Youth Love

Youth Love
eps 45


__ADS_3

Berhari-hari berlalu setelah kejadian itu


Rafael memutuskan untuk tidak mengajar lagi di sekolah Millie, Dia tidak bisa melihat Millie yang murung selalu menyalahkan dirinya sendiri


Rafael di buat bingung dengan semua yang terjadi, di mulai dari kematian Roshie karena Millie lalu William yang menjadi korban kedua dan sekarang teman Millie kehilangan nyawa karena geng motor yang di pimpin dirinya


Sony menyalahkan Millie sementara Millie juga mengaku tidak bersalah dan menyalahkan Sony, Rafael berpikir keras harus dari mana dia mencari tahu tentang kebenarannya


"Bapak masa gak ngajar lagi? gak seru dong di sekolah gak ada bapak" ucap guru wanita saat Rafael membawa barang-barangnya


"Saya cuma guru pengganti, akan ada guru lain yang menggantikan saya"


Rafael berpapasan dengan Millie saat hendak pergi dari sekolah, Millie hanya menatap sekilas lalu melangkahkan kakinya hendak pergi


"Millie... " Rafael menahan tangan Millie saat hendak pergi


"Gue buru buru" Millie menepis tangan Rafael lalu pergi, sebenarnya Rafael ingin bertanya pada Millie perihal kejadian dimana Roshie terjatuh malam itu namun Millie enggan bicara dengannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gue mau ke kamar mandi dulu, jagain jangan kemana mana" Salah satu pria yang berjaga di ruangan William pergi ke kamar mandi


Teman Sony mendatangi pria tersebut dan mulai mengajaknya bicara, mereka pura-pura menanyakan ruangan di rumah sakit itu


"Bang ruangan anggrek 302 yang mana ya? "


"Kurang tau.. coba tanya ke yang lain aja" Jawab penjaga


"Pernah liat orang ini gak bang sekitar sini? " penjaga itu berdiri melihat foto di handphone tersebut


Teman temannya Sony mengapit penjaga tersebut untuk menutupi Sony yang diam diam masuk, Setelah berhasil masuk Sony membuka oksigen yang membantu pernapasan untuk William


"Sorry William.. lo tau terlalu banyak" melihat tubuh William kejang Sony segera keluar sebelum orang lain datang


Setelah Sony berhasil keluar kedua temannya pun pergi dengan alasan akan bertanya pada resepsionis, kedua penjaga tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana


Sony yang hendak keluar dengan cepat bersembunyi ketika melihat kedatangan Rafael, Rafael berjalan menuju ruangan dimana William di rawat


"Dia udah mati belum ya? gawat kalo dia masih tertolong" batin Sony


Begitu Rafael masuk dia di buat terkejut melihat tubuh William yang kejang dan mulai melemah, Rafael segera memasang kembali oksigen tersebut di hidung William dan memanggil dokter


William sudah tidak bernyawa ketika dokter memeriksanya namun Rafael tidak ingin menyerah dan terus menerus meminta dokter untuk melakukan kejut jantung pada William


Setelah beberapa kali di lakukan kejut jantung akhirnya perlahan jantung William kembali berdetak membuat para tenaga medis membuang nafas lega


"Gue tau lo kuat, cepet sadar William gue mau denger yang sebenarnya terjadi dari lo, gue gak percaya siapapun kecuali lo" ucap Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ellia awas.. " Arumi mendorong Ellia ketika sebuah mobil melaju kencang hampir menabraknya


Ellia dan Arumi terjatuh di pinggir jalan beruntung keduanya selamat dari mobil tersebut, Ello berlari menghampiri keduanya dengan perasaan cemas


"Ellia.. lo gak apa apa? " Ello membangunkan Ellia


"Gak apa apa.. cuma lecet dikit" jawab Ellia


"Lo gak apa apa? makasih udah nolongin Ellia" ucap Ello seraya membantu Arumi berdiri


"Aduh... kaki gue kayaknya keseleo deh, sakit banget" Arumi meringis kesakitan

__ADS_1


"Gimana dong Ello? kita harus bantu Arumi, dia begini karena nolong aku"


"Gue bantu jalan ke dalem" Ello berniat kenapah Arumi ke dalam kampus


"Aduh.. kaki gue gak kuat buat jalan" Arumi meringis kesakitan


"Angkat aja , dia begini gara-gara nolongin gue" ucap Ellia


"Lo aja yang angkat Atau.... Dirga sini" Ello memanggul Dirga yang kebetulan berada di luar bersama teman temannya


"Apaan? " Tanya Dirga


"Bentar... nih dia tadi nolongin pacar lo dan sekarang gak bisa jalan, gendong bawa ke dalem gue ada urusan" ucap Ello lalu pergi, Dirga menatap Ellia yang hanya menggidikkan bahunya


"Lo bisa jalan kan? masa gue harus gendong? " ucap Dirga


"Gak apa apa bisa kok" lirih Arumi


"Gue yang bantu lo jalan " Ellia membantu memapah Arumi ke dalam


"Sial... kenapa cowok itu gak bisa di deketin cewek? apa dia g*y? " batin Arumi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gue gak yakin" Millie tertawa saat Dita dan Niko menceritakan kejadian lucu


Akhirnya berangsur-angsur Millie bisa kembali ceria setelah berhari-hari sempat murung karena di tinggal Abra, Siswa satu kelas menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam kelas


