
"Sayang... " Irene berlari ketika melihat Ello baru saja sampai di rumah
"Jangan lari lari, inget lagi hamil" Irene hanya nyengir kuda mengalungkan tangannya di leher Ello
"Aku kangen" Irene memeluk Ello
"Baru juga seharian gak ketemu udah kangen aja"
"Emang kamu gak kangen? " Irene melepaskan pelukannya dengan bibir cemberut
"Kangen dong... aku kangen mau nengokin bayi" ucap Ello sambil menempelkan keningnya dan Irene lalu menggesekkan hidung keduanya
"Udah ah malu" Irene menjauhkan diri
"Malu sama siapa? "
"Di rumah kamu banyak orang, kita lanjut di kamar aja" cicit Irene
"Gemes banget sih jadi pengen makan kamu " Ello menggigit pipi Irene
Irene dan Ello melewati ruang tamu dimana sepasang sejoli sedang bertengkar, Ello menatap Irene seraya mengangkat alisnya Seolah bertanya dan Irene hanya menjawab dengan gelengan lalu keduanya berlalu begitu saja
"Kamu dengerin dulu penjelasan aku"
"Stop.. aku gak kau denger apapun yang keluar dari mulut kamu, selesai.. kita udah selesai sampai disini" ucap Millie lalu bergegas keluar
Rafael juga mengejar dengan langkah besarnya menyamakan langkahnya dengan Millie, Setibanya di luar Millie yang kesal langsung memukul wajah Rafael
"Yang.. kok di pukul sih? " Rafael memegangi wajahnya
"Bukan cuma pukul aku sebenarnya mau bikin kamu babak belur" Millie menyerang Rafael
Rafael hanya bisa menangkis setiap pukulan pacar kecilnya itu, Rafael benar-benar kewalahan menghadapi kemarahan anak kecil ini
"Sayang denger dulu" Rafael menahan tangan Millie di hadapan wajahnya
"Enggak.. kamu mau bohong apa lagi? gak cukup cewek itu, kamu juga diem aja di pegangin dua cewek sekaligus.. bagus banget ya" Millie melayangkan kakinya beruntung Rafael dapat menangkis nya jika tidak benda keramatnya akan terancam
Rafael akhir dapat mengunci pergerakan Millie hingga mereka berdua jatuh terduduk berdua, Rafael memeluk Millie dari belakang dengan nafas terengah
"Bisa gak kalo marah kayak cewek normal aja? " ucap Rafael dengan nafas tersengal
"Pergi sana.. ngapain disini, sebel aku liat muka kamu"
"Aku bilang dengerin dulu, ini salah papa kamu" Millie semakin kesal saat Rafael malah membawa nama ayahnya
"Mau bohong apa lagi? gak mungkin papa nyuruh kamu jalan sama cewek lain"
"Itu kenyataannya.. sumpah ini ide papa kamu" Millie sepertinya agak tenang barulah Rafael melepaskannya
"Jelasin" ucap Millie
__ADS_1
"Papa kamu nyuruh aku baik baikin anaknya biar dapet proyek besar, aku ikut aja namanya juga di suruh mertua"
"Kalo kamu di suruh nyemplung sumur juga mau? gak punya pendirian banget sih" Millie memukul lengan Rafael
"Gak gitu juga, kalo aku gak mau nanti papa kamu ngancem bawa bawa restu kan serem"
"Jangan marah lagi, ya.. ya.. " Rafael memeluk lengan Millie mendusel kepalanya di lengan Millie
"Marah dikit.. jangan gitu lagi"
"Ya bilangin sama papa kamu jangan suruh suruh menantunya berbuat gak baik nanti jadi keenakan " Millie spontan menatap Rafael dengan tatapan horor
"bercanda ayang... " Rafael kembali memeluk lengan Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Pa.. tadi waktu pulang sekolah ada orang orang yang mau paksa bawa kita" ucap Exel
"Siapa? " tanya Max
"Gak tau pa.. untung kita lari" jawabnya
"Tadi pak sopir telat jemput" Michelle menimpali
