
"Mau beli apaan sih? beli baju bayi? " Tanya Millie
"Enggak... liat liat aja, mumpung kesini" Jawab Irene
Irene pergi bersama Arumi dan dua bodyguardnya yaitu Millie dan Ellia, Ellia dan Irene juga Arumi melihat baju baju bayi yang menggemaskan sementara Millie menunggu mereka dari kejauhan
"Ya kali gue ngikut ibu ibu pilih baju bayi, bosen banget" Millie mengambil handphonenya untuk bermain game
Dari kejauhan sepertinya dia melihat Rafael berjalan dengan seorang wanita, Millie berinisiatif untuk mengikuti mereka dari belakang
Ternyata mereka masuk ke sebuah toko perhiasan dan si wanita sedang mencoba beberapa kalung dan cincin yang di perlihatkan pada Rafael
"Wah.. wah.. wah.. apaan nih? " gumam Millie
Rafael tersenyum dengan begitu manisnya mengomentari perhiasan yang di pakai wanita tersebut, Millie melihat Rafael hendak menoleh tiba-tiba saja dia menarik tangan seseorang yang lewat lalu menggandengnya
"Millie... " gumam Rafael melihat Millie menggandeng tangan pria lain
Dengan langkah besarnya Rafael menghampiri Millie dan menariknya menjauhkan pria tersebut, Pria itu lagi lagi menatap heran dengan kehadiran mereka
"Kenapa kamu disini sama cowok lain? " tanya Rafael
"Karena kamu disini sama cewek lain" jawab Millie
"Maksudnya? kamu mau cari cari kesalahan aku"
"Enggak... udah aku mau pergi masih ada urusan" Millie menepis tangan Rafael
"Kamu punya hubungan apa sama calon istri saya? " tanya Rafael dengan garang
"Maaf saya gak kenal sama dia, Tiba-tiba dia tarik tangan saya" ucap pria tersebut
"Dasar Millie" Rafael pergi untuk mengejar Millie
Millie menggerutu sendiri sambil menendangkan kakinya, Rafael berhasil menyusul Millie dan menariknya kembali ke dalam pelukannya
"Apa sih? lepasin gak? aku malu di liatin orang"
"Kamu mau bikin aku cemburu ya? pake gandeng cowok gak di kenal lagi" ucap Rafael
"Kamu ngapain ke toko perhiasan sama cewek? mana pake senyum senyum lagi, mau tebar pesona? " gerutu Millie
"Ya ampun.. aku jadi lupa sama dia, bentar ya aku liat dia dulu"
"Pergi aja sana pergi... Dasar buaya" ucap Millie sambil berlalu meninggalkan Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ini anak anaknya? " Papa Raisa mendapatkan informasi tentang anak anak Max
"Kamu akan tahu akibatnya" Papa Raisa tidak bermaksud mengganggu Max dan keluarganya, dia hanya ingin memberi pelajaran pada keluarga Rafael namun siapa sangka ternyata Max membalas itu semua pada keluarganya
__ADS_1
"Kalian tau dimana mereka bersekolah? "
"Tau tuan, dua anak yang terakhir sekolah di SMP yang sama, yang perempuan ini masih SMA dan yang ini kembar kuliah menyelesaikan s2"
"Saya mau kamu memberi pelajaran untuk yang kecil dulu, Jangan lebih hanya beri mereka peringatan"
"Baik tuan" Pria tersebut pergi menuju sekolah Exel dan Michelle
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ayolah Rebecca.. lo bisa coba sekali lagi"
"Gak... terakhir gue coba mereka malah tunangan, janji lo gak bisa di pegang" jawab Rebecca
"Oke.. lo gak mau ikut lagi gak apa apa, gue sendiri yang akan turun dengan kekerasan"
"Keenan tunggu.. Keenan jangan pernah sentuh Rafael" teriak Rebecca namun pemuda itu tidak menghiraukannya dan pergi dengan motornya
"Semoga aja Rafael gak apa apa" gumam Rebecca
Keenan masih belum menyerah untuk membalas semuanya, dirinya banyak kehilangan dan itu membuatnya marah dan menaruh dendam pada Rafael
