
"Millie makan nak" Allea melihat makanan di piring Millie masih utuh
"Millie gak laper ma, Millie ngantuk" Millie berdiri untuk pergi dari meja makan
"Millie" mendengar Max menekankan kata katanya Millie kembali duduk
"Makan.. " Millie hanya mengambil makanan sedikit ke piringnya, setelah menghabiskan makanannya dengan cepat Millie segera ke kamarnya
"Aku udah selesai" Ello pergi menyusul Millie
"Millie... ini kakak" Ello mengetuk pintu
"Masuk aja" jawabnya
"Lo kenapa? gara gara kejadian kemaren malem ya? " tanya Ello
"Bukan kak, kali ini papa udah keterlaluan"
"Kenapa lagi? " Ello memeluk Millie yang tampak murung
"Perusahaan yang di bangun papi Ello bangkrut gara-gara papa, kalo pun papa marah kenapa harus berbuat seperti itu? aku gak tega liat mami nangis menderita"
"Lo gak tega liat maminya atau Rafael nya? " goda Ello
"Kakak apaan sih, gue udah pernah bilang mami itu sayang banget sama gue"
" Sorry ya.. gue gak bisa bantuin lo, gue gak bisa ubah keputusan papa " Ucap Ello seraya mengelus kepala Millie
"Dah lah gue juga gak bisa ngapa-ngapain, gue takut sama papa"
"Punya rasa takut juga lo" ucap Ello sambil terkekeh
"Gue juga manusia, gue sebel sama si Anggia dia pasti yang kasih foto foto itu sama papa"
"Kan kata lo dendam gak akan menyelesaikan masalah, masa lo mau dendam sama Anggia? "
"Lo mau belain dia? kata kata itu cuma buat papa bukan buat gue, liat aja nanti gue bales dia"
"Biasa aja dong bibirnya" Ello menggoda Millie dan menyentil bibirnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sebenernya ada apa sih mi? kenapa bisa sampe kayak gini? "
__ADS_1
"Mami gak tau, tiba-tiba papa di telepon orang kantor dan mami dapet kabar kalo papi serangan jantung" papa sudah boleh di bawa pulang, beruntung sakitnya tidak parah
"Terus ini gimana? apa Oma gak mau bantu? " tanya Rafael
"Oma mau bantu asal kamu pegang perusahaan dan menikahi Raisa" Rafael mematung mendengar hal itu
"Gak apa apa.. aku mau ketemu Oma dulu"
"Gak... mami gak setuju, mami gak mau kamu mengorbankan hidup kamu" Mami Rafael menahan tangan anaknya
"Jangan menyia-nyiakan hidup kamu, kalo kamu menikah hanya karena uang itu gak akan bertahan lama.. kasihan juga anak orang" lirih Papanya
Baru kali ini papa sambungnya menunjukan perhatiannya pada Rafael, dia memang menyayangi Rafael namun karena sikap Rafael yang tidak bisa di atur papanya jadi dingin dan sering bicara ceplas-ceplos
"Tapi perusahaan itu? kehidupan kita? pengobatan papa gimana? " tanya Rafael
"Kita jual aset aset pribadi kita untuk menutupi hutang dan biaya hidup kedepannya, kamu bisa cari kerja di tempat lain" ucap papa Rafael
"Papa sama mami yakin aku gak perlu melakukan itu? Kalo itu bisa membantu aku gak apa apa"
"Kamu akan menderita seumur hidup kalo menikah sama orang yang gak kamu cinta, kalo pun cinta itu datang setelah menikah kalo gak gimana? " ucap Mami
Millie mendengar percakapan mereka di balik pintu, Millie mengurungkan niatnya untuk masuk dan kembali pulang untuk menjual sepatu dan kalung pemberian Mami Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo udah dapetin apa yang lo mau, sekarang apa rencana lo selanjutnya? " tanya Beno
"Kita udah singkirin orang orang yang lemah, gue akan bentuk orang orang yang baru yang lebih kuat dan berani" ucap Sony
