Youth Love

Youth Love
eps 149


__ADS_3

"Tante saya mau ambil kunci mobil mau jemput om" Rafael kembali ke rumah Millie


Saat melewati ruang keluarga Rafael melihat Millie sedang duduk bermain ponsel, sebelum pergi Rafael menghampiri Millie yang bahkan tidak menoleh sama sekali ketika Rafael duduk di sebelahnya


"Sayang.. kamu marah? "


"Enggak.. biasa aja" Millie masih fokus dengan game di handphonenya


"Aku udah cerita sebelumnya sama kamu, masalalu aku gak baik"


"Aku gak masalah sama masa lalu kamu" ucap Millie


''Terus kenapa kamu tadi ninggalin aku? "


"Aku cuma gak suka dia tiba-tiba ada disana dan kamu tau aku pergi tapi gak susul aku dan baru kesini sekarang" Rafael mengambil handphone di tangan Millie


"Liat aku"


"Sini gak HP nya..." Millie menatap nyalang Rafael yang mengambil handphonenya


"Aku harus gimana biar kamu gak marah lagi? aku gak bisa merubah masa lalu" Rafael


"Aku udah bilang aku gak marah, sini" Millie merebut handphonenya dengan kasar


"Kalo gak marah kenapa kamu marah marah? "


"Aku gak marah, aku cuma kesel aja"


"Aku mau jemput papa mertua dulu nanti ngomel ngomel, kalo aku balik lagi udahan marahnya ya" Rafael mengusak kepala Millie lalu pergi


"Kenapa gue harus marah? padahal dia udah cerita semuanya, mereka juga melakukannya suka sama suka bukan sepenuhnya salah Rafael" Gumam Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Makan malam dulu nanti tidur lagi" Ello memeluk Irene yang masih memejamkan matanya


"Aku lemes.. gara gara kamu"


"Iya aku minta maaf, aku bawa kesini aja makanannya ya? " Irene hanya mengangguk matanya sangat berat untuk dia buka


"Kok masih tidur, ayo makan dulu nanti sakit" Ello membantu Irene bangun dari tidurnya


"Kamu gak capek apa? aku lemes banget, lain kali jangan lama lama"

__ADS_1


"Iya sayang.. maaf ya besok gak lama janji" ucap Ello


"Apa besok? gak.. besok gak ada, aku mau istirahat" Ello terkekeh, entah apa yang mereka bahas dengan begitu ambigu


"Liat besok aja ya, sekarang makan dulu" Irene memberangus kesal


Ello menyuapi Irene sampai habis saat Ello kembali setelah menyimpan piring kotor Irene sudah tertidur, Ello memeluk dan mencium Irene lalu mengambil handphonenya untuk memotret Irene yang terlelap dengan dengkuran halusnya..


Ello menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper di handphonenya, Ello juga mengganti wallpaper di handphone Irene dengan foto dirinya namun dengan foto yang bagus berbeda dengan foto Irene


"Baik baik ya.. jagain mama" Ello mencium perut Irene lalu ikut berbaring memeluk istrinya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Papa pulang" mendengar suara papanya pulang Michelle dan Exel berlari menghampirinya


"Pa minta uang" keduanya menadahkan tangan


"Haishhh... orang tua baru pulang cium tangan dulu kek, bikinin minum, ini langsung minta uang" keduanya hanya nyengir kuda lalu mengambil tangan Max dan menciumnya bergantian


"Uang pa.. mau main"


"Main kemana? ini udah Sore " tanya Max


"Rumah temen, janji deh maghrib udah ada di rumah"


"Oke"


"Om saya mau ketemu Millie dulu" Rafael memberikan kunci mobilnya


Bibi memanggil Millie di kamarnya sementara Rafael menunggunya di teras belakang, Sekarang wajah Millie tidak seperti sebelumnya lagi


"Udah gak marah? " tanya Rafael, Millie mengangguk


"Maaf ya.. aku gak bisa merubah masa lalu, kalo suatu saat kamu mendengar kejelekan aku dari mereka, apa kamu akan jauhi aku? apa kamu akan jijik sama aku? " Millie menatap Rafael begitupun sebaliknya