"Gue pastiin kali ini lo habis" ucap Keenan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana istri gue? " tanya Ello saat menelpon Millie
"Bukan circle gue ini mah.. bete banget mana laki gue jalan ama cewek.. sialan banget emang tuh si Rafael gue pergi harusnya di kejar gitu" Millie menggerutu sendiri dengan kekesalan yang memenuhi harinya
"Hai... sendirian aja? " Seseorang duduk menghampiri Millie
"Ganteng juga, lumayan nih buat obat kesel" batin Millie
"Hai.. iya, lagi nunggu kakak gue belanja" jawab Millie sambil tersenyum
"Boleh gue duduk di sini? "
"Boleh silahkan" Millie bergeser memberi ruang untuknya duduk
"Lo sendirian? " tanya Millie
"Enggak.. gue nganter mama lagi belanja juga"
"Lo gak ikutan belanja juga? bukannya cewek suka belanja? " Pemuda itu bertanya
"Gak ada yang mau di beli juga, gue ikut juga karena terpaksa kakak nyuruh gue temenin istrinya belanja"
Tiba-tiba saja Rafael datang dengan tatapan nyalang menatap Millie, Millie hanya menatapnya biasa saja terkesan mengacuhkan Rafael
"Lo udah kerja atau masih sekolah? " tanya Millie
__ADS_1
"Gue masih kuliah lo sendiri? "
"Kamu ngapain sih nanya nanya? gak ngehargain aku ada disini? " Rafael menarik tangan Millie hingga berdiri dari duduknya
"Apaan sih? kenapa dateng dateng marah gitu? "
"Kamu gak merasa bersalah? kamu berdua sama cowok disini, sementara aku di cuekin" mereka menjadi tontonan orang orang
"Gak usah teriak teriak malu" ucap Millie
"Bisa lembut sedikit gak sama cewek" ucap pemuda itu melihat Rafael mencengkram tangan Millie
"Lo gak usah ikut campur, pergi lo"
"Gue akan ikut campur kalo ini menyangkut cewek ini" Pemuda itu melepaskan tangan Millie dari cengkraman Rafael
"Ngakak ribut nih anak" Keduanya saling menatap dengan tatapan permusuhan, Millie berada di tengah tengah mereka memisahkan keduanya karena sudah menjadi tontonan orang orang
"Liat deh.. itu Rafael kayaknya mau berantem sama orang" ucap Irene
"Kita kesana " Ketiganya menyimpan kembali barang yang hendak di beli dan menghampiri Rafael dan Millie
"Ini kenapa? jangan berantem disini malu" Irene menengahi mereka
"Kenapa sih marah marah" Arumi memegangi tangan Rafael takut dia kehilangan kendali, Arumi tahu persis seperti apa sifat Rafael
"Loh disini ternyata, kenapa rame rame? " Wanita yang bersama Rafael juga datang
Millie menatap kesal lalu memukul tubuh Rafael dengan tas yang dia bawa, entah kemana perginya Millie dengan langkah yang besar
"Millie" Rafael menepis kedua tangannya yang di pegangi kedua wanita dan berlari mengejar Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Itu mereka" orang suruhan papa Raisa sedang mengintai Exel dan Michelle
Beberapa orang keluar untuk menangkap mereka namun mereka tidak tahu bahwa anak anak itu juga di bekali ilmu bela diri, Exel dan Michelle melawan mereka meskipun bela diri mereka belum terlalu baik tapi mampu efektif untuk mereka kabur
Mobil jemputan mereka datang mereka berdua masuk dengan wajah bercucuran keringat, keduanya menyandarkan tubuhnya kasar bersamaan
"Kenapa den? " tanya sang sopir
"Tadi ada orang jahat pak.. jalan cepet nanti mereka ngejar"
"Bagaimana? " Papa Raisa menelpon Anak buahnya
"Mereka bisa bela diri dan kabur tuan"
"Gak apa apa.. itu cuma permulaan, kalian cepat pergi dari sana sebelum anak anak itu melapor pada ayahnya"
"Baik tuan"
__ADS_1