
"Millie.. papa mau bicara" Millie mencium tangan ibunya lalu mengikuti langkah ayahnya menuju ruang kerja
"Papa udah tau semuanya dari kak Ello.. maafin papa ya"
"Millie juga minta maaf pa, semuanya salah Millie kalo aja Millie gak tersulut emosi dan melakukan hal bodoh cewek itu gak mungkin jatuh, tapi Millie bersumpah bukan Millie yang dorong dia"
"Papa tau anak papa bukan orang jahat, kamu lakuin itu buat belain kakak kamu kan? papa bersalah sama kamu nak" Max memeluk Millie
Dia menyesal sudah menyudutkan Millie padahal maksud Millie baik meskipun caranya salah, setelah membicarakan itu dengan papanya Millie kembali ke kamarnya melewati saudara saudaranya begitu saja
"Kenapa tuh orang?" cicit Michelle
"Jangan ganggu kakak kamu" tegur Allea, dia tahu bagaimana Millie jika sedang marah
"Millie" Ellia masuk ke dalam kamar Millie tanpa mengetuk pintu
Millie baru saja membuka bajunya memunggungi pintu sontak saja luka di punggungnya terlihat jelas oleh Ellia, Ellia terkejut melihat luka lebam yang hampir memenuhi punggung Millie
"Millie... kenapa kamu gak bilang kalo kamu luka? " Ellia menghampiri Millie dan melihat sejumlah luka lain
Lengan, bahu pergelangan tangan Millie di penuhi luka lebam, Millie menepis tangan kakaknya berbalik menatapnya
"Itu pasti sakit, kenapa kamu gak bilang? ini pasti belum di obatin" ucap Ellia
"Berandalan gak punya rasa sakit, gue bukan orang lemah"
"Lagi pula siapa yang peduli? mereka lebih peduli dan lebih takut anak manja kenapa napa" cibir Millie
"Apa Maksud kamu Millie? aku datang kesini mau ucapin terimakasih, Karena kamu sikap buruk Sony bisa ketahuan"
"Ya.. ya.. sama sama, udah kan? sana pergi" ketus Millie
"Kamu marah sama kakak? kakak punya salah sama kamu? "
"Enggak.. lo gak salah dan gak pernah salah, please keluar dan jangan lupa tutup pintunya" usir Millie
Ketika Millie mengusir Ellia baru saja Ello masuk kedalam kamar Millie, Ello mengisyaratkan Ellia dengan matanya untuk keluar
Ello ikut keluar dan kembali lagi membawa salep untuk luka Millie karena dia juga melihat punggung Millie, Ello duduk di samping Millie dan memutar tubuhnya agar membelakanginya
"Buka baju lo" titah Ello
"Ehh.. apaan? gak mau" Millie berbalik menyilangkan tangan di dadanya
__ADS_1
"Ya ampun otak lo, gue mau olesin obat " Ello mengeluarkan salep nya
"Ohh.. kirain" jawab Millie sambil terkekeh
Ello mengobati luka di punggung Millie lalu memberikan salep nya pada Millie, Orang yang paling peduli padanya adalah Ello
Sikap keras Millie bisa manja di hadapan Ello juga sikap Ello yang dingin bisa mencair di hadapan Millie, Millie yang nakal dari kecil hanya bisa bermain dengan tenang bersama Ello dan Dirga
"Makasih.. lo udah bantuin gue" Millie memeluk Ello
"Sama sama.. karena lo gak salah jadi gue berusaha cari bukti, gue dapet CCTV dari cafe tempat lo sama temen lo tapi.. gue gak bisa nemuin CCTV di jalan itu"
"Orang yang jaga bilang beberapa hari ada orang yang datang katanya cari rekaman mobilnya di curi, mungkin saat lengah dia menghapus kejadian malam itu" lanjut Ello
"Gak apa apa.. yang penting papa udah gak marah"
"Masih sore.. mau keluar gak? " tanya Ello
"Gak.. gue cape mau tidur bentar, temenin ya? "
"Hmm.. tidur aja gue temenin" Ello berbaring memeluk Millie seperti seorang kekasih
"Jangan berubah ya kak walaupun nanti kakak punya istri dan keluarga sendiri" ucap Millie
