Youth Love

Youth Love
eps 44


__ADS_3

Millie



Rafael




Ellia



Ello



Dirga



Abra



Othor kasih segitu dulu visualnya ya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang.. makan dulu nak" Millie tidak keluar dari kamarnya semenjak pulang dari pemakaman Abra


Millie akhirnya membuka pintu saat tidak ada jawaban dari dalam, Millie berbaring tengkurap menyembunyikan wajahnya di bantal


"Kenapa? Ikhlaskan teman kamu itu, Apapun ketentuan yang maha Kuasa tidak bisa kita ubah sayang.. rejeki, jodoh, maut di tangan Tuhan "


"Tapi.. tapi ma.. ini semua gara-gara Millie, kalo aja hari itu Millie gak terpancing emosi gak mungkin sekarang Abra jadi korbannya" Millie bangun mengusap air matanya


"Jadi kamu masih menyalahkan diri kamu sendiri? Takdir manusia sudah tertulis sebelum kita lahir, ayolah jangan menangis lagi, kamu gak mau tau orang yang ngeroyok Abra udah di tangkap polisi?" Millie langsung menghapus air matanya


"Secepat Itu? bagaimana bisa? " tanya Millie


"Bisalah.. kalo itu ada campur tangan papa kamu"

__ADS_1


"Millie mau kemana? " tanya Allea saat Millie turun dari ranjang


"Mau ke kantor polisi ma.. aku mau ketemu sama orangnya langsung" Allea menahan tangan Millie dan membawanya duduk


"Sabar... kita tunggu pemeriksaan sama pihak kepolisian, kita lihat di TV aja dulu" Setelah Allea membujuk Millie akhirnya Millie mengurungkan niatnya


"Empat tersangka pengeroyokan seorang siswa SMA akhirnya tertangkap tidak lama setelah kejadian, terungkap bahwa ada dendam diantara para pelaku pada korban hingga membuat korban kehilangan nyawa setelah sempat kritis di rumah sakit" Millie mendengar suara televisi saat baru saja turun dari tangga


Di ruang keluarga ada Dirga, Ello, Ellia juga Max dan Allea


"Bukannya Rafa.. " belum selesai Dirga bicara Millie menutup mulutnya dengan tangannya


"Gue mau ngomong" Millie menarik tangan Dirga menjauh, lagi lagi Ellia hanya menatap kepergian keduanya


"Kenapa? lo mau gue tutup mulut biar Rafael aman? lo lupa temen lo mati di tangan temen temennya? apa lo mau lo berakhir sama dengan temen lo? "


"Dia bilang gak tau apapun, dan dia gak terlibat dengan semua ini" Millie terpaksa mengatakan itu padahal hatinya sendiri tidak yakin


"Lo terlalu cinta sama dia? lo di butakan cinta sampe gak peduli sama nyawa lo sendiri"


"Kenapa lo harus peduli? Biarpun gue mati di tangan dia gak apa apa asal dia berhenti mengganggu orang orang di sekitar gue"


"Karena gue peduli, gue sayang sama lo" Dirga menyentuh tangan Millie namun Millie menepis nya


"Kalo lo sayang sama gue jangan bilang apapun ke papa tentang Rafael atau gue gak mau kenal lagi sama lo" Millie pergi meninggalkan Dirga kedalam rumah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Alibinya di perkuat dengan bukti rekaman CCTV yang menunjukkan dirinya sedang makan di sebuah restauran pada saat pengeroyokan itu terjadi, yang terjadi sebenarnya adalah


Flashback on


"Itu anak yang kemaren sama cewek itu" Sony menunjuk Abra yang baru saja keluar dengan motornya dari halaman sekolah


Mereka memepetkan motornya dengan motor Abra dan mulai menendang-nendang motor Abra, Abra yang dalam situasi bahaya melaju dengan kecepatan tinggi hingga terjadi kejar-kejaran diantara mereka


