Youth Love

Youth Love
eps 177


__ADS_3

"Anak papa kenapa sih? " Max masuk ke kamar Millie


"Papa kenapa nyakitin mama? apa kurangnya mama selama ini? papa jahat, aku gak suka sama papa" Max hanya terkekeh lalu memeluk yang sedang duduk di ranjang


"Kamu salah paham.. papa sama mama udah baikan, semua itu hanya fitnah sayang"


"Bohong pasti papa bujuk mama kan? Kalo udah gak sayang lagi sama mama, tinggalin mama " Max malah tertawa sambil mengacak pelan puncak kepala sang anak


"Papa pikir ini lucu? aku benci sama papa"


"Kemarilah sayang" Max merangkul Millie


"Semua buktinya ada disini, kamu lihat dulu nanti kembalikan HP nya, oke.. " Max mengecup kepala Millie lalu pergi


Millie melihat semua bukti di handphone papanya Millie menghembuskan nafas kasar, setelah mengetahui semuanya akhirnya Millie meminta maaf pada sang ayah


"Papa maafin, papa ngerti kamu sayang sama mama makanya bersikap seperti itu, justru papa seneng itu tandanya anak anak papa sayang sama mamanya" Millie kemudian memeluk Max


"Tadi papa gak kasih uang" ucap Millie sambil mendongak menatap Max


"Hhmm.. suruh siapa tadi ngambek, kirain udah lupa"


"Mana pa.. mau jajan" kembali ke semula begitulah Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Papa Raisa mengetahui bahwa istrinya benar-benar berada di dalam rumah sakit jiwa, Diam diam dia menemuinya untuk memastikan keadaannya


Mama Raisa tampak duduk sendiri kadang menangis dan kadang tertawa dengan penampilan yang kacau, bajunya pun kotor karena selalu berguling guling


"Kenapa kamu jadi seperti ini? dia pasti yang membuat kamu seperti ini, tunggu aku.. aku akan membalas semuanya"


"Maaf sayang aku belum bisa membalas mereka sekarang, biar tuanku yang merencanakan nya" ucap Papa Raisa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Pinjem HP kamu" Irene menadahkan tangannya pada Ello


"Nih.. buat apa? "


"Aku penasaran aja ada yang genit genit sama kamu lagi gak" jawab Irene


"Banyaklah.. aku kan ganteng"


"Emang sih.. Ini foto siapa? " Tanya Irene menunjukkan foto anak anak kecil


"Itu aku, Millie, Ellia, Dirga, dan yang ini Niko, Dita, Anggia"


"Kamu ganteng dari kecil, pantesan banyak yang suka" ucap Irene


"Iya.. tapi aku gak tahu kenapa jodoh aku itu kamu" Irene mengernyitkan dahinya sambil melirik Ello


"Maksudnya? "


"Ya... padahal aku bisa pilih cewek manapun tapi takdir mengharuskan aku sama kamu" jawab Ello


"Jadi kamu menyesal? "

__ADS_1


"Enggak... aku cuma bertanya tanya aja, kenapa dari sekian banyak cewek malah kamu yang jadi istri aku" ketika Ello hendak menyentuh bayinya Irene menepis tangan Ello dan memeluk kedua bayinya


"Kalo kamu menyesal nikah sama aku dan bertanggung jawab sama mereka kamu bisa pergi tapi jangan harap kamu bisa menyentuh anak anak aku" Irene bak induk ayam yang baru saja telurnya menetas


"Bukan gitu yang, kok kamu gitu sih? "


"Sana pergi, jangan ganggu kami lagi" Ello pindah ke belakang Irene dan memeluknya


"Bukan gitu sayang, aku gak pernah menyesal menikahi kamu.. kamu udah kasih aku princess dan jagoan yang lucu aku gak pernah menyesali semua yang terjadi diantara kita"


"Bohong banget.. Kamu cuma mau anak anak ini kan? kamu sebenarnya gak sayang sama aku" Irene menyingkirkan tangan Ello


"Enggak... aku bahagia punya kalian"


"Aku cinta sama kamu, kamu ibu dari anak anak aku mana mungkin aku menyesal nikahin kamu"


"Kamu yang terakhir gak ada lagi cewek lain" lanjut Ello sambil memeluk Irene dan menciumi tengkuknya


