
Millie sedang bermalas-malasan di sore hari minggu yang cerah, Dia hanya merebahkan dirinya di sofa sambil bermain handphone
"Millie"
"Hmmm" jawab Millie ketika Ellia memanggilnya
"Anter kakak ke supermarket, mama suruh beli sesuatu"
"Minta anter aja ama pacar lo, lagi males gue" ucap Millie
"Kamu kenapa sih kayak ngejauhin kakak? apa gara-gara kakak pacaran sama kak Dirga? " Millie tidak mengatakan apapun dia memilih berpura-pura tidur
Ellia menggelengkan kepalanya lalu pergi menelpon Dirga, Mobil Dirga terdengar di halaman rumah bersamaan dengan itu handphone Millie berbunyi
"Hallo.. hah? dimana? jangan jangan kesini aku ke luar sekarang" Millie mengambil tasnya lalu terburu-buru keluar
"Mau kemana Millie ? " tanya Dirga namun Millie tidak menjawab
Dirga penasaran mengikuti Millie keluar ternyata dia masuk ke mobil yang sedari tadi terparkir disana
"Liatin apa kak? " tanya Ellia
"Itu Millie ikut sama siapa buru-buru? dari tadi mobil itu parkir disitu"
"Kenapa Millie gak izin sama mama? " gumam Ellia
"Millie.. Millie bantuin mama bentar dong" Allea mencari Millie
"Millie kemana ya? " tanya Allea
"Barusan pergi tan buru buru" jawab Dirga
"Tumben gak izin, kalian udah mau pergi? hati hati dan jangan sampai ada yang kelewat daftarnya udah mama tulis" Allea memberikan daftar belanjaan serta uangnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa sih maksa banget? untung papa gak keluar" gerutu Millie
"Aku udah bilang kalo kamu gak pergi aku yang jemput ke rumah, mami mau ketemu sama kamu katanya mau ngasih sesuatu"
"Aku gak pede, masa aku ketemu mami penampilannya gini? " Millie sampai lupa mengganti baju
Dia hanya menggunakan overall pendek dengan kaos serta wajahnya yang polos, Rafael menghentikan mobilnya menatap Millie
"Kamu menggemaskan, mami suka apapun penampilan kamu" ucap Rafael
Sesampainya di rumah Rafael di dalam rumah tampaknya sedang berkumpul, Millie meremas tangannya sendiri dia begitu gugup
"Ayo" Rafael menggenggam tangan Millie
"Ehh... calon menantu mami udah datang, ayo ikut bergabung" Mami Rafael membawa Millie untuk duduk bergabung bersama mereka
__ADS_1
"Ini pacarnya Rafael? seorang anak kecil? " ucap seorang pria tua bisa di pastikan itu adalah papa tiri Rafael
"Kenapa emangnya? suka suka lagian bukan papa yang jalanin juga" jawab Rafael
"Pa.. udahlah, kita kumpul disini bukan untuk ribut" Andin melerai, meskipun kakak tiri tapi Andin menyayangi Rafael seperti saudara kandungnya
Millie terlihat canggung dia hanya diam dari bawah meja Rafael menggenggam tangan Millie, Millie menoleh Rafael pun mengangguk seolah semua akan baik baik saja
Setelah Acara makan selesai Millie di ajak mami Rafael ke kamarnya, Papa Rafael seperti baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri dan membawa beberapa buah tangan
"Mami pesan ini waktu papa Rafael pergi dinas, mami lihat di iklan bagus kan? " tanya mami Rafael
" Bagus.. Mami pasti cantik pake ini" jawab Millie
"Ini bukan buat mami.. ini buat kamu" Millie mematung saat mami Rafael memasangkan kalung padanya
"Mami suka sama kamu dan mami berharap kalian berjodoh" Millie hanya tersenyum menatap kalung yang melingkar di lehernya
"Cantik banget, mami jadi penasaran secantik dan setampan apa orang tua kamu sampai punya anak secantik dan selucu ini" mami Rafael mencubit kedua pipi Millie
"Mami bisa aja, yang cantik itu mami di usia sekarang mami masih terlihat sangat cantik dan awet muda"
"Kamu pinter banget kalo menyanjung orang" Ucap mami Rafael seraya terkekeh
