
"Cuci abis itu setrika semuanya, nih makan " mama Rendi memberikan satu keranjang besar cucian pada Anggia lalu memberinya makan hanya dengan telur dan kerupuk sementara keduanya memesan makanan online
"Itu makanannya kan banyak tante, kenapa aku cuma di kasih telur? "
"Orang yang udah bikin masa depan anak saya hancur masih mau di kasih makan enak? udah untung kamu gak saya bunuh.. dasar beban" ketusnya lalu pergi
"Seumur hidup baru pertama kali gue makan telor sama kerupuk doang, gak apa apa yang penting kita makan ya" Anggia makan di dekat mesin cuci
Sambil makan Anggia sambil mengusap air matanya yang bercucuran, dia menyesali semua perbuatannya yang telah durhaka pada orang tuanya juga pernah melakukan hal jahat pada Millie
"Gimana caranya keluar dari sini? bisa mati lama lama disini"
Anggia merencanakan untuk melarikan diri dari sana, dia diam diam menyembunyikan handphone Rendi yang tergeletak di meja makan
Setelah orang-orang pergi Anggia mengambil handphone Rendi yang dia sembunyikan, Anggia menekan tombol untuk menelpon ayahnya
Saat sudah tersambung tiba-tiba dari belakang seseorang mencekik leher Anggia, Rendi lupa handphonenya tertinggal dan berniat mengambilnya kembali namun saat dia masuk dia melihat handphonenya di pegang Anggia
"Halo papa.. " perkataan Anggia tercekat saat Rendi mencekiknya di bagian depan lehernya
"Lo berani ngomong macem macem habis lo hari ini" Anggia mengangguk tanda mengerti
"Halo sayang kenapa diam? "
"Gak pa.. aku cuma mau bilang kalo disini seru, aku seneng banget" ucap Anggia, perkataannya terdengar senang namun matanya bercucuran air mata
"Syukurlah, apa suami kamu memperlakukanmu dengan baik? "
"Iya pa.. dia baik, aku seneng nanti kalo pulang honeymoon aku kesana"
"Syukur kalo kamu senang, jaga kesehatan ya.. mama kamu pasti senang kalo dengar kamu bahagia"
"Udah dulu ya pa aku mau mandi"
"Iya sayang "
"Lo harus di kasih pelajaran" Rendi menyeret Anggia ke kamar mandi dan menenggelamkan kepalanya di bak
Anggia hanya bisa menangis setelah Rendi meninggalkannya begitu saja
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi itu William menjemput Millie untuk mengantarnya ke sekolah, Lagi lagi setiap gerak gerik Millie dan William di potret oleh seseorang
"Jangan sedih.. bang Rafael pasti cepet sembuh dia kuat" Ucap William
"Gue tau.. kalo mami gak ada di rumah sakit lo bisa gak bantu gue buat jenguk Rafael"
"Boleh.. hari ini juga boleh, biasanya Sore tante pulang gantian sama Anna"
__ADS_1
"Sore ini gak bisa, hari ini lo harus bawa kak Arumi ke rumah gue kita liat isi flashdisk itu sama sama"
"Hmm" singkat William
William menatap wajah Millie yang sedang melamun dari kaca spion, Sesampainya di sekolah Jason dan teman-temannya menghampiri Millie
"Tumben gak bawa motor? " tanya Jason
"Enggak.. lagi lemes gue" jawab Millie
"Gue masuk ya" ucap Millie pada William
"Pulang gue jemput? "
"Gak usah gue pulang sama Jason aja" Millie dan teman-temannya pergi masuk ke halaman sekolah
"Kok lo berangkat sama dia? Pak Rafael gak marah emang? "
"Lo masih panggil pak aja" Ucap Millie
"Kebiasaan mil"
"Rafael gak ada, sekarang dia koma di rumah sakit" lirih Millie
"KoMa? kok bisa, dia kenapa? "
"Kecelakaan, ceritanya panjang yang nabrak nya juga lagi di cari sama papa" Jason menepuk bahu Millie begitupun dua teman lainnya
"Gue takut.. gue takut apa yang terjadi sama Abra terjadi juga sama Rafael" Millie berkaca-kaca