Millie terkejut kenapa Mami Rafael sampai ke sekolah karena dia tidak memenuhi permintaannya, Mami Rafael selalu menghubungi Millie dan menyuruhnya ke rumah karena Rafael tidak pernah ada di rumah akhir-akhir ini namun Millie selalu beralasan


"Mami.. kenapa mami kesini? " Millie berdiri menghampiri mami Rafael


"Nyokapnya Millie? "


"Bukan.. gue tau nyokapnya masih muda"


"Ini siapa dong? " teman satu kelas Millie mulai kepo


"Karena Millie gak pernah dateng waktu mami minta ke rumah, mami jenuh di rumah sendiri Rafael jarang pulang" ucap mami Rafael seraya menggenggam kedua tangan Millie


"Ini mami nya pak Rafael itu guys"


"Ternyata Millie bener-bener deket sama mami pak Rafael"


"Iri banget"


"Udah waktunya pulang kan? mami tunggu di luar ya.. mami mau ajak Millie ke suatu tempat" ucap mami Rafael


"Mami kesini sama siapa? " Tanya Millie


"Naik taksi, mobil mami lagi di bengkel" Jawab mami Rafael


"Ya udah kita pergi aja udah gak ada pelajaran juga" Millie tidak mau mami Rafael menunggu-nunggu di luar meskipun hanya beberapa menit lagi mereka pulang


Millie mengambil tasnya dan ikut pergi bersama mami Rafael, murid satu kelas berbondong-bondong mengintip dari pintu dan jendela


Sikap Mami Rafael begitu manis pada Millie yang berjalan di sampingnya, mami Rafael kerap menyinggung rambut Millie yang berterbangan karena angin


"Gak usah berharap guys"


"Millie udah deket gitu sama nyokapnya pak Rafael"

__ADS_1


"Apaan orang mereka lagi berantem bentar lagi juga putus" celetuk Anggia


"Jangan asal ngomong lo entar Millie denger bahaya"


"Emang bener gue liat sendiri mereka berantem, lo pikir kenapa pak Rafael gak ngajar lagi? itu pasti karena dia gak bisa liat Millie selalu deket sama cowok lain" ucap Anggia


"Jangan suka gosipin orang, lo gak tau yang sebenarnya kan? lo cuma ngarang karena lo itu iri sama Millie" ucap Aldi


"Gue cuma kasih tau kalian aja" ketus Anggia


"Emang kalo Anggia kasih tau kita apa manfaatnya buat Anggia? gak ada kan? " cicit Dita


"Dita gak usah ikutan, ayo pulang aja" Niko menarik tangan Dita keluar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kita mau kemana mi? " tanya Millie


"Izin dulu sama orang tua kamu, mami mau ajak makan malam"


" Tapi.. maaf mi aku gak bisa" ucap Millie


"Apa dia belum bilang kalo kita udahan sama mami? " batin Millie


"Kalo kamu gak mau biar mami yang telepon, mana nomor nya? " Millie menghela nafas, mantan calon mertuanya itu sangat pemaksa


"Aku telepon nanti aja mi"


"Sekarang sayang, mami mau dengar" Millie memejamkan matanya sejenak lalu mengambil handphone di sakunya


"Halo ma.. malem ini aku gak makan di rumah ya"


"Kenapa? kamu dimana? jangan keluyuran pulang sekolah bukannya pulang dulu ke rumah" Allea seperti biasa bicara tanpa berhenti


"Mami kak Rafael jemput Millie di seko... " belum sempat Millie menyelesaikan kata katanya allea sudah menyela


"Bukannya kamu sama Rafael udah... " kini giliran Allea yang perkataannya tergantung


"Halo jeng... maaf loh saya tadi langsung jemput Millie di sekolah, rencananya malam ini ada acara makan keluarga besar jadi saya ajak Millie untuk di kenalkan pada keluarga saya, gak apa apa kan? " mami Rafael tiba tiba mengambil handphone dari tangan Millie


"Tapi mereka.. "


"Tenang aja jeng.. Millie aman sama saya, saya tutup teleponnya ya, kita mau ke salon dulu"


"Ah.. ya, titip anak saya jeng" Allea bingung harus berkata apa lagi karena mami Rafael terlalu antusias


"Ini foto keluarga kamu? orang tua kamu masih muda" mami Rafael melihat wallpaper di handphone Millie


"Iya.. "


"Tunggu.. ini Maxime Alexandria itu kah? pengusaha muda yang dulu membuat heboh media, sekarang dia semakin sukses ya, kamu pasti bangga sama papa kamu" cicit Mami Rafael


"Mami tahu papa? "


"Siapa yang gak tau papa kamu, dulu papi Rafael bertahun-tahun bekerjasama dengan papa kamu tapi setelah perusahaan diambil alih papa sambungnya kerjasamanya tidak berjalan mulus lagi" lirih Mami Rafael


"Kenapa? " tanya Millie


"Entahlah.. kamu tahu sendiri papa sambung Rafael seperti apa, mungkin papa kamu merasa tidak nyaman ketika pemegang perusahaan di ganti orang baru"


"Kita sudah sampai, ayo" Mami Rafael membawa Millie ke salon untuk mempercantik diri sebelum makan malam

__ADS_1


__ADS_2