
Tok.. tok.. tok..
"Cari siapa ya non? " bibi membuka pintu
"Millie nya ada bi? saya dengar dia sakit"
"Sakit? non Millie.. ini ada temennya" sangat kebetulan Millie lewat berjalan hendak ke dapur
"Siapa bi? " Millie keluar untuk menemuinya
"Ohh.. kak Irene, ada apa kak? " tanya Millie
"Millie kamu baik baik aja? aku khawatir banget waktu denger kamu sakit" Irene memeluk Millie membuatnya terkejut
"Sakit? sakit apa? " Millie berpikir sendiri dia sebenarnya tidak sakit sama sekali
"Ada siapa sayang? " tanya Allea
"Ini... " belum sempat Millie mengenalkan Irene sudah masuk menghampiri Allea
"Aku temennya Millie tante" Irene bersalaman dengan Allea
Allea menatap kebingungan dengan Irene yang mengaku teman Millie pasalnya tidak pernah ada teman wanita yang datang ke rumah selain Dita dan Anggia, Ello turun dengan kaos hitam dan celana jeans seraya menenteng jaket seperti dia hendak pergi
"Ayo dek katanya mau ke Dojo " Ello belum melihat keberadaan Irene karena fokus dengan handphonenya
"Kak Irene aku harus pergi.. makasih udah nengokin meskipun sebenarnya aku gak sakit" ucap Millie
"Kalian mau pergi kemana? "
"Ke.... " Millie belum sempat bicara Ello sudah membekap mulutnya, dia tidak ingin wanita itu ikut
"Kita pergi aja, ma.. berangkat dulu" Ello dan Millie mencium tangan Allea lalu pergi dengan mulut Millie masih di bekap
"Tante ini buat tante aja, aku pamit" Irene terburu-buru memberikan paper bag yang digunakan bawanya lalu mencium tangan Allea dan berlari mengejar mereka
Allea menggelengkan kepalanya ternyata ada wanita seperti itu juga di alami oleh anak sulungnya, Millie duduk membuka paper bag tersebut
"Tadi ada siapa ma? " tanya Ellia
"Itu katanya temen Millie, tapi kayaknya dia suka sama Ello deh.. nih mau gak tadi dia kasih"
"Enggak ah.. mama makan aja, aku mau pergi sama Dirga"
"Emmhh.. jangan pulang malem malem jangan mentang mentang papa gak ada" Ucap Allea seraya memakan kuenya
"Iya.. Aku pergi dulu " Ellia mencium tangan Allea sebelum pergi
"Michelle... Exel.. sini nak mau kue gak" Allea berteriak memanggil kedua anaknya yang suka bermain game sampai jarang keluar kamar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie dan Ello juga Irene yang mengikuti merek sudah sampai di Dojo, Rafael menoleh hingga gagal fokus dan mendapatkan ketukan di kepalanya oleh guru
Millie tertawa melihat Rafael mengusap kepalanya karena di ketuk tongkat, Millie dan Ello berlatih bersama para senior yang lainnya sementara Rafael dan Irene hanya menonton mereka
"Ello gagah banget" Irene senyum senyum sendiri menopang dagunya
"Dia seksi juga kalo lagi serius" Rafael tersenyum melihat Millie
"Kamu senyum senyum liatin apa? " Gurunya memukul kaki Rafael membuatnya terkejut
Setelah selesai Millie langsung mengganti bajunya saat keluar tiba-tiba saja Rafael berdiri di hadapannya, Millie mendorong dada Rafael dengan jari telunjuknya
__ADS_1
Merasakan sesuatu Millie meraba tubuh bagian depan Rafael sampai menyingkap kaos yang di pakainya, sontak saja Rafael menurunkan kaosnya menutupi tubuhnya dengan menyilangkan kedua tangannya
"Kamu beneran gak bisa bela diri? badan kamu bagus pasti rajin nge-gym ya? "
"Dih... nakal banget pake raba raba, buka buka" Rafael menatap Millie
"Gak di apa apain juga, lebay deh.. badan kayak gitu doang gue juga sering pegang" cibir Millie sambil berlalu pergi
"Pegang punya siapa? "
"Papa sama kak Ello, punya kamu belum ada apa apanya di banding punya papa" ucap Millie
"Dek ayo pulang" Millie berlari saat Ello memanggilnya
"Tunggu... gue yang anterin Millie aja gimana? lo harus anter pacar lo kan? " ucap Rafael
"Gak ada.. kalo mau lo anter dia aja, ayo pulang" Ello menarik tangan Millie pergi
"Jangan lupa anterin ya kak.. daaahh" Millie melambaikan tangannya lalu memeluk Ello dan motor mereka pun pergi
"Lo mau anterin gue kan? " tanya Irene berharap meskipun tidak diantar Ello tapi Rafael mau mengantarnya
"Pulang aja sendiri" Rafael Masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Irene sendiri, akhirnya Irene pulang sendiri dengan mobilnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue pulang... gue pastikan cewek itu akan hancur" Seorang wanita menerima telepon
