Youth Love

Youth Love
eps 206


__ADS_3

Hari ini Millie lulus dan di hari kelulusannya keluarganya serta keluarga Rafael turut hadir, Millie sedang bergurau bersama teman temannya tiba-tiba saja ada yang menarik pinggangnya


"Jangan terlalu Deket aku gak suka" bisik Rafael ketika melihat Millie berdekatan dengan Aldi


"Cih.. posesif banget sih" ledek Aldi


"Kenapa? ada masalah?" Millie menggelengkan kepalanya melihat Rafael Yang selalu cemburu tanpa tahu tempat


"Aku gak Deket Deket sama siapapun.. aku cuma punya kamu" ucap Millie membuat ketiga sahabatnya berekspresi seakan mau muntah


"Ciiiee..." ledek Dita


"Cuaks" ucap ketiga sahabat Millie


"Sejak kapan Lo jadi lebay mil? kayak bukan Lo aja" ucap Aldi


"Kalian sirik aja, makanya cari pacar" ledek Rafael


"Ayo guys kita pergi aja, biarin mereka pacaran" Aldi mengajak teman temannya pergi


"Sekarang kita mau kemana?" tanya Rafael


"Mereka udah pulang?"


"Papa sama mama masih ngobrol sama temen temennya, mami pulang bawa Oma istirahat " ucap Rafael


"Aku kangen sama kamu.. gimana kalo kita..." Rafael menggantung ucapannya


"Kalo kita apa??"


"Kamu ngerti maksud aku, kan?" Rafael menarik turunkan alisnya


"Gak mau... ajak istrinya jalan jalan kek"


"Kamu mau jalan jalan? kemana?" tanya Rafael


"Korea.. aku mau ketemu oppa oppa ganteng, siapa tau bisa ketemu Cha Eun wo atau.. atau.. Lee Jong suk"


"Itu siapa lagi? apa aku kurang ganteng?" Rafael melihat wajahnya dari kaca jendela


" Ganteng..tapi aku bosen liatnya" jawab Millie


"Bosen? kamu ya..." Millie tertawa ketika Rafael menggelitiknya


"Udah.. udah.. aku cuma bercanda" Millie melepaskan diri dari Rafael


"Suami aku paling ganteng, paling baik, paling kuat, paling... paling.. aku sayang" ucap Millie


Rafael mengambil handphonenya dan mengetik sesuatu, Millie berusaha mengintip namun Rafael selalu mengelak


"Nih... anggap aja hadiah kelulusan kamu" ucap Rafael memberikan handphonenya pada Millie


"Serius... kamu beli tiket ke Korea?" Millie membulatkan matanya


"Sore ini kita berangkat" Millie semakin membulatkan matanya sambil menutup mulut dengan tangan


"Tapi kita belum siap siap "


"Gak perlu.. kita langsung berangkat, ada orang yang siapkan semuanya disana" ucap Rafael


Rasanya Millie semakin di buat meleleh oleh suaminya, meskipun orang ini begitu menyebalkan tapi dia selalu memberikan kejutan yang tidak di sangka sangka


Millie memeluk lengan Rafael dengan perasaan bahagianya, tak peduli mereka menjadi pusat perhatian saat berjalan pergi meninggalkan area sekolah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Katanya Millie mau diajak pergi ke Korea " Irene ikut ikutan ingin diajak liburan oleh suaminya


"Mereka mau honeymoon, kamu kenapa sih ribut sendiri orang lain yang mau pergi"


"Tapi kamu gak pernah ajak aku honeymoon romantis berdua" rengek Irene


"Kita punya dua bayi, emang kamu tega ninggalin mereka berdua?"


