Youth Love

Youth Love
eps 148


__ADS_3

Millie dengan tubuh lentur nya menghindari beberapa serangan, kakinya dia angkat tinggi tinggi menendang kepala lawannya


Karena tidak berhati hati hampir saja Millie terkena pukulan di belakangnya beruntung Rafael melihat itu dan menendang tangan pria tersebut


Rafael memeluk pinggang Millie dan mengangkatnya dengan kaki menendang lawan satu persatu, terakhir Millie melompat dan menginjak baju seorang pria untuk menendang kepala si leader geng tersebut


"Huhhh.. udah lama gak seneng seneng" Millie berteriak sambil berlari menghampiri Rafael setelah lawan lawan meringis di bawah mereka


"Sayangku memang hebat" Rafael merangkul bahu Millie


"Ayo kita pulang, main mainnya sampai disini dulu" ucap Rafael seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Millie


"Ayo... kita duluan ya.. bye" Millie menggandeng tangan Rafael kembali menuju motornya lalu kembali mendorong motor itu berdua


"Sial... wanita itu beracun" ucap pria itu seraya mengusap darah dari sudut bibirnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo tau gak yang ini? gue pusing banget " irene dan Arumi sedang mendiskusikan sesuatu


"Sayang, nih buat kamu" Ello membawa sebuah yogurt untuk Irene


"Makasih" Irene tersenyum mengambil yogurt tersebut


"Makasih apa? "


"Apa?" tanya Irene seraya mengangkat alisnya


"Makasih apa? kamu lupa sesuatu"


"Makasih sayang " Irene menekankan kata sayang


"Aduhh... Ello kok sekarang jadi gini, malu gue" batin Irene memijat keningnya


"Makan dong, ini lagi ngerjain apa? " Ello mengambil lembaran di meja Irene


"Nanti aku bantuin, udah makan"


"Beneran? " tanya Irene dengan wajah berbinar


"Tapi gak gratis, harus ada imbalannya" ucap Ello sambil menaik turunkan alisnya


"Gila" Irene menggelengkan kepalanya


"Kalo gue, lo mau gak bantuin gue? " Arumi berharap Ello juga meminta imbalan darinya


"Kalo lagi belajar barengan aja" jawab Ello dingin

__ADS_1


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ada apa om, kayaknya serius? " Max memanggil Rafael ke kantornya


"Kamu balik ke kantor kamu, saya gak bisa kelola selamanya.. Kamu juga harus punya masa depan yang jelas kalo mau sama anak saya" ucap Max


"Tapi om.. saya gak pernah punya pengalaman pegang perusahaan, saya takut malah membuat kesalahan fatal"


"Gini aja.. saya yang pantau kamu, setiap ada proyek kamu diskusikan dengan saya" Rafael tampak memikirkannya


"Kamu jangan kebanyakan mikir.. kalo kamu cuma kelola bengkel dari mana nanti kamu mau bahagiain anak saya? Kamu pasti malu kan kalo gak bisa bahagiain Millie? "


"Harga diri lelaki itu bisa membuat keluarganya bahagia, kalo kamu gak bisa hancurlah harga diri kamu" Lanjut Max


"Baik om.. saya harus mulai darimana? " Tanya Rafael


"Besok datang ke perusahaan kamu, saya akan umumkan kamu sebagai pemenang perusahaan yang baru.. ingat jangan bekerja sendiri harus lapor apapun yang terjadi sama saya selama kamu dalam masa training"


"Siap om" Ucap Rafael


"Nah.. sekarang beliin ini ke supermarket istri saya nyuruh tadi, Saya gak tau ini namanya apa " Max memperlihatkan foto sayuran pada Rafael


"Saya pergi dulu om"


"Ya.. jangan lupa jemput saya nanti Sore" titah Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Cih... gue denger lo udah gak tinggal di rumah Rafael ya? di usir kan? setidaknya gue bermanfaat buat keluarga Rafael dari pada orang yang numpang dan cuma mengandalkan kata kerabat dan teman masa kecil" Ucap Millie penuh ejekan


"Gue emang temen bahkan sahabat kak Rafael, gue deket banget sama dia dan dia sayang banget sama gue.. gue juga tahu semua tentang dia dan lo gak tau itu" Anna berharap Millie terkejut dan membuatnya ilfeel pada Rafael