Sony sengaja merencanakan beberapa orang untuk mengganggu Dita agar mengurangi anggota geng mereka, setelah orang orang itu di jebloskan ke penjara kini geng werewolf yang semula puluhan orang kini hanya tinggal beberapa orang lagi dan dia akan merekrut orang orang baru
"Sekarang geng kita akan menjadi yang terkuat tanpa orang orang lemah itu" ucap Sony
"Lo bener kita gak butuh orang orang kayak bang Rafael, udah jelas dia belain cewek itu di depan kita semua"
"Gue bisa bales sakit hati gue sama lo Millie" batin Sony, Sony membayangkan masa lalunya
Flashback on
"Millie.. tunggu dulu mil dengerin gue" Sony menarik tangan Millie
"Apa lagi? gue gak bisa dan gue gak mau, gue gak mikirin pacaran sekarang, lo gila ya gue masih SMP " Ketika itu Sony menyatakan perasaannya pada Millie namun di tolak mentah-mentah
__ADS_1
"Millie tapi.. "
"Stop.. lagi pula lo bukan kriteria gue, dah lah kalo lo masih kayak gini mending kita gak usah temenan lagi" Sony tidak menerima penolakan dan akhirnya dia memacari Ellia untuk membuat Millie cemburu
Namun kenyataannya Millie tidak bereaksi apapun dia tidak pernah meliriknya sama sekali, Sony sering kesal melihat Millie lebih dekat dengan Dirga
Sony mengetahui Dirga menyukai Ellia hingga Sony menjadi posesif karena dia tidak ingin kehilangan alat untuk menyakiti Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sus saya mau bayar administrasi papa saya" suster mencari nama papa Rafael
"Sudah di bayar lunas, dan ini ada titipan " Suster itu memberikan sebuah amplop
"Siapa yang membayar semuanya? dan apa ini dari dia? " Tanya Rafael
"Seorang gadis memakai sweater ping, rok pendek kotak kotak pink dan putih, juga rambutnya di gulung di atas kepalanya" Rafael segera berlari keluar sepertinya dia tahu siapa yang melakukan itu
Rafael mencari Millie disekitar rumah sakit dan akhirnya dia bisa menemukan Millie saat dia hendak masuk ke dalam taksi, Rafael menahan tangan Millie dan menariknya menjauh
"Apa? " Millie menarik tangannya kasar
"Kamu yang bayar biaya rumah sakit? dan ini dari kamu? " tanya Rafael
"Iya.. gue jual sepatu dan kalung dari mami dan itu sisanya, gue gak ambil sedikitpun.. sampaikan maaf gue sama mami karena menjual kalungnya" ucap Millie
"Kenapa kamu melakukan ini? "
"Gue gak mau punya hubungan apapun sama kalian, dan.. jangan temuin gue lagi" ucap Millie
"Millie... " Rafael hendak mengejar Millie namun handphonenya berdering
"Halo.. Apa? baik saya kesana sekarang" Rafael mendapat telepon dari rumah sakit tempat William di rawat
Kondisi William kembali memburuk setelah seseorang yang berpura-pura menjadi dokter masuk dan berusaha membunuh William, sesampainya disana Rafael melihat William di tangani oleh dokter dengan kejut jantung
Beberapa kali dokter mencoba dan akhirnya detak jantungnya kembali membuat semua orang bernafas lega, Rafael duduk di kursi dan meletakkan kepalanya disamping William
"Bangun William.. gue pengen denger cerita yang sebenarnya, siapa yang udah bikin lo kayak gini? "
"Gue punya sisa tabungan terakhir buat bayar biaya rumah sakit lo tapi sorry nanti gue gak bisa bayar lagi wil terpaksa gue telepon bokap nyokap lo buat bayar biaya perawatan lo, perusahaan bokap gue bangkrut dan sekarang gue gak punya apa apa lagi" Tiba tiba sebuah tangan menyentuh Kepala Rafael
"William... "
__ADS_1