
Setelah berhari-hari kejadian yang menimpa Arumi kini Irene tidak lagi bertegur sapa dengan Ello, Irene juga terkesan menghindar dari Ello
Seperti hari ini Irene datang paling telat dan keluar lebih dulu saat pelajaran selesai, Irene juga sering terburu-buru pergi dari kantin ketika Ello dan Arumi datang
"Apa kata kata gue kemaren terlalu menyakiti dia? tapi dia bener-bener keterlaluan" batin Ello memandang kepergian Irene
"Kenapa lo? gue perhatiin akhir akhir ini lo gak seperti biasanya" tanya Dirga ketika melihat Irene duduk sendiri
"Gak tau.. gue ngerasa gak bersemangat aja" lirih Irene
"Karena Ello? "
"Kayaknya" Jawab Irene
"Dia deket sama Arumi dan lo menjauh karena itu? come on, itu bukan lo banget.. bahkan lo bersaing sama banyak cewek selama ini" ucap Dirga
"Bukan soal itu.. Ello nuduh gue yang dorong Arumi sampe jatoh di tangga"
"Jadi itu lo? " tanya Dirga
"Lo gila kali, gue gak mungkin celakain orang cuma gara-gara cowok"
"Ya bisa aja kan" gumam Dirga
"Udah lo pergi sono, kalo gak percaya ya udah tapi yang jelas gue gak pernah mencelakai siapapun"
"Santai dong.. gue ada kabar bagus nih buat lo" ucap Dirga
"Kabar bagus apa? "
"Kemaren Ellia ada di bawah nunggu gue waktu itu dia liat Arumi berguling di tangga siapa tau dia bisa jelasin sama Ello" Irene langsung bersemangat seketika
"Dimana dia sekarang? " tanya Irene
"Mungkin udah pergi, Ellia sama Ello malem ini ada presentasi dan mungkin nginep di bandung"
"Kalian kalo tau kenapa gak bilang dari kemaren kemaren" gerutu Irene sambil berlalu pergi
"Mana kita tau kalo Ello nyalahin lo, lagian Ello kan bisa tanya Aruminya langsung" gumam Dirga
"Apa Irene mau susul Ello dan Ellia ke Bandung? gawat" Arumi menguping pembicaraan Dirga dan Irene
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie pulang sekolah dengan wajah gembira dan sudah kembali ke sikapnya semula, Millie bersenandung berjalan menuju dapur mengambil buah di kulkas
"Eh.. mau pada kemana? " tanya Millie saat melihat Ellia dan Ello sudah bersiap
"Mau ke Bandung ada prestasi perwakilan dari kampus" jawab Ellia
"Mau ikut? " tanya Ello
"Mau... "
"Millie kamu besok sekolah, jangan aneh aneh" sergah Allea
"Kita pergi ma" Ellia dan Ello mencium tangan Allea, sebelum pergi Ello menjulurkan lidahnya pada Millie
"Nyebelin lo, pengen gue tampol aja kepalanya" pekik Millie
__ADS_1
"Udah mau ngomong sekarang? " tanya Allea, sudah beberapa hari sejak Max memisahkannya dengan Rafael, Millie tidak pernah banyak bicara
"Masih kesel sama papa" ucap Millie
"Kamu tau kan papa cuma mau melindungi kamu" Allea membelai pipi Millie
"Tapi dia gak jahat sama sekali ma, dia udah menyesali semuanya"
"Kamu tau sendiri papa kamu, mama gak berani bantah" lirih Allea
"Tau lah... percuma juga ngomong sama mama" Millie berlari naik ke kamarnya
"Anak itu" Allea menggelengkan kepalanya
Millie mengunci pintu kamarnya lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang, dia segera memasang earphone untuk menelpon Rafael
"Lagi kerja ? aku matiin aja ya"
"Jangan dong.. aku makin semangat kalo di temenin kamu" ucap Rafael sambil membetulkan sebuah motor
"Masa? tapi nanti ganggu kamu, kalo costumer komplain gimana? "
"Aku suruh pulang aja" jawab Rafael sambil terkekeh
"Kok videonya berhenti? kamu lagi bales pesan dari siapa? " tanya Rafael
"Kak Irene, ada perlu sama kak Ellia jadi aku kasih nomornya" jawab Millie
"Bohong.. aku gak mau ya kalo kamu bohongin aku"
