
"Sial" mereka terkepung
Millie, Ello dan Rafael saling memunggungi untuk mengambil ancang ancang, perkelahian diantara mereka tak terelakkan
Lawan lawan berjatuhan namun semakin banyak pula yang datang, mereka bertiga kewalahan bahkan banyak terkena pukulan
"Kita harus jaga Millie" ucap Ello saling membelakangi dengan Rafael
"Millie nya mana? " tanya Rafael namun tubuh mereka masih dengan gesit melawan para penjaga itu
Mereka berkelahi sambil mencari keberadaan Millie yang ternyata sudah berlari ke ruangan lain, Millie kabur meninggalkan Rafael dan Ello untuk kembali mencari ibunya
"Dasar keras kepala" ucap Rafael
Di sebuah ruangan Millie baru menemukan Sang ibu dengan air yang sudah menenggelamkan setengah tubuhnya, Millie hendak berlari menghampiri namun Allea berteriak
"Jebakan jangan kesini" teriak Allea
Benar saja Millie terlambat seorang pria tinggi besar menendang perut Millie hingga tubuh kecilnya terpelanting dan punggungnya membentur tembok, Allea menangis berteriak melihat putri kecilnya di tendang hingga melayang
"Pergi dari sini nak.. bahaya" ucap Allea di sela tangisnya
Mendengar suara tangisan Sang ibu Millie berdiri meskipun tertatih, Nafasnya terengah emosinya sudah di ujung kepala dan siap meledak
Millie mengambil pistol di pahanya berniat menembak pria itu namun papa Raisa muncul dengan ancamannya
"Lepaskan pistol itu atau mama tercinta kamu akan mati tersetrum" ucap papa Raisa menaikan volume airnya
"Bangsat... heh.. aki aki bangkotan lepasin nyokap gue, gue bersumpah akan bunuh anak lo kalo lo berani sentuh nyokap gue" ucap Millie
"Cih... anak seorang Maxime tidak punya sopan santun rupanya"
"Gue harus sopan santun sama orang kayak lo? najis.. cuih" Millie meludah tepat di hadapannya
"Kurang ajar, sekarang kasih pistolnya atau mama cantik ini akan tenggelam dan mati, kita perbesar kekuatan listriknya" saking besarnya tekanan listrik tersebut sampai mengeluarkan percikan
"Oke.. gue kasih lepasin nyokap gue" ucap Millie
"Kasih dulu pistolnya manis" Millie meletakkan pistolnya di lantai
"Orang tua kamu akan selamat kalau kamu berhasil melawan dia " Millie harus melawan pria bertubuh kekar tadi
"Kalau kamu berhasil kalian akan pergi hidup hidup tapi kalau tidak kalian akan mati bersama disini" lanjutnya, Pilihan yang Sulit tapi jalan satu satunya adalah Millie harus mengalahkan orang itu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Kalian siapa? hei.. eemmpphh" Raisa berontak ketika di bekap seseorang
"Cepet bawa, berat banget" orang orang itu memasukkan Raisa yang sudah tak sadarkan diri ke dalam mobil
"Tuan wanita ini sudah kita dapatkan" Salah satu dari mereka menelpon seseorang
"Bawa wanita itu kesini"
"Baik tuan" Mereka melesat meninggalkan tempat tersebut
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Praaang...
