Youth Love

Youth Love
eps 23


__ADS_3

Millie mendorong Rafael sampai masuk ke ruangan dan di tangani, Ellia masih menenangkan Millie karena dia tidak berhenti menangis


Tak lama setelah itu mama Rafael datang karena sebelumnya sudah di telepon oleh Millie, Mami Rafael datang bersama Andin dan seorang wanita yang tak di kenal oleh Millie


"Sayang" Mami Rafael memeluk Millie


"Kak Rafael mi... Millie gak bisa maafin diri Millie sendiri kalo kak Rafael kenapa napa"


"Jangan begitu sayang, Rafael pasti baik baik aja"


"Udah Millie.. Rafael bukan orang lemah dia pasti gak apa apa" sahut Andin seraya membelai kepala Millie


"Ternyata Millie sedeket itu sama keluarga Rafael" batin Ellia


"Gue udah bilang cara lo salah bang, akhirnya lo akan melindungi dia" Batin Arumi


"Sebaiknya kalian bawa Millie pulang dulu, dia sepertinya sangat lelah" ucap Mami Rafael


"Gak mi.. Millie gak mau pulang, Millie mau disini jagain kak Rafael"


"Disini ada mami sayang.. besok kamu bisa ke sini lagi, kamu harus istirahat dulu"


"Iya Millie.. lagi pula luka kamu belum di obati" ucap Ellia


"Millie juga luka? Mana sayang.. ini harus di obati" Mami Rafael membawa Millie bertemu dokter untuk mengobati luka Millie


Setelah di obati Millie di bujuk oleh mami Rafael agar mau pulang, Mami Rafael tidak tega melihat Millie yang berantakan dan terus menangis


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang.. kamu kenapa? " Allea terkejut melihat Millie menangis berlumuran darah


"Ceritanya panjang tante, biar Millie istirahat dulu nanti kita ceritain" Akhirnya Allea membawa Millie ke kamarnya untuk di bersihkan


"Tidur ya sayang.. jangan nangis " Millie mengeringkan rambut Millie yang bahkan masih menangis setelah mandi


"Aku takut ma.. aku takut kak Rafael kenapa napa, dia luka gara-gara menyelamatkan aku"


"Sstt... itu bukan salah kamu, ayo tidur" Allea memeluk Millie


Allea membawa Millie berbaring dan memeluknya hingga dia tertidur, Allea turun untuk menemui Ellia dan Dirga setelah Millie benar-benar tertidur


Allea menghembuskan nafas kasar saat mendengar cerita nya dari Dirga dan Ellia, Max sudah melaporkan kejadian ini pada pihak kepolisian


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


Millie gelisah dalam tidurnya Kepala menggeleng lemah lalu tiba tiba dia menjerit terbangun dari tidurnya, orang orang yang hendak sarapan berlarian ke kamar Millie


"Kenapa nak? kenapa teriak teriak? " Tanya Allea memeluk Millie yang bermandikan keringat


"Kak Rafael ma... aku mimpi... aku mimpi dia meninggal, aku merasa bersalah banget"


"Mimpi cuma bunga tidur, itu karena kamu terlalu merasa bersalah sama dia " Max ikut duduk mengusak kepala Millie


"Aku takut pa... kalo dia kenapa napa gimana? "


"Percaya sama papa dia akan baik baik aja, ayo bangun kita sarapan" semua orang kembali ke bawah begitu pun Millie


Setelah semua orang pergi hanya tinggal Millie dan Allea yang ada di rumah, Millie tidak sekolah karena pikirannya masih berantakan


Millie sedang berbaring di ranjang memegangi handphonenya berharap Rafael menghubunginya, Harapannya terkabul handphonenya berdering nama Rafael tertera dalam layar handphonenya


"Halo.. gimana kabar kamu? apaa? " Millie memakai hoodienya sambil berlari ke kamar Ello


Millie berlari ke bawah menuju garasi dan mengeluarkan motor kakaknya, Suara motor terdengar melesat pergi menjauh membuat Allea berlari keluar dan berteriak memanggil nama Millie