Kelas Ello sedang bising bisingnya dengan suara anak anak yang bercanda, tiba tiba seorang wanita masuk dengan pakaian serba hitam dan langsung duduk di kursi kosong
Semua mata menatap padanya karena orang asing masuk begitu saja, Ello baru saja datang Irene menghampiri Ello lalu di ikuti wanita wanita lainnya hingga hampir satu kelas mengerubungi Ello
Seperti biasa Ello hanya diam dan pergi ketika mulai sesak setelah dia kembali seperti biasa pula kado bertumpuk di mejanya, Ello memindahkan kado kado itu ke lantai untuk di berikan pada pemulung yang selalu menunggu di depan kampusnya
"Apa maksud lo? emangnya ada urusannya sama lo? "
"Tau.. siapa sih lo? gak jelas banget" mereka marah dan mulai menyerang dengan kata kata sinis
"Gue murid baru, gak ada hubungannya sama gue sih cuma gue bisa liat dari tatapan cowok itu aja udah tau dia jijik sama kalian" mereka pun terdiam menatap Ello yang hanya diam saja mengetuk pulpennya di meja
"Udah.. udah.. kenapa kalian jadi ribut" Ellia menenangkan mereka
"Dia yang mulai duluan"
"Tau dasar gak jelas "
"Paling ujung ujungnya cari perhatian sama Ello"
"Selamat pagi anak anak... kita hari ini ada murid baru, silahkan perkenalkan diri kamu" ucap dosen yang baru saja masuk
"Nama gue Arumi, gue pindahan dari Jepang" Arumi berdiri lalu kembali duduk setelah memperkenalkan diri
"Cih.. apa dia mau pamer? "
"Udah sekolah di Jepang ngapain pindah kesini? "
Arumi hanya menoleh sekilas pada asal suara lalu kembali memperhatikan ke depan, Arumi tidak memperdulikan apapun dia pindah ke sana hanya untuk membalas dendam atas kematian kakaknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie berjalan sambil membaca buku namun tiba-tiba dia menabrak seseorang, Millie hendak mengambil bukunya sebuah tangan juga mengambilnya
"Sorry.. " ucap Millie sambil mengambil bukunya
__ADS_1
"Aduhh... sakit banget nih" Aldi berpura-pura memegangi lengannya
"Kenapa? mau gue bawa ke uks? " tanya Millie
"Mau di bawa ke KUA " jawab Aldi sambil terkekeh
"Gak lucu" Millie sinis berjalan meninggalkan Aldi
"Gitu doang marah, Millie mau kemana? " Aldi mengikuti Millie
"Mau ke perpus"
"Mau cari buku atau mau kembaliin buku? atau cuma mau ngadem? "
"Lo kenapa sih? pergi sana ngapain sih ikut ikutan" Millie mendorong pelan bahu Aldi
"Millie kok gitu sih, kakak ipar kan udah nitipin lo sama gue jadi kemanapun lo pergi gue juga ikut"
"Anggia.. " Millie memanggil Anggia namun dia hanya menoleh lalu pergi begitu saja
"Dia kenapa? " gumam Millie
"Dia itu temennya lo? " tanya Aldi
"Sodara.. kenapa ya dari kemaren dia cuekin gue? "
"Mungkin lo punya salah sama dia" jawab Aldi
"Salah apa ya? perasaan gue gak ngapa ngapain"
"Mungkin karena lo lebih cantik dari dia" Millie melirik dengan ekor matanya
"Kenapa gue jadi curhat sama lo? pergi sono "
Rafael melihat Aldi mengikuti Millie membuatnya kesal, Rafael menghampiri Millie dan menarik tangannya membawanya pergi namun Aldi juga memegangi sebelah tangan Millie hingga mereka berjalan bergandengan bertiga
Ketika Rafael menoleh ke belakang mereka semua ikut menoleh ke belakang, Rafael menarik tangan Millie yang di pegang Aldi dan membawanya ke ruangannya lalu mengunci pintu
"Pak.. nanti mereka ngira kita ngapa ngapain kalo pintunya di tutup" Millie juga sebenarnya agak takut bersama dengan Rafael berdua di ruangan tertutup
"Biarin aja itu kan pikiran mereka yang penting kita gak ngapa ngapain" Rafael duduk di kursinya
"Bapak ngapain ngajak saya kesini? saya harus ke kelas sebentar lagi masuk"
"Aku cuma mau bilang, mami nyuruh saya bawa kamu ke rumah.. kira-kira kapan bisanya? " tanya Rafael
"Entar deh saya pikirin dulu waktunya, saya harus pergi ke kelas"
"Cium dulu" goda Rafael menyentuh bibirnya sendiri
"Ihh.. ogah"
"Kemarin cium cium kenapa sekarang gak mau? "
"Jangan nyebelin deh pak, bentar lagi guru guru masuk kesini kalo mereka tau kita berdua disini gimana? "
"Paling orang tua kamu di panggil dan kita nikah diem diem kayak di novel novel" jawab Rafael
"Saya masih kecil pak.. cepet buka atau saya pecahin kacanya biar orang orang berkumpul"
"Kamu emang nakal, nih... besok sore gak ada penolakan, datang sendiri atau aku jemput paksa ke rumah" Rafael melemparkan kunci dan Millie menangkapnya
"Gak mau" Millie menjulurkan lidahnya lalu kabur
__ADS_1