
"Sebenarnya kalian kenapa sih? " Tanya Millie
"Gak apa apa.. mending lo pergi aja gue gak mau liat lo" ketus Rafael pada Anna
"Tapi mami nyuruh kakak pulang, aku datang kesini mau minta maaf sama bujuk kakak buat pulang"
"Selama lo gak merubah sikap lo gue gak akan pulang" ucap Rafael
"Ada apa sama mereka? " gumam Millie
"Sepertinya kalian perlu waktu berdua" Millie berdiri lalu membawa tasnya
"Sayang mau kemana? " Tanya Rafael sambil ikut berdiri
"Sepertinya Kalian terganggu dengan ada aku disini, aku pulang aja"
"Gak gitu, sana lo aja yang pulang" Rafael memeluk pinggang Millie dengan satu tangannya sementara satu tangannya dia gunakan untuk mendorong Anna
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kalo mau apa apa nanti telepon gue"
"Ya.. ya.. ya.. udah sana, seharian disini bosen gue liat lo" Ello dari pagi sampai malam berada di rumah Irene untuk memastikan dia makan dengan baik
Irene merasa aneh dengan dirinya yang dulu begitu mati-matian namun sekarang biasa biasa saja saat Ello perhatian padanya, Dia sepertinya sudah tidak tertarik dengan Ello lagi
Tok.. tok.. tok..
Seseorang mengetuk pintu kamar Irene, dengan malas Irene membuka pintu mengira itu adalah pelayan nya
"Sayang... kejutan" Irene membulatkan matanya saat mamanya tiba tiba masuk bersama papanya sementara susu dan vitamin untuk wanita hamil masih tergeletak di ranjang
"Mama kok pulang? katanya gak jadi? "
"Mama sengaja, ini kejutan buat kamu" Ucap mamanya seraya mencium pipi anaknya
"Emang bener-bener mengejutkan" batin Irene
"Gimana keadaan kamu selama mama dan papa pergi? " tanya papanya seraya memeluk Irene
" Baik pa.. baik banget" jawab Irene
"Mama jangan kesana" Irene segara melepaskan pelukan papa untuk menarik mamanya yang berjalan ke arah ranjang
"Apa mama cuma beresin tempat tidur kamu" Belum sampai Irene mendekat mamanya sudah menyingkap selimut yang menggulung membuat susu dan vitamin yang ada di bawah selimut menjadi terlihat
"Apa ini? " Mama Irene mengambil kotak dan membacanya
"Aduh.. aduh kepalaku" tiba-tiba saja mama Irene tak kuasa menahan berat badannya sendiri
"Mama.. mama.. kenapa? " papa Irene menahan tubuh mama Irene yang hampir terjungkal
"Itu.. itu... siapa yang hamil? " mama Irene menunjuk kotak kotak yang tergeletak di lantai
"Irene siapa yang hamil nak? " tanya papa Irene
"Itu.. itu..." Irene terbata-bata
"Pa lihat gelas itu, itu bekas susu" mama Irene melihat sebuah piring dan gelas yang belum di simpan ke dapur
__ADS_1
"Jangan bilang kamu yang... "
"Irene bisa jelasin pa... " Irene sudah berkaca-kaca takut papanya marah
"Jadi benar itu? kamu hamil? " Irene menganggap lemah
Papanya mengusap kasar wajahnya dengan penuh kekecewaan, Irene bersimpuh di hadapan orang tuanya dengan tangis
"Maaf.. maaf.. " lirih Irene
"Siapa yang melakukan itu? "
"Dia berjanji akan menikahi aku.. dia akan datang bersama orang tuanya setelah mama dan papa pulang"
"Kalau begitu panggil mereka sekarang juga" ucap papanya dengan nada tinggi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di Markas werewolf...