Saat mereka dan Abra kejar-kejaran Sony berhenti dan memutar balik motornya pergi dengan arah berlawanan, Semua ini sudah di rencanakan oleh Sony sebelumnya


Orang orang yang dia ajak pun bukan orang orang yang biasa dekat dengannya, Sony ingin menciptakan permusuhan antara Millie dan Rafael sekaligus ingin membuat Rafael perlahan di jauhi oleh para gengnya dan posisi reader di gantikan olehnya


Flashback off


"Anda bisa minta video CCTV di restauran tersebut, mereka sepertinya sudah bersekongkol ingin memfitnah saya" ucap Sony

__ADS_1


"Semua bukti sudah jelas, saya tidak terlibat dalam hal ini adapun yang harus di salahkan adalah reader sebagai penanggung Jawab werewolf" lanjut Sony


Karena tidak adanya bukti dan kebohongan Sony terdengar seperti kebenaran akhirnya dia bisa lolos


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie menjadi tidak semangat saat di sekolah dia lebih banyak diam, Dita dan Niko berusaha menghiburnya begitu pun ketiga sahabatnya


"Gue kangen Abra, kok gue bego banget ya selama ini gak sadar kalo sebenernya dia suka sama gue" Millie merebahkan kepalanya di lipatan tangan di atas meja


"Kita tau tapi dia bilang gak boleh kasih tau lo, dia gak mau lo jauhin dia kalo tau dia suka sama lo" ucap Jason


"Jangan di pikirin terus Millie kasihan Abra nya, ikhlasin kepergian Abra biar dia tenang di alam sana" Dita mengusap kepala Millie


"Selamat pagi anak anak" Rafael masuk ke dalam kelas, Jason dan kedua temannya segera keluar menuju kelasnya masing-masing


Millie enggan mengangkat kepalanya dia masih di posisi semula, Rafael juga tidak menegur Millie seperti biasanya dan langsung memulai pelajaran


"Pak tumben beberapa hari ini gak sapa Millie, kenapa? " celetuk Anggia


"Di sekolah kita belajar jangan mencampurkan urusan pribadi, masih ada pertanyaan? " jawab Rafael


"Bapak putus ya sama Millie? " mendengar pertanyaan dari salah satu teman sekelasnya Millie langsung berdiri dan keluar dari kelas


"Kalo kalian masih berisik silahkan keluar" tegas Rafael


"Kerjakan ini, nanti saya kesini lagi harus sudah selesai" Rafael keluar setelah menulis soal di papan tulis


Rafael mencari Millie dan ternyata dia menemukannya di belakang sekolah, Millie sedang duduk di tempat dimana kemarin dia dan Abra duduk bersama


"Lo sahabat terbaik gue, lo selalu nurutin kemauan gue walaupun lo tau itu akan berakhir dengan masalah.. gue nyesel, gara gara gue lo ninggalin kita, gara-gara gue ibu lo jadi hidup sebatang kara" Rafael mengintip Millie yang sedang bicara sendiri


"Siapa yang salah disini sebenarnya? kenapa semua orang saling menyalahkan? apa yang udah gue lewatin sampe gak tau apapun? " batin Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di rumah sakit Sony dan temannya sedang mengawasi kamar dimana William di rawat, pintunya selalu dijaga bergantian oleh orang-orang suruhan Rafael


"Gimana caranya kita masuk? " Tanya salah satu temannya


"Kayaknya tunggu situasi aman dulu, ada saatnya mereka pergi dari sana entah ke kamar mandi ataupun cari makan dan kita akan manfaatkan waktu itu" ucap Sony


Mereka menunggu sepanjang waktu disana namun kedua penjaga itu belum juga pergi, Berjam-jam mereka menunggu orang orang itu masuk berjaga seperti patung

__ADS_1


"Mereka robot atau patung? apa mereka gak mau melakukan hal lain gitu? " gumam Sony


"Kita balik lagi besok, jenuh gue nunggu disini" Sony pergi di ikuti Kedua temannya


__ADS_2