
Rafael melangkahkan kakinya masuk ke kelas Millie, dengan senyum mempesona nya dia menghampiri Millie di kursinya
"Ini dari mami.. maaf ya aku tadi gak jemput, aku kesiangan" ucap Rafael
"Ini apa? gak apa apa.. sampaikan terimakasih sama mami" Millie mengambil sesuatu dari paper bag tersebut
"Kalah jauh guys"
"Millie udah kenal maminya pak Rafael? iri banget"
"Millie di kasih apa ya? "
"Maminya pak Rafael sweet banget sih"
"Nanti makan ya.. aku buru buru harus ngajar di kelas lain" Rafael terburu-buru karena hari ini dia telat bangun
"Gue cemburu, kalo aja gue lebih awal kenal sama lo mungkin.. yang kasih ini sekarang itu nyokap gue" Aldi menghampiri Millie dan mengetuk kotak yang di berikan Mami Rafael
"Buaya emang gitu, lo gombal sama semua cewek" ucap Millie
Aldi memang sering menggombali teman teman perempuannya meskipun itu hanya candaan, Millie membuka kotak tersebut ternyata di dalamnya kue yang di buat mami Rafael
"Buat anak cantik mami.. di makan ya" Dita mengambil sebuah kertas kecil dari kotak tersebut
Semua murid perempuan kembali berbisik ternyata hubungan Millie dan mami Rafael sudah sedekat itu, Aldi mengambil kartu tersebut dan membacanya
"Kenapa lo mau sama cowok yang usianya jauh bedanya sama lo? lo gak ngerasa dia ketuaan gitu? " Millie terkekeh mendengar ucapan Aldi
"Lo gak liat gimana cewek cewek cari perhatian sama dia? lagi pula gue lebih suka buah mateng dari pada yang muda, udah nih makan jangan ngomong mulu" Millie memasukkan sepotong kue ke mulut Aldi dan seseorang diam diam memotret itu
Padahal Millie juga menyuapi Dita dan Niko namun orang yang memotret Millie sepertinya hendak menjelekkan Millie, Karena kuenya banyak Millie juga menawarkannya pada teman sekelasnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo lagi mikirin apa? " Tanya Ello pada Dirga
"Kalo Rafael bukan cowok yang baik buat Millie gimana? "
"Mereka cuma pacaran paling putus, lo tau sendiri Millie kalo Millie udah benci orang kayak apa" jawab Ello
"Tau sih"
"Emang kenapa sih sampe lo pikirin gitu? kayaknya Rafael juga bukan tipe orang yang macem macem" Ellia yang kebetulan belum masuk ke kelas berdiri di balik pintu mendengarkan percakapan mereka
"Jangan terlalu percaya... gue gak yakin dia sebaik itu''
" Lo kenapa sih kayaknya gak suka banget sama Rafael? lo iri karena dia pacaran sama Millie? " tanya Ello
"Apa sih? enggak bukan gitu gue cuma gak mau ada orang yang nyakitin Millie"
"Jangan terlalu pikirin Millie entar Ellia jadi salah paham, lo kan tau sendiri papa bilang apa kalo mereka sampe musuhan gara-gara lo" ucap Ello yang akhirnya membuat Dirga diam
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Saat istirahat Millie menunggu Rafael di depan kelasnya karena biasanya dia akan melewati kelas Millie dan mengajaknya makan bersama, Millie akhirnya mendatangi kantor Rafael
Rafael rupanya sedang makan siang di kantor bersama beberapa guru wanita muda, Millie hanya berdiri di pintu menatap Rafael sementara Rafael hanya menatapnya sekilas lalu kembali makan
__ADS_1
"Millie kenapa berdiri disitu? " tanya seorang guru
"Gabung disini" ucap yang lain
"Gak usah bu makasih saya mau makan siang sama Abra aja" Millie pergi dari sana
"Awas aja lo" gumam Millie seraya pergi
Setelah istirahat Millie dan teman temannya berada di lapangan untuk pelajaran olahraga, Millie di ajak Aldi bermain basket bersama tim yang lainnya
Millie menggulung rambutnya di atas kepalanya dan bermain dengan lincah nya sambil tertawa, Dita akan menjadi pendukungnya hingga berteriak menyoraki nama Millie
Millie kembali memasukkan bola membuatnya kegirangan dan melakukan tos dengan timnya, dari timnya hanya Millie dan seorang wanita selebihnya laki-laki
Di tengah permainan Millie berlari ke luar lapangan ketika melihat Rafael lewat membawa minuman di tangannya, Millie mengambil minuman tersebut dari tangan Rafael tanpa mengatakan apapun lalu kembali ke lapangan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mampus lo, setelah ini lo bakal ribut sama pak Rafael" diamnya Rafael ternyata karena seseorang memperlihatkan foto Millie ketika menyuapi Aldi
Anggia juga yang menempel foto di mading tempo hari dan mengusulkan agar Millie di pindahkan dari sekolah, Anggia selalu merasa iri pada Millie yang selalu di manja Max apapun yang di inginkan Millie selalu dia dapatkan
