Youth Love

Youth Love
eps 140


__ADS_3

"Panggil Millie bi, bilang kalo Rafael udah pulang" ucap Max saat mereka hendak makan siang


"Baik tuan" bibi naik ke lantai atas untuk memanggil Millie


"Non.. di panggil tuan buat makan siang"


"Rafael masih ada bi?" tanya Millie


"Kata tuan udah pulang Non" jawab bibi


Millie berjalan menuju dapur dimana keluarganya sudah menunggu, sesampainya di meja makan ternyata Rafael masih ada di sana sedang berbincang dengan Max


"Sekarang sekongkol sama bibi? "


"Bibi kan gak bohong Non, bibi bilang kata tuan udah pergi bukan kata bibi" jawab Bibi sambil nyengir kuda


"Sama aja "


"Sini.. Aku minta maaf udah ngerjain kamu, ini rencana papa kamu" Rafael membawa Millie duduk di sampingnya


"Kayaknya bentar lagi kita hajatan ya pa? " Celetuk Michelle


"Iya.. hajatan lo sunat lagi" Sahut Millie


"Bukannya lo kelar sekolah mau nikah? "


"Gila kali.. gue masih mau belajar dan mengejar cita-cita yang setinggi langit" Jawab Millie


"Cita cita setinggi langit tapi pacaran mulu mana mungkin bisa terbang, putus cinta aja minta pindah negara" Rafael terkekeh melihat Millie kalah telak oleh sang adik


"Banyak ngomong lo, nih makan " Millie memasukkan daging ke mulut Michelle


"Jangan berantem.... kalo mau makan kalian berdua pasti ada aja yang di bikin jadi bahan berantem" ucap Allea


"Udah.. makan makan" ucap Max, si bungsu hanya diam saja dia tidak pernah membuat keributan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bangun... " Ello berbisik di telinga Irene sambil mengecupnya membuat bulu kuduk Irene meremang


"Geli" Irene menutupi wajah nya yang di kecup beberapa kali oleh Ello dengan guling


"Mama manggil tuh buat makan siang" Ello mengambil guling yang menutupi wajah Irene


"Bentar.. lima menit lagi "


Ello terus mencium wajah Irene tanpa ada yang terlewat, Irene menutup mulut Ello dengan telapak tangannya


"Udah.. aku udah bangun" Ello malah memeluk Irene dan menggulingkannya ke atas tubuhnya


"Ayo katanya mau makan" Irene di buat malu saat Ello menatap matanya


"Gemes banget sih" Ucap Ello ketika melihat wajah malu Irene


"Jangan macem macem gue gak tanggung jawab kalo lo mau lebih"


"Cium aja gue janji" Ello menekan tengkuk Irene yang berada di atas tubuhnya


"Ini anak anak masih tidur kali ya? " Mama Irene mengira keduanya masih tidur dan membuka pintu kamar Irene

__ADS_1


"Eehh... maaf maaf mama kira masih tidur" mama Irene kembali mundur menutup pintunya


"Tuh kan malu banget" Irene menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher Ello


"Kenapa harus malu? mama juga pernah muda, gak apa apa kan kita udah nikah" Ello mengusap punggung Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami kenapa mi? " Anna menghampiri Mami Rafael yang sedang melamun di depan rumahnya


"Mami jadi inget sama Millie, mami benar-benar merasa bersalah gak percaya kata kata Rafael" jawab mama Rafael


"Gak apa apa.. kan emang papanya Millie yang bikin perusahaan mami bangkrut"


"Kalo papa Millie gak bikin bangkrut mungkin saat ini kak Rafael masih bisa bikin perusahaan itu bertahan sampai sekarang walau pun om korupsi"


"Iya.. benar juga"


Rafael pulang diantar oleh supir Millie, melihat anaknya pulang Mami Rafael berdiri dan membantu anaknya berjalan menuju ke dalam rumah


"Aku mau ngomong sama mami" ucap Rafael


"Ngomong apa? "


"Aku mohon sama mami jangan benci lagi sama keluarga Millie, kita salah paham selama ini sama om Max" Mami Rafael menatap anaknya dengan serius


"Udah terbukti kan bang kalo mereka emang salah"


"Diem lo, gak usah ikut campur lo bukan bagian dari keluarga" ucap Rafael membuat Anna bungkam


"Jangan gitu... Anna sudah seperti anak mami sendiri"


"Kalo mami masih benci sama Millie, aku akan kembalikan berkas kepemilikan perusahaan sama om Max.. aku gak bisa Terima kalo mami masih mengira mereka bersalah"


"A... a.. apa? berkah kepemilikan perusahaan? " Mami Rafael tak menyangka Rafael memiliki berkas itu


"Om Max gak jahat sama sekali, selama ini Om Max yang mengelola perusahaan kita dan mengambil semua aset dari suami kesayangan mami itu adalah Om Max " Mami Rafael mematung dia amat malu jika harus bertemu dengan keluarga Millie


"Apa yang harus mami katakan sama keluarga Millie? mami malu kalo harus ketemu mereka"


"Terserah mami sekarang, kalo mami masih membenci Millie aku kembalikan ini semua sama keluarga Millie" ucap Rafael


"Mana mungkin mami membenci Millie, tapi mami malu kalo harus ketemu sama keluarga mereka"


"Itu urusan mami, aku udah jelasin sebelumnya tapi mami gak mau percaya" ucap Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Menurut lo kalo nikah terpaksa tapi melakukan hubungan suami istri pake cinta apa nafsu aja? "


