
"Kalo di liat dari pengambilan gambar kayaknya di sini deh" Irene dan Ello mengecek kamar Arumi
"Gue takut banget, berarti orang itu bisa liat kalo gue abis mandi" ucap Arumi
"Jangan jangan orang yang pasang kamera ini orang yang sama dengan kejadian di hotel di bandung" ucap Irene
"Please jangan bahas itu lagi, gue trauma kalo denger itu" Arumi menutup telinganya
"Sorry... gue ngerti perasaan lo karena gue juga ada di posisi itu"
"Tapi lo beruntung orang itu mau bertanggung jawab" lirih Arumi
"Kayaknya di lampu ini deh" Ello mengambil lampu tidur di sebelah ranjang Arumi
Ello membanting lampu itu hingga pecah dan Berserakan, benar saja di dalamnya terdapat kamera kecil yang terjatuh saat Ello banting
"Gue takut.. gue gak berani lagi tinggal disini"
"Dari mana lo dapet lampu ini? " tanya Ello
"Itu kado ulang tahun tapi gue gak tau dari siapa"
"Gue harus kemana? gue rasa gak aman tinggal disini sendiri, gue takut" Arumi menangis seraya duduk di tepi ranjang
"Buat sementara waktu lo tinggal di rumah gue aja, orang tua gue lagi keluar negeri"
"Irene... " Ello melarang namun Irene menatapnya dengan tatapan memohon
"Terserah" ucap Ello
"Makasih ya.. gue bener bener gak tau harus kemana, orang tua gue gak pernah peduli sama gue"
"Gak apa apa, masih ada kita" ucap Irene, Arumi memeluk Irene
Di belakang Irene wajah Arumi berubah dengan senyuman jahatnya, Sebenarnya semua ini hanya trik dia agar Irene merasa iba dan membawanya dan akhirnya rencananya berhasil
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Cewek yang selama ini kakak banggain, mereka masih ketemu di belakang kakak" Anna melempar beberapa lembar foto kesamping Rafael
Rafael membuka satu persatu foto tersebut dan itu membuatnya semakin marah pada William, tanpa bicara Rafael pergi membawa semua fotonya
"Datang ke alamat xxxx, sekarang" Rafael mengirim pesan pada Millie dan William
Ketika Millie dan William sampai Rafael sudah menunggu mereka duduk di sebuah bangunan kosong, keduanya berjalan mendekat ke arah Rafael
__ADS_1
Rafael melempar Lembaran foto itu di hadapan mereka, keduanya terkejut mematung lalu mengambil foto foto tersebut
"Kamu salah paham lagi" ucap Millie
"Terus aja bilang salah paham"
"Bang.. gak usah bentak bentak, dia cewek" William mencegah Rafael yang membentak Millie
"Lo.... gue udah ingetin sama lo jangan deketin Millie lagi, dia cewek gue "
"Semuanya salah paham bang.. Millie tadi di serang anak buah Sony, gue cuma berusaha menyelamatkan dia itu aja gak lebih" Rafael memukul wajah William hingga dia tersungkur
"Stop.. stop... " teriak Millie menghalangi William dari Rafael yang hendak melayangkan pukulannya
"Kalian saling melindungi? manis sekali, tadi saling peluk, nanti apa lagi? pegang pegangan, cium ciuman, iya? "
Plak
Millie menampar wajah Rafael hingga dia tidak mengatakan apa apa lagi, Millie mencengkram baju Rafael dan mendorongnya
"Lo bilang lo gak mau peduli lagi sama gue kan? kita udah putus tapi lo masih berpikiran seolah olah kita masih pacaran, lo selalu menganggap gue rendah sampai bisa melakukan apapun sama cowok lain, lo selalu seperti itu dan gue selalu memaafkan kesalahan lo, kalo kali ini terbukti gue gak bohong gue gak akan kasih lo maaf lagi" ucap Millie teriak teriak di hadapan Rafael
