
"Gue gak enak pernah berprasangka buruk sama Millie" ucap Arumi
"Gak apa apa lo kan gak tau yang sebenarnya, lagian lo juga gak nyakitin Millie kan? " jawab Irene
"Gimana kalo mereka tau gue pernah sempet mau bunuh Millie.. ini semua gara gara Sony" batin Arumi
"Gue harus pulang, gak enak lama lama disini" ucap Arumi
"Mama gak cerewet kan sama lo? " Tanya Irene
"Enggak.. mama lo baik banget" jawab Arumi
"Kenapa keberuntungan berpihak sama lo, orang tua yang sangat baik dan menyayangi lo dan cowok yang lo harapkan sekarang jadi suami lo, banyak orang yang sayang sama lo, gue gak suka liat hidup seseorang terlalu sempurna" Batin Arumi
"Gue anter sampe depan aja ya, sorry gue gak bisa nganter lo pulang karena Ello gak izinin gue pergi kalo gak sama dia"
"Gak apa apa, gue pulang sama bang William" Arumi dan William pun pergi dari rumah Millie
"Masuk ngapain masih berdiri disini? " Ello menarik tangan Irene yang masih berdiri di luar
Mereka kini sudah berkumpul di meja makan sedang bersiap untuk makan malam, Millie kelihatan masih murung dia yang biasanya paling cerewet hanya diam saja
"Kenapa kak putus cinta? " Cicit Michelle
"Diem lo.." Ketus Millie
"Yee.. sewot amat sih, lagian punya pacar putus nyambung mulu kayak benang layangan"
Millie melemparkan sayuran ke wajah Michelle dan Michelle yang tidak bersalah melakukan hal yang sama, Suara Max mengejutkan mereka hingga berhenti dan suasana menjadi hening
"Ehem.. " Irene sampai terlonjak mendengar suara keras Max
Dari kecil Irene memang hidup di keluarga yang harmonis dan tidak pernah saling membentak, kedua orang tuanya begitu menjaga perasaan anaknya sampai mereka bertengkar pun Irene di usahakan pergi keluar rumah lebih dulu
"Kaget ya? disini emang udah biasa, anak anaknya bikin sakit kepala kecuali gue" Gumam Ello
"Cih.. sekarang lebih banyak kosakata yang keluar dari mulut lo, gue kira lo cuma bisa bikin orang sakit hati doang" Jawab Irene setengah berbisik
"Keahlian gue banyak, salah satunya di gue adalah penembak yang jitu"
"Gue gak percaya" ucap Irene
"Udah ada buktinya kok, itu buktinya di perut lo sekali tembak langsung dapet dua" Mendengar itu Irene jadi tersedak, dia terbatuk mengambil air dan meminumnya hingga tandas
"Maaf" ucap Irene
"Makannya pelan pelan nak" ucap Allea, Ello hanya menundukkan kepalanya sambil terkekeh
"Aww" Irene yang kesal mencubit paha Ello dari bawah meja
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Anak kita udah nikah, sepi ya pa gak ada Irene" ucap mama Irene saat sedang menonton TV berdua
"Papa kangen sama anak manja itu, di tinggal dua minggu baru pulang taunya dia bawa suaminya "
"Apa kita kesana aja ya besok?
