
" Kamu ngerasa ada yang aneh gak sih sama Millie dan Ellia? " Allea biasa berbincang sebelum tidur dengan suaminya
"Aneh gimana? "
"Kayaknya Millie gak banyak menghindar kalo ada Ellia, sebelum di antar jemput Rafael juga Millie lebih milih berangkat sama Ello walaupun agak siangan" Max menutup Laptopnya dan berbaring menghadap Allea
"Terus... aku harus gimana? " tanya Max
"Kamu tanya deh anak anak itu kenapa, kalo aku yang nanya Millie gak pernah serius"
"Nanti aku tanya mereka, Sekarang aku mau melakukan sesuatu dulu" Max memeluk Allea mencium titik titik sensitif istrinya
"Kamu udah tua masih aja"
"Hei... jangan salah, tua juga aku masih gagah.. kamu lebih tau kan? "
"Iya.. iya.. tentu aja aku tau seberapa gagahnya suamiku" Ucap Allea di iringi tawa kecil
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu gak repot apa jemput tiap hari? rumah kita beda arah loh" ucap Millie
"Enggak masalah.. buat pacar aku gak ada kata repot" Jawab Rafael membuat Millie mencebikkan bibirnya
"Pacar apaan? ngaku ngaku"
" Aku udah ketemu orang tua kamu, mereka bolehin kok kamu pacaran " ucap Rafael
"Tapi aku gak pernah bilang kita pacaran, kamu aja yang kepedean" Rafael tiba tiba menghentikan mobilnya
"Lihat aku.. apa aku jelek? apa menurut kamu, aku gak menarik? apa yang kurang dari aku? " Rafael bicara dengan wajah yang terus mendekat
"Loh.. loh.. loh.. ngapain nih? "
"Mana berani ku ngapa-ngapain kamu, belum apa apa aja udah di cekik" Rafael kembali ke tempat duduknya
"Jawab dulu apa kurangnya aku? " Rafael menoleh pada Millie
"Apa sih? udah jalan "
"Aku gak mau jalan sebelum kamu jawab"
"Ya udah aku turun disini" Ucap Millie seraya membuka pintu mobil
"Turun aja kalo mau telat, kalo gak telat ya paling basah kuyup sampe sekolah" Di luar hujan sangat deras, Rafael sengaja berhenti dimana tempat itu tidak ada tempat untuk di pakai berteduh
Rafael terus saja bicara membuat Millie kesal sampai akhirnya dia keceplosan mengatakan seperti apa Rafael di matanya
"Jadi menurut kamu aku orang yang seperti apa, apa aku tampan? apa aku baik? apa aku pintar? apa kamu suka sama aku?
"Ya... oke.. oke.. kamu tampan, baik mungkin, pintar, sikap kamu baik sama aku dan aku suka sama semua yang ada padamu " Karena terlalu kesal Millie menjawab pertanyaan Rafael dengan cepat
"Suka ? Aku sudah tau itu" Rafael mengulum senyumnya
__ADS_1
"Ma.. maksudnya.. maksudnya siapa cewek yang gak suka sama kriteria cowok seperti itu" Millie meralat kata katanya
"Aku gak bahas cewek lain, aku lagi tanya kamu berarti itu menurut kamu kan? "
"Gak usah senyum senyum gitu, jelek" Ketus Millie ketika melihat Rafael senyum senyum sendiri
Rafael kembali melajukan mobilnya menuju sekolah sambil terus menggoda Millie, Millie hanya diam saja memalingkan wajahnya ke arah luar jendela
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aldi.. Gue bawa ini buat lo" Ucap Anggia seraya menyerahkan paper bag
"Apa nih? lo bikin sendiri? "
"Iya.. gue bantuin dikit dikit sih ini mama yang bikin" Jawab Anggia
"Thanks" Ucap Aldi seraya pergi
"Boleh gue jalan barengan sama lo ke kelas? " Tanya Anggia ketika mengejarnya
"Tentu.. "
"Lo udah kerjain PR hari ini ? Menurut gue PR nya sedikit susah" Ucap Anggia
"Gue belum kerjain, semalem gue telepon Millie buat tanya tapi dia gak jawab teleponnya" Senyum Anggia hilang seketika
