Youth Love

Youth Love
eps 124


__ADS_3

"Lo gak apa apa? mana yang luka? " Ello menarik Millie baru pelukan sang ibu


"Lo luka, mana yang sakit ngomong sama gue" Ello mengguncang tubuh Millie yang menangis sesenggukan


"Bukan gue.. Rafael.. dia kecelakaan gara-gara gue" tangis Millie semakin kencang


"Bukan salah lo, jangan nangis" Ello memeluk Millie tidak peduli dengan bau amis darah di tubuh Millie


"Kamu mandi dulu ya, istirahat nanti kita pergi ke rumah sakit sama sama" ucap Allea seraya membelai kepala Millie


"Gue capek" Millie mengalungkan tangannya di leher Ello


"Hiisshh.. kalo datang manja nya gini nih" Ello mengangkat tubuh Millie menuju kamarnya


"Jangan cemburu ya.. Millie adik kesayangannya Ello, meskipun Ellia kembarannya tapi Millie yang lebih dekat sama dia" ucap Allea ketika melihat Irene menatap kepergian Ello dan Millie


"Ahh.. enggak kok ma, Millie kan adiknya Ello" jawab Irene


"Katanya kamu mau tidur? Ayo mama anter sekalian mau ke kamar Millie


Irene dan Allea masuk ke kamar Millie disana Ello terlihat sedang mengusap air mata Millie, ternyata Ello adalah orang yang lembut berbeda dengan Ello yang dingin dan perkataannya yang menyakitkan yang dia kenal selama ini


" Nanti gue ngomong sama papa, udah jangan nangis.. perasaan lo kenal sama Rafael jadi nangis mulu" Millie memberangus kesal memukul tangan Ello yang sedang mengusap air matanya


"Gimana gue gak nangis? kalo dia mati gimana? harusnya gue yang ada di rumah sakit sekarang bukan dia"


"Lo ngomong apa sih? jangan sia-siakan pengorbanan Rafael, dia korbankan dirinya biar lo gak sakit kalo lo masih mewek entar dia nyesel.. mana lo nangis jelek banget lagi"


"Nih ingus elap dulu" Ello mengusap hidung Millie dengan selimutnya


"Jangan selimut gue nanti kotor "


"Ingus lo sendiri ini" Ucap Ello, tiba-tiba Millie mengambil ujung baju Ello dan mengusap ingusnya dengan itu


"Hiisshh.. jorok banget"


"Ello temenin Irene aja biar Millie mama mandiin" ucap Allea


"Aku bisa mandi sendiri"


"Ayo cepet.. kamu mandi sendiri suka lama belum makan nanti masuk angin" Allea menarik tangan Millie ke kamar mandi


Ello menarik tangan Irene kembali ke kamarnya, Sesampainya di kamar tiba-tiba Ello membuka bajunya membuat Irene langsung balik badan

__ADS_1


Irene terlonjak saat tubuh Ello menempel di belakangnya seraya memeluknya, ternyata Ello berniat menggeser Irene karena menutupi pintu lemari pakaiannya


Padahal Ello bisa mengatakannya namun Ello lebih suka membuat Irene terkejut seperti itu, Ello tersenyum smirk saat Irene terburu-buru naik ke ranjang menutup seluruh tubuhnya dengan selimut


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa bisa kayak gini mi? " Tanya Arumi melihat keadaan Rafael yang mengenaskan


"Mami gak tau, tiba-tiba pihak rumah sakit telepon katanya Rafael kecelakaan.. yang mami tau ini semua gara-gara Millie"


"Millie? jadi Rafael sama Millie? " Anna pun menarik tangan Arumi keluar


"Kenapa sama bang Rafael? " Tanya Arumi


"Gue yakin ini karena Millie, dia disini nangis nangis bajunya penuh darah"


Millie datang bersama orang tuanya melewati Arumi dan Anna, Baru saja masuk ke ruangan rawat Rafael mereka sudah di usir


"Pergi kamu dari sini, kalian orang orang jahat.. belum cukup kalian menjatuhkan keluargaku sekarang anakmu ingin membunuh anakku? "


