
"Kalian udah mau pulang?" tanya Arumi
"Iya.. kita duluan ya" ucap Irene sambil menarik tangan Ello
Baru kali ini Irene tidak mengajaknya pulang bersama seperti biasanya, mungkin Irene sudah menduga bahwa Arumi ingin dekat dengan Ello
"Gue ke toilet dulu"
"Gue tungguin di luar" ucap Ello
"Enggak.. gue malu kalo di tungguin, lo tunggu di mobil aja" ucapnya pada Ello yang mengikutinya ke toilet
"Tapi... "
"Gak ada tapi... sana tunggu di luar" Irene mendorong Ello
"Temenin aja lah.. gue juga mau sekalian ke toilet" Ello memeluk pinggang Irene
"Pake toilet cowok sana, lepasin nanti ada yang liat"
"Biarin.. mereka juga udah tau kita udah nikah, gue kangen" Ello memeluk dan mencium Irene di lorong toilet
Arumi melihat itu membuatnya semakin merasa marah, Irene menjauhkan tubuhnya sambil celingukan
"Kalo ada yang liat gimana? " Ello hanya terkekeh, dia tidak menyangka akan menjadi segila ini
"Gue tunggu di mobil" ucap Ello lalu pergi
Irene masuk ke dalam toilet namun setelah selesai Irene tidak dapat membuka pintunya, Irene beberapa kali mengguncang pintu namun tidak dapat di buka
tiba-tiba dari atas kecoa berjatuhan di lempar seseorang dari luar, Irene yang ketakutan melompat-lompat hingga dia menginjak sabun yang sengaja tumpahkan seseorang di balik pintu toilet tersebut
Irene terjatuh memegangi perutnya dia kesakitan sampai tidak bisa berdiri, beruntung Irene membawa handphone di dalam tasnya lalu menghubungi Ello
"Ello tolong.. perut gue sakit.. "
"Kenapa Irene.. lo kenapa? " Ello panik mendengar Irene merintih
"Gue jatuh, kesini sekarang gue gak kuat" Ello berlari dari parkiran menuju toilet dimana Irene berada
Pintu toilet itu di kunci dengan gagang sapu dari luar juga terdapat tumpahan sabun cair di balik pintu, Ello membuka pintu dan melihat Irene masih duduk di bawah
"Perut gue sakit" tanpa basa basi Ello mengangkatnya dan membawa Irene ke luar untuk di bawa ke rumah sakit
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Mami Rafael melihat wanita yang kemarin bersama suaminya dan menghampirinya, wanita itu masih muda bersama seorang anak kecil sepertinya mereka baru pulang sekolah
"Permisi... " ucap Mami Rafael
"Ya.. ada yang bisa saya bantu bu? " tanya wanita itu
"Itu.. kemarin saya melihat suami saya bersama anda dan dia belum pulang sudah beberapa minggu, dia mengatakan bekerja sebagai supir anda, apa betul? "
"Supir? saya tidak punya supir, mungkin ibu salah lihat" Mami Rafael sedikit kebingungan lalu kenapa suaminya bisa bersama wanita ini
"Mungkin anda salah.. suami saya Hendrawan, apa anda punya pekerja yang bernama Hendrawan ini fotonya" wanita itu cukup terkejut melihat foto dan nama orang tersebut persis nama suaminya
"Maaf Bu tapi ini suami saya"
"Tidak mungkin.. . jadi kamu selingkuhan suami saya? " Mami Rafael terlihat marah, wanita itu menutup kedua telinga anaknya
"Tunggu bu.. jangan marah marah dulu, saya sudah lama menikah dengan Mas Hendra dan ini anak kami" mami Rafael terjatuh duduk lemas, berarti selama ini dia lah selingkuhan pria brengsek itu
"Tapi bagaimana bisa? " mami Rafael menangis, wanita itu duduk di hadapan mami Rafael