"Enggak.. sumpah deh"
"Tadi kan ketemu, masih kurang? "
"Kurang.. aku mau seharian peluk kamu" Rafael tertawa kecil ketika mendengar para costumer wanitanya mulai berisik
"Siapa sih ceweknya? "
"Gue juga mau di peluk seharian sama orang ganteng, biarin deh gak di kasih uang belanja"
"Cemburu banget deh"
"Bang itu pacarnya ya? " salah satu dari mereka memberanikan diri bertanya
"Iya.. nih mau nyapa dia gak? " Rafael menunjukkan layar handphonenya pada mereka
"Hai... sering sering datang ke bengkel pacar aku ya, motor gak rusak di rusak aja biar sering sering datang" ucap Millie sambil tertawa
"Dia ramah kan? " Ucap Rafael
"Pacarnya cantik bang, orang kaya ya? kamarnya gede banget"
"Ini sih satu kamar bisa jadi seukuran rumah gue"
"Inget ya sering sering servis kendaraannya promosiin juga sama temennya, kapan lagi di layani sama orang ganteng.. jangan di pegang pegang ya" Millie kembali terkekeh
"Yang... "
"Kamu bilang apa barusan? " Rafael segera mengambil handphonenya ketika Millie memanggilnya dengan begitu manja
__ADS_1
"Tau ah.. aku mau mandi dulu ya"
"Gak di bawa aja sekalian HP nya? " Rafael tertawa saat mengatakan itu
"Ihh.. dasar gila, om om mesum"
"Ya udah sana mandi, nanti aku telepon" Millie mengakhiri panggilan teleponnya
"Kok manggilnya om ? "
"Beda enam tahun, emang saya kayak om om ya? " Rafael menunjuk wajahnya sendiri
"Pantesnya sama saya aja bang" ucap seorang wanita sambil terkekeh
"Saya Sukanya daun muda" jawab Rafael
"Iya.. lo mah daun busuk" ucap temannya yang ada di samping
"Sialan lo"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ellia dimana? ada yang harus gue omongin sama lo" Irene menelpon Ellia
"Ini masih di jalan kok, kebetulan aku sama Ello lagi berhenti di pom bensin"
"Tunggu ya gue kesana sekarang"
Irene akhirnya menemukan mobil Ello di sebuah pom bensin, saat Irene menghampiri mereka Ello dengan wajah ketusnya
"Lama banget sih, mau ngapain coba? buang buang waktu aja" ucap Ello dengan ketusnya
"Kok gitu sih? ada apa Irene? " Ellia memukul lengan Ello
"Gue mau tanya ... "
"Nanti aja deh tanya nya ini udah mepet banget waktunya, malem ini kita prestasi" ucap Ello
"Kalo penting mending kamu ikut aja biar nanti setelah presentasi kita ngobrol"
"Gak ada.. gak ada ngapain ikut ikut" Sergah Ello
"Gak apa apa.. lagian tidurnya sama aku, kebetulan aku pengen ada temen"
"Terserah lo deh" Akhirnya Ello mengalah pada kembarannya
"Kamu ikutin mobil ini aja ya"
"Iya.. aku kan bawa mobil" mereka pergi beriringan menuju tempat tujuan Ello dan Ellia
Arumi mengikuti mobil mereka dari belakang sampai hotel dimana Ellia dan Ello menginap, Arumi memesan kamar tepat di tengah kamar Ello dan Ellia
Ello dan Ellia malamnya presentasi dan Irene melihat keduanya, Irene semakin suka melihat Ello berbicara dengan tegas dan lancar di hadapan semua mahasiswa lain
"Kalo aja lo bisa buka hati buat gue" batin Irene
Setelah selesai presentasi selesai mereka menikmati makanan yang di sediakan, Ello dan Irene di beri minuman oleh seorang pelayan
Beberapa saat Irene merasa Kepala seperti berputar dan tubuhnya lemas, Irene langsung masuk kedalam sebuah kamar tanpa peduli itu kamar milik siapa dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang tertidur pulas
__ADS_1
Sementara disisi lain Ello kepalanya juga terasa berputar dengan tubuh panas, Ello langsung masuk ke sebuah kamar yang terbuka lalu mengunci pintunya