"Tunggu.. jeng kami datang kesini untuk menjenguk Rafael, Lagi pula ini kecelakaan tidak ada yang ingin mencelakai Rafael" ucap Allea


"Tutup mulutmu dan pergi kalian dari sini"


"Ya memang kalian harus pergi.. jangan pernah menemui anakku lagi, kalian memang pembawa sial" Max berbalik dengan tatapan tajamnya


Menyadari hal itu Millie memeluk lengan ayahnya dan menariknya keluar, Di depan pintu mereka berpapasan dengan papa tiri Rafael dan William


"Om saya izin mau bicara sama Millie" Max mengizinkannya dan mereka pun pergi


"Selamat malam tuan Maxime yang terhormat, Aku ingin tahu apa kalian di usir? kalian memang pantas melakukan itu" Ucap papa tiri Rafael, Max tersenyum smirk lalu tiba-tiba satu pukulan melayang membuat papa Rafael tersungkur


"Anda berurusan dengan orang yang salah " ucap Max lalu pergi merangkul Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Apa yang sebenarnya terjadi? " tanya William


"Gue dan Rafael janjian sama Tara, dia udah kasih gue flashdisk itu tapi belum sempat gue liat" kini Millie berdiri di dekat ranjang dimana Tara berbaring


"Jadi Tara yang pegang flashdisk itu? "


"Iya.. Gue mau liat itu sama Rafael tapi dia koma sekarang" Lirih Millie

__ADS_1


"Passwordnya apa lo udah tau? "


"Tanggal lahir gue, tapi gue gak yakin itu kata Tara, sekarang Tara juga koma "


"Kita harus liat sebelum video itu hilang lagi" William membawa Millie keluar dari rumah sakit


Millie tidak hati hati saat berjalan karena terus memikirkan Rafael sampai dia hampir tertabrak dan jatuh, lututnya berdarah dan kesulitan berjalan


"Lo gak apa apa? mau gue gendong aja? "


"Gak usah gue bisa kok" tanpa berkata-kata William mengangkat tubuh Millie dan membawanya ke mobil


Lagi lagi seseorang memotret mereka dari jauh setelah mendapatkan foto foto itu lalu dia pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie... lo penyebab orang orang yang peduli sama gue celaka" batin Arumi mencengkram garpu dengan kuat


Ingin rasanya dia meluapkan amarahnya namun karena dia berada di rumah Irene dia berusaha menahannya, Setelah makan malam selesai Arumi bergegas masuk ke kamar dan mulai menyakiti dirinya sendiri sambil menggigit gulungan handuk


"Arumi... ini ada makanan dari Irene" Mama Irene mengetuk pintu kamar Arumi


"Irene udah pulang tante? dimana? "


"Dia nginep di rumah mertuanya, katanya abis jalan jalan sama suaminya jadi mampir beliin makanan buat orang rumah" jawab Mama Irene


"Oh.. makasih tan" lirih Arumi dengan wajah murung


"Kamu nangis nak? " mama Irene mengangkat dagu Arumi


Mata Arumi sembab dan kelihatan sedang tidak baik baik saja, Mama Irene menarik lembut tangan Arumi menuju kamar Arumi dan membantunya berbaring


"Kamu ada masalah apa? kamu bisa cerita sama tante.. anggap aja tante seperti mama kamu sendiri"


"Aku cuma ngerasa hidup aku udah gak ada gunanya tan, semua orang pergi ninggalin aku" Arumi bercucuran air mata


"Gak ada yang ninggalin kamu sayang, itu hanya perasaan kamu aja" mama Irene memeluk Arumi seraya mengelus kepalanya


" Aku kangen perhatian dan kasih sayang orang tua, sodara, sekarang aku sendiri tan mereka udah pergi"


"Orang lain bisa meninggalkan kamu tapi tidak dengan diri kamu sendiri maka dari itu jangan bergantung pada orang lain, Kamu bisa anggap tante sebagai mama kamu dan Irene sodara perempuan kamu.. jangan sedih" Mama Irene mengusap air mata Arumi


"Makasih ya tan, aku merasa tenang sekarang"

__ADS_1


"Ayo tidur, jangan memikirkan apapun lagi"


__ADS_2