Mereka sedang berkumpul disana bermain catur, ada ya g bermain gitar, kartu dan hanya sekedar tertawa, Max dan Danendra turun dari mobilnya
"Permisi.. apa kalian pernah lihat gadis ini? " Ucap Max
"Gak pernah" ucap mereka lalu kembali ke kegiatan masing-masing
"Kalo pria ini? kalian pasti kenal karena dia anggota geng werewolf"
"Kami gak bisa bocorin apapun tentang salah satu dari kita" Jawab mereka
Max langsung mengambil handphone yang tergeletak di meja, Pemiliknya menahan tangannya hingga terjadi saling tarik menarik diantara mereka
"Ini orang tua apaan sih? "
"Pergi sana sebelum kalian berdua babak belur" ucap anggota geng werewolf
"Kalian anak anak kurang ajar, apa begini cara kalian bersikap sama orang tua? " Max memarahi mereka
Salah satu dari mereka melepaskan jaketnya memperlihatkan tubuh atletisnya, Danendra menyuruh Max pergi agar tidak terjadi keributan
"Ayo pulang Max... kalo mereka kenapa kenapa bisa panjang masalahnya " ucap Danendra
"Anak anak kurang didikan seperti ini perlu di ajari, maju kalian semua.. kalian kira si tua ini tidak cukup garang? " Max menggulungkan lengan bajunya melangkah mendekati mereka
"Jangan salahkan kami kalo om pulang sakit encok" ledek anak anak itu
Mereka semua maju mengelilingi Max dan Danendra, dua lawan satu geng itu tidak seimbang tapi Max berhasil mengalahkan mereka
Max tersenyum Smirk lalu melangkah mendekati pemuda yang tadi membuka bajunya dan menyombongkan tubuhnya, Max melepas kancing di lengan kemejanya
"Kamu lihat anak muda, si tua ini mempunyai tubuh lebih bagus" ucap Max lalu pergi
Anak anak itu terkejut Melihat tubuh Max yang semula tertutup kemeja besar ketika di buka begitu besar apalagi dengan tatto memenuhi tubuhnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Max langsung pulang setelah mendapatkan sebuah telepon dari istrinya, orang tua Irene meminta untuk bertemu setelah kehamilannya di ketahui
"Siapa dia hah? dari keluarga mana dia berasal? papa akan pukuli dia sampai puas, lihat saja nanti" ucap papa Irene penuh kemarahan
__ADS_1
"Berani beraninya dia paksa anak papa"
"Bukan gitu pa.. kita di.. " perkataan Irene lagi lagi terputus karena ayahnya tidak mau mendengarkannya
"Jangan membelanya, jangan salahkan papa kalau nanti dia papa bikin babak belur" ucapnya
"Lagi lagi papa gak mau dengar, biar nanti Ello aja yang jelasin" batin Irene
Terdengar suara mobil berhenti di halaman rumah papa Irene dengan amarahnya berjalan hendak membuka pintu, irene mengikutinya dia takut papanya akan benar-benar menghajar Ello
Ketika pintu terbuka sepertinya raut wajah papa Irene berubah, dia tersenyum manis membuat Irene cengo
"Ahh.. jadi ini calon menantuku, silahkan masuk.. silahkan" ucapnya sambil membukakan pintu
"Ini papa kenapa jadi aneh begini? " batin Irene
"Kedatangan saya dan orang tua saya kesini untuk menjelaskan... " ucap Ello lagi lagi papa Irene juga menyerobot
"Tidak apa apa.. santai saja dulu, mau minum apa? " Irene hanya menggaruk tengkuknya
"Tidak usah repot repot, air putih saja" ucap Ello
"Ahh.. itu tidak merepotkan sama sekali, sebentar saya panggil istri saya dulu"
Beberapa saat kemudian di meja itu bukan hanya air putih saja seperti yang di minta Ello, meja di penuhi aneka makanan juga beberapa jus
"Apa ini gak berlebihan? " bisik Irene
"Kamu diam aja" jawab papanya
"Tuan kedatangan kami kesini untuk menjelaskan yang sebenarnya terjadi di luar kehendak anak kita, kami juga sudah berjanji akan bertanggungjawab" ucap Max
"Ahh.. tidak masalah, bukannya bagus kita akan mendapatkan cucu? " Max dan allea saling pandang
"Maksud saya kapan kita akan melaksanakan pernikahan? " lanjut papa Irene
"Kami terserah pihak kalian saja, mau pestanya seperti apapun terserah kami akan penuhi.. sebelumnya saya benar-benar minta maaf tuan karena anak saya sudah menghancurkan masa muda Irene" ucap Max
"Ahh ya... santai saja tuan, masa Irene akan terjamin.. emm.. maksud saya saya tidak perlu khawatir dengan masa depannya jika Irene menikah dengan pemuda tampan ini" jawab papa Irene
"Bagaimana jika kita bertemu lagi di lain waktu untuk membahas pernikahan? " tanya Max
"Ya.. ya.. boleh tuan, kapan pun anda bisa datang kesini"
Setelah keluarga Max pulang Irene mendekati papanya dan menatap wajahnya penuh tanda tanya, Papanya senyum senyum sendiri sambil memakan kue
"Pa... kok gak jadi di pukulin? " tanya Irene
"Jangan.. nanti wajah gantengnya jadi jelek, nasib kamu bagus nak" ucapnya
"Bagus? apa yang bagus dari hamil di luar nikah? " gerutu Irene
"Itu memang gak bagus, tapi kamu mendapatkan ikan kakap.. mereka bibit unggul" jawab papa Irene
"Bibit unggul? " gumam Irene
"Hmm.. benar sayang, mereka selain kaya juga memiliki wajah yang tampan dan cantik juga otak yang cerdas tentu akan berpengaruh sama anak kamu nanti" ucap mama
Irene
__ADS_1
"Papa sama mama matre"
"Bukan matre tapi realistis, kami gak perlu khawatir melepas kamu sama suami kamu nanti karena hidup kamu akan terjamin" ucap papa Irene