
"Lo kenapa ngajak makan disini? bukannya lo gak suka makanan di restauran ini? " Tanya Ello pada Millie
"Kakak kan suka makan disini, udah pesan aja"
"Lo mau pesan apa? atau mau di samain aja? " Tanya Ello
"Kakak dulu aja gue masih milih"Millie mengintip sedikit kearah Ello yang sedang memilih menu
"Kak sini" Millie berdiri memanggil seseorang yang celingukan di pintu masuk
"Lo janjian sama dia? " Ello hendak berdiri namun Millie menahan tangannya
"Kakak pleaseee.. kak Irene.. kak Irene nolong gue kemaren jadi gue janjiin dia makan disini tapi gue gak bisa bayar.. tolongin ya.. ya.. " Millie mencium tangan kakaknya berkali-kali
"Iya.. iya.. gak usah gini juga malu di liat orang'' Ello menarik tangannya
" Ya udah kalian pesan apa? " tanya Ello
"Sama aja " ucap Irene
Saat makan malam berlangsung Irene tidak banyak bicara dia terlihat lebih tenang, Ello diam diam melirik Irene dia keheranan melihat Irene yang pecicilan menjadi tenang seperti ini
"Tumben dia tenang" batin Ello
Semua karena bantuan dari Millie sebelum berangkat Millie menelpon Irene dan memberitahu seperti apa kriteria wanita yang di sukai Ello
Flashback on
"Kak.. kriteria cewek yang kakak suka itu gimana? " Millie tidur di pangkuan Ello yang sedang membaca buku
"Kalo baru kenal gak pecicilan, pemalu dan pendiam, kalo udah jadi pacar kakak pengen cari cewek kayak lo"jawab Ello
"Kok kayak gue? " tanya Millie
"Ya kakak suka aja, lo pemberani, galak, manjanya sama kakak aja"
"Tapi kalo gue gak mau punya cowok kayak kakak, gak asik, kaku kayak kanebo kering" ucap Millie
"Emang gitu ya? tapi kan itu sama orang lain sama lo enggak"
"Ya tetep aja gak mau" ucap Millie sambil terkeke
"Dasar" Millie hanya terkekeh saat Kepalanya di sentil Ello
Flashback off
"Kak gue duluan ya.. kayaknya temen temen gue ngajak pergi"
"Baik baik ya.. Jangan tinggalin kak Irene" ucap Millie lalu pergi
"Gue gak tau lo sedekat itu sama Millie" ucap Ello
"Gak terlalu deket juga"
"Hati hati aja dia licik, bisa bisa lo di porotin sama dia" ucap Ello
"Dia baik kok"
"Akhirnya dia bicara lebih dari dua kata sama gue, Millie emang terbaik" batin Irene
__ADS_1
"Lo bawa mobil kan? " Tanya Ello ketika mereka hendak pulang
"Bawa kok, btw makasih makan malemnya" ucap Irene, Ello hanya mengangguk lalu pergi
Ketika Ello hendak pergi dengan mobilnya dia melihat Irene mengecek ban mobilnya lalu menendangnya, Ello turun menghampiri Irene
"Kenapa? " tanya Ello
"Ini kerjaan Millie" Irene memberikan selembar kertas yang di tulis Millie
"Anak ini bener bener, ayo gue anter pulang" Millie sengaja membuat semua ban mobil Irene kempes agar kakaknya mau mengantar Irene pulang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kak Ello pasti marah marah" Millie cekikikan sendiri di dalam taksi
Millie dalam perjalanan menuju bengkel Rafael, dari kejauhan Millie melihat ayahnya sedang memukuli Rafael
Millie berlari menghampiri mereka dan menghalangi tubuh Rafael ketika Max hendak melayangkan tinju, Millie memeluk tubuh Rafael di hadapan ayahnya sendiri
"Menjauhlah" Max memisahkan Millie dan Rafael
"Papa.. kenapa papa melakukan ini? "
"Ini terakhir kalinya saya mengingatkan kamu, jangan berani mendekati anak saya lagi"
"Saya mencintai Millie om, saya minta maaf atas segala yang terjadi kemarin.. ini kesalahan saya, saya berjanji akan menjaga Millie" ucap Rafael, Max menghempaskan tubuh Rafael
"Jangan bermimpi, tidak perlu repot repot menjaga anakku cukup jauhi dia itu sudah cukup"
"Papa.. apa-apaan ini pa? kami udah bicara pa, ini hanya kesalahpahaman aja, dengerin dulu pa"
"Papa lepasin pa.. aku gak mau papa, lepasin" Max mengangkat tubuh Millie dan memasukannya secara paksa ke dalam mobil