"Kenapa harus berubah? lo adik gue selamanya adik yang gue sayang, gak ada alesan buat gue berubah walaupun punya keluarga sendiri nantinya" Millie mengeratkan pelukannya, Ello mencium kepala Millie mereka saling memeluk hingga tidur bersama sama
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue gak bisa serang langsung harus pake taktik "
Rafael mulai mencari tahu segala sesuatu tentang Millie juga tempat tempat yang sering dia datangi, Rafael juga mencari tahu akun media sosialnya dan mendapatkan foto foto keluarga serta teman teman dekatnya
"Dia anggota geng motor? tapi geng motor ini gak pernah cari masalah, mereka hanya membuat grup buat acara acara amal"
Rafael mencari tahu tentang kalung yang di temukan Sony di jaket yang di pakai Millie, mencari lebih lanjut Rafael menemukan bahwa ketua geng motor itu dekat dengan Millie
"Mereka pacaran atau sodara? " Rafael memperbesar foto Millie yang naik ke punggung Dirga
"Target gue kali ini cuma lo, kalo terbukti geng itu terlibat gue akan hancurin semuanya"
Rafael memendam dendam dengan kematian Rosie, Rosie adalah anggota geng motor yang paling dekat dengannya
Rafael menyimpan perasaannya sendiri bertahun-tahun pada Rosie karena tidak berani mengatakannya, dia takut kedekatannya akan hancur jika mereka terikat sebuah hubungan
__ADS_1
Meskipun pada akhirnya Rosie juga sudah memberikan sinyal cintanya untuk Rafael namun dia tetap tidak ingin menjalin sebuah hubungan karena menghindari konflik di dalam komunitas kedepannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Dirga datang ke kediaman Max untuk meminta maaf secara langsung pada Millie yang dia tinggalkan malam itu
"Millie dimana tan? "
"Kayaknya tidur sama kakaknya, dari sore gak keluar kamar kamu bangunin aja" jawab Allea
Dirga masuk kedalam kamar Millie dan benar saja Ello dan Millie sedang tidur dengan pulasnya saling memeluk, Dirga ikut berbaring di belakang Millie juga ikut memeluk Millie dan Ello
"Ckk... Jangan peluk adik gue" Ello mendorong tubuh Dirga agar menjauh dari Millie
"Dia adik gue juga"
"Alesan, gak boleh pegang pegang enak aja" Ello menarik tubuh Millie hingga naik ke atas tubuhnya dan menggulingkannya ke sebelah tempat tidur menjauh Dirga
"Astaga... gempa" Millie terlonjak saat tubuhnya di pindahkan tiba tiba oleh Ello
Millie tersadar menoleh kearah kakaknya juga Dirga di belakang kakaknya memeluk Ello, Millie mengucek matanya dia berpikir sedang Berhalusinasi
"Kalian ngapain disini? "
"Lo lupa minta di temenin tidur? " tanya Ello
"Ehh.. iya, kak Dirga ngapain disini? " tanya Millie
"Nemenin lo tidur juga"
"Harus peluk peluk begitu? kalian kayak... " Millie menatap aneh keduanya
"Hei.. lepasin, geli gue di peluk lo" Ello menyingkirkan Dirga namun Dirga malah sengaja menggoda Ello dan kembali memeluk erat
"Kalian emang serasi" Ucap Millie lalu pergi meninggalkan keduanya yang sedang bergulat
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kurang ajar... Ellia lo cuma milik gue, lo gak boleh ninggalin gue " Sony tidak Terima Ellia memutuskannya secara sepihak
meskipun dia salah dia tidak mau Ellia memutuskannya, Sony begitu posesif pada Ellia namun sifat playboynya tidak pernah hilang
Ellia tidak mau melanjutkan hubungannya meskipun dia sudah memohon, apalagi saat melihat luka lebam di tubuh adik nya
__ADS_1
"Lo gak akan tenang, kalo gue gak bisa dapetin lo lagi makan orang lain pun gak akan bisa dapetin lo" Sony mengepalkan tangannya dengan kuat
Dia akan menjauhkan siapapun yang berani mendekati Ellia, meskipun harus dengan cara kasar