"Aku cemburu karena kamu deket sama cowok lain sementara kamu jauhin aku, kamu putusin aku dan dekat sama cowok cowok itu sementara aku setia jaga hati aku buat kamu karena aku yakin kamu pasti kembali"
"Aku gak akan seperti ini kalo kamu masih jadi pacar aku, aku gak akan seperti ini selama kamu bisa aku genggam, aku takut kamu berpaling sama yang lain, aku takut kamu ninggalin aku, aku gak pernah sedalam ini mencintai seseorang" lirih Rafael, nafas Millie naik turun mengatur emosinya
"Diem.. ngapain pegang pegang" ketus Millie
"Aku gak bisa nahan emosi aku kalo liat kamu deket sama cowok lain"
"Kalo kamu sayang sama aku harusnya kamu bisa percaya sama aku, aku gak pernah pacaran, kamu pacar pertama aku dan aku bukan tipe cewek yang dengan mudahnya membuka hati buat orang lain" ucap Millie setelah meredakan amarahnya
"Aku mau kita kembali lagi"
"Maaf.. untuk itu aku gak bisa, aku udah janji sama papa" jawab Millie
"Sampai kapan? "
"Sampai semuanya selesai, aku harus pulang udah mau gelap" ucap Millie
William tersenyum melihat Rafael yang tidak pernah seperti ini pada wanita, biasanya dia sering bergonta-ganti pacar dan terkesan tidak peduli pada wanita wanita itu
Tapi gadis kecil ini mampu memporak-porandakan hati Rafael, Rafael hendak menyusul Millie yang sudah berada di atas motornya
"Lo gak mau minta maaf sama gue bang? " Rafael menghentikan langkahnya menoleh pada William yang masih duduk di bawah
__ADS_1
"Sorry William... gue terlalu takut lo rebut Millie dari gue" Rafael membantu membangunkan William
"Lo udah gak percaya sama gue karena gadis kecil itu, cukup menyakitkan" ucap William sambil mencebikkan bibirnya
"Dih.. kaya b*nc* ng lo" William merangkul Rafael, keduanya tampak tertawa saat Rafael menolak pelukan William
"Apa bener dia separah itu cinta sama gue? " Batin Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Jadi anaknya cewek atau cowok dok? " tanya Ello saat baru saja dokter menempelkan alat di perut Irene
"Sabar" ucap dokter sambil terkekeh, Irene mencubit tangan Ello
"Sepertinya akan ada kabar gembira untuk keluarga kalian"
"Kabar gembira apa dok? " tanya Ello
"Anak kalian kembar"
"Kembar? " senyum Ello mengembang menggenggam tangan Irene
"Jadi jenis kelaminnya? " tanya Ello
"Belum terlihat, harus menunggu beberapa minggu lagi"
"Ohh gitu... " Irene bahagia melihat wajah bahagia Ello sementara Arumi menahan kekesalannya seraya mengepalkan tangan nya
"Mau beli sesuatu dulu gak? " tanya Ello ketika di perjalanan pulang
"Lo mau beli apa Arumi? kayaknya gue pengen beli cemilan dulu deh" ucap Irene
"Lo aja deh gue lagi gak mood" jawab Arumi
"Berhenti yang disini atau yang di jalan berikutnya? " tanya Ello
"Yang ini aja lebih komplit" saat hendak turun Ello menggenggam tangannya
"Apa? "
"Nih.. bisa pake dan kalo mau apapun lo tinggal bilang sama gue" ucap Ello memberikan kartunya
"Gak usah deh.. gue juga punya dari papa"
"Kewajiban suami itu memberi nafkah, anggap aja sebagai nafkah ya.. meskipun gue belum bisa kasih banyak dan belum menghasilkan uang juga karena ini dari papa" ucap Ello
__ADS_1
Arumi memutar bola matanya jengah melihat kejadian di depannya, dia benar-benar ingin meledak sekarang namun dia masih menahannya