Youth Love

Youth Love
eps 2012


__ADS_3

"Rafael... Rafael..." mendengar teriakan Oma kini semua orang yang hendak makan berhamburan menuju ruang kerja Rafael


"Ada apa Oma? kenapa Oma teriak teriak?" Tanya Rafael


"Jelasin ini apa? " Oma menunjukkan sebuah kertas


"Ini... ini.. cuma laporan kesehatan" Rafael segera merampasnya dan meremas kertas tersebut


"Kamu bohong.. Oma udah telepon dokter keluarga dan dokter jelasin semuanya, kalian gak bisa punya anak? astaga... apa apaan ini?" Oma memijat kepalanya seraya menjatuhkan diri di sofa


"Bukan gak bisa Oma.. kita cuma harus berusaha lebih, lagi pula sekarang teknologi canggih Oma apapun bisa di usahakan " Sergah Rafael


Wajah Millie tampak sedih dia hanya bisa menundukkan kepalanya, mami Rafael yang berada di sampingnya memeluk Millie


"Ada apa sebenarnya? " tanya mami Rafael


"Si beruang kecil ini akan sulit mempunyai keturunan, kenapa kalian gak bilang dari awal? " ucap Oma


"Ma... jangan terlalu keras sama mereka, ini juga bukan kehendak mereka.. lagi pula Rafael udah bilang kalo kita cuma harus berusaha lebih, tidak ada yang mustahil ma"


"Oma akan tinggal disini membantu kalian, Oma mengurus kalian sampai kalian punya anak.. Oma gak mau garis keturunan Oma harus terputus" Rafael hendak bicara namun Millie pergi meninggalkan ruangan tersebut tanpa sepatah katapun


"Millie.." Rafael mengikuti Millie yang masuk ke dalam kamarnya


Millie duduk di tepi ranjang memandang kearah jendela, Rafael ikut duduk di sampingnya lalu memeluknya


"Jangan dengerin Oma.. jangan terlalu memikirkan masalah anak, aku percaya kita akan memiliki anak jika tuhan sudah menghendaki "


"Apa itu benar? apa kita akan punya anak? gimana kalau ternyata sampai kita tua pun aku gak bisa kasih kamu keturunan?" Millie melepas pelukan Rafael dan kini duduk menghadapnya


"Aku gak peduli... dalam hidup ini yang aku mau cuma hidup sama kamu, aku gak peduli ada anak atau enggak "


"Itu menurut kamu tapi gimana sama Oma atau mami? aku udah mengecewakan mereka" lirih Millie


"Itu bukan salah kamu... kita semua berharap sesuatu terjadi sesuai apa yang kita inginkan tapi kita hanya bisa berharap selebihnya tuhan yang akan mengatur apa yang terbaik buat kita" Millie tidak menjawab dan memilih pindah ke kursi belajarnya


"Aku gak mau kamu mikirin ini lagi.. kalo perlu kita pindah ke luar negeri dan melakukan pengobatan disana"


"Aku terserah kamu aja" lirih Millie seraya mengambil buku dan mulai membacanya


Rafael yang berdiri di samping meja Millie tidak sengaja menyenggol tas Millie hingga jatuh dan isinya berserakan, Rafael kembali membereskannya dan menemukan daftar acara yang di selipkan Bastian


"Kamu jadi ikut club' ini?" tanya Rafael


"Enggak.. Bastian yang masukin aku dan dia yang bayar semuanya, aku udah nolak dan akan ganti semua uang dia" jawab Millie tanpa menoleh


"Semua kegiatannya di sukai Millie.. apa kasih dia izin aja biar dia gak murung lagi?" batin Rafael


Rafael memasukkan kembali kertas tersebut ke dalam tas Millie, Rafael memutar kursi belajar Millie agar berbalik menghadapnya


"Kamu ganti uangnya aja tapi kamu boleh ikut.. aku izinin" ucap Rafael membuat Millie mendongak menatapnya tak percaya

__ADS_1


"Gak usah... aku gak mau kita bertengkar nanti " Millie tahu bagaimana sifat Rafael yang cemburuan


"Aku serius.. seneng seneng sama mereka, aku gak akan marah asal kamu tahu batasan.. aku gak suka liat kamu murung"


"Tapi... nanti gimana sama mami dan Oma?" tanya Millie


"Mami pasti ngerti.. jangan pikirin Oma, kamu butuh hiburan, kan? aku masih banyak kerjaan jadi gak bisa temenin kamu, kamu pergi sama mereka aja"


"Gak usah deh.. aku takut nanti kita malah berantem kalo ada kesalahpahaman " Millie kembali memutar kursinya untuk membaca namun Rafael menariknya


"Aku tahu kamu udah lama gak melakukan semua yang ada di daftar, sebenarnya kamu juga pasti mau ikut, kan? aku gak akan kasih kesempatan untuk kedua kalinya"


"Jadi ini beneran? aku boleh ikut?" tanya Millie


"Boleh.. tapi inget jangan Deket Deket si kadal menyebalkan "


"Si kadal?" gumam Millie


"Senior kamu yang genit itu"


"Ohh... siap bos, aku janji gak akan deket deket dia" Millie memberi hormat pada Rafael


