
Rafael melirik Millie yang berada di samping nya sesekali Rafael menggenggam tangannya, Millie menoleh tersenyum kikuk
"Kamu masih marah? "
"Enggak.. kenapa juga aku harus marah" jawab Millie
"Sejak foto itu tersebar kamu susah di ajak ketemu, kamu ilfeel ya sama aku? "
"Enggak.. aku males keluar aja, pulang sekolah aja aku langsung pulang ke rumah" Jawab Millie
"Papa kamu bilang nyuruh kita tunangan tapi katanya kamu gak mau"
"Bu.. bukan gitu, aku pikir aku masih terlalu kecil buat tunangan" Rafael menghentikan mobilnya
"Oma nyuruh aku tunangan, kamu mau tunangan sama aku apa aku tunangan sama orang lain? " Millie menatap Rafael mulutnya bergetar hendak mengatakan sesuatu namun lidahnya begitu kelu
"Apa? mau ngomong apa? "
"Aku... aku.. aku mau " Jawab Millie ragu ragu
"Mau apa? " tanya Rafael sengaja menggodanya
"Gak jadi" ucap Millie sambil memalingkan wajahnya ke luar jendela, Rafael menarik tangan Millie lalu memeluknya
"Terimakasih udah hadir di hidup aku, aku beruntung kenal kamu dan keluarga kamu.. aku janji gak akan kecewain kalian" Millie hanya diam mengusap punggung Rafael
"Kamu diem aja"
"Aku nervous mau ketemu oma kamu.. oma kamu galak" ucap Millie
"Aku kirain kamu gak mau ngomong sama aku" Millie menggeleng
"Bukan.. aku takut ketemu nenek kamu"
"Takut kenapa? ketemu nenek nenek ini bukan ketua mafia" ucap Rafael
"Itu dia masalahnya karena dia tua, kalo aku marah gak bisa di lawan" Rafael sontak saja tertawa mendengar pacar kecilnya
Sesampainya di rumah sakit di ruangan itu ternyata sudah ada wanita yang di gadang-gadang akan di jodohkan dengan Rafael, tangan Rafael tak lepas dari bahu Millie dan membawanya masuk
"Oma gimana kabarnya? " ucap Rafael
Ketika Millie mengulurkan tangannya hendak bersalaman namun oma Rafael tidak menerima nya, Millie kembali menarik tangannya namun Rafael mengambil tangan Millie dan mengecupnya
"Cih... wanita macam apa yang menempel pada pacarnya di depan orang lain" Cibir oma Rafael
"Hai Rafael.. " Raisa menyapa namun Rafael tak menggubris nya
"Kenapa kamu gak jawab sapaan Raisa? " oma Rafael marah
"Aku gak ada kewajiban buat jawab, oma juga gak mau Terima rasa hormat Millie"
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar, Oma sudah umumkan pertunangan kamu dan minggu depan kalian tunangan'' Millie mendongak menatap wajah Rafael
" Maaf oma.. besok aku dan Millie akan tunangan, aku kesini hanya mau memberikan undangan" Rafael benar-benar mengeluarkan undangan dari saku jasnya
"Ini... " gumam Millie, Rafael memeluk Millie dan mencium keningnya
"Semua sudah di urus papa kamu" bisik Rafael
"Maen urus urus aja kalo gak jadi kan sayang buang buang duit" batin Millie
Bisa bisanya Sang ayah membuat undangan terlebih dahulu sebelum Millie Menyetujui nya, wajah Raisa tampaknya menahan malu di hadapan Millie
"Oma.. terus aku gimana? semua keluarga aku juga udah tau"
"Kamu tenang aja" tiba tiba banyak orang masuk ke dalam ruangan tersebut membawa kamera
"Bagaimana dengan pertunangan anda dan nona Raisa? "
"Bukankah anda pacar nona keluarga Maxime? "
"Tentang foto foto itu apakah itu benar? "
"Apakah anda seperti yang orang orang tuduhkan bahwa anda seorang playboy? " pertanyaan demi pertanyaan di lontarkan
Rafael memeluk Millie dan tersenyum ke arah kamera lalu mengambil undangan yang tadi dia berikan pada oma nya, Semua orang menyoroti undangan tersebut
"Besok anda tunangan dengan nona Millie? " Tanya salah seorang dari mereka
"Ya... aku mengundang kalian besok, jangan lupa datang ya" setelah mengatakan itu Rafael pergi membawa Millie
