Youth Love

Youth Love
eps 15


__ADS_3

Millie membuka loker di sekolahnya tiba-tiba seekor ular berdiri di hadapannya, Millie terkejut sampai terjatuh duduk di lantai


"Ular... tolong keluarin" teriak Millie


semua orang hanya berkerumun tidak ada yang berani menutup loker atau mengeluarkan ular dari loker Millie, Sampai seseorang datang dengan berani mendorong ular dengan sapu dan menutup pintu loker


"Panggil damkar, sini kunci lokernya" Aldi mengunci loker tersebut


"Millie gak apa apa? pasti Millie kaget ya? " Dita membangunkan Millie


"Kaget lah.. thanks ya" ucap Millie pada Aldi


"Aldi.. lo gak apa apa? gue denger dari anak anak lo bantuin Millie, makasih ya udah bantuin sodara gue" ucap Anggia


"Sebagai tanda Terima gimana kalo nanti istirahat lo traktir gue? " Aldi mengacuhkan Anggia dan berbicara pada Millie


"Oke.. oke.. nanti istirahat gue traktir, gue duluan " Millie pergi begitu saja


"Gimana kalo gue aja yang traktir? " Aldi lagi lagi tidak menanggapi Anggia dia pergi begitu saja


"Aldi tunggu... nanti gue aja yang traktir ya? " Anggia mengejar aldi


"Anggia.. Anggia... selalu cari perhatian sama cowok ganteng " gumam Dita seraya menggelengkan kepalanya


"Sial kenapa cara ini juga gak mempan" Rafael mengepalkan tangannya


Apapun yang dia rencanakan untuk Millie selalu saja dia berhasil lolos


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu suka sama Millie ya? " tanya Ellia ketika sedang makan siang bersama Dirga


"Enggak.. kata siapa? "


"Kekhawatiran kamu sama dia kayaknya melebihi kami kakak kakaknya, Contohnya waktu bibirnya berdarah kamu sampai sepanik itu" Dirga menyimpan sendoknya dan menatap Ellia


"Kamu ngerasa gak sih aku selalu ada buat kamu? aku selalu prioritasin kamu dengan apapun, bahkan aku ninggalin Millie waktu kejadian itu cuma buat bantuin kamu"


"Aku suka sama kamu dari dulu, tapi kamu gak pernah sadar itu" Ellia mematung menatap Dirga


"Buat aku Millie itu seorang adik sama kayak Dita"


"Apa yang kamu omongin itu bener? " tanya Ellia


"Ya.. Ello tau itu dari dulu tapi aku gak berani bilang sama kamu, sekarang aku baru punya keberanian itu"


"El.. kamu mau gak Terima aku jadi pacar kamu? tapi kalo kamu gak Terima aku mohon lupain yang pernah aku omongin sama kamu dan jangan berubah" Dirga menggenggam tangan Ellia

__ADS_1


"Apa kamu serius? kalo aku Terima kamu, apa kamu gak akan kecewain aku? "


"Aku janji.. aku akan menjadi orang yang akan selalu ada dan selalu setia sama kamu" Ellia tersenyum membalas menggenggam tangan Dirga


"Aku mau" ucap Ellia seraya mengangguk dan tersenyum


"Serius? aku di Terima? yes.. " Dirga sampai berteriak kegirangan


"Sstt.. malu di liatin orang" Ellia menarik tangan Dirga


"Makasih" Dirga mencium tangan Ellia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie membawa buku di tangannya seraya berjalan menuju keluar rumahnya, Millie duduk di bangku taman yang ada di samping rumahnya


Ellia juga membawa buku dan duduk di samping Millie, menyadari kakaknya duduk di sampingnya Millie menoleh dia pun sama


"Millie kenapa sekarang jadi jauh banget sama kakak? " tanya Ellia


"Jauh gimana? kita tiap hari ketemu kok" jawab Millie tanpa menatap Ellia


"Millie menurut kamu kak Dirga itu gimana? "


"Gimana ya? biasa aja, temen yang baik" jawab Millie


"Eng.. enggak.. siapa yang bilang? " Millie segera menutup bukunya


"Kenapa kamu gugup? menurut kamu kalo kakak sama kak Dirga jadian gimana? "