"Kalo nyesel bilang aja" ketusnya


"Aku nyesel karena gak dari dulu nikahin kamu" Irene mencebikkan bibirnya mendengar kata kata suaminya


"Liat sini.. aku gak pernah seperti ini sebelumnya sama cewek lain, kamu yang pertama dan terakhir" Ello memutar tubuh Irene agar menghadapnya


Irene menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada bidang Ello sambil memeluknya, Ello ikut memeluk Irene mengecup puncak kepalanya berkali kali


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kayaknya udah akur tuh"


"Siapa? " tanya Millie


"Kemaren cuma salah paham aja, papa aku gak nikah lagi"


"Mana mungkin papa kamu nikah lagi orang-orang dia ssti" ucap Rafael


"Apaan ssti? "


"Suami suami takut istri" jawab Rafael sambil tertawa


"Iiisshh.. nyebelin" Millie berlalu sambil memukul bahu Rafael


"Yang kamu di suruh ke rumah loh sama oma"


"Nanti pulang sekolah aja, sekalian aku mau beli kue buat oma sama mami" ucap Millie


"Buat aku gak ada? "


"Ya buat kamu juga, ada toko kue baru di deket sekolah enak deh"


.


.


.


Setelah pulang sekolah Rafael dan Millie mampir ke toko kue sebelum pulang ke rumah Rafael, Millie masih memilih milih kue dari luar etalase sementara Rafael menjawab telepon di luar

__ADS_1


"Cari kue buat siapa? " Tanya seseorang, Millie menoleh lalu tersenyum


"Cari buat oma, kayaknya saya ambil ini aja dua mas" Jawab Millie


"Oke... " Orang tersebut mengambil kue dan membawanya untuk di bungkus


"Lo udah lupa ya sama gue? " Tanya pria tersebut


"Emang kita pernah ketemu? "


"Di mall, cowok lo yang posesif mana? " Pria itu bertanya sambil terkekeh


"Ohh.. iya.. waktu itu gue bener-bener minta maaf, maaf juga gue gak bisa hafal muka orang selewat doang"


"Gak apa apa.. nama lo siapa gue lupa? " tanya pria tersebut


"Millie... jadi semuanya berapa? "


"Gue traktir kali ini, jangan lupa berlangganan disini ya" Pria itu mengulurkan bungkusan kuenya


"Ini beneran? "


"Ya.. semoga puas beli kue disini, boleh minta no HP? " Tanyanya


"Buat apa? " Millie balik bertanya


"Biar lebih gampang aja kalo mau pesen atau mau di anter kue nya" Millie pun memberikan nomor ponselnya pada pria itu


Millie keluar diantar pria pemilik toko kue tersebut hingga berpapasan dengan Rafael yang berdiri di depan pintu, wajah Rafael bak singa hendak menerkam mangsanya


"Ayo pulang" Millie segera memeluk lengan Rafael


"Udah? udah di bayar belum? " Tanya Rafael


"Kali ini gak usah bayar, gue kasih itu gratis sebagai tanda pertemanan" sergah pria itu


Rafael melepaskan tangan Millie lalu mengambil dompetnya, Rafael meletakkan kasar uang di tangan pria tersebut


"Ambil sama kembaliannya, gue gak suka gratisan.. ayo sayang" Rafael merangkul Millie dan membawanya pergi


Millie merasa tidak enak dengan pria itu tapi apa boleh buat dari pada membuat keributan apalagi sepertinya suasana hati Rafael sedang buruk


"Mau langsung ke rumah kamu atau ke rumah aku dulu? " tanya Millie


"Terserah" jawab Rafael


"Kamu kenapa? "


"Kamu dateng kesana cuma mau ketemu pria itu kan? aku masih ingat muka dia " ketus Rafael


"Enggak.. aku sengaja kesana cuma buat beli kue, lagian aku ketemu sama dia cuma sekali ini doang"


"Bohong"


"Ya udah kalo gak percaya" ucap Millie


"Jadi kamu sengaja ketemu dia apa enggak? "

__ADS_1


"enggak aku cuma mau beli kue gak nyangka ternyata dia yang jaga toko itu"


__ADS_2