Raisa mengusir semua orang karena keadaan oma Rafael membutuhkan ketenangan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Berita itu langsung kembali ramai di bahas dan sampai ke telinga keluarga Raisa, Keluarga Raisa meradang merasa di permainkan oleh keluarga Rafael
"Berani beraninya mereka mempermalukan kita seperti ini, tunggu aku akan membalas semua rasa malu putriku" ayah Raisa menggebrak meja hingga kaki meja tersebut patah
Raisa pulang dengan keadaan menangis dan langsung masuk ke kamarnya, tentu saja dia malu karena rencana yang di buat oma Rafael gagal total dan malah mempermalukan mereka
"Sayang.. buka pintunya" ibu Raisa mengetuk pintu kamar Raisa
"Gak... aku malu.. kenapa oma melakukan ini, kenapa oma bilang Rafael mau bertunangan sama aku tapi kenyataannya Rafael bawa ceweknya dan mengatakan besok adalah hari pertunangan mereka" Raisa menangis berteriak di kamarnya
"Papa beresin mereka buat kamu sayang.. jangan nangis lagi ya nak"
"Papa harus bikin perhitungan sama mereka, aku gak mau tau mereka harus mendapatkan balasannya"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Rafael... Pengusaha muda yang baru saja mendapatkan hak atas perusahaan peninggalan papanya ini kembali membawa kabar mengejutkan"
__ADS_1
"Hari ini sang nenek mengumumkan perjodohan antara cucunya dengan putri dari keluarga Baskoro, namun semua itu langsung di patahkan oleh Rafael sendiri dengan membawa kekasihnya yang masih pelajar SMA dengan membawa undangan pertunangan mereka yang akan di gelar besok"
"Wow... anak anak pengusaha ini memang benar-benar mengejutkan, mereka berlomba-lomba menjodohkan anak anak mereka"
Lebih banyak lagi yang presenter di televisi itu katakan namun Millie mematikan televisinya,
"Kenapa di matiin sih? Kak Millie terkenal loh" ledek Michelle
"Berisik loh" ucap Millie sambil melemparkan remote nya
"Kak Millie bentar lagi punya anak kayak kak Irene"
"Diem lo... gue gak mau punya anak" Millie melompat dari belakang sofa dan mengapit leher Michelle dengan lengannya
"Mama.... kak Millie ma.. " Michelle berteriak hingga terjadi perkelahian kecil diantara mereka
"Ini anak ya ampun... lepasin.. lepasin" Allea memukul kedua anaknya
Michelle menarik rambut Millie sementara Millie mengapit kepala Michelle di ketiaknya, Allea menjewer telinga keduanya
"Millie kamu masih aja kayak anak kecil"
"Dia duluan ma ngeledek mulu" ucap Millie
"Aku cuma bilang dia sebentar lagi punya anak" ucap Michelle
"Apa yang salah dengan itu? " Tanya Allea
"Gak salah.. tapi gak sebentar lagi juga" Millie melepaskan tangan Sang ibu dari telinganya
"Dia itu kenapa? sensitif sekali" gumam Allea
Millie masih dilema dengan pertunangannya dia takut di ledek teman temannya di sekolah seperti Michelle tadi, Millie menjatuhkan tubuhnya di ranjang
"Sayang papa telepon katanya suruh kita ke butik sekarang" Allea mengetuk pintu kamarnya
"Aaaarrggghh.. iyaaaaaaa" teriak Millie
Sesampainya di butik disana sudah ada Rafael dan maminya, Millie pergi bersama Allea, Ellia dan Irene untuk membeli gaun juga
"Hai calon istri" Bisik Rafael di belakang Millie
"Jangan bilang begitu nanti di denger orang" Millie berbalik langsung berhadapan dengan Rafael dengan jarak mereka yang sangat dekat
"Emangnya kenapa? kamu emang calon istri aku"
"Ya.. ya.. gak usah di sebutin juga" Millie tampaknya tersipu saat Rafael memanggilnya calon istri
"Gemes banget sih, malu malu gitu" Rafael mengecup bibir Millie di tengah tengah keluarganya yang sedang membahas dan memilih gaun
"Ehem... " mami Rafael melihat itu langsung memukul lengan Sang anak
__ADS_1
"Nyicil dikit" ucap Rafael membuat Millie mendengus kesal menyikut perutnya
Rafael hanya terkekeh seraya memeluk leher Millie dan menopangkan dagunya di atas kepala Millie