"Millie... sayang mau kemana? " teriak Allea namun motor Millie sudah terlanjur menjauh


"Ya ampun... Itu anak satu" gumam Allea


"Kak.. bangun.. aku gak bisa maafin diri aku sendiri, kak bangun" Millie mengguncang tangan Rafael


Mami Rafael menangis memeluk Millie juga membelai kepalanya, Millie menangis tersedu di pelukan Mami Rafael


"Rafael mengatakan sesuatu tadi.. dia mengatakan menyayangi kamu dan seandainya kamu menerima dia sebelum dia pergi dia akan sangat bahagia"


"Mami kira kalian benar-benar pacaran, ternyata hanya Rafael yang mencintai kamu" Lanjut Mami Rafael sambil menangis tersedu


"Bangun kak.. aku Terima kakak kalo kakak bangun, ayo kak " Millie mengguncang Tubuh Rafael


Millie memeluk Rafael sambil menangis terus menerus mengatakan dia juga mencintai Rafael, Mami Rafael diam diam keluar


"Ayo kak bangun, Kakak mau jadi pacar aku kan? ayo kak kita pacaran" Rafael menyunggingkan senyumnya


"Cium dulu baru aku bangun" Millie menangkup wajah Rafael bersiap menciumnya


Seketika Millie berhenti dia merasa ada sesuatu yang janggal, Millie baru menyadari bahwa dirinya sedang di kerjai oleh Rafael


"Awww.. awww... sakit Millie" Millie memutar telinga Rafael hingga memerah


"Rasain" Millie menghapus air matanya

__ADS_1


"Kenapa nangis, takut aku kenapa napa ya?" ucap Rafael seraya terkekeh


"Gak... nyebelin tau gak? " Millie hendak berbalik pergi namun Rafael menarik tangannya


"Yang tadi kamu bilang, beneran kan? "


"Yang mana? " Tanya Millie


"Kamu mau jadi pacar aku, kamu cinta juga sama aku"


"Gak.. itu gak bener, karena kamu udah sadar aku ralat lagi kata kata aku" Ucap Millie


"Kok gitu? aku tau kamu cinta sama aku, kamu khawatir sama aku, ya kan? "


"Pede banget sih.. " Millie tersenyum smirk


"Kalo gak khawatir kenapa buru buru ke sini masih pake piyama? " Millie terkejut menatap ke bawah


Benar saja dia masih memakai piyama dan hoodie, saking paniknya mendengar sesuatu yang buruk terjadi pada Rafael gadis itu tidak sempat memikirkan apapun


"Ini.. ini... " Rafael beringsut duduk lalu menarik tangan Millie agar duduk di sampingnya


"Jangan bohong, tadi kamu nangis kenceng"


"Tau ah.. " Millie memalingkan wajahnya


"Jangan malu gitu dong, pipinya sampe anget " ucap Rafael seraya meraba pipi Millie


"Enggak.. aku gak malu" Millie menutup wajahnya dengan telapak tangan


"Jadi kita pacaran ya? " Rafael Meraih kepala Millie dan menyandarkannya di dadanya


Di luar Mami Rafael sedang mengintip Millie dan Rafael, Rafael mengaku bahwa dia dan Millie belum resmi pacaran karena Millie sulit di dapatkan


Namun mami Rafael yakin gadis itu sebenarnya juga menaruh hati pada Rafael namun dia gengsi, Untuk membuktikan ucapannya mami Rafael menelpon Millie dan mengatakan sesuatu yang buruk terjadi pada Rafael membuat Millie tidak bisa berpikir dan segera ke rumah sakit bahkan tidak mempedulikan penampilannya


"Tante lagi ngapain disini? " tanya Arumi yang baru saja datang


"Ehh.. kamu udah lama di sini? "


"Enggak kok baru sampe, aku mau ketemu bang Rafael" Ucap Arumi seraya meraih gagang pintu


"Emmhh.. itu.. Rafael lagi di periksa sama dokter jadi gak boleh di ganggu, ayo temenin tante sarapan aja di kantin" Mami Rafael menarik tangan Arumi pergi dari sana


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰🤗🤗😉😉

__ADS_1


__ADS_2