"Iya juga sih.. terus kapan kamu ajak aku honeymoon?" tanya Irene


"Niatnya nanti kalo anak anak udah agak gedean, bisa di tinggal tinggal sama mama, lagian honeymoon sama di rumah sama aja"


"Beda sayang.. kalo honeymoon kan ada spesialnya " jawab Irene


"Spesialnya apa? tidurnya di ranjang juga, cara mainnya begitu juga"


"Tapi suasananya beda" Irene tetap tidak mau kalah


"Nanti aku ajak kamu main di kamar mandi sama di kolam berenang biar suasananya beda" jawab Ello


"Dasar kutub Utara, emang gak ada romantis romantisnya" ucap Irene seraya meninggalkan Ello


"Ngedumel Mulu, gak tau apa orang lagi pusing ngerjain skripsi " gumam Ello


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie sedang berdiri menikmati pemandangan di atas kamar hotelnya, Rafael memeluknya dari belakang masih menggunakan bathrobe


"Kamu minum?" Millie berbalik menatap Rafael yang memegang gelas wine di tangannya


"Disini dingin" ucap Rafael seraya meneguk air di gelas tersebut


"Apa aku gak cukup hangat?" Millie mengalungkan tangannya di leher Rafael


Perlahan Millie mengambil gelas dari tangan suaminya dan menyimpannya lalu menuntun tangan Rafael agar memeluk pinggangnya


"Kamu cantik.. "Rafael menatap wajah Millie


"Aku tau" jawab Millie sambil terkekeh

__ADS_1


"Tunggu" Rafael hendak menciumnya namun Millie menghentikannya


Millie mengambil tas yang ada di sampingnya hendak mengambil pil yang ada di dalamnya, Millie membuka pil tersebut namun Rafael mengambilnya


"Aku mau kamu gak usah minum pil ini lagi" Rafael melemparnya ke lantai


"Tapi...." sebelum Millie bicara Rafael sudah menyambar bibir Millie dan membantingnya ke ranjang


"Aku mau bayi itu tumbuh disini" Rafael mengukung Millie seraya mengelus perutnya


"Gimana kuliah aku?" tanya Millie


"Kamu masih bisa kuliah, aku gak akan membatasi kamu"


Millie menatap mata Rafael lalu mengangguk menyetujui permintaan suaminya, tanpa pikir panjang Rafael menarik gaun tidur yang di pakai Millie hingga robek


Hawa dingin disana tak mereka rasakan karena panasnya pergumulan mereka, akhirnya keduanya tertidur di bawah gulungan selimut tebal tanpa sehelai benang pun


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


...MUSUHKU ADALAH JODOHKU...



Dua keluarga memiliki hubungan yang dekat bahkan sangat dekat namun berbeda dengan kedua anak dari pasangan pasangan tersebut, mereka kerap kali bertengkar bahkan berkelahi meskipun sudah dewasa


Eliza.. Gadis yang keras kepala, hidup semaunya sendiri, jahil, kerap menghamburkan uang orang tuanya tanpa mau bekerja, tapi dia gadis yang ceria dan menyenangkan 


Zayn... Juga keras kepala, pekerja keras, mempunyai tempramen yang buruk namun banyak digilai wanita


Keduanya akan di pertemukan kembali setelah mereka berpisah dalam waktu yang cukup lama namun akan terikat hubungan pernikahan karena kejahilan Eliza 


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


eps 1


"Aku tidak mau bermain dengan Zayn lagi" gerutu Eliza kecil


"Kenapa? Zayn baik kok" ucap ibu Eliza


"Dia menghancurkan mainanku cuma gara gara aku gak sengaja nyenggol dia sampai jatuh"


"El kan gak sengaja, mungkin Zayn juga gak sengaja" Ibunya berusaha membujuk gadis kecil ini


"Tapi... Tapi.. Zayn jahat" suara tangis Eliza seakan memecahkan gendang telinga


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


"Kenapa Zayn rusakin mainan Eliza?" Tanya ibu Zayn


"Eliza jegal kaki aku, liat robot aku juga rusak karena jatuh" jawab Zayn


"Mungkin El gak sengaja, nanti minta maaf ya nak sama El"