"Menurut gue sih kalo cowok lebih ke nafsu, cowok bisa tidur sama cewek manapun tanpa cinta iya kan? lo pikir kupu-kupu malam berhubungan harus pacaran dulu? " Irene mendengar percakapan Mahasiswa yang sedang berkumpul di satu kursi


"Kasian ceweknya dong ya? merasa di cintai padahal cuma di jadiin pemuas nafsu aja"


Irene mematung dia merasa apa yang di bicarakan mereka adalah kenyataan yang sedang di jalaninya, Ello tidak pernah mengatakan mencintainya namun dia mau berhubungan dengannya


"Kenapa gue gak mikir ke situ? mungkin aja selama ini Ello cuma manfaatkan gue, kenapa gue gak tanya perasaan dia sama gue sebelum melakukan itu" Batin Irene


"Irene lo kenapa? kalian lagi ngomongin apa sih? " Arumi bertanya pada Irene lalu pada sekumpulan wanita di belakang Irene

__ADS_1


"Itu sodara gue nikah terpaksa karena di Jodohin tapi sekarang lagi hamil, cowoknya awalnya gak mau tapi di embat juga" Jawabnya


"Cowok emang gitu, biasanya pura-pura peduli padahal cuma memanfaatkan keadaan aja" ucap Arumi


"Irene mau kemana? " Tanya Arumi, melihat Irene pergi dari kelas Arumi tersenyum smirk


"Irene kenapa? " Irene berpapasan dengan Ellia tampaknya Irene sedang menangis


"Ello kemana sih? " Ellia khawatir dengan Irene dan mengikutinya


Ellia menelpon Ello setelah melihat Irene naik ke lantai atas menuju atap, Ellia melihat Irene berdiri menatap ke bawah jalanan yang berlalu lalang


"Lo lagi ngapain disini? kenapa lo nangis? " Ellia ikut berdiri di samping Irene


"Gue lagi pengen disini aja, lo sendiri ngapain disini? " Irene menghapus air matanya


"Gue ngikutin lo" Hening tidak ada suara lagi, Irene hanya diam menatap jalanan di bawahnya


Melihat Ello datang diam diam Ellia pergi dari sana, Ello tiba tiba memeluk Irene dari belakang seraya mengecup pipinya


"Ngapain disini? " tanya Ello, namun Irene tidak menjawab


"Jalanan rame banget ya? gue waktu masih kecil kadang mikir pengen nanya sama pengendara yang lain mereka mau kemana, gue selalu penasaran jalanan yang rame orang orangnya mau pergi kemana" Hanya Ello yang berdialog sementara Ellia hanya diam


"Lo kenapa? apa seseorang bikin lo kesel? atau gue bikin kesalahan? "


"Gak apa apa, lo bisa tinggalin gue sendiri gak? "


"Enggak.. gue gak mau terjadi sesuatu sama lo lagi" ucap Ello


"Lo mau apa bilang aja? jangan diem gini"


"Emang bener ya cowok bisa tidur sama cewek yang gak dia cinta? " Ello terheran-heran mengapa pertanyaan itu terlontar dari mulut Irene


"Kalo cowok lain gue gak tau, kalo menurut gue sendiri gue gak bisa tidur sembarangan sama cewek"


"Tapi waktu itu lo bisa tidur sama cewek yang lo gak sadar siapa cewek itu terlebih cewek itu pingsan" Ello terkekeh sambil mengecup pipi Irene


"Itu karena gue dalam pengaruh obat, Setelah itu apa gue pernah sentuh lo setelah kita nikah? enggak kan? gue berusaha meyakinkan hati gue dulu karena gue takut nanti kedepannya akan menyakiti perasaan lo"


"Gue gak akan berani minta hak gue kalo gue gak yakin sama hati gue sendiri, Sebelum minta hak gue perasaan gue udah pasti buat lo makanya gue berani" Irene kembali mengingat kejadian sebelumnya


Memang benar Ello tidak meminta haknya di awal awal pernikahan, bahkan dia menurut saja ketika Irene menyuruhnya tidur di sofa


"Lo terlalu banyak berpikir hal hal negatif, harusnya hal negatif yang lo denger harus lo cari tahu kepastiannya dan jangan lo Terima mentah-mentah"


"Itu karena lo gak pernah bilang sayang atau menyatakan langsung perasaan lo sama gue" gerutu Irene sambil mengerucutkan bibirnya berbalik menghadap Ello


"Apalah arti perkataan kalo perbuatan lebih nyata iya kan? cewek banyak tertipu janji manis itu karena gini, lebih percaya kata kata dan gak liat perlakuan orang yang sayang sama dia"


"Jadi gimana perasaan lo sama gue? " tayang Irene dengan wajah cemberut


"Masih di tanya? gue sayang banget, cinta banget sama istri gue yang gampang curigaan ini" Ello memeluk dan mengecup pipi Irene bertubi-tubi


"Nanti kalo lo denger sesuatu dari orang lain konfirmasi dulu sama gue jangan asal manyun manyun gak jelas" Irene mengangguk sambil nyengir kuda


"Boleh manyun tapi cuma buat ini" Ello mencium bibir Irene


Arumi melihat Ello dan Irene sedang berciuman, tangan Ello memeluk Irene sementara tangan Irene mengalungkan tangannya di leher Ello

__ADS_1


"Sial... kenapa susah banget bikin dia down" Gumam Arumi seraya mengepalkan tangannya dengan menggertakkan giginya


__ADS_2