
Rafael menjemput Mami nya di sebuah salon yang di sebutkan Mami nya itu, Rafael baru saja turun dari mobil di sambut laki-laki yang berprilaku seperti perempuan
"Si tampan udah datang" Pria itu menggandeng tangan Rafael
Rafael sampai bergidik menarik tangannya dan kabur ke dalam, Rafael bersembunyi di balik tubuh Mami nya
"Kenapa ini lari lari? " Tanya mami Rafael ketika anaknya bersembunyi di belakangnya
"Pantaslah anakku lari, kenapa kamu menakut-nakutinya? " pria itu hanya tersipu tubuhnya bergerak ke kiri dan ke kanan di buat semanis mungkin
"Dia ganteng banget, bolehlah pegang dikit" tangannya terulur hendak menyentuh Rafael
Plak
"Langkahi dulu dulu mayat ku" ucap mami Rafael
"Galaknya calon mertua" terdengar suarapintu terbuka seketika mereka menatap seseorang yang keluar dari dalam
Mata Rafael tak berkedip menatap gadis cantik yang sedang menarik gaunnya, bibir Rafael sedikit terbuka melihat Millie bersinar dengan balutan gaun maroon sangat kontras dengan kulit putihnya
"Mami... apa ini gak terlalu berbuka? " Millie menarik gaun depan bagian atasnya
"Kamu cantik sayang" Millie mengangkat kepalanya dan baru menyadari bahwa di sana ada Rafael, Millie dengan cepat menyilangkan tangannya di dada dan berjalan mundur hendak kembali ke dalam
"Gak usah di tutup, gak terlalu terbuka kok.. kamu cantik sampe Rafael gak kedip loh liat kamu" mendengar namanya di sebut Rafael segera menundukkan pandangannya
"Mami... ada baju lain gak?" Tanya Millie, mami Rafael menurunkan tangan Millie
"Ini udah bagus.. kamu sini ngapain bengong disitu? " Rafael melangkahkan kakinya menghampiri mereka
"Ini siapa mami? cantik kali? tapi tetep cantikkan ekeu, iya kan tampan? " Millie mengulum senyumnya melihat Rafael yang menatap pria itu jijik
"Calon menantuku lebih cantik dan yang terpenting dia wanita tulen, ayo pergi" Mami Rafael membuat tangan Millie dan Rafael bergandengan
"Ayo jalan" Mami Rafael mendorong pelan tubuh keduanya agar berjalan lebih dulu
Rafael sebenarnya sudah memberitahu Mami nya bahwa hubungannya dan Millie sudah berakhir tapi wanita tua itu tidak rela jika Millie jatuh ke pelukan pria lain, jadi dia merencanakan makan malam bersama keluarga almarhum papi Rafael
Millie dan Rafael sangat canggung namun di belakang Mami nya mengawasi, Rafael terkadang curi-curi pandang pada Millie namun saat mata keduanya bertemu dia akan celingukan berpura-pura melihat sekitarnya
Wajah Millie terlihat ketus, judes, galak, dan bete di saat berhadapan dengan Rafael berbeda jika berhadapan dengan mami Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tok.. tok.. tok..
"Siapa ya? " tanya Allea ketika membukakan pintu
"Aku Arumi tante, Ellia undang aku buat belajar di sini"
"Ohh.. silahkan masuk, kamu duduk dulu ya tante panggil Ellia nya dulu"
Bibi mengantar minuman ke meja dimana Arumi duduk, Ello turun dari tangga sepertinya dia baru selesai mandi terlihat dari rambutnya yang masih basah
__ADS_1
"Hai.. Ello" sapa Arumi, Ello hanya melihat sekilas sambil mengangkat satu tangannya
"Cih.. apa dia bisu? " gumam Arumi
"Hai Arumi... maaf menunggu lama" Ellia menghampiri Arumi dengan buku buku di tangannya
"Gak apa apa.. yang belajar cuma kita? "
"Iya... Ello kayaknya mau pergi" Ucap Ellia ketika melihat Ello menenteng jaket di tangannya
"Kita belajar dimana? "
"Disini ada taman, aku minta bibi bawa tikar dulu" Ellia menggelar tikar di taman samping rumahnya, mereka belajar di temani makanan dan cemilan untuk mengobati rasa kantuk mereka
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bukannya itu Millie sama pak Rafael? "
"Kata Anggia mereka udah putus? "
"Iya.. foto foto "
"Kayaknya Anggia cuma iri deh"
"Hmm.. mereka mau kemana ya? ada Mami nya pak Rafael juga"
Teman teman Millie kebetulan berada di restauran yang sama dengan Millie, mereka mengikuti Millie dan masuk ke sebuah ruangan yang di jaga dari luar
"Maaf kalian tidak boleh masuk" penjaga itu menghadang tiga teman Millie
" Teman kalian? "
"Iya teman kami, wanita yang pakai gaun merah datang bersama pria dan ibu ibu"
"Ruangan ini sudah di booking satu keluarga, jadi kalian tidak boleh masuk"
"Ayo pergi" mereka bertiga pergi dari sana karena tidak di izinkan masuk
"Jangan jangan mereka lagi bikin acara pertunangan? "
"Kayaknya sih, Millie pake gaun cantik dan pak Rafael juga pakaiannya formal"
"Ada gosip nih besok, si Anggia pasti malu"