"Tapi aku disana 3 hari, gimana sama kamu disini?" lanjut Millie


"Kamu harus lapor setiap kegiatan dan selalu jawab telepon aku"


"Oke.. aku setuju" Millie mengalungkan tangannya di leher Rafael sambil tersenyum, tampaknya dia sudah melupakan masalah tadi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu gak perlu melakukan hal sejauh ini kalo kamu sendiri gak yakin, aku gak mau cuma jadi pelampiasan" ucap Ellia seraya berjalan melewati Dirga


"Aku yakin dan aku serius sama kamu El.. beri aku kesempatan sekali lagi, aku janji gak akan mengecewakan kamu lagi"


"Seseorang bisa dengan mudah membuat janji tanpa menepati janjinya" jawab Ellia


"Liat aku.. tatap aku El.. jujur sama aku, apa kamu masih mencintai aku?" Dirga memegang lengan Ellia saat mereka berhadapan


"Aku gak tau" lirih Ellia seraya menundukkan kepalanya


"Jujur sama diri kamu sendiri El.. aku anggap ini sebagai kesempatan terakhir buat aku, kalo kamu mau terima lamaran aku, aku janji gak akan pernah mengecewakan kamu lagi"


"Tapi kalo kamu tolak aku gak akan ganggu kamu lagi atau mungkin kamu gak akan pernah liat aku lagi" lanjut Dirga


"Aku udah siapin semuanya, kalo pun kamu nolak aku nantinya.. aku akan pergi melanjutkan kuliah di luar negeri " mendengar hal itu Ellia kembali menatap Dirga


"Kamu serius?" tanya Ellia


"Aku serius... aku gak bisa melanjutkan kuliah disini lagi kalo kamu tolak lamaran aku, kamu udah lulus sementara aku gagal jadi aku memutuskan untuk pergi, aku harap disana akan lebih baik"


"Jadi kamu mau fokus kuliah apa lamar aku?" tanya Ellia

__ADS_1


"Maunya lamar kamu tapi kalo kamu nolak aku bisa apa? gak ada tujuan lain selain melanjutkan kuliah "


"Jadi gimana? mau terima lamaran aku apa enggak?" lanjut Dirga


"Gak tau" jawab Ellia


"Kok gak tau? jawab aja kalo mau ya mau, kalo enggak ya enggak"


"Kamu datang aja kerumah bawa orang tua kamu" ucap Ellia seraya pergi menjauh dengan wajah memerah


"Jadi artinya di terima nih? " teriak Dirga saat Ellia sudah berada jauh di depannya


"Yeeaaayy... yes.." Dirga melompat saat Ellia berbalik dan menganggukkan kepalanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Hari Sabtu pun tiba..


Rafael mengantar Millie ke kampus dan menyiapkan segala keperluan istri kecilnya itu, mereka tentu menjadi pusat perhatian karena perlakuan manis Rafael terhadap Millie


Jesica yang melihat Rafael segera menghampirinya, Millie memandang aneh Jesica karena selalu tampak bodoh jika berhadapan dengan Rafael


"Kakak kenapa gak ikut aja? nanti bisa ajarin aku berkuda" ucapnya dengan tingkah centil


"Saya masih ada kerjaan, jadi kamu juga ikut?" tanya Rafael


"Iya dong... kakak ikut aja ya.. kerjaannya di kerjain lain kali aja"


"Ini acara anak kampus dan saya sepertinya tidak akan cocok berbaur dengan kalian, kalau begitu saya bisa titip Millie sama kamu.. tolong jaga dia" ucap Rafael


"Millie? ya udah deh demi kakak nanti aku jagain" Jesica menatap Millie sejenak dengan tatapan sinis lalu kembali menatap Rafael sambil tersenyum bodoh


"Aku bukan bayi.. gak perlu di titip titip segala" ucap Millie


"Tapi kamu tetap seperti bayi buat aku, jaga diri baik-baik dan ingat pesan aku" ucap Rafael sambil merapikan anak rambut Millie yang berantakan karena angin


Jesica segera mengacak rambutnya agar terlihat berantakan lalu menggeser Millie dan berdiri di hadapan Rafael, handphone Rafael tiba tiba berbunyi hingga dia tidak memperdulikan Jesica yang sudah berharap rambutnya akan di rapikan juga


"Halo.. saya segera kesana, baik terimakasih " setelah mematikan teleponnya Rafael bergeser berhadapan dengan Millie


"Ada kerjaan penting, gak apa apa kan aku pergi sekarang?" tanya Rafael seraya menggenggam tangan Millie


"Gak apa apa.. kamu hati hati, jangan lupa makan, jangan begadang, jangan kelayapan, jangan terlalu mikirin kerjaan"


"Iya bawel... aku pergi, daaaah" setelah mengecup kening Millie akhirnya Rafael pergi tanpa memperdulikan Jesica


"Mau sun juga" rengek Jesica ketika Rafael sudah masuk ke dalam mobilnya


"Apa Lo liat liat?" bentak Jesica pada Millie


"Apa sih? gak jelas deh" Millie memilih pergi meninggalkan Jesica yang mengomel sendiri

__ADS_1


__ADS_2