"Apa jangan jangan... " Max sudah punya firasat yang melakukan ini pasti papa Raisa
"Besok papa suruh orang jaga kalian di sekolah, jangan kemana mana kalo gak ada kepentingan" ucap Max
"Papa... nanti aku mau ngomong sama papa" ucap Millie
"Papa udah tau, pasti tentang Rafael kan? "
"Kok papa tau? " tanya Millie
"Dia ngadu katanya gak mau lagi dengerin saran aneh papa, dia nunjukin pipinya yang memar karena kamu pukul"
"Jangan gitu sayang.. ubah sikap kamu dong, kalo nanti nikah gimana? kasian suami kamu " ucap Allea, Millie menggaruk kepalanya jadi dia yang di ceramahi
"Dengerin papa ya, dalam bisnis hal hal di luar kinerja, file, kemampuan juga butuh sedikit taktik.. papa percaya Rafael gak akan macem macem"
"Papa tau dari mana? kalo dia nyaman dan milih cewek lain gimana? " tanya Millie
"Ya papa tarik lagi semua yang dia punya, kamu pikir papa bodoh kasih perusahaan sama dia cuma cuma? "
"Dia gak akan macam macam.. di suruh pilih perusahaan atau kamu aja dia pilih kamu dan kembalikan perusahaan itu, dia udah cinta mati sama anak papa" Max menggoda Millie
"Cie.. cie.. " para anggota keluarganya juga menggodanya membuat wajah Millie memerah
"Bukannya Rafael pengen nikah abis kamu lulus sekolah? " Celetuk Irene
"Iihh.. kak Irene kok di bilang bilang, kan rahasia"
__ADS_1
"Iya lupa" ucap Irene sambil tertawa kecil
"Sekolah aja dulu yang bener, kuliah, masalah kerja kamu gak perlu capek capek diem aja di rumah" ucap Max
"Kok gitu sih pa.. aku juga pengen kerja" protes Millie
"Kamu tinggal duduk manis menikmati hasil kerja papa, tinggal morotin Rafael, atau kalo mau kerja bisa masuk perusahaan papa atau Rafael"
"Aku mau kerja di perusahaan lain atau aku mau cari profesi lain, misalnya kayak mama jadi dokter" ucap Millie
"Kalo kakak jadi dokter aku gak mau di obatin sama kakak, serem.. nanti gak mau makan obat di cekek di paksa minum obat" celetuk Michelle
"Bacot" Millie melempar selada yang ada di piring kecil arah Michelle
"Millie... kasar banget sih, gak baik" ucap Allea
"Ya maaf" ucap Millie dengan terpaksa, matanya masih Memelototi Michelle
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa tuh muka? " tanya teman teman Rafael saat dia ke bengkel
"Di pukul bini" jawabnya
"Serem amat.. "
"Gimana kalo udah nikah bang? "
"Gue suka cewek begini lebih menantang" ucap Rafael sambil terkekeh
"Alah bang.. bucin banget sih, kayak bukan lo banget"
"Jangan salah, kalo lo kenal sama dia bisa bisa lo juga suka sama dia kayak William" ucap Rafael
"Apaan bawa bawa gue? " William tak Terima namanya di bawa bawa
"Ngaku aja lo, lo pernah berniat deketin dia"
"Itu kan udah lewat bang.. lo masih inget aja, dendam gak baik" cicit William
"Udah lewat tapi masih gedek " Teman-temannya tertawa melihat Rafael dan William
Karena Rafael memegang perusahaan sekarang bengkel di kelola William dan beberapa pekerja dari mantan geng werewolf, di bengkel itu sekarang tempat mereka berkumpul
Werewolf yang sekarang jauh dari huru-hara, setelah bubar mereka menjadi pemuda baik yang tidak lagi mengusik ketenangan orang lain
"Hai... " seseorang keluar dari mobil membuat Rafael terkejut
"Mampus gue" batin Rafael
Kira kira siapa yang datang hingga membuat Rafael terkejut?...
__ADS_1
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya