Youth Love

Youth Love
eps 83


__ADS_3

Seminggu telah berlalu kini Irene sedang merasa bimbang, dia semula berniat aborsi tapi sekarang dia merasa ragu dengan dengan keputusannya


Dia terbiasa berbicara dengan janin yang ada di kandungannya, menceritakan keluh kesahnya seperti pada teman dekatnya


"Besok... rasanya berat banget, sorry ya gue gak bisa mempertahankan lo.. nanti keluarga gue akan malu" lirih Irene seraya mengusap perut ratanya


"Hari ini adalah kebersamaan terakhir kita, kita pergi ke taman ketemu temen gue.. abis itu.. abis itu kita seneng seneng


"Lo lagi sibuk gak? "


"Ketemu di taman ya" Setelah mematikan sambungan teleponnya Irene pun pergi untuk menemui Aldi di taman biasanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ma... liat gelang gak di kamar aku? " Millie panik mencari sesuatu


"Gelang apa? " Tanya Allea


"Aku pinjem gelang kak Irene ma.. aduuhh.. mana gak ada yang di jual dimana mana" Millie sampai menggeser sofa di setiap rumahnya


"Kamu pinjem barang orang kok bisa ilang, terakhir kamu simpan dimana? "


"Itu dia aku lupa" Millie menggaruk garuk kepalanya


"Nyari apaan sih? " tanya Ello ketika dia dan Ellia


"Gelang kak Irene ilang.. mana itu gelang mahal banget lagi"


"Semahal apa sih? minta papa ganti aja lah" ucap Ello


"Masalahnya itu limited edition, cuma ada sepuluh dan itu yang terakhir katanya dia pesennya aja lama ribet, bantu cariin dong" Millie kelabakan sendiri


Satu rumah membantunya mencari gelang tersebut namun tidak di temukan juga, Millie duduk lemas di sofa karena gelangnya benar-benar hilang


"Anak papa kenapa lemes gini? " tanya Max seraya duduk di samping Millie dan memeluknya


"Aku hilangin gelang kak Irene pa"


"Ganti aja lah.. kenapa lesu gitu? "


"Masalahnya itu gak ada yang jual lagi" Jawab Millie


"Yang sabar ya" ledek Max seraya mengusap kepala Millie


"Papa.. iihh.. malah ngeledekin" Max tertawa melihat anak perempuannya kesal


"Papa besok jadi kan? " Tanya Allea sambil menaruh kopi di meja


"Jadi apa ma? " tanya Millie


"Itu loh Arumi waktu itu bilang mau tunangan jadi besok kita ke rumahnya mumpung ada mamanya pulang dulu"


"Tunggu... kok aku baru tau sekarang? " protes Millie


"Kakak sibuk pacaran, lagian bukan kakak juga yang nikah" celetuk Michelle

__ADS_1


"Sini lo" ancam Millie membuat adiknya itu lari terbirit-birit


"Mau kemana? " tanya Max melihat Millie hendak pergi


"Mau ketemu kak Ello" Millie pun pergi ke kamar Ello


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tumben ngajak ketemu, kemana aja seminggu ini? " Tanya Aldi


"Gue lagi dalam masalah" lirih Irene


"Masalah? butuh bantuan gak? " tanya Aldi


"Lo udah tau tentang gue kan? masalah itu" lirih Irene


"Ya... terus gue harus bantu gimana? " tanya Aldi


"Anter gue besok ke dokter"


"Lo sakit? " tanya Aldi namun Irene menggeleng


"Gue hamil.. " lirih Irene


"What? emmhh.. lo mau gue anter periksa? boleh" Irene kembali menggeleng


"Gue mau aborsi" awalnya Irene manggut-manggut lalu sesaat kemudian dia jadi terkejut


"What? lo gila? "


"Apa lo udah yakin? jangan ambil keputusan dengan gegabah, jangan menyesal pada akhirnya" ucap Aldi


"Lo pikir gue bisa besarkan anak ini sendiri? gimana sama orang tua gue? mereka akan malu dan hidup gue akan hancur"


"Dan gimana nasib anak lo? seandainya dia menjadi sosok bayi apa lo akan tega membunuh bayi itu? " Irene awalnya terdiam


"Makanya gue mau singkirkan sekarang, kalo udah lahir mana berani" jawab Irene


"gila" gumam Aldi


"Jadi mau atau enggak? kalo enggak gue pergi sendiri"


"Oke gue temenin'' jawab Aldi, dia khawatir terjadi sesuatu setelah itu pada Irene


" Gitu dong.. sekarang mau jalan gak? gue mau bawa bayi ini jalan jalan untuk yang terakhir kalinya "


"Oke.. ayo" Aldi mengulurkan tangannya


"Semoga aja dia berubah pikiran" batin Aldi, dia khawatir akan terjadi sesuatu pada Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kak.. lo kok gak ngomong mau tunangan sama Arumi? " tanya Millie


"Bukan gue yang mau"

__ADS_1


"Terus kenapa lo iyain? katanya bukan lo yang mau? " sungut Millie


"Itu cuma sebagai rasa tanggungjawab gue aja gak lebih, sampai detik ini itu gak ada seorangpun yang berhasil singgah di hati gue gak ada, gue ngejalanin ini tanpa cinta.. lo tau? enggak kan? " Millie memeluk sang kakak


"Kalo aja malam itu gak terjadi.. gue gak tau kenapa itu bisa terjadi, gue masih gak kepikiran sampai sekarang" ucap Ello


"Lo mabuk kan? udah lo ngaku aja"


"Gue gak mabuk.. malam itu gue minum minuman dari pelayan tiba-tiba perasaan gue aneh" ucap Ello


"Kasian banget sih idup lo"


"Gue sebenarnya juga gak mau nikahin dia.. tapi mau gimana lagi" lirih Ello


"Lebih kasihan kak Irene dia di p*rk*s* dan sekarang hamil, diaa gak berniat membesarkan anaknya, berarti dia mau menggugurkan kandungannya.. iya kan? " tanpa sadar Millie mengatakan hal yang di rahasiakan olehnya


"Dia mau menggugurkan kandungannya? " tanya Ello, Millie pun membulatkan matanya seraya menutup mulut


"Jangan kasih tau siapa siapa ya? ini sebenarnya rahasia" ucap Millie


"Apa dia bilang siapa orang yang tega ngelakuin itu sama dia? " tanya Ello


"Enggak... dia benci banget kayaknya sama cowok itu, kalo gue tau siapa orangnya udah gue bejek-bejek" ucap Millie penuh emosi


"Harusnya kalo dia mau terus minta tanggung jawab pasti dia bilang sama Millie, gue jadi ragu siapa sebenarnya yang bohong diantara mereka? " batin Ello


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tangan William udah bisa gerak, kalo suruh nulis bisa gak ya? "


"Jangan aneh aneh Rafael, kata dokter dia jangan terlalu memaksakan.. biarin dia sembuh seiring berjalannya waktu" ucap mami Rafael


"Iya deh iya... eh.. mi kapan sih orang tuanya Anna pindah? masa dia harus di sini terus? " tanya Rafael


"Hus.. nanti dia dengar"


"Masalahnya kalo kami mau aku tinggal di sini lagi dia harus pergi dulu" ucap Rafael


"Diakan teman kamu dari kecil, kenapa sekarang gak akur gini? walaupun kamu udah punya pacar tapi jangan lupain temen"


"Masalahnya dia sering masuk ke kamar aku tanpa ketuk pintu, aku risih" jawab Rafael


"Anggap aja dia adik kamu, dia lupa kali makanya gak ngetuk pintu"


"Lupa? setiap kali kesana lupa? dia belai belai aku waktu tidur, aku lagi pake baju dia masuk untung pake handuk, kayak gak punya sopan santun" cerutu Rafael


"Kasih tau aja pelan pelan"


"Udah pelan pelan, udah di galakin masih aja, kalo gini aku bisa tinggal di bengkel" ucap Rafael


"Kamu anak mami satu satunya masa mau ninggalin mami? Apalagi papa kamu sekarang bener-bener menghilang" mami Rafael tertunduk lesu


"Jangan pikirin papa lagi, iya aku gak akan pergi.. sekarang aku mau bikin kunci dulu biar dia gak sembarangan masuk" karena pintu kamar Rafael tidak bisa di kunci akhirnya Anna bisa masuk sesuka hatinya


"Nanti mami yang akan bicara sama dia" ucap mami Rafael

__ADS_1


__ADS_2