"Ya.. ya.. terserah, kalian udah gede atur atur aja lah" kini wajah Millie berubah seketika


"Tadi dia nembak kakak terus kakak Terima, menurut kamu gimana? "


"Gue mau belajar, kalo lo cuma mau bahas percintaan harusnya lo ngobrol sama Anggia" ucap Millie dengan nada tinggi


"Kok bawa bawa Anggia? kakak cuma nanya pendapat kamu kok, kenapa Millie marah? "


"Terserah lo mau pacaran sama Dirga kek, sama setan kek, apa maksudnya lo ngomongin itu sama gue? lo mau pamer gitu kalo Dirga cuma punya lo? makan tuh Dirga" Millie berdiri meninggalkan Ellia sendiri


"Kakak udah tau jawabannya Millie.. kamu suka juga sama Dirga kan? " gumam Ellia


Ello melewati ruangan fitness dia melihat Millie memukul samsak dengan kasar dan membabi buta, Ello berdiri memperhatikan adiknya yang mengumpat seraya memukul samsak bahkan tanpa sarung tinju ataupun kain yang melapisi tangannya


"Kalo marah jangan kebiasaan melampiaskan sama diri sendiri, harusnya lo lebih sayang sama badan lo ketimbang orang lain" ucap Ello membuat Millie berhenti seketika


Dengan nafas memburu Millie memegangi samsak itu, Ello menghampirinya dan mengambil tangan Millie yang punggung tangan serta jarinya terluka

__ADS_1


"Ayo obatin dulu" Ello membawa Millie menuju dapur


"Kenapa? " Tanya Ello seraya membalut luka Millie


"Kepo lo.. gak usah tanya tanya lah"


"Kakak udah bilang sama lo, jangan mengharapkan Dirga" Millie terdiam


"Dia hanya memperlakukan lo seperti adiknya, Dirga selalu mencintai Ellia.. lo tahu kan kalo dia sampe nyakitin salah satu diantara kalian apa yang akan kakak lakuin? "


"Kakak gak akan segan segan sama orang yang udah nyakitin adik adik kakak" lanjut Ello


"Lo punya hati gak sih? lo gak pernah ngerasain sakit hati gitu? itu yang gue rasain sekarang, meskipun lo coba menutupinya tetep aja sakit" ucap Millie


"Itu kenapa gue gak pernah pake hati, gue gak mau hati gue sakit cuma karena cinta, gue tipe orang yang mencintai diri sendiri" jawab Ello


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kemana aja lo bang? " tanya anak buahnya ketika Rafael baru saja ke markas


"Ada.. lo tau bokap nyuruh gantiin kakak gue ngajar di sekolah jadi gak sempet kesini" jawab Rafael


"Bang kemaren gue sama anak anak udah berhasil jebak cewek itu tapi ada orang yang selamatkan dia" ucap Sony


Rafael hanya mematung dalam hatinya dia merutuki dirinya sendiri, kenapa dia menyelamatkan Millie padahal dia ingin menghancurkannya


"Bodoh" gumam Rafael


"Kenapa bang? " tanya mereka ketika melihat wajah marah Rafael


"Kalian gak berhasil? "


"Enggak bang, kita gagal tapi kita akan singkirin dia secepatnya"


"Langsung singkirin jangan ada pelecehan" ucap Rafael seraya pergi ke kamar pribadinya


"Kenapa gue gak suka dia di pegang pegang cowok lain? kenapa gue gak bisa hilangin dia dari pikiran gue? sialan... kenapa wajahnya, senyumnya selalu hadir saat gue pejamkan mata" Rafael benar-benar frustasi dengan dirinya sendiri


Dia berniat mencelakai Millie namun tidak rela saat orang lain mencelakai, dendamnya masih ada namun saat bersama Millie seakan dia melupakan semua dendamnya dan rasa benci nya


"Bangsat" teriak Rafael membanting barang di kamarnya


"Lo ngerasa ada yang aneh gak sih sama dia? " tanya Sony


" Dia kayaknya lagi banyak pikiran deh"


"Lo bayangin aja di tinggalin cewek yang bener-bener lo sayang gimana rasanya? gak heran bang Rafael bisa sefrustasi itu" yang lain memaklumi sikap Rafael yang menjadi berbeda setelah kematian anggota wanita mereka

__ADS_1


__ADS_2