
"Loh.. mi.. mami.. kak wiliam udah bisa bangun Mi" Anna berteriak ketika tanpa sengaja melihat William duduk saat melewati kamarnya yang tidak pernah di tutup
"Sial " batin William
"Akhirnya... akhirnya nak kamu udah bisa bergerak? bisa jalan coba mami bantu " Mami Rafael membantu William berdiri namun dia terjatuh
"Tidak apa apa.. ini sudah ada kemajuan yang bagus, mami harus kasih tau Rafael"
"Halo.. cepat pulang, William udah bisa duduk sendiri, iya.. cuma duduk doang tapi mami seneng banget" Mami Rafael sampai berkaca-kaca saking senangnya
"Iya.. kamu cepet pulang ya"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa kata mami? " tanya Millie
"Mami bilang suruh pulang, William udah bisa bangun sendiri"
"Yang bener? aku pengen liat keadaan kak William tapi.. " perkataan Millie menggantung
"Nanti aku ajak William ke luar buat ketemu sama kamu" Rafael mengerti apa yang di maksud Millie
"Dia cuma bisa bangun, belum bisa ngomong sama jalan, aku penasaran apa yang terjadi sama dia " ucap Rafael
"Aku juga, aku penasaran siapa yang bikin dia sampai seperti ini" ucap Millie
"Ayo aku anter pulang" Rafael pun mengantar Millie sampai ke rumahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kalian dari mana baru pulang? " tanya Allea saat melihat anaknya bersamaan masuk ke dalam rumah
"Main" jawab keduanya bersamaan
Ello dan Millie paling terakhir pulang dan bertemu di pintu masuk, ketika Millie bertemu dengan Ellia di tangga dia menjadi canggung
"Hai.. kak"
"Hai.. kamu baru pulang? " Tanya Ellia
"Heem.. aku makan malam di luar sama Rafael"
"Cepet tidur besok sekolah, sebelum tidur mandi dulu" Millie lega ternyata Ellia tidak marah tentang kejadian tadi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue puas ngerjain bapak lo" Irene tidur terlentang sambil tersenyum-senyum sendiri
"Apa sering sering aja ya ngerjain dia? lo pasti mati berdiri karena kesal"
"Ehh.. kalo bapak lo mati, lo jadi anak yatim dong" Irene berdialog sendiri
Saat sedang berbicara dengan janinnya tiba-tiba saja handphone berdering, Ketika nama si penelpon senyum Irene mengembang
"Halo.. lo belum tidur? " ucap Ello saat teleponnya tersambung
"Emang orang tidur bisa jawab telpon? " jawab Irene dengan nada ketus padahal bibirnya tersenyum
"Lagi ngapain? "
"Gak lagi ngapa-ngapain" Jawabnya singkat
"Kalo gak ngapa-ngapain mending tidur, besok gue jemput"
__ADS_1
"Emm.. ya.. " Singkat Irene
"Kapan jadwal pemeriksaan? gue anter nanti" ucap Ello
"Seminggu lagi"
"Setelah acara pernikahan kita periksa sama sama ya" mendengar kata pernikahan Irene masih tidak menyangka dia akan menikah dengan pria yang selama ini dia kejar kejar
"Ya... cepet tidur, gak baik wanita hamil begadang"
"Iya.. Selamat malam, mimpi indah" menyadari kata katanya Irene segera menutup teleponnya
Irene merutuki kebodohan mulutnya yang tiba-tiba mengatakan itu, sementara di sebrang sana Ello sedang senyum-senyum sendiri
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi pagi setelah Rafael berangkat ke bengkelnya mami Rafael di rumah kedatangan tamu, orang yang dia tunggu tunggu beberapa minggu tidak pulang
Siapa lagi kalau bukan suaminya yang tiba-tiba saja menghilang, Mami Rafael memeluk suaminya yang memiliki banyak lebam di wajahnya
"Apa yang terjadi? kenapa kamu bisa sampai seperti ini? " tanya mami Rafael
"Ini karena anak kamu, dia salah paham sampai gebukin aku" jawabnya
"Rafael? tapi dia gak bilang apa apa"
"Aku ketemu sama dia di mall, padahal aku lagi kerja nganter bos aku belanja dan dia nyangka hal lain" lirihnya
"Kamu tau perusahaan kita hancur gara-gara papanya Millie, aku gak nyangka Rafael akan percaya sama kata kata mereka dan menyalahkan kamu" ucap mami Rafael
"Jelaskan pelan pelan nanti sama Rafael, ini gaji aku selama kerja" Suaminya itu memberikan amplop tebal pada mami Rafael
"Maafkan Rafael.. dia memang emosinya selalu meledak-ledak, dia lebih percaya sama pacarnya dari pada orang tuanya sendiri"
"Gak apa apa.. aku maklum dia masih muda jadi belum bisa membedakan mana yang salah dan benar" ucap papa tiri Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Udah sarapan? " Tanya Ello ketik Irene masuk ke dalam mobil
"Udah"
"Papa bilang lo gak mau pesta besar besaran? "