"Telepon Millie? kenapa gak telepon gue aja? "
"Gue gak punya nomor telepon lo dan lo bilang tadi susah kan? jadi gue ragu mau nanya sama lo" Anggia terdiam seketika
"Millie mau gak? " Aldi mengeluarkan kue yang di berikan Anggia
"Apa tuh? "
"Itu kue dari gue kok di kasih ke Millie? " tanya Anggia dengan ketus
"Ohh.. sorry gue alergi lo makan aja" Millie menolak kue tersebut
"Ya udah.. kalian mau? guys mau coba gak? " aldi menawari Dita dan Niko juga teman satu kelasnya
"Ini dari Anggia, lain kali kalo kalian mau minta Anggia aja" ucap Aldi ketika teman temannya mengambil kue tersebut
"Gue kira dia suka dan makan kuenya sendiri" batin Anggia
"Selamat pagi anak anak" Rafael masuk ke ruang kelas Millie
"Selamat pagi pak" anak anak menjawab serempak
"Bapak ganteng deh hari ini" murid murid Memang sering menggodanya
"Saya ganteng dari lahir" Rafael menanggapi dengan candaan
"Pak.. uri sunshine"
__ADS_1
"Pak kalo bapak matahari saya jadi langitnya"
"Kamu bisa aja"
"Bapak udah punya pacar belum pak? " Tanya yang lain
"Udah.. " Jawab Rafael tapi matanya menatap ke arah Millie, Millie segera memalingkan wajahnya ke arah lain
"Sebenarnya belum resmi pacaran, dia terlalu jual mahal buat saya yang udah tua menurut dia" Ucap Rafael meralat kata Katanya seraya terkekeh
"Semoga gak jadi pacaran "
"Kita patah hati loh pak kalo bapak punya pacar"
"Saya lebih patah hati kalo dia gak Terima saya" Lagi lagi Rafael menatap Millie
"Udah ahh.. sekarang waktunya belajar.. fokus.. fokus.. fokus.. " Rafael mengetuk papan tulis dengan spidol
Sepanjang pelajaran Millie tidak fokus saat belajar karena Rafael terus menatapnya sesekali juga mengedipkan mata genitnya, Millie bisa bernafas lega setelah pelajaran Rafael selesai
Sejauh ini tidak ada orang lain yang tahu Millie selalu pulang dan di antar sekolah oleh Rafael karena dia selalu minta diturunkan jauh dari lingkungan sekolah, Saat pulang sekolah handphone Millie berdering
"Halo.. kamu dimana? " Rafael menelpon Millie
"Aku.. aku.. kamu dimana? " Millie malah balik bertanya
"Aku udah di mobil nunggu kamu"
Millie bersembunyi di balik tempat sampah besar di samping halaman sekolah, dia berjongkok menghindari Rafael
"Aku udah pulang.. udah dulu ya aku mau makan" Jawab Millie
"Oh.. udah pulang, mau makan ya? apa makanannya cari di tempat sampah? " Millie terkejut kenapa Rafael bisa mengetahui keberadaannya
"Bangun" Rafael menarik ransel Millie ke atas hingga berdiri
"Eh... kamu bohong katanya udah di mobil" ucap Millie
"Kamu juga bohong, katanya udah pulang"
"Emang kamu tau aku bohong? Aku dari tadi ngikutin kamu" ucap Rafael
"Dah lah ayo pulang" Millie tidak mau membahas dirinya yang bersembunyi di tempat sampah
"Tunggu di tempat biasa, aku ambil mobil dulu" Millie pun berjalan lebih dulu keluar halaman sekolah
"Nyebelin banget sih, kenapa ngambil mobilnya cepet banget" Millie masih berjalan sementara mobil Rafael sudah berada di belakangnya
"Ayo sayang.. jangan cemberut gitu dong" Rafael membuka mobilnya dari dalam
"Sayang.. sayang.. jangan sembarangan manggil orang pake kata sayang" Millie menggerutu
"Aku gak sembarangan.. kamu memang sayangnya aku"
__ADS_1
"Iuuuwwhhh.. lebay" Millie bergidik geli mendengar perkataan Rafael, Rafael hanya terkekeh melihat ekspresi Millie