"Enggak... Biarin aja dia duluan yang minta maaf" Zayn berbalik membelakangi ibunya sambil melipat tangannya di dada


"Anak mami itu aku apa El sih? mami selalu aja belain El" Zayn pergi dengan marah


"Zayn.. hah anak itu susah di atur" ibu Zayn menggelengkan kepalanya


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


Saat masa masa SMA


Anak anak berkerumun melihat perkelahian antara Zayn dan Eliza, Zayn menjambak rambut Eliza sementara gadis itu satu tangannya mencengkeram seragam Zayn yang kancingnya hilang entah kemana dan satu tangan lagi mencengkeram kepala Zayn


"Lepasin gak?" teriak Eliza


"Lo yang lepasin duluan"


"Gue gak mau"


"Gue juga gak mau"


"Stoooop.... " teriakan seorang guru menghentikan keduanya


"Ikut ibu ke kantor" guru tersebut menarik tangan keduanya


"Kalian ini kenapa sebenarnya? setiap hari ibu dengar kalian berkelahi, Zayn kamu laki-laki gak pantes kalo kamu berkelahi sama perempuan "


"Dia yang mulai Bu, dia sobek buku saya" Zayn memberikan pembelaan


"Kan gak sengaja Bu" ucap Eliza pelan


"Kamu juga El, perempuan kok cari gara gara terus.. ibu bosen tiap hari denger kalian ribut"


"Saya juga bosen tiap hari di panggil ke ruangan ibu" gumam Eliza


"Kamu bilang apa El?"


"Gak ada Bu" Eliza segera menggelengkan kepalanya


"Bohong Bu.. tadi dia bilang bosen liat muka ibu" Sergah Zayn


"Dia yang bohong Bu, saya gak ngomong gitu " keduanya kembali saling adu mulut membuat gurunya pusing


"Keluaaaaaaar" teriakan guru itu membuat keduanya lari pontang-panting


Keduanya berhenti di samping sekolah dengan nafas tersengal, Eliza menatap Zayn dengan tatapan permusuhan begitupun sebaliknya


"Apa?"


"Apa?"


"Ini semua gara gara Lo" Eliza menginjak kaki Zayn lalu berlari meninggalkannya

__ADS_1


"Dasar sialan" Zayn memegangi kakinya


Begitulah setiap hari mereka habiskan hanya untuk bertengkar satu sama lain, tidak ada satu hari pun mereka lewatkan kecuali mereka tidak bertemu


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


Hari Minggu seperti biasa keluarga Eliza dan Zayn akan berkumpul karena rumah mereka bertetangga, mereka akan menghabiskan waktu hanya untuk sekedar minum th bersama dan bersenda gurau


"El... tolong buatkan minuman " ucap ayahnya


"Iya pa.." Eliza mengintip dari dapur takut seseorang tiba-tiba masuk


Eliza memasukkan beberapa sendok garam ke minuman Zayn lalu menandainya agar tidak tertukar


"Selamat menikmati" ucap Eliza dengan senyuman yang membuat Zayn curiga


Eliza menatap Zayn dengan senyuman anehnya namun setelah beberapa tegukan Zayn tidak bereaksi sama sekali


"Aneh.. apa dia suka rasa minumannya?" batin Eliza seraya meminum air di gelasnya


"Aku ambil kue sebentar" Eliza kembali ke dapur untuk memastikan toples garam yang tadi dia gunakan


"Beneran garam" gumam Eliza


Eliza kembali ke tempat duduknya namun disana hanya ada Zayn karena orang tuanya pergi ke kebun belakang untuk melihat koleksi bunga baru milik ayah Eliza


Eliza kembali meminum air di gelasnya namun kini terasa berbeda, Eliza menyemburkan air tersebut kearah Zayn karena rasanya yang sangat asin


"El..li...zaaaaaa" teriak Zayn


"Pasti mereka bertengkar lagi" ucap kedua orang tua mereka mendengar teriakan Zayn


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


Hari ini di sekolah Eliza tidak melihat batang hidung Zayn, hidupnya terasa ada yang kurang tidak menjahili pemuda itu


Rupanya hari itu Zayn keluar dari sekolah dan Eliza baru mengetahuinya dari teman sekelasnya, ketika pulang sekolah Eliza begitu lemas menjatuhkan tubuhnya di sofa


"Kenapa sayang?" tanya sang ibu


"Zayn kenapa keluar dari sekolah ma?"