"Mungkin ada yang salah bu, saya yakin suami saya tidak pernah macam macam.. dia jujur dan selama ini dia pergi bekerja keluar negeri"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mas jujur sama aku, apa kamu punya istri lain di belakang aku? " wanita itu tiba di rumah dan langsung menginterogasi suaminya
"Kamu ini ngomong apa? kita bisa sampai seperti ini karena kerja keras ku, mana mungkin aku selingkuh"
"Wanita itu bilang kamu adalah suaminya, dan kamu tidak pernah pergi ke luar negeri tapi kamu menikah sama dia dan mengelola perusahaan almarhum suaminya"
"Katakan yang sejujurnya.. jangan bilang kalo semua harta ini dari hasil merampas milik orang lain, jawab aku mas" wanita itu mendesak suaminya
"Iya.. iya.... aku nikah lagi tapi cuma buat mengeruk hartanya, harusnya kamu bersyukur kita menjadi seperti sekarang" bentaknya
"Bersyukur? apa yang harus aku syukuri dari hasil menyakiti wanita lain? aku juga wanita mas, aku gak mau mendapat karma dari kelakuan kamu"
"Lalu aku harus bagaimana? apa aku harus mengembalikan semuanya? lagi pula yang membuat perusahaannya bangkrut itu orang tua dari Millie pacar anaknya sendiri, kita hanya menikmati sedikit hasil kerja keras ku yang pernah membuat perusahaan itu sangat maju" ucap Hendra
"Aku gak habis pikir, aku gak mau semua ini, aku gak mau" wanita itu menangis meninggalkan suaminya membawa anaknya pergi dengan mobilnya
"Sayang.. tunggu sayang"
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Masih sakit? " tanya Ello
"Masih"
"Beruntung jagoan kita gak apa apa, gue khawatir banget" Ello mengusap perut Irene
"Khawatir anak doang" Irene mengerucutkan bibirnya
"Ya enggak dong, gue lebih khawatir kalo lo yang kenapa napa" Ello mengecup tangan Irene
"Jangan bikin gue khawatir lagi" Ello membelai kepala Irene
"Kalo misalnya ada dua pilihan antara menyelamatkan gue atau anak kita lo pilih yang mana? " itu pertanyaan yang selama ini ada di benak Irene
"Kenapa bilang gitu? gue mau dua duanya" Jawab Ello
"Gue pengen dengar jawaban lain"
"Kenapa lo nanya kayak gitu? gue sayang sama kalian gue gak bisa milih, gue mau kalian semua hidup bahagia sama gue" ucap Ello
"Gue cuma mau mastiin, kalo anak ini gak ada apa lo akan peduli sama gue? gue cuma takut terlalu berharap padahal kenyataannya lo gak bener-bener sayang sama gue" batin Irene
"Kalo saat itu gue gak hamil apa lo akan tetap bertanggung jawab? " Tanya Irene
"Pertanyaan bodoh apa ini? gue waktu itu hampir nikah sama Arumi padahal dia gak hamil, gue bukan laki-laki yang gak bertanggung jawab"
"Gak usah banyak mikir... Apa yang udah gue genggam gak akan gue lepas, gue tau lo takut kalo gue ninggalin lo kan? " lanjut Ello
"Apa terlalu keliatan ya? " batin Irene
"Gak.. siapa yang takut, gue masih muda masih laku kalo lo ninggalin gue"
"Masa sih? gak apa apa emang kalo gue ninggalin lo? " Ello dengan sengaja menggoda Irene
"Silahkan... gue ngantuk, lo pulang aja deh nanti mama gue ke sini kok"
"Tuh kan ngambek.. cuma becanda doang, apalagi kalo beneran" Irene tidak mau mendengarkan Ello, dia berbaring menutup matanya
Tiba-tiba suatu menempel di bibir Irene membuatnya membuka mata, saat bibir Ello menempel di bibir Irene tiba-tiba saja pintu terbuka
"Ohh.. gak liat kok.. gak liat" Allea dan mama Irene kembali mundur saat keduanya menoleh
__ADS_1
"Lo sih.. malu kan" Irene memukul bahu Irene