Millie menoleh ke belakang menatap Rafael yang juga menatapnya dengan luka di tubuhnya, Millie memalingkan wajahnya tidak ingin melihat Max
Sesampainya di rumah Max menyeret Millie ke dalam rumah, Allea terkejut melihat suaminya yang sangat marah menyeret anak perempuannya
"Kenapa ini pa? lepasin Millie kasian" Allea menghampiri Millie
"Mama.. papa jahat ternyata yang selama ini pukulin Rafael itu papa" ucap Millie sambil memeluk Allea
"Jadi selama ini kamu selalu ketemu sama Rafael? tapi kenapa nak? dia udah buat kamu terluka, kenapa kamu temui dia lagi? " tanya Allea
"Dia gak sepenuhnya bersalah ma.. ada orang yang mau adu domba kita"
"Kamu bodoh.. apapun itu alasannya dia adalah dalang yang membuat kamu hampir mati" teriak Max
"Kak Millie bikin masalah apa lagi? " Michelle mengintip bersama Exel di kamarnya
"Kayaknya masalah kak Rafael deh, tadi sebut sebut namanya" ucap Exel, Ellia dan bibi juga keluar dari kamarnya mendengar keributan di bawah sana
"Papa gak kayak gitu.. dia juga selalu menyelamatkan aku tanpa pamrih, dia juga gak pernah bilang kalo papa selalu datang buat pukulin dia, dia selalu bilang kalo bengkelnya di datangin sama preman "
"Kamu pikir itu hebat? papa tetap dengan pendirian papa, jangan pernah dekat sama dia lagi"
"Papa jahat.. aku gak nyangka papa sejahat ini, aku benci sama papa" Millie berlari masuk ke kamarnya
"Jangan izinkan dia keluar selain waktu sekolah" ucap Max
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Makasih udah nganterin gue pulang, hati hati" ucap Irene lalu keluar dari mobil Ello
"Gue balik"
"Ya.. hati hati" Ello tersenyum meskipun hanya sedikit, Irene juga tersenyum mengiringi kepergian Ello
"Aaaaa..... akhirnya.. akhirnya... Jantung gue.. aaaa" Irene melompat lompat memutar Tubuhnya
"Senyumnya manis banget" Irene memeluk tubuhnya sendiri sambil tersenyum senyum.
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Rafael menelpon nomor telepon Millie berkali kali namun tidak mendapat jawaban, Rafael terus mencoba sampai akhirnya Millie menjawab teleponnya namun dengan suara berbeda
"Kamu nangis? " tanya Rafael
"Enggak.. aku habis makan" Millie berbohong, dia menangis hanya saja malu jika di ketahui orang lain
"Kamu gak apa apa kan? " tanya Rafael
"Enggak.. aku yang harusnya nanya gitu, maafin papa ya, kayaknya kita gak bisa ketemu lagi" ucap Millie
"Biar aku yang nyamperin kamu, aku gak bisa kalo gak ketemu"
"Jangan.. aku gak mau terjadi sesuatu sama kamu, papa aku gak pernah main main sama kata katanya"
"Kamu khawatir sama aku? kamu sayang kan sama aku? " ucap Rafael sambil terkekeh
"Aku gak bercanda" ucap Millie
"Aku juga gak bercanda, jawab aku... kamu sayang gak sama aku? "
"Kamu pikir kalo aku gak sayang sama kamu apa aku akan larang larang kamu? Please nurut sama kata kata aku" Rafael tersenyum mendengar Millie mengkhawatirkannya
"Maaf... kalo bukan gara gara aku terpancing sama ucapan mereka kita gak akan seperti ini" ucap Rafael
"Mungkin emang jalannya harus seperti ini" lirih Millie
"Jadi gimana kalo aku mau ketemu? " tanya Rafael
"Gak tau.."
"Keluar sekarang" ucap Rafael
Rafael berdiri di depan rumah Millie melambaikan tangannya, dia sedari tadi berdiri di sana untuk memastikan keadaan Millie baik baik saja
"Aku kangen... senyum dong" ucap Rafael
Millie mengusap matanya yang mengembun entah kenapa dia menjadi lemah setelah bertemu Rafael
"Jangan nangis, tidur sana besok sekolah" ucap Rafael
"Kamu juga pulang, hati hati"
"Mmuuaahh.. mimpi indah" Rafael memberikan flying kiss pada Millie, Millie terkekeh namun tetap saja air matanya mengalir
"Jangan nangis.. aku pulang ya" ucap Rafael
__ADS_1
"Iya.. hati hati" lirih Millie