"Hei... ini bukan lo, Millie yang kita kenal gak pernah nangis" Jason mengangkat dagu Millie
"Jangan khawatir semua akan Baik baik aja, senyum dong" ucap Rian seraya merangkul Millie
"Kok jadi cengeng sih, mana jiwa abang abang nya? " goda Roy sambil mengacak rambut Millie
"Sialan" Millie memukul lengan Roy, senyumnya sedikit terukir di ujung bibirnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Guys.. berita baru"
"Jadi Ello sama Irene udah nikah? "
"Hamil duluan guys"
"Parah.. ini parah sih, si Ello sok sokan nolak Irene taunya di embat juga''
" Irene juga parah banget secinta-cintanya kita sama orang jangan mau di hamilin juga lah"
__ADS_1
"Ini foto mereka lagi di rumah sakit"
"Lagi periksa kandungan ya? "
Ello dan Irene masuk bersama dengan Arumi dan Elliatatapan para mahasiswa itu menatap mereka sinis, Irene yang setelah hamil menjadi sangat lebih perasa menjadi canggung dengan tatapan mereka
"Pantesan aja sekarang gak jauh ternyata udah ada dedek bayi"
"Kasian ya Arumi di buang gitu aja"
"Dulu Ello dingin banget sama semua orang sampe hadiah dari kita sering di buang, sekarang jadi lengket banget sama Irene"
"Kalian gak bisa menghakimi seseorang kalo kalian gak tau cerita yang sebenarnya, gue yakin kalian gak akan sanggup kalo jadi Irene" ucap Ellia
Irene mundur perlahan dia tidak bisa mendengar kata kata menyakitkan dari temannya, Irene hendak pergi namun Ello menahannya
Ello memasangkan earphone di telinga Irene lalu membawanya duduk, Irene menoleh ke arah Ello seolah mengatakan ingin keluar dari ruangan itu namun Ello menggeleng
Ello meraih tangan Irene dan tangan mereka saling bertaut di bawah meja, Ello tidak peduli apapun yang di katakan mereka selama mereka tidak menyakiti Irene lebih jauh dia tidak akan bertindak
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa kamu kumpulin kita sayang? " tanya Allea
"Aku punya flashdisk dari Tara katanya itu adalah bukti video kejadian malam itu"
Millie mulai menyambung flashdisk tersebut dan mencoba mengisi kata sandi dengan tanggal lahirnya, Millie ragu ragu menekan nomor hingga nomor terakhir
File itu terbuka bukan hanya ada satu video tapi juga beberapa video juga, Arumi mematung melihat video yang di putar tersebut
Selama ini dia memang salah sudah menargetkan Millie karena serigala sebenarnya berada dekat dengannya, Arumi mengepalkan tangannya erat hingga kuku kuku jarinya memutih
"Maaf, gue bener-bener minta maaf Millie" lirih Arumi
"Gak apa apa.. gue tau lo di hasut sama Sony, sekarang semua udah jelas dan gue harap gak ada dendam lagi" ucap Millie
"Papa pasti dapetin anak itu, dia gak akan bisa kabur" ucap Max
"Dan asal kalian tahu, orang yang menabrak Rafael juga adalah Sony, dia dalang di balik ke kekacauan ini" lanjut Max
"Permisi" William menggeser laptop dari hadapan Millie menjadi ke hadapannya
William membuka file itu dan mereka di buat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya, semua file itu berisi foto Millie bahkan yang diambil secara diam-diam
"Kenapa foto kamu semua? " Tanya Allea
"sebenarnya sebelum jadi pacar kak Ellia dia sempet nembak aku tapi aku gak Terima karena waktu itu masih kecil" jawab Millie
"Mungkin gak dia dendam terus deketin Ellia buat sakiti Millie? " ucap Irene
__ADS_1
"Bisa jadi, kita harus segera cari dia" ucap Ello
"Kalian tenang aja papa udah suruh orang cari dia sama orang-orang yang membantunya"