
"Gue harus minum ini" Irene membeli obat pencegah kehamilan dia benar-benar takut jika sampai itu terjadi padanya
"Sayang... mama pinjem pengering rambut dong punya mama rusak" mendengar suara sangat ibu Irene segera menyembunyikan obatnya di bawah ranjang
"Ini ma.. " Irene membuka pintunya
"Semalem kamu kemana? di telepon gak diangkat"
"Aku nginep di rumah temen, ma.. aku boleh pindah kuliah gak? " tanya Irene
"Kenapa? padahal tinggal sebentar lagi loh"
"Gak tau.. aku gak betah aja disana" jawab Irene
"Mama nanti bicara sama papa.. tapi menurut mama kamu lebih baik tetep belajar disana tuntaskan study kamu"
"Mmhh.. tapi kalo papa izinin aku pindah ya? " Irene menggenggam tangan ibunya
"Oke.. kamu gak masuk kuliah hari ini? nanti malem ada acara gak? kalo gak ada anter mama arisan ya"
"Gak mau.. bosan nunggu mama arisan" rengek Irene
"Ayolah.. sekali ini aja, nanti mama bantu bicara deh sama papa biar kamu bisa pindah"
"Mama kenapa sih tumben banget, biasanya juga sendiri" wanita yang di panggil mama itu memeluk Irene dengan erat
"Sayang temen temen mama janjian mau bawa anak anaknya, kan mama juga harus perlihatkan berlian cantik mama"
"Iya deh.. sekali ini aja" Irene akhirnya mengalah
Malam itu pun Irene mengantar mamanya ke sebuah restauran dan masuk ke ruang VIP yang sudah di pesan para ibu ibu arisan, Baru beberapa orang yang datang saat mereka tiba
Kemudian ibu ibu yang lain datang bersama anak anak mereka, seorang pria duduk di hadapan Irene dengan senyum manisnya
"Lo disini juga? " tanya Irene
"Kalian saling kenal? " tanya mama Irene
"Ya.. kita beberapa kali ketemu" Jawab Irene
"Cantik jeng anaknya" ucap mama Aldi
Dua orang duduk di samping Aldi membuat jantung Irene berdebat seketika, Allea dan Ello duduk disamping Aldi secara tidak langsung mereka saling berhadapan
Irene yang sedang mengobrol dengan Aldi menjadi diam seketika menundukkan pandangannya, matanya terasa panas dengan susah payah dia menahan air matanya
"Maaf jeng.. biasa anak bujang lama" ucap Allea
"Ini nih bibit unggul" ucap mama Irene sambil tertawa kecil
"Ahh.. bisa aja jeng, Irene juga cantik " jawab Allea
"Loh.. udah kenal toh? "
"Iya.. mereka satu kampus, Irene juga berteman baik sama anak ketiga saya mereka sering keluar bareng" ucap Allea
"Waahh.. gak nyangka ya, saya berharap sih kita bisa besanan" mama Irene kembali tertawa
__ADS_1
"Saya juga pengen besanan sama jeng Allea"
"Hmm.. anak saya juga gak kalah cantik"
Ketika ibu ibu tertawa membahas perjodohan anak anaknya meskipun hanya candaan Irene izin keluar, tatapan Ello membuatnya tidak nyaman
"Mama aku ke toilet dulu" ucap Irene, Ello terus menatapnya entah apa yang dia pikirkan
Setelah Irene keluar Aldi juga ikut keluar lalu Ello juga pergi meninggalkan ruangan itu, melihat Aldi mengejar Irene kini Ello pun mengikuti mereka
Irene duduk mengusap air matanya sepertinya dia menangis, Aldi duduk disampingnya dan menenangkannya Aldi tiba-tiba menarik Irene kedalam pelukannya
"Cih murahan" Ello tidak mendengar apa yang mereka bicarakan karena mengintip dari kejauhan, Ello kembali lebih dulu ke ruangan VIP tersebut
"Kenapa? " tanya Aldi
"Gak tau.. gue tiba-tiba sedih aja" Lirih Irene
"Gue tau.. cowok tadi yang lo bilang brengsek kan? sejak dia datang lo jadi diam dan terlihat gak nyaman" Irene hanya diam
"Perlu gue kasih pelajaran? atau kasih tau nyokapnya? " tanya Aldi