"Kamu cari Rafael gih, liatin kalungnya mami mau mandi dulu"
"Makasih ya mi.. padahal Millie gak pernah bawa apapun ke sini, Millie jadi malu"
Millie kebingungan dia harus kemana sementara Rafael tidak terlihat batang hidungnya, Millie mengirim pesan pada Rafael namun hanya di lihat tanpa di balas
Millie naik tangga menuju kamar Rafael dan mengetuk pintunya, tidak ada jawaban tapi terdengar suara handphone dari dalam kamar akhirnya Millie masuk
"Kak.. kamu dimana? aku pulang aja ya? " Tidak ada jawaban
"Dooorr" Tiba-tiba dari belakang Rafael mengejutkan Millie sampai dia terlonjak
" Apaan sih kayak anak kecil deh" Millie memukul lengan Rafael karena terkejut
Rafael mendekat Millie pun mundur dia semakin mendekat sementara Millie sudah tersudut di dinding, Tangan Rafael terulur membuat Millie waspada karena dia menyangka Rafael akan berbuat mesum padanya
"Millie sakit" Millie memelintir tangan Rafael ketika hendak menyentuh kalungnya
"Aku cuma mau liat kalung kamu" Millie segera melepaskan tangan Rafael
"Ngomong dong, kelakuannya mencurigakan.. kirain mau... " Millie menggantung kata katanya
"Mau apa? mau pegang gunung ? pede banget" Millie melotot mencubit tangan Rafael
"Cowok tua mesum, minggir ah aku mau pulang" Hardik Millie lalu melewati
"Tunggu dulu, beneran sekarang mau tanya" Rafael menahan tangan Millie
__ADS_1
"Nanya apa? "
"Kamu mau nyoba gak? " tanya Rafael
"Nyoba apa nih? " Millie terlihat penasaran
"Nyoba jadi pacar aku" Millie tampak berpikir
"Enggak.. " Rafael menghembuskan nafas nya ketika mendengar penolakan Millie
"Kenapa? Mami udah suka loh sama kamu, dia bisa kecewa kalo tau kamu bukan pacar aku"
"Itu urusan kamu, sejak awal aku gak bohong kamu yang selalu cegah aku buat ngomong sampe akhirnya aku segan mau bilang yang sebenarnya karena mami udah baik banget sama aku" ucap Millie
"Gak.. gak.. gak.. sekali enggak tetap enggak" Ujar Millie seraya membuka kamar Rafael
Rafael menarik tangan Millie hingga berbalik menghadap Rafael, tubuhnya menubruk tubuh Rafael dan Rafael memeluknya erat
"Kita coba sekali aja"
"Gak mau kak.. "
"Coba apa? jangan macem macem ya kamu sama Millie.. Awas aja kamu minta aneh aneh" Mami Rafael melepaskan tangan Rafael dari Millie dan membawanya pergi
Mami Rafael mengira anaknya memaksa Millie untuk melakukan hubungan suami istri, Dia marah dan membawa Millie pergi
"Kamu jangan mau di apa-apain sama dia" Mami Rafael merangkul Millie dan menekankan kata katanya
"Itu.. itu.. Mami salah paham" Millie berusaha menjelaskan
"Udah kamu jangan belain dia, dia bandel jangan sampe percaya sama kata katanya" Millie hanya bisa menggaruk tengkuknya lagi lagi mereka salah paham tentangnya dan Rafael
"Mau pulang sekarang? " Tanya Rafael
"Mami Millie pulang sekarang ya" Millie pamit pada mami Rafael
"Kamu pulangnya di antar supir, mama gak percaya kalo kalau sama Rafael pergi berdua"
"Kok gitu sih mi.. anak mami itu aku bukan dia" protes Rafael
"Justru karena kamu anak mami jadi mami tau kamu seperti apa" Rafael menepuk keningnya
"Ayo mami antar ke depan"
"Om mana mi? " tanya Millie
"Lagi istirahat, nanti mami sampaikan sama papa kalo Millie pamit, hati hati bawa calon mantu saya ya pak" ucap mami Rafael pada supir
"Eehh kamu mau kemana? " tanyanya ketika Rafael ikut masuk ke dalam mobil
"Mau nganter Millie, tenang aja gak bakal di apa apain kan ada supir" Ucap Rafael lalu menutup pintu mobilnya
__ADS_1
"Awas kamu kalo macem-macem" Rafael hanya tersenyum menaik turunkan alisnya