"Tapi sekarang Rafael udah dewasa dia bukan anak anak lagi, dia udah bisa menentukan pilihannya cuma lo yang terjebak di masa lalu sementara Rafael sudah berkembang , come on bangun.. kalo emang Rafael masih peduli sama lo gak mungkin dia usir lo dari rumah"


"Dan semua tentang Rafael di masa lalu gue gak peduli, yang penting dia yang sekarang merubah sifat buruknya dan menjadi lebih baik.. udah pergi sana bikin bete aja deh" lanjut Millie


"Lo akan mundur kalo tahu seperti apa kak Rafael " ucap Anna lalu kembali ke tempat duduknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Siapa kalian? " Seorang wanita di cegat beberapa orang pemotor


"Lo Rebecca? "


"Ya... darimana lo tau nama gue? " Tanyanya


"Itu gak penting, lo mantannya Rafael kan? gue butuh informasi tentang keburukkan dia yang lo tau selama jadi pacarnya"

__ADS_1


"Gue udah gak ada urusan sama dia, sebaiknya lo cari mantannya yang lain" Wanita itu berniat pergi namun langkahnya terhenti saat para pria itu memanggilnya


"Gue tau lo masih suka sama dia, terakhir lo ngejar dia tapi dia udah punya pacar ya kan? "


"Perasaan itu udah gak penting lagi sekarang, gue udah coba lupain semua tentang dia" ucap Rebecca


"Lalu gimana sama dia yang udah hancurin hidup lo? dia udah renggut semuanya dan pergi gitu aja setelah menikmati semuanya, apa lo gak mau bikin perhitungan sama dia? gue bahkan bisa bikin dia balik lagi sama lo" Rebecca berbalik menatapnya


"Lo yakin? apa dia bisa jadi milik gue seutuhnya? "


"Gue pastiin dia nikahin lo, asal lo mau bekerja sama " pria itu mengulurkan tangannya dan di balas Rebecca


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu sengaja jemput ke sini? " Rafael menjemput Millie dengan menggunakan mobil Max


"Iya... aku abis belanja pesanan mama kamu jadi sekalian aja jemput kamu pulang karena tau kamu gak bawa motor" Millie memang berangkat bersama Ellia


"Mau makan siang dulu gak? " Tanya Rafael


"Boleh.. aku juga laper"


Millie dan Rafael berada di sebuah restauran untuk makan siang, saat hendak makan tiba-tiba seseorang ikut duduk di samping Rafael


Millie melirik orang tersebut dan Rafael bergantian, Rafael sepertinya terlihat gelisah dengan kedatangan wanita ini


"Maaf.. kamu siapa? kenapa duduk disini tanpa izin? " Tanya Millie


"Kenapa kamu gak bisa di hubungi? Apa kamu menghindar dari aku? " Wanita itu tidak menganggap Millie dan kini bicara pada Rafael


"Rafael... aku mau tagih janji kamu, kapan kamu mau nikahin aku? " Millie cukup terkejut, Rafael mengangkat kepalanya menatap Millie


"Tunggu... kalian? "


"Sayang ini gak seperti yang kamu pikir" Rafael takut Millie akan salah paham


"Kamu mau lari dari tanggung jawab? kamu yang udah ngambil hal berharga dalam hidup aku, sekarang kamu mau lupain janji kamu? dimana tanggung jawab kamu? "


"Kita udah lama selesai, Lo memilih pergi dengan cowok lain jadi bukan salah gue kalo gue pergi" ucap Rafael


"Janji tetap janji.. aku mau kamu tanggung jawab"


"Lo udah tidur sama cowok lain dan gue harus tanggung jawab? dimana otak lo? " Rafael dan wanita itu berdebat


Tanpa sepengetahuan Rafael Millie mengambil kunci mobilnya lalu pulang sendiri meninggalkan Rafael


"Apa yang lo mau sebenarnya? lo udah gak pernah ganggu gue lagi sebelumnya" ucap Rafael

__ADS_1


"Gue cuma mau pertanggungjawaban, lo yang pertama ngambil kesucian gue dan lo yang harus bertanggung jawab sama apa yang terjadi sama gue hari ini"


"Lo gila.. sayang kamu...?? " Rafael mencari Millie yang tidak terlihat batang hidungnya


__ADS_2