Dan semua hal baik selalu di miliki oleh Millie, banyak teman dan mudah bergaul juga para pria yang tertarik pada Millie membuat Anggia juga merasa iri
Sepulang sekolah Millie menunggu Rafael pulang di depan ruangannya, Rafael keluar bersama seorang guru wanita
"Maaf ya pak jadi ngerepotin" ucap sang wanita
"Gak apa apa, kita kan searah.. mari" Rafael melewati Millie begitu saja padahal Millie sudah dari tadi menunggunya
"Apa apaan ini? " gumam Millie
"Millie... kamu ngapain? " tanya guru wanita
"Semoga selamat sampai tujuan, mungkin pak Rafael butuh sedikit bantuan untuk mendorong mobilnya.. daaah" Millie melambaikan tangannya lalu pergi
"Kempes semua.. maaf Bu saya tidak bisa mengantar ibu" ucap Rafael
"Millie keterlaluan.. dia harus di hukum"
"Biar saya saja besok yang menghukumnya" ucap Rafael
"Emang enak... makan tuh, siapa suruh cuekin gue pake berani nganterin cewek depan mata gue lagi" Millie mengintip Rafael dari kejauhan lalu pergi setelah guru wanita itu pergi
"Millie... kesini kamu sekarang" Rafael menelpon Millie
"Maaf bapak guru yang terhormat saya sudah pulang naik taksi, bapak hati hati di jalan ya" ucap Millie dengan nada mengejek
"Millie... "
"Daaaahh.. bapak" Millie memutuskan sambungan teleponnya
"Anak ini bener-bener" Rafael mengacak rambutnya frustasi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie sampai di rumahnya dengan makanan dan minuman yang dia sedot di tangannya, Rafael sudah berada di rumahnya sebelum Millie sampai
__ADS_1
Karena Millie mampir sana sini untuk jajan Rafael jadi sampai lebih dulu, Millie mengacuhkan Rafael dan berjalan menuju dapur untuk menyimpan minuman ke dalam kulkas serta memindahkan makanannya ke piring
"Millie"
"Hmm" Millie hanya menjawab singkat, Millie menarik kursi lalu duduk menikmati makannya tanpa menghiraukan Rafael
Rafael menarik piring dari hadapan Millie dan menjauhkannya, Millie berdiri untuk mengambil piring tersebut namun Rafael menahan tangannya
"Kenapa kamu kempesin ban mobil aku?" tanya Rafael
"Ya.. biar kamu ada kerjaan aja, emang kenapa? "
"Kok gitu? kamu kelewatan tau gak? di kempesin semuanya lagi" wajah Millie menunjukkan tidak bersalah dia malah menggerak-gerakkannya bibirnya ke kiri dan ke kanan
"Yang kelewatan itu kalo cuekin orang tanpa sebab, udah sana pulang ngapain disini? gak punya rumah? " Millie mengambil piringnya dan kembali duduk untuk makan
"Siapa bilang gak ada sebab? "
"Terus kenapa? kalo ada masalah bilang dong jangan diem diem cuek gitu kayak cewek " ucap Milli
"Kalo gak ada siapa siapa di rumah udah aku lahap kamu" Rafael mencubit bibir Millie
"Apaan sih? udah pulang sana" Millie mendorong Rafael
"Gak sebelum kamu jelasin foto ini" Rafael menaruh handphonenya di atas meja
"Ohh.. ini emang aku, tapi bukan cuma dia aku juga nyuapin Dita sama uncle Niko, cuman yang fotonya aja yang gak foto yang lain.. kehabisan memori kali" Millie meletakkan kembali handphonenya
"Kenapa kamu suapin dia? kamu punya pacar"
"Ohh.. jadi kamu cemburu? ya udah nih aku suapin juga, impas kan? " Millie mengulurkan makanan ke bibir Rafael
"Aku gak mau, ya udah aku pulang.. kayaknya gak ada yang harus di bahas juga" Rafael mengambil kasar handphonenya
Millie menahan tangan Rafael dan mengulurkan kembali makanan itu namun dengan bibirnya, Millie berjinjit mengalungkan tangannya di leher Rafael dan memasukkan makanannya ke dalam mulut Rafael
"Masih marah? aku minta maaf untuk itu" Millie membawa Rafael untuk kembali duduk
Rafael masih mengunyah, wajahnya masih ketus seperti semula padahal hatinya berdebar terasa ingin melompat keluar, Millie tidak mengatakan apapun lagi dia memang tidak bisa membujuk seseorang
"Kenapa kamu kasih kue dari mami ke dia? "
"Bukan cuma dia.. aku kasih satu kelas karena Mereka gak bisa diem, berisik banget ngomongin kita ya biar diem aku kasih makan aja" jawab Millie
"Tapi kue buatan mami enak, aku suka" lanjut Millie
"Jadi kamu kasih temen satu kelas? " Tanya Rafael
"Heem... kalo gak percaya tanya aja sama mereka"
"Aku gak bohong" ucap Millie ketika Rafael menatapnya curiga
"Mau lagi.. aaaa" Rafael membuka mulutnya
Millie mengambil makanan tersebut dengan tangannya namun Rafael menahannya
"Gak mau pake tangan, pake mulut"
__ADS_1
"Tau ah... nih makan aja sendiri" Millie menggeser piringnya ke hadapan Rafael