"Jangan... kalo lo lawan dia paling lo jadi perkedel, dia jago karate" Irene menjauhkan tubuhnya dari Aldi
"Gue juga jago bela diri" ucap Aldi
"Jago apaan? liat badan lo ama dia aja beda jauh, lo krempeng gitu paling di lipet lipet kayak kertas origami"
"Badan boleh kecil tapi nyali gue gede" ucap Aldi
"Mampus.. " gumam Aldi menelan salivanya
Irene menghapus air matanya lalu tertawa melihat wajah panik Aldi, Aldi mengedarkan pandangannya barulah dia sadar bahwa Irene menipunya
"Takut kan? sok sok'an sih" ucap Irene di sela tawanya
"Biarin deh gue keliatan payah yang penting lo senyum lagi" batin Aldi
"Gue jadi penasaran siapa cewek yang nolak lo? " Tanya Irene
"Temen sekolah gue, dia temenan gak pandang bulu bahkan temennya banyakkan cowok, dia hobby berantem tapi mukanya imut imut gitu tapi dia pacaran sama guru"
"Gila... dia pacaran sama bapak bapak? " Irene cukup terkejut
"Bukan.. gurunya masih muda usianya diatas atau di bawah lo mungkin atau mungkin juga seusia sama lo"
"Ohh.. gue kirain udah tua" gumam Irene
"Balik lagi ke dalam, gak enak sama yang lain" ucap Aldi
"Lo duluan aja.. Gue mau pergi dulu bentar"
"Ya udah gue masuk ya.. jangan nangis lagi" ucap Aldi lalu pergi
Irene tidak kembali ke dalam dia memilih menunggu di dalam mobil, Irene mendengarkan musik hingga tanpa sadar di tertidur
Irene bermimpi perutnya membesar dan bergerak gerak dari dalam perutnya, tiba tiba dia merasa perutnya begitu sakit merasakan kontraksi
__ADS_1
Irene menjerit mencengkram tangan mamanya yang hendak membangunkannya
"Irene... sakit, kamu kenapa teriak teriak? " Irene bangun dengan nafas tersengal juga keringat membanjiri tubuhnya
"Maaf ma... aku mimpi buruk" ucap Irene
"Biar mama aja yang nyetir, takutnya kamu masih ngantuk" Irene pun turun dan berpindah kursi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu udah tunjukin videonya sama papa kamu? " Rafael menelpon Millie
"Belum.. gak tega juga kasian, aku mau ingetin dia lagi kalo masih gak mempan juga baru aku kasih ke papa" ucap Millie
"Pacar aku baik banget sih.. makin cinta deh"
"Hai... ternyata bener kamu di sini" Millie mendengar suara seorang wanita
"Siapa itu? " tanya Millie
"Bukan siapa siapa.. ada yang datang aku kerja dulu ya"
"Kamu matiin teleponnya aku gak mau ketemu lagi sama kamu" Millie mengancam Rafael
"Iya enggak.. "
"Kok aku di cuekin? kangen tau udah lama gak ketemu" Suara wanita itu terdengar manja
"Rafael... siapa yang ada di situ? "
"Temen aku sayang.. udah gak usah peduliin dia" ucap Rafael
"Siapa itu kak? kakak punya pacar" Tanya nya
"Ya... ini pacar gue, kapan lo kesini? " tanya Rafael
"Tadi pagi.. sekarang aku tinggal di rumah kakak, aku pindah sekolah kesini"
"Katanya temen kok tinggal di rumah kamu? " Millie tidak senang mendengar wanita manja itu tinggal di rumah Rafael
"Dia temen masa kecil aku, keluarga aku udah anggap dia anak sendiri"
"Kak pulang yuk.. kita udah lama gak makan malem bareng" cicitnya
"Lo pulang duluan aja, gue masih ada urusan"
"Tapi aku kesini di suruh mami jemput kakak pulang" Millie memutar matanya jengah
"Sayang aku pulang dulu ya.. nanti sampai rumah aku telepon lagi" mendengar Rafael mengatakan itu Millie segera mematikan teleponnya
"Sayang... halo.. "
"Lo sih..dia pasti marah" ucap Rafael menyalahkan wanita itu
"Kok aku sih? ceweknya aja cemburuan" gerutunya
5 bab up hari ini jangan lupa sajen nya ya biar kapan kapan othor up banyak lagi
__ADS_1