Youth Love

Youth Love
eps 205


__ADS_3

"Sayang tunggu" Rafael menyusul Millie keluar gedung


"Apa?" Millie menatap malas Rafael


"Semua udah terbukti, aku gak salah tapi kenapa kamu masih marah?" tanya Rafael


"Kalo papa gak bergerak mungkin Anjani udah berbuat lebih jauh lagi, kamu sebenarnya niat cari bukti gak sih? "


"Aku baru start papa kamu udah sampe finish jadi jangan salahin aku" lirih Rafael


"Kamu aja yang lamban''


"Tapi semua udah terbukti, kan? aku gak salah dan sekarang kamu gak bisa marah lagi dong sama aku?" ucap Rafael seraya mendorong pelan bahu Millie dengan bahunya


"Aku masih marah" Millie kembali berjalan meninggalkan Rafael


"Loh... sayang tapi kan..." Rafael segera berlari menyeimbangkan langkahnya dengan Millie


"Kamu gak ngasih Kabar kalo pulang telat, kamu juga bohong pagi itu" ucap Millie


"Itu karena aku takut kamu marah"


"Makanya kalo masih takut sama istri jangan macem macem" gerutu Millie


"Ya udah aku minta maaf.. kamu maafin aku, kan?" Rafael memasang wajah sok manisnya


"Gak mau... malem ini tidur di kamar tamu" ucap Millie seraya pergi naik taksi yang berhenti di pinggir jalan


"Lagi? sayang jangan gitu dong.. masa aku tidur di kamar tamu lagi" Rafael mengetuk pintu taksi tersebut


Millie hanya menjulurkan lidahnya lalu menyuruh supir taksi untuk menjalankan mobilnya


"Sial... gagal dapet jatah lagi dong" Rafael menggaruk kepalanya frustasi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Anjani baru saja sampai di rumahnya namun tiba-tiba pintu rumahnya terbuka saat dia baru berdiri di depan pintu, sebuah tangan melayang dan mendarat di pipi Anjani


Ayah Anjani berdiri dengan tatapan nyalang, Anjani tertunduk memegangi pipinya yang terasa perih


"Anak kurang ajar.. membuat malu nama baik keluarga, apa yang selama ini aku lakukan untukmu tidak ada harganya? kenapa kamu membuatku tidak punya wajah untuk bertemu banyak orang? aku sudah memberimu segalanya, apa itu kurang?"


"Ayah... aku minta maaf ayah" Anjani menangis memegangi kaki ayahnya


"Mulai saat ini kamu tidak memegang kendali atas perusahaan itu lagi, kamu akan di kirim ke Cina dan tinggal di pedesaan disana"


"Ayah.. ayah.. aku minta maaf.. ayaaahh...." Anjani langsung di seret dua orang bertubuh kekar bersama koper yang sudah di siapkan sebelumnya


Ayah Anjani tidak menghiraukan teriakan Anjani yang perlahan menghilang seiring menjauhnya mobil yang membawanya

__ADS_1


"Aku tidak ingin anakku mengulangi kesalahan yang sama, maafkan ayah nak.. ayah hanya ingin yang terbaik untukmu " ucap ayah Anjani meratapi mobil yang kian menghilang di kegelapan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie baru saja sampai di halaman rumahnya, dia melihat Ellia dan Dirga sedang berhadapan tampaknya sedang bersitegang


"Kamu baru pulang? mana Rafael?" tanya Ellia


"Masih di jalan.. kalian lagi ngapain? kok gak masuk?" Millie balik bertanya


"Kamu masuk duluan aja" ucap Ellia


"Oke.. aku duluan" Millie tersenyum pada Ellia dan Dirga


"Kamu masih gak mau maafin aku?" ucap Dirga


"Aku maafin kamu, aku cuma lagi mau fokus belajar"


"Kita gak perlu putus, kan? kita masih bisa jalanin hubungan sambil fokus belajar" Ellia menghela nafasnya


"Oke... kita masih pacaran tapi selama kita ngerjain skripsi tolong jangan ganggu aku dulu, udah dulu ya aku masih belajar" ucap Ellia lalu pergi menutup pintunya


Mobil Rafael masuk saat Ellia menutup pintu rumahnya, Dirga berjalan ke arah motornya yang berada tidak jauh dari mobil Rafael


