Youth Love

Youth Love
eps 11


__ADS_3

"Millie udah sampe" Dirga membangunkan Millie


"Hei.. Millie" begitu Millie bangun betapa terkejutnya dia saat melihat wajah Dirga begitu dekat dengannya


"Astaga.. lo ngagetin aja" Millie terlonjak kaget


"Lo pikir gue setan, udah nyampe nih"


"Hampir mirip" ucap Millie seraya membuka pintu mobil


Dirga menahan tangan Millie ketika dia hendak turun dari mobilnya, Millie kembali duduk dan menatap Dirga dengan tatapan heran


"Apa lagi? " tanya Millie


"Lo belum bilang makasih"


"Makasih" ucap Millie seraya tersenyum manis


"Lo gak mau ngajak gue masuk gitu? "


"Ya ampun.. lo kan udah biasa juga keluar masuk rumah gue, kenapa harus di ajak? masuk ya masuk aja " Millie meninggalkan Dirga begitu saja


"Mama.... " Millie menjatuhkan tubuhnya kasar di sofa di samping Allea


"Kamu pulang sekolah teriak teriak kayak di hutan aja" Millie memeluk Allea erat


"Sakit mama.. " Millie mengusap lengannya yang di pukul Allea


"Pelan juga.. lebay deh" Allea mencebikkan bibirnya


"Tangan aku luka tuh, gara gara di suruh bu Desi manjat pohon"


"Assalamualaikum Tante.. " Dirga baru saja masuk


"Ehh.. ada Dirga juga, kalian udah makan belum? makanan udah mateng tuh di dapur"


"Kebetulan tan aku laper" Ucap Dirga sambil cengengesan


"Hih.. numpang makan doang" ledek Millie


"Biarin.. tante Allea aja nawarin" Dirga menjulurkan lidahnya pada Millie


"Yang pertama sampe, menang" Millie berlari ke arah dapur


"Anak anak itu selalu tidak pernah berubah" Allea tersenyum mengingat mereka yang selalu berlomba agar sampai lebih dulu ke tempat tempat tertentu


Handphone Millie yang berada di atas meja berdering Dirga spontan mengintip nama si pemanggil, Millie mengambil handphonenya untuk menjawab telepon tersebut


"Halo.. siapa ini? " ucap Millie


"Ini nomor saya, saya hanya mau menanyakan apa kamu terluka karena tadi terjatuh? "


"Tidak.. hanya luka kecil, dari mana bapak punya nomor saya? " tanya Millie


"Dari teman kamu, ya sudah kalo kamu gak apa apa saya hanya menanyakan itu saja"


"Ohh.. ya, terimakasih sudah menanyakan keadaan saya" Dirga mendengarkan percakapan Millie dengan seseorang di sebrang telepon


"Siapa? " tanya Dirga


"Kepo.. mau tau aja urusan anak muda" Jawab Allea


"Emang lo pikir gue udah tua? "


"Ya tua lah.. kita beda enam tahun itu tandanya kakak udah tua" Ucap Millie


"Enak aja, bukan gue yang tua tapi elu yang bocil"


"Mending bocil dari pada lo udah tua" Ucap Millie sambil menjulurkan lidahnya

__ADS_1


"Bocil"


"Tua.. tua.. kak Dirga tua" Millie mengejek Dirga


"Harus di kasih pelajaran nih anak" Dirga berdiri dari kursinya


"Mama.. tolong.. " Millie berlari menuju tempat Allea berada


"Ya ampun.. kalian masih aja suka bercanda kayak anak kecil" Millie dan Dirga berlari mengelilingi sofa tempat Allea duduk


"Nah.. mau kemana lo" Dirga menjepit kepala Millie diantara ketiak dan lengannya lalu sebelah tangannya mengulek kepala Millie, keduanya tertawa berusaha menyerang satu sama lain


"Kak Dirga disini? " Ellia baru saja tiba


"Ah.. iya tadi Ello minta tolong aku buat jemput Millie " jawab Dirga, setelah Ellia datang Dirga melepaskan dan menjauh dari Millie


"Boong banget" gumam Ello seraya masuk


Ellia mendengar Ello bergumam ketika masuk, tanpa mengatakan apapun Ellia pergi ke kamarnya


"Tante aku pamit ya.. ada urusan dulu"


"Ohh.. iya, bilangin sama mama nanti main kesini ya" ucap Allea


"Oke tan.. " Dirga mencium tangan Allea lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Pa... uang" Millie menadahkan tangannya


"Buat apa lagi? perasaan kamu sering banget minta uang"


"Aku mau ke tempat latihan"