"Kenapa? " Ellia bergegas ke dapur ketika mendengar suara pecah di sana
"Gak tau tangan gue kayaknya licin deh" ucap Irene
"Perasaan gue kok gak enak ya, semoga Ello gak kenapa napa" batin Irene
Sebenarnya perasaannya mengatakan firasat buruk namun dia tidak mengatakannya agar Ellia tidak kembali panik, Irene lebih banyak diam dalam hatinya dia berdoa untuk keselamatan keluarga suaminya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ello awas" teriak Rafael namun terlambat Ello tidak berhati-hati hingga tertusuk di bagian pinggang nya
"Semua udah kalah, bentar" Rafael mengambil mengikat orang orang itu agar saat mereka sadar tidak dapat menyerang lagi
"Lo tunggu aja biar gue yang cari Millie" Rafael khawatir terjadi sesuatu pada Ello
"Gue gak apa apa.. ayo cari adik gue" Rafael akhirnya memapah Ello mencari keberadaan Millie
Hanya satu pintu yang belum mereka buka yaitu pintu yang terbuat dari baja, Rafael membuka pintu tersebut dan betapa terkejutnya dia melihat Millie berusaha berdiri sudut bibir, hidung, batang hidung dan dahinya berdarah
"Millie.. " Rafael berlari membangunkan Millie
"Aku bisa sendiri" Millie berdiri dengan begitu gagahnya mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya
"Udah Millie udah.. " ucap Rafael
"Udah? kamu bilang udah? si tua bangka itu lagi nonton kita dari CCTV, dia akan menenggelamkan mama kalo aku gak bisa ngalahin dia" bentak Millie dengan segala amarahnya
"Masih punya tenaga cantik? Kenapa kita tidak habiskan tenaga untuk hal lain yang lebih menyenangkan"
"Cuih.. menjijikkan" Millie meludah ke arah pria hitam tinggi nan hitam
__ADS_1
Allea semakin menangis melihat anak anaknya yang kacau, Ello berusaha memecahkan akuarium dimana Allea dikurung dengan keadaan sudah lemas
Meskipun Ello kehilangan banyak darah tapi dia berusaha sekuat tenaga memecahkan kaca akuarium tersebut, Ello bersusah payah memecahkan akuarium yang airnya malah semakin deras mengguyur Allea
Sementara Millie di bantu Rafael mengalahkan pria itu, papa Raisa semakin menambah kecepatan air nya namun tiba-tiba kaca akuarium itu pecah saat Max datang menembak akuarium tersebut bersama anak buahnya
Max berjalan diiringi anak buahnya bak seorang ketua geng mafia, Senyum Millie terbit dia semakin bersemangat ketika Sang ayah datang
Millie dengan lincah naik menginjak dinding dan naik ke bahu pria itu lalu memelintir kepalanya, Mereka telah kalah dan akhirnya papa Raisa kabur
"Papa.. mama.." Millie berlari memeluk ayah dan ibunya
"Anak mama.. wajah cantik anak mama kenapa jadi begini? " Allea merapihkan anak rambut Millie lalu menciumi pipinya
Ello berjalan menghampiri mereka tiba-tiba tubuhnya ambruk beruntung Rafael menangkapnya, wajahnya sudah pucat dengan baju yang di basahi darah
"Ello... sayang bangun nak" Allea memeluk putranya
"Kita harus cepat bawa kak Ello ke rumah sakit" ucap Millie
Mereka bergegas menuju rumah sakit untuk menyelamatkan Ello, firasat buruk yang di rasakan istrinya benar benar terjadi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie dan Allea baru saja pulang dengan keadaan kacau, anak anak dan menantunya berlari memeluk Allea dan Millie
"Mama sama Millie gak apa apa? " tanya Irene
"Enggak sayang.. tapi.. " ucapan Allea menggantung
"Ello mana ma? dia sama papa ya? "
"Kak Ello.. kak Ello.. masuk rumah sakit" ucap Millie ragu ragu
"Rumah sakit? " tubuh Irene lemas seketika mendengar suaminya di rumah sakit
"Ello kenapa? dia baik baik aja kan? " tatapan Irene kosong namun air matanya mengalir
"Kakak gak apa apa, kak Irene tenang aja"
"Kalo dia baik baik aja kenapa dia masuk rumah sakit? pasti terjadi sesuatu kan? " Allea ikut duduk di hadapan Irene yang duduk di lantai
"Semua karena mama, maafkan mama.. kalo aja mama gak di culik anak anak mama gak akan terluka" ucap Allea dengan berlinang air mata
Irene harusnya tidak bersikap seperti ini seolah menyalahkan seseorang, Justru disini ibunya yang paling terluka karena anak anaknya terluka
__ADS_1
"Bukan salah mama.. Irene gak bermaksud nyalahin mama" Allea memeluk Irene serta mengusap punggungnya
"Ello akan baik baik saja, dia akan segera sadar" ucap Allea