"Zayn dan keluarganya akan ikut ke negara papinya Zayn, om Vincent kan orang Belanda" jawab ibu Eliza


"Kok El baru tau? "


"Mama pernah kasih tau El waktu itu, tapi El gak denger dan langsung pergi sama temen temen El"


"Kapan mereka pergi?" tanya Eliza


"Hari ini sayang... ini mama sama papa mau bantuin mereka"


"Apa? " Eliza langsung bangun dari tidurnya


"Kenapa? El gak rela di tinggal Zayn? jangan jangan El suka lagi sama Zayn?" goda ibu Eliza


"Iihh.. amit amit, El gak akan pernah suka sama orang kayak dia"


"Jangan gitu loh.. entar tau tau jodoh "


"Mamaaa.. nyebelin deh"


"Mau ikut gak ke sana, kita bantu beres beres" Eliza mengangguk lalu ikut bersama orang tuanya


Sesampainya di rumah Zayn rupanya mereka sudah bersiap untuk pergi, keluarga Zayn berpamitan pada keluarga Eliza


"Maaf-maafan dulu sana" ibu Zayn mendorong anaknya agar berhadapan dengan Eliza


Keduanya bersalaman namun dengan aura permusuhan, Zayn mencengkeram kuat tangan Eliza sementara gadis itu membalas dengan menginjak kaki Zayn


"Akhirnya gue gak akan ketemu Lo lagi" bisik Zayn


"Semoga Lo kembali dan gue pastikan akan membuat hari hari Lo jauh lebih menyebalkan " jawab Eliza


"Dasar jelek" ucap Zayn


"Dasar gendut, jerawatan, kadas, kurap, kutu air, panu, sapi Limousine " jawab Eliza membuat Zayn marah dan menjambak rambut Eliza


Terjadilah perkelahian kembali di momen perpisahan mereka hingga harus di pisahkan kedua orang tuanya


"Adduuhh.. ini anak berdua bikin pusing aja"


"Kalian ini selalu ribut"


"Dia yang mulai" ucap keduanya bersamaan


"Kalau kalian berjodoh baru tau rasa " ucap papi Zayn dengan logat belandanya


"Amit amit" keduanya kembali menjawab bersamaan dengan gesture tubuh yang sama


Kedua orangtua mereka tertawa melihat kelakuan anak anaknya, Zayn dan keluarganya akhirnya pergi dengan mobil mereka meninggalkan halaman rumahnya


Tatapan Eliza sebenarnya menyiratkan kehilangan begitupun Zayn yang masih melirik Eliza dari kaca mobil


"Gak ada temen berantem lagi deh" ucap ibu Eliza sambil memeluk sang putri


"Makanya bikin adik dong ma biar ada temen berantem"


"Mama udah gak bisa kasih kamu adik sayang, saat kamu lahir terjadi sesuatu yang sangat darurat dan membuat rahim mama enggak bisa punya anak lagi" ucap ibu Eliza


"Jadi aku anak mama sama papa satu-satunya?" tanya Eliza dan hanya diangguki oleh kedua orangtuanya


"Asyiiik.... semua warisan jatuh ke tangan aku dong" teriak Eliza


"Eliza" tegur keduanya

__ADS_1


Eliza hanya nyengir kuda seraya menggaruk tengkuknya, kedua orangtuanya benar benar di buat geleng geleng kepala dengan kelakuan anak semata wayangnya


Jangan lupa like komen dan vote di karya baru othor 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2