"Iyaa.. gue mau yang di undang cuma keluarga besar aja, rekan bisnis kayaknya gak perlu deh" jawab Irene
"Kenapa? apa lo gak mau orang lain tau? "
"Buat apa juga orang lain tau kan? gue cuma... cuma takut kecapekan aja" Irene memalingkan wajahnya ke arah jendela
"Lo malu? "
"Siapa yang gak malu hamil duluan? " Gumam Irene
"Gue tau lo marah sama gue, tapi ini juga bukan kemauan gue.. harus apa supaya lo mau maafin gue? "
"Gue udah maafin lo tapi gak tau kenapa kesel aja ketemu sama lo, gue jadi sebel sama lo tanpa alasan" ucap Irene
"Kata mama mungkin itu bawaan bayi"
"Mungkin bayinya juga kesel sempet gak di akuin bapaknya" gumam Irene
Ello menepikan mobilnya dan melepas sabuk pengaman nya lalu mencondongkan tubuhnya ke arah Irene, Ello menempelkan tangannya di perut Irene membuatnya menahan nafas seketika
__ADS_1
''Kamu kesel sama papa ya? maaf ya papa gak tau kalo yang malam itu sama papa adalah mama kamu, maafin kata kata papa yang mungkin menyakiti kamu dan mama kamu.. papa janji akan menebusnya " wajah Irene memerah entah karena malu, terharu atau mungkin karena menahan nafasnya
Ketika Ello mencium perut Irene dia terkejut dan spontan mendorong kepala Ello hingga terantuk dashboard mobilnya, menyadari kesalahannya Irene menggigit bibirnya seraya memalingkan wajahnya
"Kok di dorong? sakit tau" Ello mengelus kepalanya
"Sorry.. gue kaget" lirih Irene
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sial.. kenapa filenya di kunci" gumam William
William membuka isi flashdisk yang dia ambil di rumah Sony namun filenya terkunci, melihat bayangan di luar William segera menutup laptopnya dan menyembunyikan laptopnya di bawah bantal
"Kamu belum makan.. mau makan sendiri? " tanya mami Rafael, William pun mengangguk
"Kalo kamu bisa bicara kamu pasti bantuin tante kan? Rafael lebih memilih percaya sama pacarnya padahal papa Millie udah bikin keluarganya sendiri hancur"
"Tante udah sayang banget sama Millie tapi sekarang tante benar-benar kecewa, bahkan Rafael sudah tau dan menutupinya" lanjut mami Rafael
"Millie gak salah, semua kesalahannya ada di Rafael.. gimana caranya gue jelasin sama tante" batin William
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Millie... gue punya dua tiket, nonton yuk? " aldi mengulurkan tiketnya
"Sama orang lain aja deh"
"Ayolah... masa lo tega sama gue? " Millie melihat wajah memelas Aldi
"Ya udah sini.. kita ketemu disana aja gak perlu jemput gue" ucap Millie
"Oke.. sampe ketemu nanti" Aldi pergi setelah Millie menyetujui permintaannya
Millie menunggu di halte bus namun bukan menunggu bus tapi menunggu Rafael, dia tidak mau Anna melihat mereka masih sering bertemu
Tampaknya Millie salah jika mengira Anna tidak tahu pasalnya Anna selalu mengikuti Millie, Rafael akhirnya datang dan mereka pun kembali pergi
"Kak Rafael bohongin mami, katanya mereka udah putus tapi masih ketemuan" Rafael memang mengatakan sudah tidak memiliki hubungan dengan Millie
"Mami.. kak Rafael jemput Millie di halte bus dekat sekolah" Anna langsung menelpon mami Rafael
"Kemana mereka pergi? " tanya mami Rafael
"Kayaknya ke bengkel deh, soalnya beda arah sama rumah Millie"
Millie dan Rafael sudah sampai di bengkel dimana sekarang Rafael sedang di tunggu pelanggannya, Millie menggulung rambut di atas kepalanya membantu membersihkan bengkel yang mulai berantakan
"Rafael" Rafael yang sedang berkutat dengan pekerjaannya mendongak menatap seseorang yang memanggilnya
"Mami.. "
"Kenapa kamu bohong sama mami? kamu bilang kamu udah putus sama anak itu, kenapa dia ada disini? " mami Rafael menunjuk Millie
"Kamu gak tau diri banget, kami menghancurkan keluarga saya dan masih berani dekati anak saya? " Mami Rafael langsung masuk menghampiri Millie
"Mami aku... "
"Pergi kamu.. jangan dekati anak saya" mami Rafael mendorong Millie keluar, Millie hampir terjatuh namun Rafael menahan tubuhnya
" Mi... bukan Millie yang salah.. "
"Diam kamu" bentak mami Rafael, semua pelanggan Rafael menatap mereka
__ADS_1
"Ambil ini.. sekarang pergi jangan dekati anak saya lagi" mami Rafael melempar tas Millie ke hadapannya
Millie mengambil tas tersebut dan pergi, dia malu ketika mami Rafael memakinya di hadapan orang banyak