
"Millie.. Millie.. Millie.. bantuin kerjain ini dong" Abra dan ketiga temannya menghampiri Millie di kelas
"Mana gue liat" Millie membaca soal soal di buku itu lalu mulai menulis
"Tinggal lo pindahin" Millie dengan cepat menjawab soal soal sulit tersebut
"Woow.. Millie emang yang terbaik, thanks" Millie hanya manggut-manggut
"Tangan lo kenapa mil? " Abra mengambil tangan Millie
"Gue pukul samsak tapi gak pake sarung jadi gini"
"Kasihan banget sih... Kita kasih kecupan cinta" keempat teman laki laki itu mengecup tangan Millie
Millie hanya tertawa geli melihat kelakuan teman nakalnya tersebut, Rafael yang lewat koridor kelas Millie melihat itu dan akhirnya masuk ke dalam kelas Millie
"Itu kalian lagi apa? kalian berempat bukan murid kelas ini kan? " ucap Rafael
"Iya.. pak, kenapa emang gak boleh main kesini pak? " jawab Abra
"Kembali ke kelas masing masing sebentar lagi jam belajar mulai, jangan pacaran di sekolah"
"Siapa yang pacaran? orang kita cuma temenan" ucap Millie
"Itu tadi kenapa cium cium tangan kamu kalo bukan pacaran? "
"Yang bener aja pak, ya kali pacaran sama empat cowok sekaligus" Protes Millie
"Ohh.. jadi keempatnya cium tangan kamu? " Rafael menghampiri mereka, keempat pemuda itu sontak saja mereka berhamburan kabur
"Mau kemana kalian? " teriak Rafael
"Ke kelas pak" mereka menjawab sambil berlari kabur
"Di cium cium mau aja lagi" Rafael menatap sinis pada Millie
"Kenapa emangnya? mereka teman saya pak, lagian cuma cium tangan mereka maksudnya mau menghibur saya"
"Ini pasti boongan kan? kemaren gak apa apa " Rafael mengambil tangan Millie lalu menekannya
Millie hanya mengernyitkan wajahnya seraya menggigit bibir bawahnya, Rafael mematung sejenak melihat raut wajah Millie tanpa dia sadari tangan Millie berdarah kembali
"Manis banget" Batin Rafael menatap wajah Millie
"Pak...tangan Millie berdarah" Aldi melihat Rafael memegangi tangan Millie seraya menatap wajahnya buru buru menghampiri mereka ketika melihat wajah Millie seperti menahan sesuatu
Aldi kemudian mengambil tangan Millie dari tangan Rafael lalu meniupnya, Rafael kembali merebut tangan Millie dan membawanya pergi
"Pak.. Millie mau di bawa kemana? " teriak Aldi ketika Millie di tarik pergi oleh Rafael
Millie di bawa Rafael menuju UKS dan sesampainya di sana Rafael membuka perban di tangan Millie, Dia kembali membalut luka Millie setelah di beri obat
"Maaf.. aku kira ini bohongan" ucap Rafael
"Gak sakit? "
"Sakit" jawab Millie singkat
"Gak mau nangis? "
"Enggak, ngapain? udah biasa juga, hari ini latihan lagi gak? " tanya Millie pada Rafael
"Latihan dong, kalo gurunya cantik kayak gini biar dipukulin juga rela"
"Cih... orang tua gombal" ledek Millie
"Apa? Kamu bilang apa? "
"Orang tua.. hahha.. geli pak" Rafael menggelitik perut Millie
Millie dan Rafael saling menepis ketika saling menggelitik, tanpa di sengaja Rafael menarik tangan Millie membuatnya tidak siap dan jatuh di atas Rafael dengan bibir menempel di bibir Rafael
__ADS_1
"Iiihhhhh... fuh.. fuh.. fuh.. " Millie mengusap-ngusap bibirnya seraya berdiri
"Ciuman pertama kamu, aku yang dapat" ucap Rafael seraya berdiri membetulkan kerah bajunya
"Pak Rafael iihh.. ini pelecehan namanya"
"Bukan Millie.. ini namanya percobaan'' ucap Rafael mencolek dagu Millie lalu pergi
" Hei... dasar tengil" pekik Millie
"Ciuman pertama gue" Millie memegangi bibirnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. " Dirga baru saja masuk ke kelas Ellia
"Sayang? mereka pacaran? " sekumpulan mahasiswi yang sedang berkumpul mulai menggosip
"Kenapa cowok ganteng udah ada yang punya? "
"Ada noh Ello"
"Gak pede gue, yang deketin cewek populer aja gak di gubris apa lagi gue"
"Yang ganteng, ramah udah ada yang punya, ada yang ganteng tapi kayak gunung es"
"Gue sih nunggu gunung es mencair aja"ucap Irene, mereka menatap Ello yang fokus membaca buku
" Makan siang bareng, ayo" Dirga membantu Ellia membereskan buku bukunya
"Oke.. Ello mau ikut makan siang bareng gak? " Ellia bertanya pada Ello
"Duluan aja, gue mau ke sekolah Millie"
"Kenapa ke sekolah Millie? " tanya Dirga
"Tangannya luka, takutnya dia kesusahan buat makan" ucap Ello seraya mengemas bukunya lalu pergi
"Kita ikut ke sekolah aja, lagian kita udah lama gak kesana juga" ucap Dirga
"Kamu khawatir sama Millie? " tanya Ellia
"Ehh.. enggak.. biarin aja Millie kan udah ada Ello, sekarang kita mau kemana? " tanya Dirga
"Terserah" jawab Ellia seraya pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Ello menunggu Millie di luar kelasnya, kehadiran Ello membuat para murid perempuan salah tingkah dan cari perhatian
Millie keluar berlari memeluk Ello begitu pun Ello membalas pelukan Millie, Mereka patah hati kenapa lagi lagi para pria tampan dekat dengan Millie si gadis badung
"Kak Ello" Dita dan Anggia menghampiri Ello
"Kalian udah makan siang? " Tanya Ello seraya mengacak pelan rambut keduanya
"Belum kak" jawab keduanya
"Kita makan bersama di kantin aja" Anggia dan Dita berjalan duluan sementara Millie bergelayut manja pada Ello
"Kenapa sih para cowok ganteng lebih deket sama Millie? apa mereka suka cewek nakal? "
"Pake pelet apa sih si Millie"
"Tau mana di peluk peluk lagi" Rafael yang kebetulan lewat mendengar Millie di peluk seseorang
"Millie dimana? " tanya Rafael pada murid yang sedang bergosip
"Ke kantin pak" jawabnya
"Tuh kan, guru ganteng aja nanyain dia"
__ADS_1
"Apa kita juga harus nakal biar di sukain banyak cowok ganteng?