"Berapa? " Max membuka dompetnya


"Satu lagi pa" Millie menyunggingkan senyuman lebarnya


"Katanya seikhlasnya, gimana sih? " Max mencabut uang seratus ribu lagi dan di berikan pada Millie


"Maacih.. muuuaah" Millie mencium pipi Max lalu pergi dengan jalan melompat-lompat, ayahnya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan anak perempuannya yang satu ini


"Millie mau kemana? " Tanya Ellia yang sedang bersama Dirga, sepertinya mereka hendak pergi


"Mau ke tempat latihan, duluan ya" Millie masuk ke garasi dan keluar dengan motor Ello


"Dek.. kamu jangan macem-macem, masukin lagi motornya" Ellia menghampiri Millie yang sudah menaik di atas motor


"Ssttt.. jangan berisik " Millie diam diam mencuri kunci motor di kamar kakaknya


Millie tidak mendengarkan Ellia dia memakai helmnya dan menghidupkan motor tersebut, suara motor yang kencang membuat Allea dan Ello serta adik adiknya keluar


Brrruuuummmm...


Millie melesat pergi dengan motor kakaknya tidak peduli teriakan orang orang di belakangnya


"Millie.. " Dirga sempat mengejar Millie namun tidak terkejar


"Millie nak kembali" teriak Allea


"Udahlah ma.. dia bisa kok" ucap Ello


"Kamu yang kasih ya kuncinya? " Allea memukul pelan bahu Ello


"Enggak.. dia curi kuncinya, mama nyalahin aku mulu"


"Nanti aku susul ke tempat latihannya ma, ayo kak" Ellia dan Dirga pergi setelah mencium tangan Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


"Hai mil.. "


"Hai.. "


"Millie kamu yang perhatikan mereka, saya ada tamu" Sebagai salah satu pemegang sabuk hitam Millie sering di tugaskan melatih beberapa pemula bersama beberapa orang lainnya


"Baik Sensei"


Millie melihat seseorang yang tidak asing celingukan di depan pintu seperti orang kebingungan, Millie meninggalkan orang yang diajarinya dan menghampirinya


"Bapak ngapain disini? " tanya Millie


"Saya.. saya mau baru mendaftar disini" Millie mengulum senyumnya menatap Rafael


"Masuk pak" ucap Millie


"Hihihi.. gue kerjain lo, di sekolah maen hukum hukum gue mulu" Batin Millie seraya menggosok-gosokkan tangannya satu sama lain


"Gue ambil yang ini ya" ucap Millie pada teman-temannya


"Ye.. Millie tau aja yang bening bening"


"Harusnya senior dulu dong mil"


"Ini guru di sekolah gue, dia pengen gue yang ajarin.. iya kan pak? " Millie bertanya pada Rafael


"Hah? gimana? " Rafael seperti orang linglung karena tidak mengerti dengan yang di bicarakan Millie


"Tuh.. kan katanya iya" Millie menarik tangan Rafael


Millie terus mengerjai Rafael kadang mengetuk kepalanya juga memukul bagian tubuh Rafael jika salah gerakkan, dalam hati Millie sangat puas bisa mengerjai guru yang selalu menghukumnya


"Kenapa pak? " Rafael meregangkan otot ototnya ketika hendak pulang


"Badan rasanya pegel pegel"


"Kan baru belajar nanti juga kalau udah biasa gak pegel lagi" Ucap Millie sambil mengikat tali sepatu


"Saya duluan ya pak" Millie menaiki motornya


"Millie.. bisa antar saya sebentar? saya mau ambil motor di bengkel, lewat jalan yang sama kok"


"Ya udah ayok.. tapi bayar ya pak, itung itung bayar ojek aja" ucap Millie


"Ya udah deh.. sini saya yang bawa" Millie turun dan menyerahkan helmnya pada Rafael


"Kamu pake aja, keselamatan kamu lebih penting" ucap Rafael


"Perhatian juga dia" batin Millie


"Pelan banget pak" Millie protes ketika Rafael yang mengendarai motornya


"Keselamatan lebih penting Millie" jawab Rafael


Tiba-tiba saja beberapa motor mengejar mereka dari belakang, Millie menyadari sekelompok pemotor itu sedang mengejarnya dan mengingatkannya pada Sony


"Pak.. Cepetan pak.. " Millie menepuk-nepuk bahu Rafael


"Kenapa emangnya? "


"Gawat pak gawat.. atau biar saya aja yang bawa" ucap Millie


"Kita di kejar ya? " Rafael melihat dari kaca spion


"Iya makanya cepetan" Rafael mempercepat laju motornya membuat Millie memeluk pinggang Rafael erat


Deg


"Apa gue punya penyakit jantung?" batin Rafael ketika jantungnya berdebar kencang

__ADS_1


__ADS_2