"Seenggaknya rasa kesal pasti ada tapi seperti yang kamu bilang kita gak bisa merubah masa lalu, yang penting kamu janji gak mengulang sama lalu kamu di masa depan" Rafael tersenyum sambil mengangguk


"Aku janji gak akan mengecewakan kamu, kamu yang bikin aku keluar dari keburukan, aku janji gak akan mengulanginya lagi.. makasih udah mau Terima masa lalu aku" Rafael mengecup tangan Millie lalu menarik Millie kedalam pelukannya


"Ehhemm... " Millie menarik diri dari pelukan Rafael saat mendengar sang ayah di belakang mereka


"Jaga jarak.. jaga jarak" ucap Max sambil berlalu

__ADS_1


"Ganggu aja orang tua" Gumam Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Keesokan harinya Rafael dan Max sudah berada di kantor Rafael, Rafael begitu berdebar ini pertama kalinya untuk dia membuat Rafael berkeringat dingin


Panjang kali lebar Max bicara di depan semua tamu dan rekan bisnis juga menjelaskan bahwa sebenarnya yang terjadi ketika perusahaan itu bangkrut, Max juga kembali memupuk kepercayaan orang orang dengan mengatakan perusahaan tersebut kini berada di bawah kendalinya


"Beri tepuk tangan untuk Rafael selalu penerus perusahaan ini, dia anak yang cerdas saya yakin dia akan memimpin perusahaan ini dengan baik dan perusahaan akan kembali berjaya seperti saat di kelola alm papinya dulu"


"Terima kasih calon papa mertua atas sambutannya" Rafael mencairkan kegugupannya


"Cih.. siapa yang mau punya menantu seperti kamu" semua orang tertawa mendengar celetukan Rafael dan Max


Meskipun baru pertama kali untuk Rafael tapi dia bisa membacakan pidato yang di tulis Max di luar kepala, dia menghafal teks begitu cepat bahkan dia menambahkan kata kata yang kurang menurutnya


Rafael dan Max turun dari podium sementara Millie baru datang masih menggunakan seragam sekolahnya, Rafael menghampiri Millie dan membawanya duduk


"Maaf ya aku telat, jadi gak liat kamu pidato" ucap Millie


"Gak apa apa, Kalo kamu lihat aku tadi pasti kamu bangga sama aku" cicit Rafael, Max berekspresi Seolah akan muntah


"Siapa yang tulis pidatonya? " tanya Max


"Papa mertua.. hehe"


"Siapa yang mau punya menantu kayak kamu? " cibir Rafael


"Ya udah sayang.. nanti kita kawin lari aja" ucap Rafael


"Berani kamu melakukan itu, saya potong burung kamu" Millie hanya menggeleng berada di tengah tengah keduanya


Media memotret kedekatan Rafael dan Millie juga Max sepertinya setelah ini hubungan mereka akan menjadi sorotan, Kabar sudah lebih dulu terbit di media sosial


Anna benar-benar kesal melihat foto Millie dan Rafael yang sedang tertawa ketika bersama Papa Millie, apalagi komentar komentar di media sosial yang menyebut mereka pasangan yang serasi meskipun terpaut usia yang berbeda jauh


"Kak Rafael harusnya gue yang ada di samping lo sekarang.. gue yang lo sayang cuma gue, lo cuma memanfaatkan kekayaan papanya Millie kan? "


Di sisi lain Rebecca melihat itu menyadari siapa gadis kecil yang bersama Rafael,


"Pantes Rafael mau sama anak kecil itu, ternyata keluarga nya bukan orang sembarangan" Gumam Rebecca


"Gue masih ingat gimana kita memadu kasih dulu, gue mau tau gimana reaksi cewek lo dan calon mertua lo yang kaya itu kalo foto foto ini di sebar"

__ADS_1


Rebecca memiliki foto mereka berdua yang terlalu vulgar, mulai dari ranjang, kolam renang hingga ruang tamu di rumah lama Rafael


"Gue mau lo kembali sama gue, Foto-foto ini akan membuat hubungan lo sama mertua lo hancur dan dia akan Melarang hubungan lo sama gadis itu" Gumam Rebecca


__ADS_2