi? " tanya Millie sambil duduk di samping sang ayah
"Papa lagi berantem sama mama? " tanya Millie lagi
"Enggak sayang.. papa lupa masih ada kerjaan" Max masuk ke dalam ruang kerjanya untuk menghindari pertanyaan Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Nanti kalo udah boleh pulang kita tinggal di rumah kamu aja" ucap Ello
"Kenapa? bukannya mama nyuruh pulang ke rumah kamu? "
"Kamu kan tau di rumah anak anak berisik, kasian bayi kita kalo tidurnya terganggu" jawab Ello
"Iya.. iya.. Aku ikut aja, gimana keadaan mama? "
"Aku semalem udah liat ke rumah, alhamdulillah cuma luka ringan aja meskipun mobilnya rusak parah" jawab Ello
"Gak biasanya mama nyetir sendiri"ucap Irene
"Iya.. kata Millie papa sama mama juga kayak lagi ada masalah mereka diem dieman "
"Kenapa kamu gak tanya? "
__ADS_1
"Mereka udah tua, berantem berantem kecil udah biasa"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael berdiri bersandar di pintu mobilnya tepat di depan sekolah Millie, Anna yang sudah lama tak bertemu dengan Rafael berniat menyapa namun suara Millie mengurungkan niatnya
"Yaang" Millie melambaikan tangannya berlari kecil menghampiri Rafael sambil merentangkan tangannya
Rafael hanya terkekeh melihat kelakuan tunangan kecilnya, Rafael berdiri merentangkan tangannya lalu Millie memeluknya
"Capek gak? " Rafael menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Millie
"Capek abis olahraga, aku laper makan yuk" Millie menggelayut manja di lengan Rafael
"Mau makan apa? " tanya Rafael
"Aku mau... bakso aja deh" Millie sempat menggantung kata katanya memikirkan apa yang ingin dia makan
"Kok langsung di jawab? " tanya Rafael
"Maksudnya? " Millie kelihatan bingung
"Harus nya jangan langsung jawab, kamu jawab terserah kan cewek biasanya gitu"
"Oohh... kayak mantan kamu? " tanya Millie
"Iya... kalo mau makan suka muter muter dulu karena selalu bilang terserah, akhirnya pilih tempat yang pertama juga " Rafael awalnya bicara dengan seraya tertawa kecil namun dia menyadari sesuatu ketika itu mantan kamu kali, yang mau di mengerti, yang mau pacarnya peka padahal dia gak bilang, itu kan? " ucap Millie dengan tatapan sinis
"Bukan... aku gak bahas mantan, sensi banget "
"Yang.. kok duduk di situ sih? "
"Udah jalan aja.. kamu nanti aja ajak makan mantan kamu biar jawabnya terserah terus" Millie tidak lagi mendengarkan Rafael dan memilih menutup telinganya dengan earphone
Sepanjang perjalanan Rafael berbicara panjang lebar dia tidak tahu Millie memakai earphone di telinganya, saat Rafael menyadarinya dia menghentikan mobil lalu menarik earphone tersebut
"Jadi dari tadi kamu gak dengerin aku? " bukannya menjawab Millie malah mencebikan bibirnya sambil mengikuti perkataan Rafael dengan wajah mengejek
"Kamu ya... " Rafael melangkah pindah ke kursi belakang memeluk Millie dan menjatuhkannya
"Lepasin.. Rafael awas berat" Millie berteriak saat Rafael menindih nya
Entah apa yang mereka lakukan hingga mobil pun ikut bergoyang, sesaat kemudian Millie duduk sambil mengusap kasar bibirnya
"Sakit" ucap Millie sambil memukul Rafael
"Biar bibir kamu gak manyun manyun lagi" Bibir Millie memerah dan bengkak karena ulah Rafael
"Nyebelin.. udah kayak kesurupan aja gak tau apa sakit" gerutu Millie
"Mana aku liat.. maaf ya kasian ayangnya aku " Rafael menyentuh pipi Millie dan meniup pelan bibirnya
__ADS_1
Bukan Rafael namanya jika tidak membuat Millie kesal, Rafael awalnya meniup lalu mengecup berkali-kali kemudian kembali melancarkan aksinya
"Rafaeeeel" teriak Millie, Rafael hanya terkekeh setelah membuat Millie marah marah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayo bicara" Max mengunci Allea di kamarnya
"Silahkan"
"Kamu sebenarnya kenapa? kalo aku salah seenggaknya kamu bilang salah aku dimana? aku selalu bilang kan sama kamu kalo aku salah itu ngomong jangan diem aja, mana aku tau kamu maunya apa kalo kamu gak ngomong" Allea awalnya hanya diam, lalu menghela nafas sebelum bicara
"Aku mau cerai"
Deg
Bak di sambar petir di siang bolong Max sampai berdiri dari duduknya, Max berlutut di hadapan Allea menatap matanya seraya menggenggam tangannya
"Katakan sekali lagi" Max rasanya masih tidak menyangka sang istri tiba-tiba meminta perceraian
"Aku mau cerai" mata Allea mulai berkaca-kaca
"Bilang dimana salah aku? aku perbaiki semuanya tapi jangan pernah berniat pergi dari aku"
"Kamu membuat kesalahan yang tidak bisa aku maafkan, kamu harusnya tahu apa kesalahan kamu" Allea menarik tangannya Dan menghapus air matanya yang menggenang
Allea berjalan menuju laci di samping tempat tidur dan memberikan sebuah kertas pada Max, Allea sudah menyiapkan segalanya untuk berpisah dengan Max
"Untuk anak anak mereka sudah besar, mereka bebas memilih akan ikut dengan siapa"
"Enggak.. enggak.. ini gila, aku gak salah apapun kenapa kamu menyiapkan semua ini? "
"Tanda tangani aja, setelah itu kamu bebas bersama istri baru kamu" Max mengernyitkan dahinya
"Istri? aku gak punya istri selain kamu, kamu tau sendiri aku cinta mati sama kamu gak mungkin aku punya istri lain"
"Kamu gak usah bohong.. kamu menyuapi dia makan pantesan akhir akhir ini kamu sering pulang telat, kenapa kamu masih pulang ke sini? apa karena anak anak? kamu gak usah khawatir mereka udah dewasa mereka akan mengerti, sekarang tanda tangani ini " Allea mengulurkan kasar Kertas itu ke dada Max
"Apa ini? " Max masih tidak mengerti apa yang allea maksud
"Liat ini" Allea memutar video yang dia dapat saat itu
"Kurang ajar" Max mengepalkan tangannya
"Kamu yang kurang ajar" Max berusaha menjelaskan dan memeluk Allea namun istrinya semakin berontak
Allea melepaskan diri dari pelukan Max lalu menampar nya, Max hendak mengatakan semuanya namun ponsel berdering
"Apa? " tanya Max
"Sudah saya duga, kita bereskan" ucap Max
__ADS_1
"Sayang aku jelasin nanti, aku pergi dulu" Allea luruh di lantai setelah Max pergi
Allea tidak menyangka pria yang cinta mati padanya mampu mengkhianatinya