"Kenapa Lo pulang masing-masing? kalian berantem?" tanya Dirga


"Bukan urusan Lo" jawab Rafael


"Lo ngomong apa sih? urusan aja hubungan Lo yang berada di ujung tanduk, gue mau bobo dulu sama istri tercinta" ucap Rafael sambil berlalu pergi


"Kenapa perasaan gue selalu kayak gini? kenapa perasaan gue selalu terjebak diantara Ellia dan Millie? apa karena gue Deket sama mereka dari kecil?" gumam Dirga


Dirga berdiri di sebrang rumah Max berharap Ellia melihatnya masih berada di sana, namun bukan itu yang dia lihat melainkan dua sejoli yang sedang bermesraan


Millie berdiri di atas balkon menatap langit berhiaskan bintang, Rafael yang baru saja masuk memeluknya dari belakang


"Mandi sana" Millie melepaskan tangan Rafael dari tubuhnya


"Bareng"


"Gak mau.. mandi aja sendiri" Millie bergeser menjauhi Rafael


"Jangan marah terus dong, aku udah minta maaf.. aku janji gak akan ulangi lagi" ucap Rafael sambil berbisik


"Geli" Millie menjauhkan kepalanya


"Maafin ya.. maafin dong" Rafael mengusak kepalanya di ceruk leher Millie


"Geli tau.. udah" Millie berbalik berhadapan dengan Rafael

__ADS_1


"Gimana caranya biar kamu maafin aku? apa aku harus seperti ini atau begini?" Rafael menari seolah menjadi balerina membuat Millie tertawa


"Udah udah.. aku maafin kamu asal kamu janji gak ulangi lagi" Millie menarik tangan suaminya


"Gitu dong.. aku janji mulai sekarang kalo aku meeting di luar jam kantor aku ajak kamu" Rafael meraih tangan Millie dan mengalungkannya di lehernya


"Maaf ya aku gak bisa kayak papa kamu, tapi aku janji.. aku akan menjadi lebih baik dari sebelumnya" Rafael dan Millie menyatukan kening dan hidung mancungnya


"Setiap Orang bisa belajar dari pengalaman, kita gak sempurna tapi coba jujur untuk setiap hal biar gak ada kesalahpahaman lagi"


"Aku janji.. jujur tentang apapun sama kamu, aku sayang sama kamu" Rafael mengecup kening Millie


Keduanya saling menatap sesaat kemudian Rafael menempelkan bibirnya dan Millie lalu mengangkatnya seperti koala masuk ke dalam kamar


"Harusnya gue tau.. cinta gue cuma buat Ellia" ucap Dirga


Dirga tidak merasa cemburu melihat Millie dan Rafael, dia hanya takut Millie di sakiti orang lain


Rasa sayangnya pada Millie sama seperti rasa sayangnya pada Dita, Dirga hanya tidak ingin orang lain menghancurkan perasaan adik adiknya


Sekarang dia yakin cintanya hanya untuk Ellia saja, Dirga pergi dengan motornya meninggalkan Rumah Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Udah pagi.. kamu gak mau bangun?" Rafael berbisik di telinga Millie yang masih tertidur pulas


"Hmm..." Millie hanya bergumam menarik kembali selimutnya


"Aku berangkat pagi pagi, kamu gak mau ikut?"


"Kamu berangkat aja.. aku nanti numpang sama kak Ello" racau Millie


"Kamu hari ini ke sekolah?"


"Heem.. ambil ijazah buat masuk universitas " jawab Millie masih memejamkan matanya


"Ya udah cepet bangun... abis ambil ijazah kamu ikut ke kantor" Rafael menarik tangan Millie hingga bangun dari tidurnya


"Aku masih ngantuk" Millie mengucek matanya tanpa sadar selimut yang menutupi tubuhnya melorot


"Kamu godain aku pagi pagi?" ucap Rafael


"Iisshh... siapa yang godain? punya mata jelalatan banget" Millie memukul dada Rafael lalu kembali menaikkan selimutnya


"Sayang aku udah mandi, cepet bangun atau aku ceburin ke kamar mandi" Rafael menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Millie


"Rafaeeeel... Millie berteriak menutup tubuhnya yang tak terbungkus kain dengan bantal


Rafael hanya tertawa melihat istrinya seperti bayi dengan bibir cemberut

__ADS_1


"Pake atau aku gak jadi ke kantor hari ini" Rafael melemparkan handuk ke arah Millie


Millie yang tahu maksud suaminya segera memakai handuk dan melesat ke kamar mandi


__ADS_2