Benar saja ketika sampai di kantin Millie sedang di suapi oleh Ello, semua mata menatap Millie dengan perasaan berbeda
Tiba-tiba saja Rafael dan Aldi duduk bersamaan berdampingan, Millie, Ello dan dua perempuan ini menatap terheran heran dengan keberadaan keduanya yang tiba-tiba ikut bergabung
" Millie tangannya masih sakit? " tanya Aldi
"Enggak" Millie menggeleng
"Kenapa di suapin? gak bisa makan sendiri? " ketus Rafael
"Bapak kenapa? jelous? " ledek Millie
"Iya.. " jawaban Rafael membuat semua orang yang ada disana terkejut
"Gak usah di dengerin kak, emang guru ini agak agak" ucap Millie pada Ello
"Tunggu... gue kayak pernah liat lo, kalo gak salah lo senior gue kan? " ucap Ello
"Lo mahasiswa di kampus xx? " tanya Rafael
"Ya.. lo guru nya Millie? " Rafael hanya mengangguk
"Dan lo siapanya Millie? " tanya Rafael
"Kakaknya" jawab Ello dan itu kembali membuat mereka terkejut
"Gue calon pacarnya " sergah Aldi sepertinya hari ini orang orang di kantin itu mendapat kejut jantung bertubi-tubi
"Calon pacar? " ucap orang orang yang satu meja dengan Millie
"Ngarang lo... gue gak punya calon calonan" bantah Millie
"Ya kalo calon sah sah aja dong, siapa tau nanti lo nembak duluan" cicit Aldi
"Sepertinya Millie cukup populer di sekolah" ledek Ello
"Apa sih kakak.. jangan dengerin dia"
"Tapi kalo suka boleh kan kak? " Aldi mengakrabkan diri pada Ello
"Boleh... tolong jagain Millie kalo lo beneran suka sama dia" ucap Ello membuat Millie protes
"Tenang kakak ipar, kalo udah dapet restu tambah semangat" Aldi menaik turunkan alisnya menatap Millie
"Gue duluan ya udah gak nafsu " ucap Anggia pergi meninggalkan meja makan
"Kayaknya Dita juga harus pergi tadi Niko nitip makanan, kasian.. makasih ya kak traktirannya" ucap Dita lalu pergi membeli makanan titipan Niko
"Millie belum boleh pacaran sebelum lulus SMA" tiba tiba Rafael berbicara
"Bapak tau dari mana? kakaknya aja gak bilang gitu" Aldi tidak percaya dengan apa yang di katakan Rafael
"Millie sendiri yang bilang waktu pulang sama saya" jawabnya dengan santai sementara Millie membulatkan matanya, rumor itu akan semakin kencang setelah ini
"Memang benar, papa gak bolehin anak anaknya pacaran sebelum lulus SMA.. hm gue gak nyangka kalian sedekat itu" Ello melirik Millie yang menopang keningnya dengan tangan
"Kayaknya kakak gak perlu terlalu khawatir, disini udah banyak yang jagain kamu.. jangan nakal, sekolah yang bener" Ello mengusap puncak kepala Millie
"Mampus... abis ini gue bisa jadi bahan gosip" gumam Millie
"Kakak harus pergi.. kalo gitu titip Millie, terlebih lo sebagai guru jangan sampai Millie terlibat tawuran dan bolos sekolah lagi" Ello berdiri hendak pergi
"Kak ikut" Millie ikut berdiri namun Rafael menarik tangannya
"Abisin makanannya... aaaa " Rafael memasukkan sendok ke mulut Millie
"Cobain ini Millie, ini enak" Aldi juga mengulurkan sendok di hadapan Millie
Ello pergi dia bisa lega mungkin setelah ini Millie tidak akan terlalu mengagumi Dirga, Ello melakukan ini agar Millie sibuk dengan mereka yang berlomba dekat dengannya dan bisa mengalihkan perasaannya untuk Dirga
__ADS_1