Di dalam Millie tampak begitu gugup berhadapan dengan keluarga dari papi Rafael, Orang orang di hadapannya berbicara dengan formal membuat Millie tidak nyaman
"Jadi siapa gadis muda ini? tampaknya dia masih kecil? " Seorang wanita tua menurunkan kacamatanya menatap Millie
"Ibu... ini kekasih Rafael" ucap Mami Rafael
"Siapa namamu? " mami menyenggol lengan Millie ketika dia masih diam
"Nama... nama saya Millie" Millie menjawab dengan gugup
"Millie? Berapa tahun usiamu? " Millie menatap mami Rafael sebelum bicara , mami Rafael menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"Tujuh belas tahun "
"Kamu masih SMA ? masih kecil ternyata, apa kakak tidak tertarik dengan wanita yang seusia atau lebih matang? " ucap seorang wanita muda yang sedari tadi memandangi Rafael
"Maaf saya lebih suka anak kecil" jawab Rafael dingin
"Rafael kenapa kamu belum mengambil alih perusahaan? percuma kamu lulus lebih cepat jika akhirnya masih menganggur"
"Maaf oma.. saya masih ingin menikmati masa muda " Jawab Rafael
"Masa muda? masa muda yang seperti apa yang kamu mau? apa gunanya otak kamu yang jenius itu jika di gunakan hanya untuk bermain main? "
"Ibu.. mungkin maksud Rafael.. "
"Diam kamu.. jangan membela dia terlalu di manjakan hingga akhirnya seperti ini, pria tanpa uang dan jabatan bukan apa apa, kamu hanya bisa minta uang tanpa mau berusaha itu bukan sikap seorang pria" ruangan itu menjadi hening membuat Millie semakin tidak karuan
"Kamu harus punya kekasih seperti Raisa, dia wanita dewasa, pekerja keras dia pasti akan membuatmu lebih semangat berkerja " Wanita di samping wanita tua itu tersipu nampaknya dia yang di maksud
"Saya akan mengambil alih saat saya rasa sudah siap, saya tidak mau mengacaukan usaha yang bertahun-tahun di bangun papi, untuk semangat saya rasa bersama Millie hidup saya menjadi lebih bersemangat" jawab Rafael
"Kamu pikir wanita manja seperti ini bisa diandalkan? mana mau dia dengan pria pengangguran, gadis gadis seperti ini pasti hanya menginginkan, uang, barang barang branded, jalan jalan, makan di restauran mewah, apa kamu sanggup menuruti keinginannya jika kamu menganggur? " Millie sampai membulatkan matanya saat wanita tua itu mengatai hal yang tidak tidak tentangnya
"Wanita tua ini... kalo gak kualat gue lempar garpu tuh sanggul " batin Millie
"Ibu.. Millie bukan gadis seperti itu, keluarganya... " Mami Rafael ingin mengatakan tentang keluarga Millie namun wanita muda itu menyela pembicaraan
"Bukan gadis seperti itu? lalu kenapa kakak memesan sepatu wanita pada kak Zea dengan harga fantastis? bukankah sudah pasti seseorang memintanya? "
"Maaf nona... anda salah, sepatu itu kak Rafael sendiri yang memesannya dan saya tidak tahu apapun, lagi pula saya tidak bisa menghabiskan harta orang lain, papa saya cukup mampu untuk memenuhi keinginan anak anaknya" ucap Millie
"Begitu rupanya? lalu kenapa kamu menerimanya? "
"Saya yang memaksanya, Millie memang benar dia tidak tahu apapun.. oma saya harap pertemuan ini tidak perlu di lanjutkan, jangan menemui saya jika niat awalnya masih sama" ucap Rafael
"Oma tidak akan berhenti sebelum kamu mengambil alih perusahaan dan menerima perjodohan ini"
"Mengambil alih perusahaan sudah pasti tapi untuk perjodohan ini maaf sampai kapan pun saya tidak akan setuju, saya mencintai wanita lain" ucap Rafael
"Wanita lain? wanita ini? gadis kecil ini? ayolah... apa yang kamu harapkan dari seorang gadis kecil? "
"Emang dia mengharapkan apa? berharap gue tonjok bibir keriputnya? " Batin Millie
"Ibu.. jangan memaksa anak saya, biarkan anak anak menentukan jalannya" ucap Mami Rafael
"Kamu memang tidak berguna, tidak bisa mengajarkan anakmu dengan benar.. ayo raisa kita pergi saja" Nenek itu berdiri di bantu Raisa dan pergi meninggalkan meja makan
"Maaf sayang.. mami gak nyangka oma akan bicara seperti itu"
"Gak apa apa, bukan salah mami, gimana kalo sekarang kita makan? aku laper" Millie menghibur mami Rafael, sepertinya dia juga terluka dengan perkataan nenek tua tadi
"Ayo makan sayang.. makan yang banyak" Mami Rafael kembali tersenyum mengambil makanan ke piring Millie
Rafael memperhatikan cara Mami nya memperlakukan Millie, dia tahu alasan kenapa Mami nya mengajak Millie malam ini bertemu omanya itu semata mata agar perjodohannya di batalkan
Padahal selain itu mami Rafael juga ingin membuat hubungan Rafael dan Millie membaik, Mami Rafael sangat menyukai Millie selain dia berasal dari keluarga terpandang Millie juga selalu bersikap apa adanya
__ADS_1