" Kayaknya harus kesana, ma itu temennya Irene dari kapan tinggal disini? " Tanya papa Irene
"Kayaknya udah beberapa hari atau seminggu mungkin, mama lupa kapan Irene izin"
"Papa khawatir kalo ada orang lain tinggal sama Irene dan suaminya" ucap papa Irene
"Khawatir apa sih pa? "
"Takut jadi fitnah ma.. kalo udah berumah tangga gak boleh sembarangan nampung orang ma, kita kan gak tau apa yang akan terjadi kedepannya apa lagi mereka masih muda" Mama Irene sedikit berpikir
"Terus gimana pa? kasian juga anak itu katanya tinggal sendiri di rumahnya"
"Kalo gitu biarkan dia tinggal disini dan Irene selama anak itu tinggal disini Irene tinggal di rumah mertuanya"
"Tapi pa... "
"Ma.. kita harus cegah kemungkinan yang akan membuat keributan besar, bukannya mencegah lebih baik dari pada mengobati? " tanya Papa Irene
"Besok kita kesana bawa sekalian baju Irene agak banyak" Arumi mendengarkan percakapan orang tua Irene
"Pinter juga bokap Irene, apa dia udah liat niat gue? " batin Arumi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
William hari itu membantu Millie untuk menjenguk Rafael, saat mami Rafael pulang dan di gantikan Anna dan William memanfaatkan hal itu untuk membawa Anna pergi menjauh dari ruangan Rafael
"Kamu gak ada niat buat bangun apa? udah tiga hari lo kamu tidur terus"
"Aku sayang sama kamu, kenapa kamu harus mengorbankan diri kamu buat aku, "
"Mungkin setelah ini kita gak akan ketemu lagi, aku udah janji sama diri aku sendiri buat pergi jauh dari kamu, aku gak mau bikin kamu celaka lagi.. aku harap kamu mengerti dan menghargai keputusan aku"
Tangan Rafael sedikit bergerak namun tidak ada tanda tanda dia akan bangun.
''Kalo gak kayak gini kamu pasti protes, marah marah, bentak bentak, tapi walaupun kamu tukang ngambek, tukang marah marah, suka salah paham tapi aku sayang sama kamu" Millie mencium kening Rafael, air matanya menetes dari sudut matanya
"Aku udah lama disini, aku pulang ya.. jangan cari aku kalo kamu udah sadar" Millie kembali mengecup kening Rafael lalu pergi menuju ruangan dimana Tara di rawat
"Lo udah sadar.. syukurlah" Millie menjenguk Tara
"Makasih udah kasih bukti itu, sekarang Sony jadi buronan" Tara hanya mampu menganggukkan kepalanya lemah
__ADS_1
"Tante om saya permisi, besok saya kesini lagi"
"Iya.. makasih ya udah jenguk Tara"
"Iya.. saya permisi"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sepulang dari rumah sakit Millie tidak memberitahu William, dia tidak ingin terlalu merepotkan William karena takut akan membuat kesalahan pahaman lagi diantara mereka dan Rafael
"Itu bukannya suami Anggia? Anggianya mana? " Millie melihat Rendi melintas dengan motornya
Millie langsung pulang ke rumahnya setelah dari rumah sakit, kebetulan Cindy dan Danendra berada di rumah mereka sedang menceritakan anaknya yang pergi bulan madu ke Bali
"Bulan madu? orang tadi aku liat Rendi kok" ucap Millie yang baru saja masuk ke dalam rumah
"Kamu salah liat mungkin, waktu itu Anggia telepon lagi di Bali"
"Sumpah om.. aku liat tadi, coba om telepon" Danendra yang penasaran akhirnya menelpon Rendi
"Halo pa.. " Anggia menjawab teleponnya
"Kamu lagi dimana? "
"Masih di bali pa"
"Kok suara Anggia kayak orang yang lagi nangis" batin Millie
"Pinjem hpnya om" Millie mengambil handphone dari Danendra
"Hai Anggia.. ini gue Millie, di bali banyak yang seru gak?
" Enggak.. "
"Sama siapa lo disana? " tanya Millie
"Cuma Rendi"
"Gue mau nanya.. gue mau pake kebaya sebaiknya pake yang hitam atau putih? " Millie dan Anggia punya kode saat masih kecil
Yaitu hitam sebagai kata tidak dan putih sebagai kata iya, sementara Millie menekankan kata sebaiknya untuk menanyakan kabar Anggia
"Ohh... makasih udah bantu, gue bantu lo lain kali" ucap Millie lalu teleponnya terputus
"Gue tau lo gak baik baik aja, tapi kenapa lo gak bilang? karena takut sama Rendi atau gak mau nyokap bokap lo khawatir? " batin Millie
"Iya kan dia lagi honeymoon? "
"Iya tante mungkin aku salah liat" jawab Millie
__ADS_1